Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Pengaruh penggunaan efek chorus terhadap artikulasi melodi pada lagu jazz "Oleo" karya Sonny Rollins yang dimainkan oleh Mike Stern

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh penggunaan efek chorus terhadap artikulasi melodi dalam konteks penampilan musik jazz tradisional. Fokus penelitian ini adalah lagu jazz "Oleo" yang merupakan karya dari Sonny Rollins, yang diinterpretasikan oleh gitaris Mike Stern. Pengumpulan data yang dilakukan berupa studi pustaka, diskografi, dan wawancara. Efek chorus merupakan salah satu efek audio yang umum digunakan dalam musik jazz untuk menciptakan dimensi sonik yang khas. Namun, dampak penggunaannya terhadap artikulasi melodi dalam konteks jazz masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif untuk mengeksplorasi perbedaan dalam artikulasi melodi antara penampilan dengan dan tanpa penggunaan efek chorus dalam lagu "Oleo" oleh Mike Stern. Data dikumpulkan melalui rekaman audio dan dimunculkan dalam bentuk grafik yang kemudian dianalisis secara rinci untuk mengidentifikasi perbedaan dalam karakteristik artikulasi melodi. Hasil penelitian mempengaruhi artikulasi melodi serta gaya permainan yang unik karena artikulasi yang dimainkan terdengar seperti keruh tetapi tetap jelas

    Punakawan sebagai refleksi kehidupan kelas bawah dalam penciptaan seni lukis

    No full text
    Pertunjukan wayang kulit merupakan bagian dari warisan tradisi seni budaya yang ada di Indonesia. Salah satu kelompok tokoh dalam wayang kulit adalah Punakawan, yang tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga menginspirasi melalui makna filosofis dan nilai sosial yang ditampilkan. Dalam Tugas Akhir ini bentuk visual karakter Punakawan yang unik digunakan sebagai refleksi kehidupan masyarakat kelas bawah. Metode yang digunakan dalam Tugas Akhir penciptaan karya seni lukis ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan menciptakan karya seni lukis sesuai peristiwa atau masalah dari hasil observasi atau pengamatan yang mendalam. Karya-karya Tugas Akhir ini adalah representasi kehidupan masyarakat kelas bawah, yang menggambarkan profesi atau pekerjaan mereka, situasi sehari-hari, dan latar belakang kehidupan yang bergantung pada alam. Diwujudkan melalui lima belas karya seni lukis yang memiliki komponen figur Punakawan gagrak Banyumas, warna yang memberikan nuansa keceriaan di tengah kesulitan, dan objek-objek buatan manusia maupun alami yang terpadukan dalam lukisan deformasi dari cat akrilik dengan tambahan media lain. Pada Tugas Akhir ini disampaikan pesan-pesan tentang kebijaksanaan dan daya tahan masyarakat kelas bawah

    Pengujian kualitas akustik auditorium menggunakan aplikasi speech recognition

    No full text
    Selain kenyamanan visual dan termal, kenyamanan akustik merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk membentuk kenyamanan suatu ruang. Terutama untuk concert hall dan auditorium yang membutuhkan kenyamanan akustik ideal demi mendukung kenyamanan penggunanya. Yogyakarta merupakan provinsi yang menjadi pusat kegiatan seni di indonesia, seluruh kegiatan seni di hampir dilakukan di setiap daerah Yogyakarta. Salah satu kegiatan tersebut adalah pertunjukan teater dan musik, sehingga kebutuhan akan gedung pertunjukan semakin meningkat. Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pertunjukan seni, seperti musik dan teater tentunya membutuhkan kualitas akustik yang baik agar pertunjukan optimal. Metode yang digunakan adalah eksperimen speech recognition menggunakan software buzz, dan frekuensi respon menggunakan software room equalizer wizard. Data yang dipakai adalah hasil rekaman sampel suara pada beberapa titik ruang auditorium. Hansil transkrib suara dan frekuensi respon menjadi parameter untuk menilai kualitas akustik ruang auditorium. Hasil dari analisa dan studi akan menjadi dasar pemikiran untuk mengembangkan desain ruang auditorium dan concert hall

