49728 research outputs found
Sort by
Penerapan media animasi dalam pembelajaran notasi balol untuk kelas 5 SD Negeri 1 Sewon Bantul
Di SD Negeri 1 Sewon Bantul, pemahaman siswa mengenai notasi balok sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa sekolah dasar dalam memainkan musik menggunakan notasi balok dengan media animasi sebagai alat bantu pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Sewon Bantul menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi hasil belajar.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan notasi balok dan media animasi, siswa berhasil memahami dan memainkan lagu-lagu yang sebelumnya tidak mereka kenal. Dengan demikian, pembelajaran notasi balok dengan media animasi terbukti membantu dalam meningkatkan kemampuan membaca notasi balok siswa. Media animasi tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap notasi balok tetapi juga meningkatkan motivasi belajar
Representasi budaya Keraton Yogyakarta dalam patung Bedhaya Kinjeng Wesi karya Ichwan Noor
Tulisan ini merupakan representasi budaya Keraton Yogyakarta yang diwujudkan dalam patung “Bedhaya Kinjeng Wesi “ oleh seorang seniman yakni Ichwan noor. Seniman pembuat karya ini mengeksplorasi tarian Bedhaya Semang Yogyakarta sebagai sumber ide penciptaan karyanya. Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi memberikan unsur sentuhan budaya Keraton Yogyakarta secara latar belakang karya dengan budaya tarian Bedhaya Keraton Yogyakarta dan mengaplikasikan unsur estetika dalam Teori A.A.M. Djelantik dengan memenuhi tiga aspek mendasar dalam karya seni, yakni: Wujud (rupa), Bobot (isi), dan Penampilan (penyajian). Selain itu juga menerapkan prinsip-prinsip seni rupa yakni penggunaan garis, bidang, warna, bentuk dan lainnya yang dikomposisikan dengan baik. Karya patung Bedhaya Kinjeng Wesi karya Ichwan Noor dimaknai sebagai bidadari yang turun ke bumi sebagai simbolisasi gerakan pesawat terbang dan visualisasi gerakan tari Bedhaya Kinjeng Wesi. Puluhan bidadari atau penari berwarna perak tersebut luwes menari sebagai wujud sambutan hangat dari Yogyakarta. Karya ini menyajikan bentuk penari dengan bagian tubuh yang berbeda-beda sebagai bentuk futurisme untuk menunjukkan gerak simultan di dalam karya patung. Selain itu, sayap-sayap pada penari mempresentasikan bentuk capung atau kinjeng. Jadi hanya sekedar aksentuasi dari kinjeng wesi yang diartikan serangga yang bisa terbang. Karya ini menunjukkan bagaimana pesawat udara menjadi bagian dari konsep karya itu sendiri jadi seolah-olah pesawat itu adalah capung yang terbuat dari logam yang bisa melayang atau terbang sehingga ditambahkan objek sayap sebagai simbol dari kinjeng yang dibuat dengan konsep yang menyatu
Analisis semiotika pada patung "Sembah" karya Purjito
Pada penulisan ini akan mengkaji tanda dan makna patung “Sembah” karya Purjito. Purjito merupakan seorang seniman yang kerap mengeksplorasi bentuk tubuh perempuan sebagai sumber karyanya. Karya patung “Sembah” merupakan representasi dari perempuan-perempuan istimewa dihidupnya yakni ibu dan istri Purjito. Karya ini terlahir karena kecemburuan Purjito pada sosok perempuan, terutama Ibu dan istri yang dikaruniai begitu banyak keindahan dan demikian lengkap. Karya-karyanya secara simbolis mengungkapkan berbagai pemikiran, pengalaman hidup, dan filosofi hidup yang diyakininya. