Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Sikap adaptif sebagai strategi negosiasi dalam menyikapi penguunaan hymne liturgis di GKI Karangsaru - Semarang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik adaptasi musikal dalam ibadah gereja, khususnya terkait keberlanjutan penggunaan himne di tengah dominasi musik kontemporer di kalangan generasi muda. Fokus kajian diarahkan pada Gereja Kristen Indonesia (GKI) Karangsaru di Semarang, yang secara konsisten mempertahankan himne dalam liturginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam narasumber yang mewakili berbagai posisi dalam kehidupan bergereja, termasuk pendeta, music director, majelis jemaat, serta jemaat generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama GKI Karangsaru mempertahankan himne meliputi landasan teologis, nilai spiritual yang terkandung dalam lirik dan komposisi musikal, serta warisan historis gereja. Meskipun terdapat perbedaan preferensi musik antar generasi yang memunculkan potensi konflik, gereja meresponsnya dengan pendekatan adaptif melalui modifikasi aransemen, edukasi liturgis, dan pemberian ruang ekspresi kreatif yang terukur. Strategi ini menjadi bentuk negosiasi musikal yang memungkinkan integrasi nilai tradisional dengan selera kontemporer tanpa menghilangkan makna spiritual dari himne itu sendiri. Temuan ini dianalisis menggunakan teori konflik sosial dari Georg Simmel dan teori kompromi dari Thomas Meyer, yang menunjukkan bahwa konflik dapat menjadi sarana pembentukan integrasi sosial dan bahwa kompromi memiliki peran penting dalam menciptakan ruang liturgi yang inklusif dan demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik musik gereja dapat menjadi strategi negosiasi nilai, di mana perbedaan bukan untuk dihindari, melainkan dimaknai sebagai ruang interaksi yang memperkaya spiritualitas jemaat lintas generasi

    Musik Keroncong dalam Misa Syukur Seribu Hari Umat Katolik Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran

    No full text
    Penelitian ini mengkaji penggunaan musik keroncong dalam misa syukur seribu hari umat Katolik Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran Yogyakarta. Penelitian ini membahas bentuk musikal keroncong dalam misa seribu hari dan fungsinya pada konteks liturgi Katolik. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap alasan di balik pemilihan keroncong sebagai bagian dari misa, serta mendokumentasikan bentuk penyajiannya secara deskriptif dan musikal melalui transkripsi musik sebagai kontribusi dalam kajian etnomusikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik keroncong berfungsi sebagai sarana komunikasi spiritual, penghiburan, dan pengungkapan ekspresi emosional umat. Penyajian keroncong adalah wujud fenomena yang memperkuat kekhusyukan misa serta memperdalam pengalaman spiritual umat. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman hubungan antara seni musik lokal dan praktik keagamaan dalam tradisi Katolik

    Klasifikasi dan sebaran bangunan bergaya jengki di kota Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola persebaran serta karakteristik bangunan bergaya arsitektur jengki di Kota Yogyakarta. Gaya jengki, sebagai produk arsitektur pascakemerdekaan yang merepresentasikan semangat modernitas dan identitas nasional, memiliki persebaran dan bentuk yang beragam di berbagai kota. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor seperti geografis, sosial, ekonomi, dan tata kota yang memungkinkan mempengaruhi pola persebaran dan karakter yang dimiliki oleh objek dengan gaya jengki. Selain itu, penelitian ini juga merumuskan tipologi yang dapat mengklasifikasikan bangunan bergaya jengki secara terukur. Pendekatan visual eksploratif digunakan untuk memetakan persebaran bangunan, sementara analisis karakteristik dan tipologi bertujuan memperkuat pemahaman terhadap nilai arsitektural dan kontekstual dari gaya jengki di Yogyakar

    Penerapan integrasi skala jepang dengan teori thesaurus of scales ke dalam karya musik "Mugen No Tabiji"