    Pengabdian Hanoman kepada Sri Rama dalam kisah ramayana pada kulit perkamen

    No full text
    Penciptaan karya seni kulit dengan judul Pengabdian Hanoman kepada Sri Rama dalam kisah Ramayana mengandung pesan yang sangat mendalam. Bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat dan penikmat seni dengan menampilkan adegan yang ada di kisah Ramayana dalam wujud hiasan dinding. Metode pendekatan yang digunakan dalam karya ini yaitu teori alih wahana dan teori estetika, teori ini digunakan sebagai acuan dalam membuat karya. Sedangkan metode penciptaan karya menggunakan metode tiga tahap enam langkah proses penciptaan karya seni dari SP. Gustami. Tahap yang dilalui dari tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, sampai dengan verifikasi. Karya yang dihasilkan berjumlah enam dalam bentuk karya panel, yaitu berjudul (1) “Hanoman Ngabdi Sri Rama”, (2)”Lompatan Hanoman”, (3)”Nginjen ing Asokavana”, (4)”Hanoman Kejiret Pusaka Astra”, (5)”Hanoman Obong”, (6)”Hanoman Sowan Kiskenda”. Dalam karya ini berisi potongan adegan – adegan ketika Hanoman sedang melakukan pengabdian kepada Sri Rama berwujud wayang kulit purwa gagrag Yogyakarta

    Perancangan mainan stimulasi berjalan untuk anak usia 9-15 bulan

    No full text

    Eksistensi pertenunan Santa Maria Boro guna mempertahankan produksi tenun Boro dalam penyutradaraan film dokumenter :Meniti Asa" dengan gaya ekspositori

    No full text
    Film dokumenter "Meniti Asa" secara mendalam menggali kisah Pertenunan Santa Maria Boro, sebuah lembaga yang gigih mempertahankan tradisi produksi kain Tenun Boro. Sejak zaman penjajahan Belanda, pertenunan ini telah menjadi penjaga sejarah panjang, terus berupaya memproduksi kain tenun yang khas hingga saat ini. Kepemimpinan yang kuat terlihat dalam sosok Bruder Marcel sebagai penghubung antara Yayasan dan pertenunan, serta Bapak Sudaryanto sebagai pemimpin produksi kain tenun. Meskipun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), mereka tetap setia pada proses tradisional. Film ini mengadopsi gaya ekspositori yang menekankan pada informasi yang didapatkan melalui pengamatan cermat. Dengan mengamati secara mendalam, dokumenter ini menyoroti cara, kebiasaan, dan aktivitas yang dilakukan oleh para pelaku di Pertenunan Santa Maria Boro untuk mempertahankan produksi Kain Tenun Boro. Meskipun produksi Tenun Boro mengalami perubahan dari masa ke masa, eksistensi Pertenunan Santa Maria Boro terus berlanjut dengan cara mempertahankan kualitas produksi. Dokumenter ini membuka ruang untuk memahami tantangan dan ketekunan yang mereka hadapi. Lebih dari sekadar menciptakan kain tenun, pertenunan ini menjadi penjaga sejarah dan warisan budaya yang berharga. Dari karya ini, dapat disimpulkan bahwa Pertenunan Santa Maria Boro perlu mencari terobosan baru dalam mempertahankan produksi Kain Tenun Boro. Mempertahankan tradisi ini bukan hanya untuk keberlanjutan pekerja di pertenunan, tetapi juga sebagai upaya untuk menyelamatkan sejarah dan warisan budaya. Dengan demikian, produksi Kain Tenun Boro tidak hanya menjadi pilihan gaya hidup, tetapi juga menjadi warisan yang hidup dan relevan dalam masyaraka

