Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Aplikasi reduksi dalam aransemen untuk combo band pada karya "Ride of the Valkyries" ciptaan Richard Wagner

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi reduksi dalam proses aransemen; dan memaparkan aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan agar dapat dikembangkan dalam proses aransemen karya, reduksi dilakukan untuk meringkas format orkestra dari karya “Ride of the Valkyries” milik Richard Wagner ke dalam format combo band. Pada umumnya, reduksi sering diaplikasikan untuk “meringkas” iringan dalam sebuah komposisi, penggunaannya secara umum diaplikasikan pada karya format besar (orkestra) yang ditujukan ke dalam format yang lebih kecil (chamber, duo, dll.). Namun dalam penelitian ini, peneliti memilih aplikasi reduksi dalam aransemen untuk karya format combo band. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dalam hal ini, aplikasi reduksi dalam aransemen karya “Ride of the Valkyries” dengan format orkestra menuju format combo band merupakan kasus diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan reduksi berfokus mencari gagasan ide pokok karya; Pengembangan dalam proses aransemen melibatkan penggunaan mixed meter, re-harmonisasi, dan pengembangan motif; Aransemen disusun dalam style Funk Progressive Rock dengan tujuan menghadirkan keakraban suara yang relevan untuk pendengar era digital. Penulis menggunakan beberapa pedoman dalam mengumpulkan data seperti penelusuran situs-situs internet terkait informasi reduksi, informasi karya dan komposer, juga buku yang berhubungan dengan komposisi dan aransemen. Aplikasi reduksi dalam aransemen diawali dengan analisis karya dan mengumpulkan pengetahuan meliputi pendekatan reduksi untuk mengambil material-material yang diolah pada proses aransemen dengan pengembangan ide ‘transformasi’ ke dalam format combo band, aransemen dipimpin oleh gitar elektrik. Proses ini mendukung aplikasi reduksi karya “Ride of the Valkyries” dari format orkestra ke dalam format combo band sehingga dalam aransemen gagasan ide pokok dari Richard Wagner dalam karya tetap hadir

    Unsur musik The Imperial March sebagai pendukung karakter Darth Vader dalam film Star Wars : The Empire Strikes Back

    No full text
    Penelitian ini menganalisis unsur-unsur musik dalam lagu The Imperial March yang mendukung penggambaran karakter Darth Vader dalam film Star Wars: The Empire Strikes Back. Dengan metode kualitatif dan pendekatan analisis, teknik analisis isi diterapkan pada komposisi lagu dan observasi pada adegan-adegan yang melibatkan Darth Vader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi ini, dengan ciri khas musik film Action, menggunakan instrumen tiup logam dan perkusi, dinamika fortissimo, melodi berbasis pengulangan motif, irama sukat sederhana, tempo mars, dan tangga nada minor. Musik ini berhasil menciptakan kesan kuat, misterius, dan megah, sesuai dengan karakter Darth Vader yang disiplin, mewah, dan dominan. Analisis sinematik pada adegan-adegan film juga menegaskan keterkaitan yang jelas antara musik dan karakter tersebut. Pengaturan dengan penunjuk status sosial tinggi, motif khusus untuk mengekspresikan kejahatan dan kekuatan Darth Vader, serta suasana seram dan misterius terbentuk melalui setting yang dibangun semuanya terhubung dengan unsur-unsur musik. Kostum gelap, teknik penerangan, dan sudut kamera yang tepat pada visualisasi Darth Vader turut berkontribusi pada representasi visual yang kuat, sejalan dengan kesan musik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa The Imperial March secara efektif mendukung penggambaran karakter Darth Vader melalui unsur-unsurnya. Studi ini diharapkan memberikan kontribusi pada pemahaman unsur-unsur musik, khususnya dalam konteks musik film, serta memberikan panduan praktis bagi pembuat film dan musik dalam menciptakan karya yang memengaruhi penonton dengan efektif

    Implementasi peer teaching sebagai strategi penguatan nilai inklusif di Komunitas Biola Tangerang

