Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Implementasi literasi digital dalam pembelajaran tari tradisional : Tinjauan dari perspektif guru dan siswa do SMP Negeri 1 Limpung Kabupaten Batang

    No full text
    SMP Negeri 1 Limpung sebagai sekolah pelopor, sekolah adiwiyata, sekolah inspiratif, dan menuju sekolah anak menjadi satu-satunya sekolah di Kecamatan Limpung yang menerapkan literasi digital dalam proses pembelajaran. Literasi digital merupakan pemanfaatan daya guna teknologi dalam meningkatkan daya tarik membaca. Implementasi literasi digital dapat membantu pada proses pembelajaran peserta didik dalam memperoleh informasi dan pengetahuan baru termasuk pembelajaran tari tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan literasi digital dalam pembelajaran tari tradisional yang ditinjau dari perspektif guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu, mendeskripsikan implementasi literasi digital di SMP Negeri 1 Limpung yang ditinjau dari perspektif guru dan siswa. Objek penelitian ini adalah implementasi literasi digital dalam pembelajaran tari tradisional. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar pembelajaran tari tradisional dan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tari tradisional di SMP Negeri 1 Limpung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik dengan membandingkan hasil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menurut perspektif guru, literasi digital dalam pembelajaran tari tradisional dapat meningkatkan kemampuan siswa melalui digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety pada proses pembelajaran.. Menurut perspektif siswa, pembelajaran tari yang menerapkan literasi digital dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, nilai, dan minat siswa dalam pembelajaran tari tradisional. Kendala berasal dari faktor internal yaitu, kurangnya pemahaman siswa dan eksternal yaitu, jaringan tidak stabil serta ponsel yang tidak mendukung membuka web atau aplikasi tertentu. Kegiatan evaluasi dilakukan pada akhir pembelajaran dengan melakukan apersepsi

    Nyanyian dalam Mambuai Tajang Batang Onau di Nagari Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat

    No full text
    Mambuai tajang batang onau merupakan salah satu tradisi warisan budaya masyarakat Minangkabau di Nagari Sungai Talang Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat yang sampai saat ini masih terus dilaksanakan. Ritual mambuai tajang batang onau biasanya dilaksanakan pada pagi dan sore hari oleh panetek niro. Panetek niro merupakan sebutan bagi masyarakat Nagari Sungai Talang untuk petani aren yang masih menjadikan kegiatan ini sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah pencarian makna Nyanyian dan Mambuai Tajang Batang Onau menggunakan teori semiotika triadik yang ditawarkan oleh Pierce yaitu tentang tanda ikon, simbol, dan indek. Analisis pembahasan menggunakan diagram triadik yang menghubungkan Representamen (tanda), Obyek, dan Interpretan. Hasil analisis makna ikonik pada nyanyian mambuai mayang taurai sebagai berikut nyanyian mambuai mayang taurai sebagai obyek, representamen sebagai lirik lagu, dan interpretan sebagai, pohon nira yang diibaratkan seperti sosok perempuan (manusia), yang menghasilkan air susu. Analisis makna tanda berupa indeks pada nyanyian ini yaitu, obyek sebagai pohon nira, representamen sebagai nyanyian mambuai mayang taurai, dan interpretannya adalah panetek niro yang meyakini jika melakukan nyanyian akan memperbanyak air nira yang keluar. Hasil analisis makna dalam tanda berupa simbol pada nyanyian ini adalah, obyek sebagai masyarakat Nagari Sungai Talang, representamen sebagai nyanyian mambuai mayang taurai, dan interpretan sebagai doa yang ditujukan kepada Allah SWT untuk meminta keberkahan dan rezeki dari hasil panen air nira yang melimpah dan berkualitas

    Pengaruh musik EDM terhadap performa fisik olah raga angkat beban di Kurnia Jaya Gym Center

