Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Ayam Kate dalam Penciptaan Batik Lukis Kontemporer Aliran Kubisme

    No full text
    Penciptaan karya tugas akhir berjudul “Ayam Kate dalam Penciptaan Batik Lukis Kontemporer Aliran Kubisme” merupakan refleksi visual atas siklus kehidupan manusia, yang divisualisasikan melalui metafora ayam kate. Hewan mungil ini dipilih bukan semata karena bentuk fisiknya yang unik, melainkan karena ia merepresentasikan sisi kerentanan, keteguhan, dan pencarian makna dalam kehidupan. Karya ini bertujuan menghubungkan nilai-nilai simbolik tradisional dengan pendekatan visual kontemporer melalui gaya kubistik, yang merepresentasikan pengalaman hidup sebagai rangkaian potongan pengalaman yang saling melengkapi. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode pendekatan estetika sebagai bentuk ekspresi imajinatif dan bebas serta metode penciptaan yang melalui tiga tahap utama yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi dilakukan melalui studi lapangan terhadap ayam kate, pengumpulan referensi visual, hingga analisis makna simboliknya. Rancangan dituangkan ke dalam sketsa digital dengan mempertimbangkan prinsip keseimbangan, warna, dan komposisi. Proses realisasi dilakukan pada berbagai jenis kain seperti Satin, Dobbycs, Sutera soft silk, dan Baby Kanvas, menggunakan teknik batik lukis, pewarnaan menggunakan teknik colet dengan pewarna remasol dan indigosol, teknik celup dengan pewarna napthol dan indigosol, serta pelorodan sebagai tahap akhir. Hasil akhir penciptaan karya berupa enam karya batik lukis kontemporer dua dimensi yang diantaranya berjudul Menetasnya Harapan, Bersama dalam Kasih, Memilih Jalan di Persimpangan, Terjerumus dalam Gelap, Pertarungan Tanpa Arti, dan Merenung dalam Sunyi. Masing-masing karya menyampaikan representasi visual tentang fase hidup manusia dengan tokoh ayam kate sebagai cermin jiwa. Penciptaan karya ini diharapkan menjadi kontribusi dalam memperkaya inovasi seni kriya kontemporer, mendorong perenungan mendalam terhadap perjalanan hidup, serta menghubungkan nilai-nilai budaya dengan ungkapan diri secara visua

    Pemilihan chinrest ergonomis berdasarkan bentuk tulang rahang studi kasus ; mahasiswa violin dan viola Program Studi Penyajian Musik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis atau tipe chinrest yang sesuai berdasarkan bentuk tulang rahang manusia, serta menganalisis hubungan antara keduanya dalam konteks pemilihan chinrest yang tepat bagi pemain violin dan viola. Studi kasus dilakukan terhadap mahasiswa aktif Program Studi D4 Penyajian Musik, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Fokus penelitian mencakup identifikasi tipe chinrest, klasifikasi bentuk tulang rahang, serta keterkaitan keduanya dalam menentukan chinrest yang ideal bagi masing-masing individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemain violin dan viola belum mengetahui keberagaman tipe chinrest maupun kaitannya dengan bentuk anatomi rahang. Mayoritas subjek juga belum pernah mencoba menggunakan chinrest yang disesuaikan dengan struktur rahang mereka. Melalui proses observasi dan eksperimen penggunaan chinrest yang lebih sesuai, sebagian subjek melaporkan peningkatan kenyamanan saat bermain. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pemain violin dan viola mengenai pentingnya pemilihan chinrest yang sesuai dengan bentuk anatomi, guna mendukung kenyamanan dan performa bermain yang optimal

    Transformasi property kesenian jathilan dalam motif batik dipadukan pada kebaya modern