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah kualitatif yang dianalisis menggunakan pendekatan estetika dari Djelantik dan dsemiotikaari Charles Sanders Peirce untuk menganalisis karya seni patung “Sembah” karya Purjito. Pendekatan ini akan memberikan wawasan yang mendalam tentang elemen-elemen keindahan dan makna yang terkandung dalam karya-karya seni tersebut. Karya patung ini diciptakan dengan mengadopsi nilai-nilai keindahan yang dikaji dalam teori estetika. Hal tersebut dapat dilihat dari penerapan elemen- elemen keindahan yang dikomposisikan dengan baik. Makna karya dikaji oleh penulis menggunakan sudut pandang semiotika dari tokoh terkenal yakni Charles Sanders Peirce yang mengategorikan semiotika dalam 3 hal pokok yakni ikon, simbol dan indeks. Ikon pada karya ini dapat ditemukan dari penggunaan busana, gaya rambut, pemilihan kain panjang yang membalut tubuh atau mukena serta kaki yang digambarkan tanpa menggunakan alas. Penggambaran pose dan ekspresi figur perempuan pada karya ini memberikan simbol yang menjelaskan hubungan konvensional, yang berarti ada persetujuan tertentu antara pemakai tanda. Selain itu, warna yang dipilih untuk karya ini juga menunjukkan kedamaian dan kesucian. Sedangkan indeks pada karya ini dapat dijumpai dari jumlah. Karya ini dibuat dengan jumlah 33 yang mewakili tasbih untuk dzikir, yang berjumlah 99 terbagi 3 dengan 33 buah pada setiap pembagiannya, dan Asmaul Husna jika dijumlahkan keseluruhannya. Karya “Sembah” yang diciptakan Purjito memenuhi aspek keindahan yang kompleks serta memiliki makna yang selaras dengan visualnya
Implementasi pendidikan karakter dengan bermain instrumen ritmis pada kelompok bermain tunas bangsa utama Grobogan Jawa Tengah
Pendidikan karakter sangat penting untuk ditanamkan sejak usia dini. Penerapan melalui bermain instrumen ritmis menjadi salah satu cara di KB Tunas bangsa Utama untuk menanamkan pendidikan karakter karena di dalam permainan ritmis selain proses bermain yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak, terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh jawaban tentang bagaimana bermain instrumen ritmis dapat menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter serta bagaimana keterkaitan antara permainan instrumen ritmis dengan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memaparkan proses bermain ritmis secara mendalam serta menggambarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam proses bermain di KB Tunas Bangsa Utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat nilai-nilai yang terkandung di dalam proses bermain ritmis, seperti tanggung jawab, komunikatif, kreatif dan juga disiplin. Nilai-nilai tersebut tidak hanya ditunjukkan secara sesaat, namun juga konsisten dan memiliki peningkatan disetiap pertemuannya. Hal ini dapat menunjukkan bahwa permainan instrumen ritmis dapat digunakan sebagai penanaman pendidikan karakter di KB Tunas Bangsa Utama
Plastik daur ulang dalam penciptaan perhiasan anak berbentuk permen berbasis eco design
Kemajuan teknologi juga berdampak pada industri perhiasan. Penjualan perhiasan yang melonjak menyebabkan hiper-industrialisasi yang mengutamakan kuantitas daripada kualitasnya. Karya perhiasan ini dibuat sebagai respon terhadap isu tersebut. Tema yang diangkat sebagai Tugas Akhir Penciptaan adalah Plastik Daur Ulang dalam Penciptaan Perhiasan Anak Berbentuk Permen Berbasis Eco Design. Permen diangkat sebagai acuan visual karena memiliki bentuk dan warna yang familiar untuk anak. Eco design diterapkan dalam metode pendekatan dengan tiga poin utama; konservasi, regenerasi, dan mengelola. Ketiga poin tersebut diwujudkan melalui kombinasi perak 925 dengan plastik daur ulang, pengolahan kembali sisa material, dan penggunaan finishing yang ramah lingkungan. Metode penciptaan karya ini menggunakan practice-led research dan teori ICS-USI-USA oleh Husein Hendriyana yang terbagi menjadi empat tahap; persiapan, mengimajinasi, pengembangan imajinasi, dan pengerjaan. Hasil dari penciptaan karya tugas akhir ini berupa 8 jenis perhiasan berjudul; “Machine Gum”, “Candy Carousel”, “Dancing Loli”, “Candy Hoop”, “No Biggie Candy”, “UNWRAPPED Candy”, “Hipno Lolly”, dan “Melting Candy”. Karya-karya tersebut berupa 2 kalung, 2 anting, 1 jepit rambut, 1 bros, 1 gelang, dan 1 cincin. Kata kunci: eco design, perhiasan anak, permen, plastik daur ulang