    No full text
    Musik tradisional Jepang mengalami perubahan akibat masuknya unsur musik Barat. Skala pentatonik yang merupakan ciri khas musik tradisional Jepang dikembangkan ke dalam berbagai bentuk komposisi musik. Eksplorasi dilakukan dengan berbagai konsep atau teori pengolahan skala. Pada penelitian ini, tiga macam skala Jepang, yaitu Ryo, Miyako-Bushi, dan Kumoi, diintegrasi dengan teori pengolahan nada yang bernama Thesaurus of Scales ke dalam karya musik “Mugen no Tabiji”. Skala Jepang menggantikan konsep pembagian oktaf simetris Slonimsky yang berperan sebagai sistem nada dasar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dan menerapkan hasil dari pola integrasi ke dalam karya “Mugen no Tabiji”. Metode eksploratif diterapkan pada penelitian ini untuk menemukan sesuatu yang belum pernah dikembangkan sebelumnya, yaitu integrasi antara kedua konsep skala. Ide integrasi dan judul karya ditentukan pada tahap awal. Penulis selanjutnya melakukan observasi terhadap data pustaka dan data karya yang akan digunakan. Setelah observasi, perancangan konsep karya dilakukan, mulai dari konsep melodi, harmoni, dan bentuk. Format instrumen kemudian ditentukan. Pada saat proses pembuatan karya, penulis melakukan penulisan notasi dan penggunaan DAW. Integrasi skala Jepang diawali dengan eksplorasi terhadap Thesaurus of Scales. Eksplorasi ini menghasilkan beragam skala baru yang disebut dengan pattern. Pola integrasi tersebut diterapkan ke dalam karya “Mugen no Tabiji” dengan cara penyusunan yang beragam. Pola integrasi bisa berfungsi sebagai melodi maupun harmoni. Hasil penelitian ini memberikan tawaran baru sebagai alternatif penerapan Thesaurus of Scales dengan mengintegrasikan skala Jepang dalam prosedur komposisi musik Barat

    Struktur dramatik lakon budhug basu sajian Ki Anom Rusmanto H. Toma Putra dalam acara nadran di desa mundu kabupaten cirebon

    No full text
    Penelitian ini mengkaji struktur dramatik lakon Budhug Basu sajian Ki Anom Rusmanto H. Toma Putra dalam acara nadran di pesisir Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan tekstual, dan metode deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk mengungkap struktur dramatik Lakon Budhug Basu sajian Ki Anom Rusmanto H. Toma Putra yang disajikan selama dua jam. Data didapatkan melalui tayangan YouTube. Penelitian ini menggunakan teori Sambung-Rapet menurut Aris Wahyudi. Sambung-Rapet adalah kaidah yang berkenaan dengan upaya membangun jalinan antar peristiwa dalam lakon berdasarkan unsur-unsur tema, alur, penokohan, dan setting yang terintegrasi membentuk kesatuan cerita. Pola-pola hubungan antar elemen ini menjadikan lakon Budhug Basu tidak hanya utuh secara struktural, tetapi juga tetap relevan dalam konteks pertunjukan tradisional. Penggunaan teori Sambung-Rapet berhasil mengungkap pola kesinambungan antar bagian cerita dan memperlihatkan bagaimana dalang membangun yang kesatuan dramatik kohesif dalam waktu pementasan yang terbatas (dua jam

    Awi Bitung : Koreografi kelompok yang terinspirasi dari nilai-nilai simbolik Awi Bitung

    No full text
    Karya tari Awi Bitung merupakan sebuah eksplorasi koreografi kelompok yang bersumber dari nilai-nilai simbolik bambu bitung dalam kehidupan masyarakat Rangkasbitung, Banten. Gagasan penciptaan tari ini di rumuskan dari filosofis bambu Bitung sebagai simbol ketahanan, kesederhana-an, dan keterikatan dengan alam, yang diterjemahkan ke dalam konsep gerakan, struktur dan suasana tarian. Karya tari Awi Bitung menggunakan tipe tari dramatik dengan bentuk cara ungkap bersifat simbolis, di mana gerakan adalah inti yang menekankan makna pada karya tari. Tema disampaikan secara literal, tema pada karya tari ini adalah rasa syukur, yang menerapkan konsep Tritangtu. Metode Penciptaan tari yang digunakan adalah metode Alma Hawkins yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tahapan dimulai dari mencari data tentang sumber objek yaitu bambu bitung. Kemudian dilakukan eksplorasi gerakan yang disesuaikan dengan nilai-nilai karakter bambu bitung dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Rangkasbitung. Proses selanjutnya adalah pemilihan penari, pemilihan iringan tari, struktur dramatik, penyusunan pola lantai, kostum, penentuan cahaya, penentuan pemanggungan serta setting properti pendukung, khususnya bambu bitung sebagai elemen utama. Hasil dari proses ini adalah karya tari tradisi yang mengangkat karakteristik gerakan yang lentur namun kuat, dan suasana yang mengajak penonton untuk berpikir tentang hubungan manusia dan alam. Karya ini mampu mencerminkan nilai-nilai lokal dalam bentuk pertunjukan kontemporer berdasarkan tradisi. Manfaat dari penciptaan karya tari ini tidak hanya memperkaya tari tradisional dalam tarian berdasarkan budaya lokal, tetapi juga memberikan ruang reflektif dalam pentingnya alam dan pemeliharaan budaya. Selain itu, karya ini adalah referensi untuk pencipta tari dalam mengembangkan karya berdasarkan nilai-nilai tradisiona