    No full text
    Tugas akhir yang berjudul “Transformasi Properti Jathilan Dalam Motif Batik Dipadukan Pada Kebaya Modern” diciptakan dengan tujuan untuk ikut mengembangkan dan melestarikan kebudayaan di Yogyakarta khususnya pada Kesenian Jathilan. Jathilan, sebagai salah satu kesenian rakyat yang kerap dipertunjukkan dalam upacara tradisional, tidak hanya merupakan bentuk hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai mistis dan religius. Dalam pertunjukan Jathilan, penggunaan kostum tradisional, seperti kebaya dan batik, turut memperkuat identitas budaya dan kekayaan estetika Jawa. Mewujudkan karya busana kebaya modern dengan menggunakan metode pendekatan estetika, sedangkan metode penciptaan yang digunakan yaitu menggunakan teori SP Gustami dengan tiga tahap. Tahap eksplorasi yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari informasi mengenai Kesenian Jathilan melalui media cetak seperti buku, majalah, surat kabar, dan media online. Tahap perancangan yang dilakukan yaitu membuat berbagai macam sketsa alternatif motif batik dan pemilihan sketsa busana terpilih diantara sketsa-sketsa yang telah dibuat. Tahap pewujudan yang dilakukan yaitu menciptakan karya dengan desain yang sudah terpilih dengan tahap proses awal berupa persiapan alat dan bahan, memindah pola, membatik atau mencanting, pewarnaan, sampai dengan proses pelorodan, pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana. Tugas Akhir ini berhasil membuat lima buah karya dari dua belas buah desain dengan judul yang berbeda tetapi dengan motif yang sama dan dengan desain busana yang berbeda. Keseluruhan karya yang ciptakan dengan motif utama yaitu wujud kreasi Kesenian Jathilan (kuda lumping) dan motif pendukung yaitu aneka gamelan (gong,saron,kendang), pecut, dan bunga mawar dengan konsep pengambaran yang berulang yaitu dari batik ceplok dan batik lereng

    Kreativitas musikal Burdah Gembrung dalam acara adat Gelar Pitu Kampung Baru Glagah-Banyuwangi

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang kreativitas dan identitas pada kesenian Burdah Gembrung Sekarwangi yang dipentaskan dalam acara Adat Gelar Pitu di Dusun Kampung Baru, Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Burdah Gembrung adalah sebuah kesenian tradisi bernuansa islami yang kini menghadapi tantangan eksistensi di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial. Adat Gelar pitu merupakan ritual adat Dusun Kampung Baru yang diselenggarakan pada tanggal tujuh syawal sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada sang pencipta. Untuk membedah kreativitas dan identitas digunakan teori kreativitas Ellis Paul Torrance dan teori identitas Stuart Hall. Metode penulisan yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas pelaku Burdah Gembrung tercermin pada ide dan inovasi penambahan instrumen lokal Banyuwangi seperti, Bonang Ketuk, Keluncing, dan Kempul Gong untuk menarik minat anak muda. Burdah Gembrung juga memadukan gending Using dengan sholawat yang bersumber dari kitab Al-Barzanji. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa identitas Burdah Gembrung dalam acara Adat Gelar Pitu sebagai tradisi melekan atau tirakatan dan mencerminkan nilai-nilai islami dan tradisi Using dalam sajian pertunjukannya

    Memperkuat Tiga Demensi Karakter Tokoh Utama Dengan Menggunakan Mekap Karakter Pada Film "Hajar!!!"

    No full text
    Film fiksi HAJAR!!! mengeksplorasi penggunaan mekap karakter dan prostetik sebagai strategi visual untuk membangun karakterisasi tokoh utama melalui pendekatan tiga dimensi karakter: fisiologis, sosiologis, dan psikologis. Unsur-unsur visual seperti luka keloid, tato, dan efek darah digunakan untuk memperkuat latar belakang tokoh, mempertegas kondisi emosional, serta memperjelas status sosial dalam alur cerita. Mekap karakter tidak sekadar estetika, tetapi menyatu dengan dramaturgi sebagai media naratif. Penelitian ini menganalisis bagaimana elemen mekap karakter, seperti luka keloid, tato, dan prostetik, digunakan untuk memperkuat tiga dimensi karakter Siti Hajar secara visual dalam narasi film. Desain mekap disusun untuk mencerminkan kondisi fisiologis, sosiologis, dan psikologis tokoh, serta diujicobakan melalui eksplorasi bahan prostetik alternatif yang lebih efisien secara biaya namun tetap mendukung kebutuhan alur cerita dan kontinuitas visual adegan. Temuan utama dari penciptaan ini menunjukkan bahwa mekap dalam film fiksi mampu memperkaya dimensi naratif melalui lapisan visual yang imersif. Karakter utama tampil lebih kuat, konsisten, dan hidup—baik secara emosional maupun estetis. Pendekatan ini membuka ruang baru bagi tata rias film di Indonesia sebagai bagian integral dari bahasa visual dan konstruksi identitas karakter. Kata kunci: mekap karakter, prostetik, tiga dimensi karakter, naratif visual, film fiks

