49728 research outputs found
Sort by
Fotografi produk tas wanita Flicka melalui eksplorasi gaya visual minimalis
Skripsi penciptaan fotografi dengan judul “Fotografi Produk Tas Wanita Flicka Melalui Eksplorasi Gaya Visual Minimalis” merupakan penciptaan seni fotografi produk tas Flicka dengan fokus utama eksplorasi visual minimalis serta memperhatikan esensi visual produk yang sederhana namun memiliki kesan elegan. Minimalis merupakan penyederhanaan elemen-elemen yang ada pada visual agar mata langsung terfokus pada objek. Eksplorasi visual minimalis dilakukan dengan penggunaan komposisi, pencahayaan dan penggunaan elemen visual seperti garis, warna, dan ruang. Keseimbangan elemen visual dan teknis dalam pemotretan diperhatikan dengan teliti agar visual yang minimalis dapat tercapai. Penggunaan fotografi produk bergaya minimalis ini diterapkan pada jenama lokal yaitu Flicka. Flicka merupakan salah satu produsen lokal yang berasal dari Sidoarjo yang terus berperan aktif dalam proses produksi tas wanita. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah menciptakan visual produk tas wanita Flicka bergaya minimalis yang dapat menarik minat konsumen. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah observasi dengan mencari informasi terkait Flicka, wawancara terhadap reseller dan konsumen, eksplorasi ide kreatif, eksperimentasi mengenai pencahayaan dan komposisi. Hasil akhir dari penciptaan karya fotografi ini adalah menciptakan 20 karya fotografi produk tas wanita Flicka dengan konsep visual yang minimalis
Perancangan interior gedung Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Jawa Barat
Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Jawa Barat, sebagai institusi penting dalam memfasilitasi aakses literatur dan nformasi, menghadapi tantangan dalam menarik minat masyarakat terutama di era digital saat ini. Dengan tingkat minat baca yang rendah dan kurangnya kehadiran masyarakat dalam perpustakaan, perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang ruang publik perpustakaan dengan konsep desain yang mengutamakan nilai-nilai estetika. Dengan menggunakan pendekatan proses desain yang dikembangkan oleh Rosemary Kilmer
"Melody Amidst The Abyss" Breaking The Mold : Penerapan Musik Elektronik Dalam Konteks Sound Design Pada Musik Film Epik
Penggunaan musik dalam sejarah perkembangan film yang panjang melahirkan sebuah fenomena berupa stereotip atau kemelekatan genre film dengan gaya musik tertentu. Fenomena ini menjadi masalah karena dapat mempersempit ekspektasi dan pemahaman terhadap potensi artistik musik dalam konteks sinematik dikalangan penonton, serta membatasi kebebasan ekspresi dan kreativitas komposer musik film. Berangkat dari fenomena ini, peneliti berupaya melawan stereotip dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana elemen-elemen timbre dalam konsep sound design dieksplorasi dan memahami secara mendalam bagaimana musik elektronik dalam konteks sound design diterapkan pada film epik. Upaya ini dilakukan dengan menciptakan formulasi suara elektronik melalui eksplorasi elemen-elemen timbre sound design yang umum dipakai dalam film science fiction, untuk diterapkan ke dalam film epik yang umumnya menggunakan musik orkestra. Eksplorasi berfokus pada penyesuaian karakteristik timbre terhadap konteks sinematografi film (atmosfer, setting latar, perubahan suasana, emosi dan ketegangan dalam adegan), dengan mempertimbangkan kohesivitas dan kedalaman sinematik secara keseluruhan. Penelitian ini menghasilkan formula rancangan suara yang digunakan dalam menciptakan karakteristik timbre yang efektif memperkuat aspek sinematografi dan keseluruhan atmosfer film epik
Foto dokumenter deskriptif aktivitas masyarakat perajin batik tulis klasik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Skripsi penciptaan ini bertujuan untuk memvisualkan aktivitas masyarakat perajin batik tulis klasik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Giriloyo merupakan kawasan desa wisata penghasil batik tulis klasik. Penciptaan karya ini diwujudkan melalui fotografi dokumenter deskriptif. Fokus penciptaan ini adalah untuk menunjukkan aktivitas masyarakat perajin Giriloyo untuk tetap mempertahankan eksistensi batik tulis klasik. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data yang terdiri dari studi pustaka, wawancara, observasi; pemotretan; editing karya; dan penyajian karya. Dari penciptaan yang dilakukan ada berbagai aktivitas yang dilakukan oleh para perajin agar perekonomiannya dapat terus berjalan sehingga dapat terus memproduksi dan melestarikan batik tulis klasik warisan leluhurnya, seperti pembuatan jenis batik yang berbeda, pelaksanaan kegiatan untuk wisata masyarakat umum dan pengajaran batik tulis klasik, menyediakan penginapan, hingga berdagang. Penciptaan ini memvisualkan aktivitas perajin batik tulis klasik Giriloyo dalam kaitanya dengan pelestarian batik tulis klasik, serta dapat menjadi arsip visual dari Kampung Katik Giriloyo