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh musik Electronic Dance Music (EDM) dengan rata-rata tempo di atas 100 BPM terhadap performa fisik olahraga, khususnya dalam konteks latihan angkat beban. Penelitian ini dilakukan di Kurnia Jaya Gym Center dengan melibatkan 30 partisipan dewasa yang aktif melakukan latihan angkat beban. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Partisipan ditempatkan dalam dua kondisi yang berbeda: latihan angkat beban dengan musik EDM dan latihan tanpa musik. Performa fisik partisipan diukur menggunakan beberapa variabel, termasuk detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, tingkat oksigen dalam darah (SpO2), suhu tubuh, dan durasi latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan musik EDM dengan rata-rata tempo di atas 100 BPM memiliki dampak yang signifikan terhadap beberapa parameter fisik selama latihan angkat beban. Detak jantung, denyut nadi, dan tekanan darah cenderung meningkat saat menggunakan musik EDM, sementara tingkat Sp02 dan suhu tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan yang tidak. Meskipun demikian, partisipan cenderung melatih lebih lama saat didampingi oleh musik EDM. Temuan ini memberikan wawasan tambahan tentang potensi penggunaan musik EDM sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan performa fisik olahraga, khususnya dalam konteks latihan angkat beban. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme dan efek jangka panjang dari penggunaan musik EDM dalam olahraga

    Personal Branding Seniman Patung Basrizal Albara

    No full text
    Personal branding kini menjadi hal yang umum dilakukan, terutama di era media sosial yang sedang berkembang pesat. Media sosial menyediakan ruang bagi individu untuk mempromosikan diri mereka sendiri. Salah satu pihak yang mendapatkan manfaat dari fenomena ini adalah seniman, yang kini memiliki kesempatan untuk menyebaarkan informasi tentang diri mereka. Basrizal Albara merupakan seorang seniman patung senioir yang belum sepenuhnya memanfaatkan kesempatan ini. Oleh karena itu, tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk membangun personal branding Basrizal Albara melalui fotografi komersial. Konsep yang diusung dalam karya ini adalah kesederhanaan dan keapaadaan pribadi Albara

    Interpretasi visual relief Karmawibhangga Candi Borobudur dalam penciptan seni rupa

    No full text
    Relief Karmawibhangga merupakan salah satu dari 4 relief yang terletak di lantai dasar Candi Borobudur. Relief ini menggambarkan berbagai aspek kehidupan dan tindakan manusia serta konsekuensinya. Penelitian ini berfokus pada interpretasi visual dari relief Karmawibhangga dalam konteks penciptaan seni Lukis sehingga dapat mempermudah menganalisis serta mengartikulasikan setiap makna yang terdapat pada relief karmawibhangga. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana Penulis dapat menafsirkan ulang pesan moral dan spiritual relief ini melalui medium seni lukis, sehingga menghasilkan karya yang relevan dengan isu-isu sosial saat ini namun tetap menghargai akar budaya dan nilai-nilai tradisional. Diharapkan, interpretasi ini tidak hanya memperkaya khazanah seni rupa Indonesia, tetapi juga dapat menghubungkan generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam warisan budaya nenek moyang terutama relief karmawibhangga.Metode penelitian artisitik ini menggunakan metode seni berbasisi (practice based research). Dalam memperkokoh metode penelitian artistik tersebut, perlu adanya metode rujukan dalam sebuah proses penciptaan karya seni. Dengan hal ini penulis menggunakan proses penciptaan berdasarkan landasan teori L.H Chapman tentang proses penciptaan karya, yang menyebutkan 3 tahapan penciptaan karya yaitu, 1). Upaya menemukan gagasan (inception of an idea), 2). Menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal (elaboration and refinement), 3). Visual ke dalam medium (tension in a medium). Hasil penelitian artistik ini menghasilkan 8 buah karya dengan menghadirkan metafor dalam berbagai tema lukisan dan gagasan yang berbeda-beda, namun tetap berlandasakan dengan sumber inspirasi relief karmawibhangga yang menjadi landasan utama penelitian. Pemilihan panel yang terdapat pada relief karmawibhangga tersebut didasarkan dengan pada permasalahan yang dirasakan penulis dari sebuah perjalanan hidup dari kecil hingga saat ini, baik itu dari diri sendiri maupun muncul dari luar seperti aspek sosial yang terjadi di sekitar audiens lingkungan maupun berita. Intisari dari penelitian ini adalah bagaimana relief karmawibhangga dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti dengan adanya lukisan dan literasi ini mengingat relief tersebut sudah tertutup dan kesulitan dalam mengakses arti dari setiap relief tersebut karena minimnya literasi dalam menjelaskan setiap panel

