49728 research outputs found
Sort by
Perancangan produk side skirt mobil jenis mpv (multi purpose vehicle)
MPV (Multi Purpose Vehicle) merupakan salah satu jenis mobil penumpang yang menjadi pilihan transportasi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kenaikan jumlah kendaraan mobil penumpang dari tahun ke tahun menunjukkan tingkat minat yang tinggi untuk masyarakat Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut perkembangan dalam industri otomotif terutama produsen mobil tidak hanya pada mesin yang mendapatkan perhatian akan tetapi dalam hal eksterior dan bodykit sebagai muka dari mobil juga mendapatkan perhatian lebih. Disisi lain bagi pengguna sendiri selain medapatkan transportasi yang mereka butuhkan juga terdapat rasa ingin meningkatkan performa kendaraan yang dikenal dengan istilah modifikasi. Trend modifikasi berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah pemilik kendaraan. Salah Satu bagian dari mobil yang mendaptkan modifikasi adalah Body kit. Dalam body kit sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti front bumper, spoiler, diffuser hingga side skirt. Side skirt sendiri merupakan bagian penting dalam desain body kit mobil yang tidak hanya berperan dalam estetika, tetapi juga dapat meningkatkan performa aerodinamis. Fungsi yang dibawa adalah sebagai alat penjaga kesimbangan pada mobil pada saat melaju. Penelitian ini membahas perancangan produk side skirt untuk mobil MPV (Multi Purpose Vehicle) dengan mempertimbangkan tren terkini, estetika, dan kebutuhan akan modifikasi untuk memenuhi keinginan pengguna terhadap modifikasi kendaraan mereka
Humanities, arts and social sciences studies (HASSS)
Humanities, Arts and Social Sciences Studies (HASSS) adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh Universitas Silpakorn, Thailand. Tujuan utamanya adalah untuk menyediakan wadah bagi para peneliti di bidang Humaniora, Seni dan Ilmu Sosial untuk mempublikasikan artikelnya. Misi kami adalah untuk mempromosikan kesadaran dan kompatibilitas dengan dinamika berbagai bidang studi dan untuk menyebarluaskan karya penelitian yang relevan untuk mendukung kebutuhan akan pengetahuan baru yang berkaitan dengan seni dan budaya, manusia dan masyarakat
Journaling pada Busana Art Fashion
Journaling menurut Baike, K and Wilhelm, K dalam buku "Emotional and Physical Health Benefits of Expressive Writing" yang diterbitkan oleh Cambridge University Press, memilikidampak positif terhadap psikologis manusia.. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan yugas akhir ini adalah pendekatan estetika dari seorang filsuf Jerman bernama Alexander Gottlieb Baumgarten mengenai definisi setetika dapat berkaitan dengan pengalaman personal dan pendekatan ergonomi dari Tarwaka tentang keterlibatan seni,ilmu dan teknologi dalam mencipta
Perancangan Media Promosi Band Gremory X Melalui Video Musik Single Lagu "Veiled".
Video klip "Veiled" merupakan single lagu perdanan dari band Gremory X. Video klip ini mengangkat tema quqrter life crisis. Serta, dipadukan dengan unsur musik Jepang. Perancang mengumpulkan data melalui wawancara dan studi pustaka dalam merancang. Tujuan dari perancangn ini sebagi media promosi band Gremory X dan menjelaskan isi dari lagu Veiled. Menggunakan metdode analisis permasalahan SWOT dan sistem produksi klip sebagai tahapan pembuatan video klip
Penerapan teknik manual key-framing dalam menciptakan dramatisasi akting karakter film animasi 3D "Reuneuh" untuk edukasi seks
Remaja Indonesia menghadapi masalah perilaku seksual impulsif yang dapat mengganggu perkembangan mereka. Masalah ini dapat menghambat kemampuan mereka dalam bersekolah, bekerja, dan membangun keluarga. Survei menunjukkan tingginya tingkat kehamilan remaja serta peningkatan kasus HIV/AIDS. Sosialisasi melalui media, seperti film animasi 3D, dapat menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang seksualitas. Film pendek berjudul "Reuneuh" menceritakan hubungan antara seorang mahasiswa pria dan seorang perempuan freelancer graphic designer yang menghadapi takdir tak terduga akibat keputusan impulsif mereka dalam merayakan cinta. Ketidakpastian hasil tes kehamilan memicu gejolak emosi dan perasaan yang mengganggu dinamika hubungan mereka.Film pendek ini dibuat menggunakan teknik animasi 3D, di mana seluruh prosesnya dilakukan secara digital dengan memanfaatkan beberapa perangkat lunak. Untuk menyampaikan pesan secara mendalam dan membuat penonton terlibat secara emosional, salah satu aspek penting yang diterapkan adalah akting karakter. Akting karakter dalam animasi 3D tidak hanya mencakup gerakan fisik, tetapi juga kemampuan menyampaikan emosi melalui ekspresi wajah, gestur, dan pose. Oleh karena itu, penulis menerapkan Teknik Key-Framing dalam Menciptakan Dramatisasi Akting Karakter Film Animasi 3D "Reuneuh" untuk Edukasi Seks sebagai bagian dari proses dalam menyampaikan cerita