Kajian foto karya Tavepong Pratoomwong dengan kritik seni Fieldman
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan tahapan teori kritik seni Feldman agar dapat membangun dan memberikan pemahaman dalam mengkaji karya fotografi jalanan Tavepong Pratoomwong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menekankan pengamatan karya foto Tavepong Pratoomwong dalam seri Good Day from 365 Days in Color dan seri Good Day from 365 Days in BW. Langkah dalam penelitian ini berupa kritik seni fotografi dengan menggunakan tahapan teori kritik seni Feldman yang terdiri atas deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan penilaian. Untuk membantu proses tahapan kritik seni tersebut digunakan juga landasan teori estetika dan elemen visual. Penelitian ini menunjukkan bahwa karya fotografi jalanan Tavepong Pratoomwong memanfaatkan teknik forced perspective, decisive moment, dan juga jukstaposisi. Karya fotografi jalanan Tavepong Pratoomwong juga bisa dimaknai sebagai sebuah karya surealis dengan genre fotografi jalanan. Visual yang digambarkan dalam karyanya menampakkan sebuah elemen subjek dan juga objek dalam suasana atau keadaan yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Dengan kata lain, keadaan yang digambarkan bersifat mustahil dan tidak masuk akal. Karya fotonya yang terkesan humor sebenarnya banyak menyampaikan sebuah pesan dan pandangan terkait tatanan kehidupan dan juga alam sekitar dengan menampakkan sebuah visual yang berdialog dengan penontonnya sebagai sebuah pengingat bagi manusia
Komposisi negative space untuk menggambarkan ketidaklengkapan struktur keluarga dalam film fiksi "Jurus Air"
Karya film fiksi berjudul “Jurus Air” adalah film yang mengangkat isu mengenai ketidaklengkapan struktur keluarga serta dampak psikologis akibat ketidaklengkapan struktur keluarga yang dialami oleh seorang anak yang kehilangan ibunya. Anak yang kehilangan orang tua biasanya mengalami gangguan psikologis yang ditandai dengan menunjukan rasa ketakutan, perasaan putus asa, merasa kesepian, kegelisahan, dan ketakutan menghadapi kehidupan. Tujuan penciptaan karya film ini menggambarkan dampak psikologis ketidaklengkapan struktur keluarga bagi seorang anak, dalam hal ini kehilangan ibu kandungnya untuk selamanya. Target audiens adalah seluruh kalangan usia untuk meningkatkan kesadaran akan makna keluarga. Metode penciptaan untuk mewujudkan konsep karya menggambarkan ketidaklengkapan struktur keluarga yang dialami hanya oleh tokoh utama dalam dinamika perubahan emosional tokoh sebagai dampak psikologis ketidaklengkapan struktur keluarga. Obyek formal Penerapan komposisi negative space dalam sinematografi pada film ini mengacu pada penggunaan ruang kosong dalam frame secara sengaja untuk menekankan subyek dan menciptakan dampak emosional khususnya untuk merepresentasikan ketidaklengkapan struktur keluarga tokoh utama. Obyek material tujuan tokoh utama pada film ini adalah untuk mendapatkan air basuhan kaki ibunya yang sejatinya tidak pernah bisa dia dapatkan karena ibunya telah meninggal dunia
Strategi Promosi Srisasanti Gallery dalam Pameran Addy Debil "Feeling Fluorescent" yang diinisiasi bersama dengan Museum of Toys di Yogyakarta
Pengaruh era digitalisasi memperluas penyebaran informasi seni melalui platform media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Hal tersebut memungkinkan promosi pameran seni secara lebih efektif dan luas. Oleh karena itu, Srisasanti Gallery mengadopsi berbagai strategi promosi, termasuk kolaborasi dengan institusi lain seperti Museum of Toys, untuk meningkatkan antusiasme pengunjung terhadap pameran seni, contohnya adalah Pameran Addy Debil "Feeling Fluorescent" ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Srisasanti Gallery melakukan tahapan strategi promosi (Mahmud Machfoedz, 2010: 3-16) dengan membagi target audiens, mengirim undangan, membuat daftar content creator, placement media, penyebaran poster pameran, merancang konten dan merencanakan timeline