    Iringan Wayang Jimat di Dusun Kedakan Kabupaten Magelang: kajian garap penyajian gending

    No full text
    Wayang Jimat merupakan wayang kulit peninggalan Hajar Daka yang berada di Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Wayang Jimat dipentaskan setiap bulan Syawal dan bulan Sapar atau ketika seseorang mempunyai nadzar. Wayang Jimat memiliki keunikan pada penyajian iringan yang berbeda dengan penyajian wayang kulit pada umumnya dan belum ada penelitian terkait dengan iringannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui, menganalisis, mendeskripsikan, serta memaparkan unsur musikal, struktur dan bentuk gending pada iringan Wayang Jimat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek iringan Wayang Jimat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur musikal dalam iringan Wayang Jimat terdiri dari gaya, irama, lagu, dan ricikan gamelan. Gaya Wayang Jimat merupakan sub gaya Kedu Merbabu apabila ditinjau dari letak geografis, asal usul dalang, kayon atau gunungann wayang, dan iringan yang digunakan. Pada iringannya, wayang jimat memiliki gending khusus yang terdiri dari gending talu, gending ketliweng, gending ganjur, gending gara-gara, gending budhaling Semar, gending sedih, dan gending perang. Gending tersebut memiliki struktur kolotomik yang berbeda dengan gending pada umumnya. Irama yang digunakan pada iringan Wayang Jimat hanya terdiri dari irama I, tetapi pada masing-masing adegan berbeda laya. Lagu pada setiap gending dihasilkan dari tabuhan ngracik yang dimainkan oleh ricikan saron. Ricikan gamelan yang digunakan pada penyajian Wayang Jimat terdiri dari ricikan kendang ciblon, saron, satu buah kenong, satu buah kempul, kethuk, dan kecer. Struktur penyajian gending terdiri dari empat bagian, yaitu buka, gending bagian pertama satu ulihan, gending bagian ke dua diulang-ulang, dan suwuk dengan balungan khusus

    Perancangan poster sebagai media kepedulian terhadap bahaya merokok saat berkendara

    No full text
    Merokok sambil mengemudi merupakan perilaku berbahaya dan tidak bertanggung jawab yang dapat membahayakan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya. Bahkan meski sudah terdapat peraturan yang melarang hal tersebut, perilaku ini masih banyak terjadi. Terdapat banyak kasus yang memberikan dampak merugikan yang terjadi akibat perilaku ini sepertihalnya perasaan tidak nyaman, gangguan berkendara, iritasi pada mata, hingga yang paling parah adalah kecelakaan lalu lintas. Perancangan ini dibuat bertujuan untuk menghasilkan media yang dapat secara langsung berinteraksi terhadap target sasaran guna meningkatkan kepedulian terhadap bahaya merokok saat berkendara. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Dalam pengolahan datanya menggunakan metode identifikasi 5W+1H. Hasil akhir dari perancangan ini adalah poster seri satuan dan seri berkelanjutan yang dapat dipasang di berbagai titik di sekitar jalan raya