    Tren bloke core sebagai ide penciptaan fotografi fesyen editorial

    No full text
    Pada masa kini fesyen atau mode tidak hanya meliputi kemeja dan gaun malam saja, pengaruh olahraga yang diminati sebagian masyarakat pun ikut serta dalam kemajuan fesyen salah satunya olahraga sepak bola. Perkembangan tren fesyen dalam lingkup sepak bola beberapa tahun belakangan ini muncul dipengaruhi oleh masifnya pergerakan sosial media. Salah satunya tren fesyen Bloke Core yang dipopulerkan oleh seorang Tiktoker dengan nama akun @brandonhuntley yang memadukan jersei sepak bola edisi lama dengan jeans baggy fit agar terkesan retro. Bloke Core sendiri berangkat dari istilah Bloke yang merupakan bahasa gaul dari Inggris yang berarti laki-laki atau pria jantan. Tren Bloke Core ini divisualkan melalui gaya fotografi fesyen editorial untuk mengembangkan kreativitas dengan membuat interpretasi khusus bagi pembacanya. Proses dilatarbelakangi oleh pengalaman empiris dan cara merespon suatu tren yang terjadi di masyarakat. Karya fotografi ini dibuat untuk menghasilkan karya fotografi fesyen editorial dengan merespon tren Bloke Core serta memberikan pengetahuan kepada khalayak bahwa jersei sepak bola bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan diri melalui fesyen. Untuk melakukan penciptaan karya ini terdapat tiga tahapan yaitu, penentuan ide, perencanaan, dan eksperimentasi guna mendapatkan hasil yang terstruktur. Hasil akhir pada penciptaan ini adalah mewujudkan ide penciptaan Tren Bloke Core kedalam bentuk visual melalui fotografi fesyen editorial

    Perancangan komik web "Enak Gak Enak" representasi kearifan lokal pedesaan Solo Raya

    No full text
    Soto Kering, Panjang Ilang, Pupuk Bayi, Tilik, dan Wiwit bagi orang Indonesia di luar Jawa adalah sesuatu yang asing didengar. Di Solo Raya, hal ini lumrah dan sudah menjadi kearifan lokal yang dibentuk sejak dulu maupun di zaman modern ini. Namun sayangnya banyak generasi baru seperti generasi Z yang asing akan lima hal tersebut karena pergeseran budaya. Generasi Z adalah gnerasi yang dekat dengan kemajuan teknologi. Budaya yang masuk dari berbagai portal cepat atau lambat mengubah kebiasaan dan identitas generasi Z sebagi orang Indonesia menjadi pribadi yang makin jauh dari budayanya sendiri

    Perancangan interior kantor PT Smoore Technologi Indonesia dengan pendekatan corporate visual identity

    No full text
    Perncangn interior Kantor PT Smoore Technology Indonesia, sebuah perusahaan asal Tiongkok yang memproduksi mesin roko elektrik dengan distribusi international, memuka pabrik dan kantor barunya di Pasuruan, Jawa Timur, pada tahu 2022. Namun, perusahaan ini belum begitu dikenal oleh masyarkat Indonesia, terutama kalangan muda.Perancangan ini bertujuan mengatasi permasalahn tersebut melalui pendekatan corporate visual identity yang mencakup lima hal parameter: mentrasnsformasikan nilai-nilai perushaan ke dalamelemen interior, merancang komposis grafis yang atraktif dan informatif, memastikan aspek aksesbilitas, efektivitas, dan efisiensi, mendukung kinerja pengguna ruang, serta memberikan elemen "healing" untuk mengurangi stress pengguna ruang

    Perancangan interior Museum Wanagama sebagai ruang pendidikan dengan pendekatan eco edukatif.

    No full text
    Museum Wanagama merupakan museum yang dimiliki oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Museum ini terletak di Kawasan Hutan Wanagama Petak 5 Kabupaten Gunung Kidul. Didirikan Museum Wanagama ini bertujuan untuk penelitian bagi mahasiswa Fakultas Kehutnan Universitas Gadjah Mada. Museum ini menawarkan beragam koleksi yang mencakup hasil penelitian mahasiswa,artefak sejarah, karya seni rupa, dan pameran interaktif yang menarik bagi semua usia. DEngan program edukatif yang dirancang untuk berbagai kalangan, museum ini berupaya untuk menjadi pusat pengetahuan dan inspirasi

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