Struktur Kincia Minangkabau dalam penciptaan karya seni instalasi
Penciptaan karya seni adalah sebuah wujud ekspresi diri penulis yang memang memiliki ketertarikan dan kekaguman dengan Kincia Aia baik secara visual maupun historikal. Estetika bentuk dan Sejarah cerita yang membuat penulis tertarik untuk membuat karya seni instalasi yang dapat menimbulkan gerak atau kinetik. Rangkaian proses penciptaan karya seni instalasi ini penulis memilih Kincia penumbuk padi sebagai konsep dasar penciptaan Tugas Akhir. Kincia aia atau kincir air menjadi teknologi multifungsi di Minangkabau sejak ratusan tahun silam. Saat ini keberadaan kincia di ambang kepunahan, hal tersebut menginspirasi penulis untuk menjadikannya konsep dasar penciptaan karya Tugas Akhir yang diterjemahkan ke dalam karya instalasi kinetik dengan media kayu, besi, akrilik dan lainnya. Bentuk kincia yang memiliki karakter tegas dan tegap distilasi menjadi bentuk yang dinamis. Keindahan visual nya dituangkan pada media kayu yang menggabungkan beberpa teknik dengan prinsip tensegrity yakni penggunaan elemen-elemen untuk menciptakan struktur yang kokoh dan stabil. Metode pendekatan yang digunakan dalam proses penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah pendekatan estetika, sedangkan metode penciptaan yang digunakan yakni metode penciptaan oleh Grey yakni “practice based research”. Landasan teori yang digunakan dalam laporan Tugas Akhir ini adalah teori estetika, semiotika dan tensegrity. Teknik yang digunakan dalam proses penciptaan ini adalah teknik scroll, konstruksi, las, dan bubut.Penciptaan karya Tugas Akhir yang mengacu pada bentuk kincia ini menghasilkan empat karya. Karya pertama yang diberi judul “Interaksi” yang merupakan representasi dari falsafah hidup Minangkabau yakni “Dima Bumi Dipijak, Disinan Langik dijunjuang”. Karya kedua berjudul “Persepsi” yang menjadi representasi pepatah “Alam Takambang Jadikan Guru”. Karya ketiga berjudul “Kontribusi” yang merupakan penjabaran pepatah “Lamak Dek Awak, Katuju Dek Urang”. Karya keempat yang berjudul “Sinergi” yang mengadopsi pepatah Minangkabau “Kato Nan Ampek”. Pemilihan tema ini juga diharapkan dapat menambah inspirasi bagi pelaku seni dan memberikan gagasan baru bagi seniman di Indonesia
Aspek musik dalam manajemen gereja terhadap partisipasi pelayan di GKI Gejayan Yogyakarta
Musik telah menjadi bagian integral dalam konteks ibadah di berbagai komunitas keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah melihat strategi manajemen terhadap pelayan musik, pengelolaan, dan kebijakan manajemen musik di GKI Gejayan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode wawancara digunakan untuk mendapat informasi mengenai pendapat dan sudut pandang pemusik, dan pihak gereja terkait dengan preferensi musik dan tata kelolanya yang ada di dalam gereja. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam pada 6 narasumber. Hasil wawancara didapatkan, GKI Gejayan Yogyakarta menerapkan bentuk sistem organisasinya adalah Presbiterial sinodal, tipe kepemimpinan yang demokratis dengan gaya kepemimpinan dalam pengelolaan musik yaitu kepemimpinan delegatif. Temuan lainnya adalah motivasi para aktivis terdiri dari Spiritual Motivation dan Extrinsic Motivation. Pelatihan pada pemusik di GKI Gejayan Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan prinsip Coaching dan mentoring. Prosesnya dengan dilakukan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pemberian perintah, dan pengawasan dari Pembina. Kesimpulannya teknik ini dapat diterapkan di dalam mengelola gereja sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik
Eksplorasi latar multiplanar untuk menciptakan visualisasi imjinasi dunia gadget di film animasi "Megiconnection"