    Seni Sebagai Media Membangun Citra Perusahaan Iforte

    No full text
    Penelitian ini menjelaskan tentang strategi perusahaan dalam membangun citra perusahaan dengan menggunakan media seni sebagai bentuk branding. Melalui pendekatan kualitatif dan dengan metode deskriptif analitik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi apa saja yang dilakukan perusahaan untuk membangun citra perusahaan. Penelitian ini melihat hubungan seni dengan citra perusahaan. Strategi dalam seni pertunjukan, seni rupa, dan film memiliki perbedaan dalam membangun citra perusahaan menyesuaikan tujuan dan karakteristik masing-masing. Perusahaan iForte sebagai perusahaan jaringan telekomunikasi menjadi objek dalam penelitian ini. Hubungan tata kelola seni dan manajemen pemasaran komunikasi menjadi upaya membangun citra perusahaan. Perusahaan iForte memberikan pengalaman dan pengetahuan dalam bidang seni dan budaya Indonesia. Pengalaman dan pengetahuan tersebut dapat diserap dan melekat pada pikiran seseorang, sehingga mengubah cara pandang atau pola pikir masyarakat atau klien yang terlibat dalam branding yang dilakukan oleh iForte. Seni juga dapat merealisasikan identitas atau karakteristik yang diinginkan suatu perusahaan, melalui perspektif ini melihat pandangan baru terhadap karakteristik perusahaan, identitas yang ditawarkan kepada publik melalui seni dapat membangun citra perusahaa

    Aksara Jawi dalam batik kontemporer pada busana muslim artwear

    No full text
    Aksara Jawi merupakan tulisan Arab atau huruf hijaiah yang ditambahkan dengan enam huruf modifikasi lokal. Ketika dibaca atau dilafalkan, huruf-huruf ini membentuk kata atau kalimat dalam bahasa Melayu. Penerapan aksara Jawi di Tanah Melayu sejalan dengan penyebaran Islam, menggantikan aksara Melayu kuno yang dipengaruhi oleh Hindu-Budha. Perkembangan aksara Jawi ditandai dengan dominasinya dalam keberaksaraan dan munculnya kesusteraan Melayu yang menjadi penting dalam sejarah, dengan bahasa Melayu berperan sebagai lingua franca dalam dakwa Islam. Metode pendekatan yang digunakan adalah teori estetika menurut Dharsono, teori ergonomi menurut Goet Poespo dan teori tipografi menurut Tova Rabino Witz. Selain itu menggunakan metode penciptaan tiga tahap enam langkah dari SP. Gustami, yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses pembuatan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan tekstil tutup celup remasol. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk pembuatan pola, penjiplakan motif, pencantingan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam karya busana muslim artwear, dengan warna yang seragam yaitu hitam, setiap karya memiliki desain batik yang berbeda-beda dan judul busana yang sama yaitu “ARMEL”

    Tabuik sebagai ide penciptaan motif batik dalam busana ready to wear - muslim

    No full text
    Tabuik sebagai sumber ide penciptaan motif batik dipilih karena banyak makna yang disampaikan dalam Tabuik, dalam penciptaan ini mengambil lima bagian makna dari Tabuik seperti sebagai pelindung dan melambangkan delapan suku (bungo salapan), sebagai simbol untuk mengajak kita belajar dari sifat (kalajengking), menggambarkan sebuah adat dan agama saling bersatu (tonggak atam), buraq, dan simbol tungku sajarangan (salapah). Atas dasar itulah penulis ingin menciptakan karya Tugas Akhir berupa penciptaan motif batik yang diwujudkan kedalam busana ready to wear-muslim. Metode penciptaan terdiri dari tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi dilakukan dengan mengambil informasi dan mencari referensi, perancangan proses mewujudkan rancangan menjadi sebuah karya jadi yang dikerjakan dengan teknik dan tahapan yang sudah ditentukan. Teknik pengerjaan karya meliputi teknik perancanga, teknik pola sistem praktis, teknik pembatikan, teknik penjahitan busana, teknik finishing. Tahap pengerjaan karya dimulai dari perancangan desain, pembuatan pola busana, menjiplak pola busana di kain, menjiplak motif batik pada pola di kain, membatik, pewarnaan, pelorodan batik, menjahit dan terakhir finishing. Enam karya yang diwujudkan memiliki judul yang sama yaitu “Liring” Batik dibuat dengan teknik batik tulis dan cap menggunakan teknik pewarnaan tutup celup. Pewarnaan yang digunakan napthol dan indigosol, bahan utama batik adalah kain katun natural

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