promosi. Selain itu, bauran promosi (Hamdani, 2006 dalam Sunyoto, 2015: 160-161) lainnya seperti periklanan, penjualan perseorangan (personal selling), hubungan masyarakat (public relation), informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), dan pemasaran langsung (direct marketing) juga digunakan secara efektif oleh Srisasanti Gallery. Keterlibatan para content creator dalam menyebarluaskan informasi tentang pameran ini di media sosial Tiktok dan Instagram juga memberikan dampak yang signifikan dalam menarik banyak pengunjung. Strategi promosi yang dikembangkan oleh Srisasanti Gallery tidak hanya berhasil membuat pameran ini viral di media sosial, tetapi juga memberikan hasil positif dalam jumlah pengunjung yang mencapai 6000 selama sebulan lebih berlangsungnya pameran. Kesuksesan ini menjadi bukti efektivitas strategi promosi yang diterapkan oleh galeri ini, yang kemungkinan akan menjadi model untuk promosi acara-acara seni budaya yang akan datan
Representasi Emosi Tokoh Utama Menggunakan Rhythmic Design Dalam Penyutradaraan Film Fiksi "Komik Jagoan"
Toxic masculinty menjadi isu menakutkan di masyarakat karena dapat memberikan dampak buruk mulai dari rasa rendah diri hingga keinginan untuk mengakhiri hidup bagi laki-laki. Film Komik Jagoan secara jelas membahas soal isu toxic masculinity di masyarakat. Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Wira. Ia berkeinginan untuk menjadi lelaki kuat dalam pertarungan melawan teman nakalnya. Ia dan seluruh laki-laki dalam film memandang bahwa menjadi laki-laki berarti harus menjadi kuat dan tidak boleh menangis. Setiap karakter berangkat dari kepercayaan yang sama pada awal film sampai akhirnya semua karakter laki-laki dalam film menyadari bahwa menangis adalah hal wajar untuk dilakukan bahkan untuk laki-laki sekalipun. Film Komik Jagoan menitik-beratkan konsep pada emosi tokoh utama. Emosi menjadi hal penting dalam film karena emosi menjadi unsur kausalitas dalam pergerakan cerita. Emosi tokoh utama akan direpresentasikan menggunakan rhythmic design. Rhythmic design merupakan proses merancang ritme dalam film menggunakan elemen-elemen dalam film seperti pacing of shot, scene alternation, emotional rhythm, camera movement, sound, music, dan performance pace. Perancangan ritme dalam film berfungsi untuk menciptakan ketegangan dan relaksasi ketika menyaksikan sebuah adegan sehingga emosi tokoh utama dapat diketahui dan dirasakan penonton. Ritme cepat digunakan untuk merepresentasikan emosi bahagia dan emosi tertarik. Sedangkan, ritme lambat digunakan untuk merepresentasikan emosi sedih, marah, takut, malu, dan terkejut. Elemen dalam film berupa pacing of shot, camera movement, sound dan performance pace akan dirancang menjadi lambat atau cepat mengikuti emosi yang direpresentasikan pada setiap adegan
Sebuah mimpi Falcon = a dream of Falcon
Buku ini diterbitkan sebagai suplemen untuk Pameran “Fragile Gift” oleh Jun Kitazawa dalam ArtJog 2024. Isi buku terdiri dari 3 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Jepang dan Inggris. Jun Kitazawa adalah seniman asal Tokyo yang mempraktikkan proyek seni dengan melibatkan komunitas lokal. Metodenya adalah menciptakan kehidupan alternatif sehari-hari. Saat ini Kitazawa menetap di Jogja dan sedang mengeksplorasi kemungkinan komunitas masa depan yang melampaui jurang waktu, sera absennya sejarah kolonial Asia dan masyarakat kontemporer
Bias mayoritas dalam proses dan hasil desain komunikasi visul tentang kelompok minoritas
Proses desain menjadi sebuah praktik dalam tahap peniruan yang dilakukan desainer terhadap ingatan dan pemikiran mayoritas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bias mayoritas yang terjadi dalam proses dan hasil desain komunikasi visual tentang kelompok minoritas. Desain dibuat melalui tahap empiris, konseptual, dan teknis, yang mana setiap desainer memiliki proses yang berbeda-beda. Perbedaan ini yang menghasilkan derajat bias berbeda di setiap tahapan desain yang dilakukan desainer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan multicase study, yang berfokus kepada empat orang desainer dengan hasil desain yang berbeda melalui tahapan yang sama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses desain berkaitan erat dengan kenaikan dan penurunan bias pada setiap tahapan desain. Berdasarkan Analisa teoritis Value sensitive design, penelitian ini melihat bahwa dua pola bias mayoritas terjadi pada setiap tahapan melalui proses yang berbeda