    Implementasi teknik call and response dalam interaksi musikal pada lagu "Revelation 19:1" karya Jeffrey Lavalley

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mampu memainkan penerapan teknik call and response dalam interaksi musikal antara penyanyi dan pianis pada lagu "Revelation 19:1" karya Jeffrey LaValley. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik call and response dapat memengaruhi dinamika serta keterlibatan emosional dalam pertunjukan musik gospel. Teknik ini penting untuk diteliti karena merupakan salah satu elemen fundamental dalam musik gospel yang dapat memperkuat interaksi antara penyanyi dan instrumen, serta meningkatkan pengalaman pendengar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup konsep call and response, harmoni jazz, dan interaksi musikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis. Data dikumpulkan melalui pengamatan penampilan langsung, analisis rekaman, serta wawancara dengan dosen yang berpengalaman dalam harmoni jazz. Kesimpulannya, teknik call and response memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan emosional dan interaksi musikal dalam pertunjukan musik gospel. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi dan pendidik musik dalam mengembangkan teknik interaktif dalam musik gospel

    Penerapan teknik crooning dalam pengembagan ekspresi vokal lagu "Summertime"

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang penerapan teknik crooning untuk pengembangan ekspresi vokal di lagu “Summertime”. Hal ini merupakan respons dari keberagaman karakter vokal yang dimiliki penyanyi, khususnya bagi vokalis yang bernyanyi dengan suara yang lebih ringan dan tidak menggunakan teknik vokal yang kuat. Melalui penelitian ini, teknik crooning ditawarkan untuk menjadi salah satu alternatif gaya bernyanyi yang dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi para vokalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan teknik crooning serta pengaruhnya terhadap pengembangan ekspresi vokal dan interpretasi di lagu “Summertime”. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis pendekatan kajian literatur dan eksploratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik crooning dapat membangun emosi dan pemahaman yang ingin disampaikan vokalis melalui lagu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi vokalis dan institusi seni dalam mengeksplorasi teknik vokal yang sesuai dengan keberagaman suara yang ada

    Transformasi karapan sapi Madura pada busana pesta malam

    No full text
    Madura adalah suku perantau yang banyak tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Madura memiliki tradisi yang terkenal hingga saat ini yang bernama, Karapan Sapi Madura yaitu perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Tradisi ini merupakan simbol identitas masyarakat Madura dan mengandung nilai-nilai luhur seperti kerja keras, kerja sama, sportivitas, persaingan, dan ketertiban. Karapan sapi ini menjadi motif batik utama dalam penciptaan karya dengan khas Madura. Batik Madura adalah salah satu jenis batik pesisir yang memiliki keindahan tersendiri, namun masih belum begitu dikenal oleh masyarakat secara luas. Batik Madura memiliki warna cerah dan tegas seperti kuning, merah, hijau. Setiap warna memiliki makna yang berbeda. Metode pendekatan yang digunakan dalam karya tugas akhir penulis adalah metode pendekatan estetika, dan ergonomi, serta untuk metode penciptaan ini menggunakan teori milik SP.Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Landasan teori yang digunakan adalah teori estetika, dan ergonomi. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan remazol. Tahapan yang dilakukan ini mulai dari tahap mempersiapkan alat bahan, pembuatan pola, pemindahan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana pesta malam, dengan warna hitam, coklat, dan warna pesisiran (cerah). Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang sama

    Merahnya Merah Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    No full text
    Merah merupakan warna dasar pada Nirmana, merah bagi penulis sebagai media untuk merepresentasikan ekspresi emosi yang dirasakan atau dialami. Warna secara objektif adalah gelombang cahaya yang dipancarkan, warna merah memiliki gelombang 620 hingga 750 nanometer, secara subjektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan. Warna merah pada tugas akhir merupakan pigmen yang murni, dan mewakili makna ekspresi emosi yang dihadirkan seperti sedih, cinta, bahagia, tragis dan dramatis. Menggunakan teknik leleh, tekstur, gores, dan ciprat, dengan gaya Abstrak Ekspresionistik agar bisa menghasilkan karya dengan emosi yang dirasakan. Tugas akhir menghasilkan lima belas lukisan dengan konsep merahnya merah

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