Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Musik Tingkilan dalam acara Tifaf 2023 di Tenggarong Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

    No full text
    Musik tingkilan dalam acara TIFAF 2023 merupakan musik tradisional yang disajikan dalam berbagai bentuk seperti musik instrumental, musik pengiring vokal dan musik pengiring tari. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan kemasan musik tingkilan dalam acara TIFAF 2023. Untuk menganalisis objek penelitian tersebut, digunakan metode kualitatif dengen pendekatan ilmu Etnomusikologis. Dalam tulisan ini menggunakan teori ilmu bentuk musik dari Karl Edmund Prier dan teori kemasan seni wisata dari R. M Soedarsono. Hasil dari analisis diketahui bahwa lagu tingkilan yang berjudul begenjoh merupakan lagu yang berbentuk dua bagian dan musik tingkilan dalam acara tersebut digunakan sebagai perkakas untuk mempromosikan atau memperkenalkan daerah Kutai Kartanegara

    Perilaku self-harm sebagai sumber penciptaan skenario film berjudul Genesis.

    No full text
    Skenario berjudul Genesis. adalah sebuah karya yang diciptakan berdasarkan kisah nyata, dengan mengangkat fenomena perilaku self-harm sebagai topik utama. Karya ini memberikan gambaran terkait faktor-faktor pemicu perilaku self-harm, ragam bentuk perilaku, dan juga bagaimana upaya pelaku self-harm untuk keluar dari siklus perilaku destruktif yang dilakukan. Berangkat dari pengalaman empiris serta hasil wawancara narasumber pelaku self-harm, karya ini kemudian terbentuk menjadi sebuah karya fiksi dengan format filmis. Teori psikoanalisis Sigmund Freud digunakan untuk menciptakan karakterisasi tokoh berdasarkan hasil analisis dari wawancara. Kemudian, teori penulisan skenario dan teori sinematografi juga digunakan untuk membentuk dramatik adegan dan juga penciptaan narasi bahasa visual. Dengan menggunakan metode penciptaan skenario Lajos Egri, penulis kemudian mulai membangun dan mengembangkan konsep penciptaan skenario hingga menjadi sebuah skenario film yang utuh. Skenario film Genesis. bercerita tentang perjalanan seorang pelaku self-harm yang harus kembali berhadapan dengan konflik keluarga yang terus membayangi kehidupannya dalam upaya untuk menyembuhkan diri. Karya ini diciptakan dengan harapan dapat memberikan penjelasan tentang pentingnya pemahaman isu kesehatan mental, khususnya terkait dengan fenomena perilaku self-harm, guna mempelajari cara antisipasi dan juga penanganannya

    Bentuk dan struktur garap karawitan dalam sajian Beksan Inum di Pura Pakualaman

    No full text
    Skripsi yang berjudul “Bentuk dan Strukutur Garap Karawitan dalam Sajian Beksan Inum di Pura Pakualaman” ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur garap penyajian karawitan serta korelasi karawitan dan tari dalam sajian Beksan Inum di Pura Pakualaman. Beksan Inum merupakan bentuk tari klasik yang ada dan berkembang di pura pakualaman Yogyakarta. Beksan Inum adalah buah karya oleh Paku Alam II pada abad-19, yang bertahta antara tahun 1829 sampai dengan 1858. Beksan Inum ini ditampilkan oleh 4 orang penari laki-laki dengan gerakan yang sangat spesifik, karena gerakan tersebut terdapat ragam gerak pajek sabetan yang merupakan ciri khas Pura Pakualaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan penyampaian deskriptif analisis, yaitu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul. Hasil penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa adanya penggunaan kandha pada struktur garap pada penyajian Beksan Inum yang meliputi Lagon Wetah, Kandha, Ketawang Gendhing Boyong, Ladrang Inum, Playon, dan Lagon Jugag laras slendro pathet manyura. Garap irama pada sajian Ketawang Gendhing Boyong dan Ladrang Inum menggunakan irama I dan irama II, pada sajian Ladrang Inum dimainkan dinamika pada iramanya secara bergantian. Selain itu, korelasi Ketawang Gendhing Boyong dan Ladrang Inum pada hubungan karawitan dengan tari yaitu adanya peran bangunan dinamika irama dan laya dalam sajian Beksan Inum, salah satunya pada perubahan irama dan laya gendhing pada Ladrang Inum sehingga menjadi keunikan garap yang khas dari tarian ini