Perancangan media edukasi dengan format live action dan animasi tentang dampak buruk ujaran kebencian (hate speech) untuk warganet
Fenomena ujaran kebencian di sosial media terus meningkat dan mewabah khususnya di tanah air ini, Indonesia menjadi salah satu negara paling tidak sopan di sosial media se-Asia Tenggara. Sosial media yang seharusnya menjadi tempat berkreasi serta mengespresikan diri justru malah menjadi tempat bersarangnya kebencian. Penyalahgunaan fungsi sosial media ini harus segera disosialisasikan untuk kesejahteraan yang lebih baik lagi dalam kehidupan sosial di dunia maya. Perancang berusaha membuat sebuah media sebagai langkah untuk meminimalisir fenomena ujaran kebencian. Animasi hadir sebagai solusi dari kekhawatiran perancang terhadap bahaya ujaran kebencian jika tetap lestari di sosial media. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang betapa buruknya perilaku ujaran kebencian dan dampaknya yang diciptakan. Teknik editing yang di gunakan pada media animasi ini adalah motion tracking. Perancangan diawali dengan survei, kuisioner, pengumpulan data verbal dan data visual. Apabila data telah cukup terkumpul, perancangan melewati 3 tahap yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Perancangan ini menghasilkan hasil akhir berupa animasi pendek yang terbagi menjadi 4 episode berkelanjutan. Berdasarkan hasil uji publik, 4 episode animasi berhasil membuat audiens ikut kesal dengan jalan cerita dan mampu menerima pesan yang disampaikan dengan baik. Animasi juga menjadi media untuk berintropeksi bahwa hanya dengan ketikan jari, kondisi dan perasaan seseorang bisa terganggu
Abstraksi emosi sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Seni lukis abstrak formalisme memberikan panggung unik bagi pelukis untuk mengekspresikan dan menyampaikan emosi secara mendalam. Penulisan ini tidak hanya mengeksplorasi bagaimana seniman menggunakan elemen formalisme abstrak untuk mentransmisikan dan memvisualisasikan berbagai nuansa emosi, tetapi juga mengadopsi pendekatan terhadap makna emosi yang tersirat dalam karya seni tersebut. Fokus utama penulisan terletak pada analisis komposisi, warna, dan bentuk sebagai fondasi seni lukis abstrak. Hasil penulisan menunjukkan kecenderungan seniman memilih elemen non-representasional guna menciptakan ruang interpretatif bagi penonton. Lebih dari itu, penulisan ini merinci bagaimana pelukis menyusun elemen visual untuk menggali dan merangkai naratif emosional, mengundang penonton untuk berpartisipasi dalam makna emosi yang bersifat subjektif
Perancangan jam meja multifungsi dengan memanfaatkan limbah masker
Sejak pandemi Covid-19, penggunaan masker sebagai protokol kesehatan telah menjadi umum. Namun, kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan limbah masker sekali pakai dan minimalnya pemulung yang mau mengambil limbah masker non-infeksius, menyebabkan peningkatan jumlah limbah masker di tempat pembuangan sampah. Situasi ini berpotensi merusak lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan. Pandemi juga mendorong peningkatan penggunaan perangkat teknologi dalam kegiatan belajar dan bekerja, sehingga memerlukan kebutuhan perlengkapan kantor yang mendukung kegiatan tersebut. Tujuan perancangan ini adalah mendapatkan rancangan jam meja multifungsi yang sesuai kebutuhan masa kini dengan memanfaatkan limbah masker. Perancangan ini menggunakan metode double-diamond dengan pengumpulan data melalui metode penelitian kombinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kalangan dewasa awal membutuhkan pengaturan waktu dan pengaturan perangkat teknologi serta upaya mengurangi limbah masker. Maka, solusi dari analisis hasil adalah rancangan jam meja multifungsi dengan fitur tech organizer dan sandaran ponsel yang memanfaatkan bahan daur ulang limbah masker, sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan masa kini, mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan memberikan nilai ekonomis pada limbah maske
