Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Implementasi metode Addie dalam pengembangan motion cergam Sahabat Pancasila "Layangan Bersama" sebagai media edukasi sila ketiga Pancasila pada anak usia Sekolah Dasar

    No full text
    Pancasila merupakan dasar negara serta pedoman hidup bagi masyarakat Indonesia, sebagai warga negara tentunya nilai-nilai Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sila ketiga merupakan sila yang berbunyi, “Persatuan Indonesia”, sayangnya di masa kini semakin banyak masyarakat Indonesia yang tidak lagi mengamalkan sila tersebut. Sehingga banyak timbul perpecahan dan pertengkaran bahkan dikalangan anak-anak usia dini, yang didasari karena hilangnya makna dan penerapan nilai tersebut. Tentunya agar menjadi generasi yang tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila, maka anak usia dini harus mulai diberi edukasi tentang penerapan sila ketiga di kehidupan sehari-hari. Edukasi ini tidak bisa hanya diberikan secara teoritis atau hapalan, namun harus dengan contoh penerapannya dan menggunakan media yang dekat dan ramah dengan anak. Anak-anak cukup menyukai media Animasi dan buku Cergam. Cergam sendiri disukai oleh anak�anak karena terdapat banyak ilustrasi gambar yang menarik didalam bukunya, animasi sendiri memiliki karakter yang bergerak sehingga anak suka menontonnya. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan terhadap gabungan dari kedua media tersebut, sehingga terciptalah “Motion Cergam” yang merupakan gabungan animasi Motion Grafik dengan Cergam. Penelitian ini mengimplementasikan model ADDIE dengan melalui lima tahapan, analyze, design, development, implementation dan evaluation. Cerita pada Motion Cergam ini menggunakan tema bermain permainan tradisional sebagai perantara untuk menyampaikan penerapan sila ketiga, sehingga anak-anak dapat lebih relatable dengan kehidupannya

    Nilai kearifan lokal pasar tradisional Imogiri dalam karya seni grafis

    No full text
    Nilai kearifan lokal pasar tradisional Imogiri, merupakan tempat yang memiliki keanekaragaman budaya setempat dan dampak rasa yang mendalam yang telah dirasakan atau dialami penulis. Sejak kedua orang tua mendirikan warung yang sudah berjalan 7 tahun, seringnya penulis membantu dan mengantar Ibu Sulastri berbelanja di pasar tradisional Imogiri terdekat. Sehingga penulis merasakan pengaruh kuat terhadap lingkungan sekitar dengan rasa ingin mengetahui keragaman kearifan lokal yang bersumber dari lokal. Pengajaran yang telah didapatkan penulis dengan cara menyelidiki atau observasi secara langsung bagaimana nilai kearifan lokal pasar tradisional Imogiri yang masih ada sampai saat ini dan masih dilestarikan dan dijaga eksistensinya. Pasar tradisional Imogiri telah menjadi sumber kreatif pentingnya dalam perjalanan penulis sebagai karya seni grafis. Melalui fotografi, desain, tracing dan pendekatan teknik kolase agar mampu terlihat estetika pasar tradisional dan ekspresi visual yang menambah dimensi menarik dalam setiap karya, serta kedalaman dan nilai tambah pada karya seni grafis dengan teknik sablon yang telah diciptakaan