    Implementasi Model Project Based Blended Learning pada Pembelajaran Ansambel Musik di Kelas XI SMA Negeri 1 Manyar Gresik

    No full text
    Model pembelajaran merupakan proses perencanaan yang digunakan untuk pedoman dalam langkah pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran dalam konteks peningkatan perolehan hasil belajar siswa perlu diupayakan secara terus menerus dan bersifat komprehensif. Seiring perkembangan waktu, kemajuan digitalisasi, serta akibat pandemi COVID-19, penerapan Project Based Learning (PjBL) dapat digabungkan dengan Blended Learning, artinya PjBL dan Blended Learning dapat disusun menjadi model pembelajaran yang disebut Project Based Blended Learning (PjB2L), yaitu pengembangan pembelajaran dengan memadukan sintaks Blended Learning dan Project Based Learning. Konsep pembelajaran tersebut menggabungkan pembelajaran tatap muka berbasis proyek dan pembelajaran berani melalui media berbasis teknologi. PjB2L menjadi salah satu model yang diterapkan pada pembelajaran Seni Budaya kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Blended Learning di kelas XI SMA Negeri 1 Manyar Gresik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian ini model Project Based Blended Learning pada pembelajaran ansambel musik di kelas XI SMA Negeri 1 Manyar Gresik. Subjek pada penelitian ini yaitu guru Seni Budaya, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, dan seluruh siswa kelas XI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket dalam bentuk Google Form. Setelah data diperoleh, dilakukan validasi dengan triangulasi teknik dan sumber. Tahap analisis data yang dikumpulkan dari narasumber tentang implementasi model PjB2L pada ansambel musik disusun menjadi data terstruktur. Pernyataan narasumber dipilah dan dicek kembali untuk mendapatkan informasi yang valid tentang implementasi model PjB2L pada ansambel musik di kelas XI SMA Negeri 1 Manyar Gresik Hasil penelitian ini implementasi ditemukan enam fase pada model PjB2L yaitu 1) Dimulai dengan pertanyaan penting; 2) Melakukan desain rencana proyek, 3) Membuat jadwal, 4) Memantau siswa dan kemajuan proyek, 5) Menilai hasil, dan 6) Mengevaluasi pengalaman. Sementara itu proyek pembelajaran ansambel musik terdapat dua penugasan, pertama proyek mandiri memainkan akor nada menggunakan Aplikasi Perfect Piano dan GarageBand dan yang kedua yakni proyek kelompok ansambel yang dipentaskan secara tatap muka. Aplikasi yang paling banyak digunakan siswa dalam praktik akor nada adalah Aplikasi Perfect Piano dengan begitu pembelajaran dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah. Pembelajaran ansambel musik berbantuan platform Google Classroom sebagai media utama yang kemudian juga didukung dengan penggunaan Aplikasi Perfect Pian

    Analisis materi musik tradisional pada Buku Seni Budaya Kelas VIII Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

    No full text
    Pergantian kurikulum merupakan upaya penyempurnaan kurikulum yang sudah ada dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Perubahan kurikulum tersebut berdampak langsung pada buku teks sebagai salah satu penunjang proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku paket Seni Budaya SMP Kelas VIII khususnya pada materi musik tradisional dalam periode Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka serta bertujuan untuk mengetahui kesesuaian materi ajar dengan kurikulum yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Objek penelitian yaitu materi musik tradisional yang digunakan SMP Kelas VIII. Sumber data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Dokumentasi berupa Buku Paket Seni Budaya Kelas VIII Kurikulum 2013, dan Buku Paket Seni Budaya Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis konten yang bersifat menganalisis dokumen-dokumen yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi Alat Musik Tradisional yang terdapat pada Kurikulum 2013 sudah sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 dan karakteristik materi yang baik. Namun, materi Alat Musik Tradisional tersebut tidak ilustratif, judul tidak sesuai dengan isi materi, lagu daerah tidak beragam, tidak menyertakan sejarah musik tradisional, dan belum terkonsep dengan baik. Materi Alat Musik Tradisional yang terdapat pada Kurikulum Merdeka sudah sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan karakteristik materi yang baik. Akan tetapi, materi tersebut tidak menyertakan pengetahuan, ilustrasi, maupun alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Barat