    Kajian semiotika penggambaran perlawanan terhadap konsep Male Gaze dalam video musik NXPE oleh (G) I-Dle

    No full text
    Video musik Nxde yang dibawakan oleh (G)I-DLE menceritakan tentang representasi dirinya sebagai perempuan secara apa adanya tanpa tekanan dari siapapun. Penelitian ini berfokus pada penggambaran perlawanan terhadap konsep male gaze dalam video musik Nxde oleh (G)I-DLE, dengan menggunakan metode kualitatif dan teori semiotika milik John Fiske yang mengkaji kode-kode sosial yang sudah dienkode lalu kemudian dibagi ke dalam menjadi tiga level yaitu kode realitas, level representasi, level ideologi, untuk landasan melakukan analisis makna dari tanda-tanda yang terdapat dalam video musik. Manfaat untuk penelitian ini agar dapat meningkatkan kesadaran terhadap perempuan yang diobjektifikasi pada media dan memberdayakan perempuan untuk memiliki control atas hak mereka sendiri. Hasil yang didapatkan dalam tiga level kode sosial tersebut akan diuraikan dalam hasil pembahasan. Temuan yang didapatkan dalam video musik tersebut dapat dilihat dengan memakai latar visual pada era 1950-an dengan melakukan dekontekstualisasi sebagai bentuk kritik terhadap male gaze, meskipun masih di tahapan membangun kesadaran, perempuan memiliki kesempatan untuk merepresentasikan diri sesuai keinginannya tanpa adanya tekanan dari budaya patriariki sekaligus mengadopsi makna ketelanjangan menjadi bentuk kebebasan dan otonomi atas tubuh perempuan. Dengan demikian, video musik Nxde ini tidak hanya berbicara pada tataran kolektif, tetapi juga mencerminkan pengalaman personal sebagai perempuan yang menolak untuk tunduk terhadap konstruksi sosial yang mengekang

    Perancangan buku ilustrasi anak 3D low poly art sebagai media edukasi sampah

    No full text
    Isu sampah yang semakin mengkhawatirkan lingkungan hidup membutuhkan penanganan yang terus diperbarui, baik untuk mengurangi dampak negatifnya maupun untuk menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh. Jumlah produksi sampah harian yang tidak kunjung berkurang berpotensi merugikan lingkungan di masa mendatang, terutama karena rendahnya kesadaran akan tanggung jawab terhadap sampah pribadi dan kurangnya pemahaman dalam pengelolaannya. Meskipun informasi dan imbauan telah banyak disampaikan, implementasi praktik pengelolaan sampah masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan generasi muda sejak dini agar memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya menjaga lingkungan. Kelompok usia anak Sekolah Dasar kelas 1–3 dipilih sebagai sasaran edukasi karena pada usia ini pembentukan kebiasaan positif lebih mudah dilakukan. Perancangan buku ilustrasi dengan pendekatan visual 3D Low Poly digunakan sebagai media edukatif yang menarik dan sesuai dengan karakteristik literasi anak-anak. Dengan metode analisis dan pengumpulan data kualitatif, perancangan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui cara yang menyenangkan dan komunikatif

    “Four dragons of runeterra” komposisi mix ensemble menggunakan leitmotif berdasar 4 elemental dragon video game “league of legends”