    Tokoh dongeng timun emas sebagai ide penciptaan seni wayang kulit kontemporer

    No full text
    Cerita dongeng Timun Emas merupakan cerita rakyat yang berasal dari Jawa Tengah. Cerita dongeng Timun Emas mengisahkan tentang sepasang petani tua yang mendambakan kehadiran seorang anak. Dongeng Timun Emas memiliki alur cerita yang sederhana serta memuat unsur-unsur edukasi. Keberadaan dongeng Timun Emas saat ini, mulai hilang akibat masuknya film-film kartun dari mancanegara. Hal ini menjadi alasan bagi penulis untuk memperkenalkan kembali dongeng Timun Emas kepada generasi muda melalui penciptaan wayang kulit Kontemporer ini. Tujuan dari penciptaan wayang kulit ini, untuk memperkenalkan dongeng Timun Emas kepada generasi muda. Selain itu, untuk melestarikan wayang kulit yang saat ini, sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Penciptaan wayang kulit kontemporer dongeng Timun Emas ini menggunakan metode penciptaan seni yang dikemukakan oleh SP Gustami meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Tahap eksplorasi yaitu membandingkan versi dongeng Timun Emas antara satu dengan yang lainnya serta mengeksplorasi berbagai macam model wayang kulit. Tahap perancangan yaitu membuat berbagai macam sketsa rancangan alternatif dan tahap pewujudan yaitu mewujudkan sketsa alternatif terpilih menjadi produk atau karya yang sesungguhnya. Hasil penciptaan karya pada tugas akhir ini, terdiri dari lima tokoh wayang kulit kontemporer dongeng Timun Emas yaitu, wayang kulit tokoh Timun Emas, wayang kulit tokoh Mbok Sirni, wayang kulit tokoh Buto Ijo, wayang kulit Suami Mbok Sirni, dan wayang kulit Pertapa. Selain itu, terdapat wayang kulit tambahan sebagai pendukung wayang kulit kontemporer dongeng Timun Emas yakni, wayang kulit Gunungan Timun Emas, dan empat wayang kulit Pohon

    Praktik kurasi keroncong plesiran volume 6 di Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta tahun 2022

    No full text
    Penelitian ini berawal dari sebuah fenomena acara musik Keroncong Plesiran, merupakan acara pertunjukan musik dengan konsep keroncong orkestra, yang memiliki kecenderungan mengkolaborasikan penyanyi dengan latar belakang genre yang berbeda-beda, kemudian ditampilkan di atas panggung terbuka di kawasan wisata alam Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk menggali informasi guna mengetahui bagaimana penerapan praktik kurasi pada event Keroncong Plesiran Volume 6 di Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif – deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam mengkurasi musisi yang diundang serta lagu yang disajikan. Kesimpulan penelitian ini, dalam melakukan praktik kerja kurasinya Keroncong Plesiran mempertimbangkan pemilihan vokal artis popular yang memiliki kesadaran terhadap musik keroncong, pemilihan lagu popular, penentuan urutan (line up) penampil, serta penentuan urutan (line up) lagu

    Proses penerimaan diri sebagai ide penciptaan seni grafis

    No full text
    Proses penciptaan karya seni sering kali terhubung erat dengan pengalaman langsung seorang seniman. Berbagai macam emosi yang dirasakan dalam proses menuju penerimaan diri memiliki potensi untuk menjadi sumber inspirasi, dengan pengalaman empiris yang mencakup beragam perasaan seperti sedih, kecewa, atau bahkan rasa rendah diri, hingga penerimaan dan rasa syukur pada perjalanan kehidupan sehari-hari. Upaya untuk menggambarkan perjalanan proses penerimaan diri, yaitu menghadirkan penggalan-penggalan kisah penerimaan diri, proses penerimaan, dan ragam emosi yang dirasakan penulis ke dalam karya seni grafis. Perwujudan karya secara simbolis didukung dengan figur realis, menghadirkan perjalanan proses penerimaan diri dengan idiom-idiom yang berkaitan untuk mendukung ide dengan menggunakan teknik cetak tinggi

    Proses kreatif pembuatan lagu band Gubuk Derita sebagai ide penciptaan seni grafis

    No full text

    Pengaruh gejala palpitasi pada music performance enxiety terhadap tempo pda permainan "Heller 25 Etude Op. 47 No. 16 in E Major"