    Penggunaan Software Yousician Dalam Pembelajaran Gitar Untuk Melatih Teknik Strumming Di SMA PGRI 2 Kayen Pati

    No full text
    Penelitian ini berlatar belakang dari siswa kelas 10 yang masih sulit memahami teknik strumming dengan ritme yang benar saat pembelajaran gitar pada kegiatan life skill musik di SMA PGRI 2 Kayen Pati. Software Yousician digunakan dalam kegiatan life skill musik untuk membantu siswa agar lebih memahami materi yang di sampaikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan siswa dan guru dengan menggunakan software Yousician dalam membantu pembelajaran gitar untuk melatih teknik strumming pada kegiatan life skill seni musik di SMA PGRI 2 Kayen Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan software Yousician dapat membantu dan mempermudah proses pembelajaran siswa dalam memahami materi teknik strumming secara baik. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan software yousician memudahkan siswa dalam memahami teknik strumming dalam pembelajaran gitar. Penggunaan software yousician juga memudahkan guru untuk menyampaikan materi dengan memanfaatkan fitur yang di di dalam software yousicia

    Cemplang

    No full text
    Cemplang merupakan kelompok koreografi dengan tujuh penari yang berpijak dari pengalaman empiris saat mengalami kecemasan. Secara spesifik, kecemasan tersebut berasal dari faktor internal dan faktor eksternal ketika dirasa tidak mampu melakukan suatu hal yang tidak biasanya (wagu: Bahasa Jawa). Kecemasan merupakan bagian dari emosi manusia yang merespons saraf somatik, pada saat mengalaminya muncul ketegangan pada area bahu, sehingga gerakan utama dalam karya ini bersumber dari bahu. Penciptaan karya tari ini menggunakan metode Moving From Within: A New Method for Dance Making oleh Alma M.Hawkins. Metode tersebut terdiri dari 5 tahap, yaitu merasakan, menghayalkan, eksplorasi, pembentukan, dan evaluasi. Karya tari Cemplang sebuah karya baru yang berpijak pada gerak bahu ke depan, ke samping kanan, ke samping kiri, ke belakang, dan memutar. Dinamika hiburan dibangun melalui pembagian segmen dengan pengembangan pola gerak dasar, ruang, tenaga, dan waktu. Proses latihan sebanyak 58 kali menghasilkan sembilan motif unik yang berpijak dari teknik gerak bahu. Struktur penyajian karya ini terdiri dari Introduksi, Segmen 1, Segmen 2, Segmen 3, Segmen 4, dan Ending. Setiap segmen memiliki intensitas gerak yang kuat dengan pengolahan variasi motif dasar. Karya ini ingin menyampaikan perasaan cemas yang mengakibatkan area bahu menegang dengan kuat dan tubuh bergerak rileks agar tidak terjadi rasa cemas berlebiha

    Penandaan warna pada angklung dan notasi angka untuk meningkatkan pemahaman bermain angklung pada siswa

    No full text
    Penandaan warna dalam ekstrakurikuler angklung dapat menambah pemahaman siswa dalam bermain angklung karena memberikan petunjuk visual yang jelas terkait dengan nada atau not musik yang harus dimainkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler angklung di SD Negeri 1 Sewon. Dalam konteks ini, penggunaan media penandaan warna pada angklung dan notasi angka dapat membantu siswa memahami permainan angklung dengan lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di SD Negeri 1 Sewon, Yogyakarta, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Subjek penelitian adalah siswa kelas dua dan tiga yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler angklung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media penandaan warna mampu mempercepat pemahaman siswa dalam memainkan lagu-lagu pada instrumen angklung, bahkan untuk lagu-lagu yang belum pernah mereka mainkan sebelumnya