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Four Dragons of Runeterra”. League of Legends (LoL) adalah permainan daring bergenre multiplayer online battle arena (MOBA), mengulas interpretasi dari keempat Elemental Dragons yang terdiri dari Wind Drake (angin), Earth Drake (tanah), Infernal Drake (api), dan Ocean Drake (air). Tujuan dari penelitian ini adalah memahami bagaimana interpretasi empat Elemental Dragons dari video game “League of Legends“ dalam penciptaan karya “Four Dragons of Runeterra” dengan leitmotif. Proses yang dilakukan dalam penulisan karya “Four Dragons of Runeterra” adalah merumuskan ide penciptaan dengan melakukan beberapa langkah yaitu, studi pustaka dan studi karya untuk mengeksplorasi kemungkinan interpretasi keempat naga tersebut. Metode yang dipakai adalah metode penelitian interpretatif, karena sejalan dengan proses interpretasi keempat Elemental Dragons. Dalam konteks penciptaan karya musik berbasis narasi atau simbolisme, interpretasi memegang peran yang cukup penting. Hasil penelitian ini menghasilkan sebuah pemebelajaran bagaimana penerapan teknik leitmotif berdasar keempat naga tersebut sebagai upaya interpretasi bentuk dan ciri khas Elemental Dragons, untuk selanjutnua diaplikasikan ke dalam musik program berdasarkan Elemental Dragons. Penciptaan karya ini tidak berpegang pada struktur komposisi yang baku; sebaliknya, harmoni, bentuk, dan instrumentasi dirancang fleksibel, menyesuaikan dinamika peristiwa naratif dalam alur musikal. Penekanan utama terletak pada pengembangan dan penggunaan leitmotif sebagai penanda identitas musikal dari masing-masing naga, sehingga karya ini diharapkan bisa menjadi sumber pembelajaran dan kontribusi artistik dalam bidang seni, khususnya musik

    Penciptaan tari "Pagzet" sebagai reinterpretasi Pakarena untuk generasi Z

    No full text
    Penelitian ini merupakan proses penciptaan tari Pagzet sebagai reinterpretasi dari tari Pakarena, yang bertujuan untuk mempresentasikan nilai-nilai kehidupan Generasi Z dalam konteks perubahan sosial. Latar belakang karya ini berangkat dari pergeseran nilai tradisional yang digambarkan dalam tari Pakarena, menjadi sosok perempuan yang lebih aktif, ekspresif, dan responsive terhadap perkembangan zaman. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, setelah itu dilakukan kembali riset dengan menggunakan pendekatan Practice basid Research. Teori yang digunakan yaitu teori interpretasi budaya Clifford Geertz, teori kinesik Ray Birdwhistell, teori kontruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, dan Teori intercultural performance Richard Schechner. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya karya tari Pagzet yang menampilkan gabungan Gerak, kostum, dan simbol-simbol tradisi Makassar dengan elemen kontemporer yang mencerminkan perempuan masa kini. Melalui karya ini, diharapkan dapat membuka ruang dialog budaya antara generasi, serta menjadi media reflektif terhadap identitas peran perempuan dalam masyarakat modern

    Meramban sebagai pendekatan kreatif dalam penciptaan karya seni lukis

    No full text
    Pengalaman saat menjelajahi alam liar dan bertemu langsung dengan keberagaman tumbuhan liar yang tumbuh di sekitarnya memunculkan pemahaman baru dalam proses kreatif seni. Meramban bukan hanya sebatas kegiatan menjelajah mengumpulkan tanaman liar, tetapi menjadi pengalaman yang membuka ruang perenungan, keterhubungan dengan alam, serta memunculkan makna-makna simbolik dari setiap tumbuhan yang dijumpai. Pengalaman ini kemudian saya adaptasi menjadi sumber ide, sekaligus metode konseptual dan visual dalam proses penciptaan karya seni lukis. Tujuan dari penelitian berbasis kekaryaan ini adalah menciptakan karya seni lukis yang bersumber dari pengalaman meramban dengan pendekatan ekologi, morfologi, etnobotani, simbolik, dan reflektif. Penciptaan karya ini memaparkan konsep pengalaman tubuh dan emosi selama meramban, proses pencatatan temuan, pengolahan visual, hingga transformasi makna ke dalam media lukis. Teori yang mendukung penelitian ini menggunakan pendekatan Material Thinking, Ekologi tumbuhan dan Etnobotani. Metode penelitian dan penciptaan ini menggunakan riset berbasis praktik atau lebih populer dengan istilah practice led research (PLR). Hasil berupa pengalaman meramban yang dikorelasikan dan dimaknai dengan proses kekaryaan karya seni lukis serta pemaknaan pada masa kini. Kesimpulannya, pengalaman meramban adalah cara pandang diri dalam memahami dan mengeksplorasi eksplorasi lapisan makna tentang relasi manusia dan alam sebagai ruang belajar dan kontemplatif

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