Pembelajaran vokal dengan metode Solfegio pada ekstrakurikuler vokal di SMP Negeri 1 Sewon Bantul
Ekstrakurikuler vokal yang baru diadakan sejak tahun 2022 di SMP Negeri 1 Sewon, menggunakan metode solfegio (ear training, sight reading, dan sight singing). Ekstrakurikuler ini sebagai salah satu upaya sekolah mempersiapkan lomba FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) vokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode solfegio pada pembelajaran vokal di ekstrakurikuler vokal SMP Negeri 1 Sewon. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data objek dan subjek penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi teknik. Kemudian pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode solfegio yaitu ear training, sight reading, dan sight singing pada pembelajaran vokal di ekstrakurikuler dengan materi lagu Mars SMP Negeri 1 Sewon. Pembelajaran ini berhasil mencapai tujuan yaitu dari teknik ear training, peserta didik menjadi lebih peka terhadap nada dan dapat melafalkan nada dengan benar. Dari teknik sight reading peserta didik juga mampu membaca notasi dan partitur yang diberikan dengan benar. Selain itu, dari teknik sight singing peserta didik dapat bernyanyi dengan teknik dan sikap yang benar
Peran grace notes dalam teknik improvisasi piano jazz
Penelitian ini membahas peran serta konsep grace notes dalam sebuah improvisasi khususnya piano jazz. Penelitian ini sebagai salah satu jawaban atas berbagai masalah yang sering muncul saat melakukan improvisasi khususnya dalam rangka mengonsep ide-ide improvisasi. Spontanitas dalam berimprovisasi menimbulkan sebuah tantangan dalam menunjukkan ekspresi/perasaan dan kreatifitas sebagai upaya membuat improvisasi menjadi semakin ekspresif dan menarik. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi peran serta konsep grace notes dalam berimprovisasi. Adapun pokok bahasan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pendekatan serta esensi ornamentasi dalam improvisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus) bersifat single case yang mempelajari sebuah kasus dengan berfokus pada sebuah objek atau fenomena tertentu. Adapun langkah yang diambil dalam proses pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, analisis data, eksplorasi, konsultasi dan evaluasi. Analisis data, eksplorasi, konsultasi dan evaluasi dilakukan setelah data hasil observasi dikumpulkan kemudian dilakukan dokumentasi sebagai bukti perjalanan penelitian tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran serta konsep grace notes dalam improvisasi piano jazz adalah ekspresi dan emosi, ornamentasi, nuansa bluesy dan swing, aksentuasi, transisi dan pemenggalan not, kreativitas dan identitas musikal, serta interaksi dengan musisi lain yang coba dikenali melalui sebuah lagu berjudul Cantaloupe Island karya Herbie Hancock yang diaransir dan dimainkan oleh Yohan Kim. Peran serta konsep grace notes nampak jelas dalam improvisasi Yohan Kim atas lagu tersebut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep dan peran grace notes dapat menjadi sebuah materi dan cara untuk membuat serta mengembangkan teknik improvisasi menjadi lebih ekspresif dan kreatif