    No full text
    Pembelajaran musik dalam konteks nonformal menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan partisipasi aktif serta hubungan sosial yang setara antar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi peer teaching secara terstruktur, serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan nilai-nilai inklusif dalam pembelajaran di Komunitas Biola Tangerang (KBT). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumen. Strategi peer teaching diimplementasikan berfokus pada dua model utama, yaitu same age peer tutoring dan reciprocal peer tutoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi peer teaching yang diterapkan mampu memperkuat enam nilai inklusif, yaitu toleransi, empati, kesetaraan, kerja sama, partisipasi aktif, dan pemberdayaan individu. Nilai-nilai tersebut muncul secara bertahap seiring dinamika pembelajaran yang berkembang dari waktu ke waktu. Temuan ini menegaskan bahwa peer teaching bukan hanya strategi pedagogis, tetapi juga sarana efektif untuk memperkuat nilai-nilai inklusif dalam lingkungan belajar berbasis komunitas

    Interpretasi Personal Lirik Lagu Band Gutswell Melalui Fotografi Ekspresi.

    No full text
    Patah hati merupakan rasa sakit yang sangat dalam bagi seseorang yang merasakannya. Patah hati dalam taraf yang dapat menciptakan efek-efek delusi bagi mereka yang merasakkannya. Seni sebagai media berekspresi menjadi salah satu hal yang dapat membantu seseorang yang sedang mengalami kondisi ini Media berekspresi yang dimaksud dapat berupa menikmati ataupun menciptakan karya seni. Musik adalah salah satu karya seni yag sering dinikmati untuk mendalami persan yang sedang dirasakan. Band Gutswell adalah sebuah band yang berasal dari Jawa Timur yang mengusung aliran shoegaze

    Foto Dukumenter Deskriptif Kereta Lori Tebu Pabrik Gula Semboro Jember

    No full text
    Kereta lori tebu telah menjadi bagian dari industri gula di Indonesia selama ratusan tahun, hampir seluruh pabrik gula mengandalkan sarana kereta api saat itu. Namun sekarang kurang dari lima pabrik gula yang mempertahankan kereta lori. Penciptaan ini bertujuan untuk merekam peran kereta lori tebu sebagai alat angkut utama dalam industri gula milik Pabrik Gula Semboro, Jember, melalui pendekatan foto dokumenter deskriptif. Penciptaan karya ini meibatkan observasi, studi pustaka, eksplorasi, dan perwujudan berupa pemotretan karya guna menghasilkan arsip visual yang informatif dan estetis

    Company profile Kedai kopi HSCO melalui fotografi komersial

    No full text
    Company profile merupakan gambaran umum tentang identitas suatu bidang usaha agar masyarakat tertarik dan dapat menonjolkan keunggulan perusahaan tersebut. Fokus pembuatan fotografi company profile ini pada kedai kopi Had Some Coffee (HSCO) dibaca hasko. Pembuatan karya foto Company profile kedai Kopi HSCO dengan menggunakan media fotografi dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada konsumen ataupun ditunjukkan untuk mitra bisnis lainnya supaya membuat mereka tertarik dengan foto komersial yang ditawarkan. Objek utama penciptaan karya tugas akhir ini mengeksplorasi usaha kedai kopi HSCO yang menyajikan produk berupa beberapa menu kopi dan tempat usaha dengan berfokus pada aspek-aspek hospitality atau pendekatan antara kedai kopi HSCO dengan pelanggannya. Karya fotografi yang dibuat akan mengusung ide keseharian pelanggan saat sedang berkunjung di kedai kopi HSCO. Dengan foto-foto yang berkualitas, kedai kopi HSCO diharapkan dapat menarik perhatian calon klien, mitra bisnis, dan calon karyawan dengan lebih efektif. Melalui visual yang menarik, hasil foto tersebut tidak hanya mencerminkan nilai-nilai perusahaan, tetapi juga dapat memperkuat citra, dan memberikan kesan kepercayaan kepada pelanggan. Dalam pembuatan company profile kedai kopi HSCO, fotografi tidak hanya sekadar untuk merekam gambar produk atau suasana restoran, tetapi juga menjadi sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai tempat usaha, salah satunya pelayanan. Dengan menghadirkan gambar-gambar yang menonjolkan pada aspek hospitality, profesionalisme, serta kualitas sajian membuat kedai kopi HSCO dapat memperkuat identitasnya sebagai tempat usaha yang peduli akan loyalitas seorang pelanggan