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara palpitasi dengan tempo permainan piano, dan cara mengantisipasi gejala palpitasi pada mahasiswa piano klasik. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, di mana dalam penelitian kuantitatif dilakukan pendekatan quasi-experiment dengan interrupted time series design, dan dalam penelitian kualitatif dilakukan studi kasus dengan pendekatan single case study. Data dikumpulkan melalui metode one-group posttest only design dalam pendekatan kuantitatif, dan observasi, wawancara, dan eksperimen dalam pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan melalui rubrik dan non rubrik (survei) pada penelitian kuantitatif, dan didukung dengan data kualitatif melalui focus group discussion (FGD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan negatif antara palpitasi dengan tempo permainan piano, khususnya dalam MPA. Pengaruh positif yang dialami adalah ketika muncul adrenalin saat terbawa euforia bermain piano dan ingin menunjukkan hasil terbaik selama proses latihan yang telah dilewati, sedangkan pengaruh negatifnya adalah kecemasan kerap timbul ketika akan menampilkan permainan, terlebih jika telah melakukan kesalahan di atas panggung. Hal tersebut dapat diatasi dengan latihan intensif dengan guru atau mentor serta rutin menggunakan metronome untuk mengatasi ketepatan tempo. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi pembelajar dan pendidik piano klasik untuk mengurasi palpitasi dalam MPA khususnya terhadap tempo pada permainan piano

    Perancangan display vape edukatif sebagai standar pengembangan toko vape di Jogja

    No full text
    Tujuan dari perancangan produk ini adalah untuk mendapatkan rancangan etalase desk display yang berguna untuk memajang produk vape dan sebgai media bagi penjaga toko atau vaporista dalam melakukan edukasi kepada pelanggan seputar tata cara memlih, hingga merawat devise mereka dengan baik dan benar. Urgensi dari perancangan ini adalah merancang media edukasikepada pelanggan seputar tatacara pemilihan dan perawatan device vape yang benar dan tepat karena keterbatasan media edukatif yang dimiliki

    Perancangan interior menggunakan mixed-use building pada gedung icon convention hall Singkawang

    No full text
    Perancangan ini bertujuan untuk mendesain interior Gedung Icon Convention Hall Singkawang dengan menerapkan konsep Mixed-Use Building.. Konsep ini diterapkan untuk memaksimalkan fungsi ruang dan menyajikan fasilitas yang bisa diakses oleh pengguna gedung. Dalam perancangan ini, menggabungkan fungsi-fungsi live, work, dan leisure untuk meningkatkan efisiensi ruang dan kenyamanan pengguna. Gaya desain yang digunakan adalah modern luxury pada area publik dan clssic luxry pada area privat guna memberikan atmosfir yang berbea pada tiap tingkat privasi ruang, serta menghadirkan desain yang elegan dan nyaman

    Penggunaan Gubahan Lagu Sebagai Strategi Menghafal Materi Rantai Makanan Bagi Siswa Kelas VC SD Negeri Jurug Sewon Bantul

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serta mendeskripsikan proses penggunaan gubahan lagu sebagai strategi menghafal materi rantai makanan bagi siswa kelas VC SD Negeri Jurug Sewon Bantul. Kemampuan mengingat dan menghafal merupakan salah faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar dan prestasi peserta didik di kelas yang diukur berdasarkan penguasaan materi pelajaran dalam hal teori. Namun tidak semua peserta didik memiliki kemampuan mengingat dan menghafal yang baik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara, dokumentasi, dan trianggulasi data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat tiga tahapan dalam proses penggunaan gubahan lagu sebagai strategi menghafal materi rantai makanan bagi siswa kelas VC SD Negeri Jurug Sewon Bantul. Tiga tahapan tersebut antara lain, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap tindak lanjut. Melalui ketiga tahapan tersebut, penggunaan gubahan lagu juga dapat mempermudah peserta didik dalam melakukan hafalan, memaksimalkan kinerja memori jangka pendek, meningkatkan antusias peserta didik saat proses pembelajaran, serta menjadikan interaksi antara peserta didik dan guru menjadi lebih aktif

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