Tesis ini mengeksplorasi latar multiplanar dalam menciptakan visualisasi dunia imajinasi gadget pada film animasi 3D “Magiconnection”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latar animasi yang memungkinkan pergerakan kamera lebih leluasa dengan menggabungkan elemen latar datar dan teknik multiplanar. Fokus penelitian ini juga mencakup evaluasi peran latar multiplane dalam menciptakan efek dimensi kedalaman dan keluasan pada visualisasi scene. Metode yang digunakan adalah kualitatif practice-based-research dengan adaptasi dari Action Research. Penulis dan kolaborator terlibat langsung dalam proses penciptaan animasi pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan latar multiplanar secara signifikan meningkatkan efisiensi alur kerja produksi animasi, mengurangi tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan. Data juga mengindikasikan bahwa teknik ini memperkuat representasi setting lokasi dan atmosfer di dunia imajinasi gadget. Meskipun pergerakan kamera dan sudut pandang sudah lebih variatif dan mudah, masih terdapat batasan agar karakter 3D terintegrasi dengan baik pada latar belakang seperti gerakan yang terlalu luas dapat memperlihatkan sisi datar dari latar belakang. Kesimpulannya, penggunaan latar multiplanar dapat meningkatkan kualitas visual pada film animasi dengan efisien. Dalam tesis ini, latar multiplanar menggunakan gambar-gambar statis. Dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk mengembangkan penggunaan gambar-gambar untuk latar belakang dengan penambahan gerakan agar terkesan lebih dinamis
Efektivitas penerapan software Vocal Pitch Monitor dalam meningkatkan kualitas Pitch Singers di GPDI Nganjuk
Penerapan software Vocal Pitch Monitor dalam proses latihan singers di GPdI Nganjuk dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pitch untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para singers, yaitu kesulitan dalam pitch yang berdampak pada respon jemaat seperti hilangnya fokus saat ibadah ketika mendengar suara singers yang pitchy dan berbeda nada dasar dari iringan musik. Metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental merupakan jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini. Quasi Experimental menghasilkan 4 kelompok data atau 4 kali pengukuran pada subjek yang berupa pre-test post-test kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu software Cubase 12 yang digunakan untuk merekam vokal seluruh subjek ketika tes kemampuan bernyanyi dilakukan dan setelahnya data akan dianalisis menggunakan software SPSS 26. Berdasarkan hasil analisis data gain score (selisih nilai post-test dan pre-test tiap individu), diketahui bahwa nilai mean gain score kelompok eksperimen sebesar 8,90 dan kelompok kontrol sebesar 4,29 dengan nilai signifikansi uji independent sample T-test sebesar 0.00
Struktur dramatik lakon Wahyu Makutharama sajian Ki Cahyo Kuntadi
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan struktur dramatik lakon Wahyu Makutharama sajian Ki Cahyo Kuntadi. Data penelitian berupa pertunjukan wayang kulit yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kuntadi Channel. Konsep yang digunakan untuk analisis yaitu konsep sambung-rapet struktur dramatik Aris Wahyudi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan data yang meliputi studi pustaka dan karya pertunjukan lakon sejenis, metode analisis data meliputi metode transkripsi dan metode analisis struktural model Aris Wahyudi yang memperhatikan relasional unsur-unsurnya dalam membangun satu kesatuan utuh cerita lakon. Hasil penelitian ini yaitu pertama, lakon Wahyu Makutharama sajian Ki Cahyo Kuntadi beralur multilinier/spiral dan berpola paralel. Meskipun masing-masing adegan dan peristiwa muncul secara tidak linier, tetapi kesemuanya menuju pada peristiwa selanjutnya dan mendapat penyelesaian. Pergerakan peristiwa berjalan secara logis. Kedua, berdasarkan analisis pola bangunan lakon, lakon Wahyu Makutharama sajian Ki Cahyo Kuntadi ini termasuk kedalam lakon yang dawa ngarep, yaitu lebih banyak adegan dan cerita pada pathet nem dibanding dengan pathet sanga dan pathet manyura. Ketiga, tema lakon Wahyu Makutharama sajian Ki Cahyo Kuntadi yang menggerakkan alur adalah “Ngamarta mbutuhké pepayung makutha”. Keempat, alur yang dibangun dalam lakon Wahyu Makutharama sajian Ki Cahyo Kuntadi ini yaitu kompetisi antara Arjuna dan Basukarna. Kelima, tokoh penggerak lakon ini yaitu Semar