    Performativits gender dalam penggunaan nail art pada "Laki-Laki"

    No full text
    Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan nail art oleh laki-laki dalam konteks budaya yang masih terikat pada stereotip gender yang konvensional. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana laki-laki memaknai praktik nail art, yang umumnya dianggap dengan feminin, serta faktor-faktor pendorong di balik adopsi praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggali latar belakang laki-laki yang menggunakan nail art, mengidentifikasi hubungan antara nail art dan performativitas gender menggunakan pandangan Butler, serta menganalisis peran gender dalam pemilihan desain nail art lewat warna dan bentuk dengan konsep Kandinsky. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk mengetahui pengalaman subjektif narasumber secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nail art berfungsi sebagai media ekspresi visual, mencerminkan perasaan, emosi, dan nilai-nilai pribadi narasumber, yang beragam latar belakang sosial dan budaya. Laki-laki yang menggunakan nail art tidak hanya menghias kuku, tetapi juga mengekspresikan diri di luar harapan budaya heteroseksual yang menekankan maskulinitas. Warna dan motif tertentu dalam nail art sering kali dianggap feminin, sehingga banyak laki-laki merasa tertekan untuk menghindarinya karena takut melewati batasan maskulinitas yang dibangun oleh masyarakat. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan adanya penolakan dari lingkungan sosial, termasuk keluarga dan teman, terhadap penggunaan nail art oleh laki-laki, yang menunjukkan bahwa praktik ini masih dianggap tidak pantas dalam konstruksi sosial yang berlaku. Namun, seiring waktu, terdapat pergeseran dalam pandangan masyarakat yang semakin menerima bahwa laki-laki juga dapat mengekspresikan diri melalui nail art. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam batasan peran gender, di mana maskulinitas tidak lagi dipahami sebagai sifat yang kaku dan dominan, melainkan sebagai karakter yang lebih fleksibel dan beragam

    Strategi promosi palka kreatif melalui produk kertas daur ulang di media sosial instagram

    No full text
    Penelitian ini berawal dari kegiatan pengelolaan limbah produksi dan sampah kertas menjadi produk kertas daur ulang oleh Palka Kreatif, dalam mengkampanyekan isu zero waste atau gaya hidup nol sampah. Tujuan penelitian ini untuk menggali informasi guna mengetahui tahapaan dan langkah strategi promosi yang digunakan oleh Palka Kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif – deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 orang narasumber yang merupakan Founder, tim publikasi, dan artisan produksi. Hasil penelitian ini menunjukan aspek dan factor penting dalam Menyusun strategi promosi. Kesimpulan yang diperoleh adalah Palka Kreatif telah melakukan beberapa tahapan promosi yang menjadi formula dalam membentuk strategi promosi. Diharapkan melalui penelitian ini dapat menjadi tambahan referensi serta mengisi ruang dalam khasanah ilmu pengetahuan dimasa depan

    Pengelolaan karya lukis dan patung koleksi museum dan tanah liat di Yogyakarta

    No full text
    Koleksi merupakan hal penting dalam kehidupan suatu museum. Untuk mempertahankan eksistensi dan nilai yang terkandung dalam sebuah benda koleksi serta menjaga kondisi fisik benda koleksi perlu dilakukan sebuah tindakan pengelolaan. Museum Dan Tanah Liat merupakan museum seni milik pribadi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki koleksi karya seni rupa yang didominasi oleh karya lukis dan patung. Penelitian ini menggunakan teori pengelolaan koleksi menurut Sawirman yang menjelaskan tahapan pengelolaan koleksi melalui pendataan penyajian, pemeliharaan, dan pengamanan koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan karya lukis dan patung di Museum Dan Tanah Liat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan koleksi yang dilakukan oleh Museum Dan Tanah Liat belum dilakukan secara maksimal, ditinjau dari pendataan, penyajian, pemeliharaan dan pengamanan koleksi

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