    Baccing dalam upacara Pa'buntingang di Desa Kalaserena Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Tenggah

    No full text
    Di Kabupaten Gowa, tepatnya di Desa Kalase'rena, terdapat upacara dan ritual pernikahan, dalam bahasa lokal disebut pa’buntingang. Prosesi ini memiliki praktik ritual keagamaan yang kemudian diakulturasikan dan diasimilasikan berdasarkan budaya lokal. Kajian ini berjudul Baccing raja dalam upacara Pa'buntingang di Desa Kalase’rena Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang dideskripsikan dengan pendekatan analisis-deskriptif. Gambaran utama yang diwujudkan dalam kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penafsiran, penjabaran, dan penjelasan yang runut berdasarkan rumusan masalah yang disajikan. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan mengenai pola ritme adalah; Godfriet T. Toussaint. Teori yang digunakan untuk mengupas permasalahan mengenai kontekstual adalah; R, M. Soedarsono. Appa’ssili diketahui sebagai sebuah ritual yang berhubungan dengan harapan melalui ikhtiar yang dipimpin oleh seorang yang dikenal dengan Anrong bunting. Tujuan utama dari ritual ini adalah menghindari dari mara bahaya atau sebagai tindakan tolak bala. Hal ini dilakukan agar pada saat memainkan Baccing raja dapat menghasilkan bunyi yang optimal karena dibutuhkan jarak bentangan dari tali pada bagian tengah bilah Baccing raja. Dalam upacara tersebut terdapat urutan prosesi-prosesi ritual adat yang berlangsung hingga praktik pernikahan berlangsung. Melaksanakan upacara adat Pa’buntingang selalu dengan cara dan suasana assua’-suara’. Itu semua sebagai wujud tercapainya harapan passikalabineang melalui perkawinan yang syah menurut agama dan terlaksana sesuai adat atau tradisi

    Perempuan (tak) bertubuh

    No full text
    Karya “Perempuan (Tak) Bertubuh” adalah koreografi kelompok dengan 3 penari yang berpijak pada laku ngeden, ngendhit, ngendog. Ngeden, ngendhit, dan ngendhog merupakan respresentasi dari laku manusia dalam menjalankan ibadah puasa. Tiga hal tersebut merupakan nilai filosofi dari Warak Ngendhog. Warak Ngendhog merupakan sebuah hewan mitologi yang ada di Kota Semarang. Mulanya merupakan mainan yang selalu hadir dalam rangkaian acara Dugderan dan kini merupakan ikon di Kota Semarang yang memiliki nilai filosofi dan dimaknai dalam tiga hal, yaitu ngeden, ngendhit dan ngendog. Tiga hal tersebut dimaknai menjadi kata kerja menahan, menjaga, dan melepaskan yang kemudian diproyeksikan ke dalam pengendalian diri sebagai upaya pembebasan perempuan terhadap kuasa tubuhnya. Secara visual karya ini disajikan pada proscenium stage dan tersusun atas empat segmen mengenai menahan, menjaga, keterbelengguan, dan pelepasan. Karya ini menggunakan musik dengan format MIDI berdurasi 21 menit yang ritmis dan ilustratif dengan dominasi suasana ketertekanan, keterkungkungan, dan ketenangan. Tipe tari yang digunakan dalam karya ini adalah tipe tari dramatik. Karya ini menggunakan bantuan visual mapping dalam setiap segmen untuk membantu memberikan efek serta memperkuat penyampaian pesan mengenai perempuan, keterbelengguan, distraksi dan ketenangan. Proses penciptaan karya ini mengkombinasikan metode practice led research (penelitian berbasis praktek) yang memiliki tiga tahap dalam kerjanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan metode Creating Through Dance oleh Alma Hawkins yang terdiri dari tiga tahapan yaitu improvisasi, eksplorasi, dan komposisi. Harapannya karya ini tidak hanya menjadi media ekspresi artistik, tetapi ruang refleksi bagi penata ataupun penonton serta mampu memotivasi perempuan untuk terus berjuang atas kebebasan dirinya dari keterbelengguan dan kontruksi sosial serta budaya yang kerap tak berkesesuaian

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