Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Perancangan interior Perpustakaan Daerah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan

    No full text
    Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu kabupaten di daerah SumateraSelatan yang sedang berkembang, pembangunan di segala bidang pun terusditingkatkan, salah satunya adalah pengembangan di sektor pendidikan. Salah satufasilitas utama yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan adalah perpustakandaerah. Perancangan interior perpustakaan ini melalui desain inklusif yang dapatdigunakan tidak hanya oleh pengunjung umum, tetapi juga pengunjung dengandisabilitas. Perancangan menggunakan metode proses desain dari RosemaryKilmer dan W Otie Kilmer yang ditulis dalam buku berjudul “Designing Interior”yang didalamnya memuat dua tahap, yaitu pada tahapan analisis yang terdiri daricommit, state, collect, dan analyze, sedangkan pada tahap sintesis yang terdiri daritahap ideate, choose, implement, dan evaluate. Pemilihan desain inklusif dengantema minimalis dipilih agar Perpustakaan Daerah Kabupaten Ogan Ilir adalahsalah satu fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Ogan Ilir yangbertujuan untuk menjadi sarana masyarakat dalam memperoleh sumberpengetahuan serta informasi bagi semua kalangan, tidak hanya masyarakat setempat, namun pengunjung lain seperti masyarakat dari luar daerah hingga turisasing dari luar negeri

    Peran dan fungsi Kawedanan Radya Kartiyasa dalam pengelolaan Museum Kraton Yogyakarta

    No full text
    Museum Kraton Yogyakarta merupakan lembaga non-profit milik KratonYogyakarta yang mencakup empat unit, yaitu, Kedhaton, Wahanarata, Pagelarandan Tamansari. Pada tahun 2023 Museum Kraton Yogyakarta mulai dikelola olehKawedanan Radya Kartiyasa sebagai pengelola aset museum dan pariwisata.Penelitian ini mendeskripsikan peran dan fungsi manajemen museum denganpraktik manajemen museum, mengacu pada teori Lord dan Lord (2009) yangdilakukan oleh Kawedanan Radya Kartiyasa dalam mengelola Museum KratonYogyakarta, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan CarikKawedanan dan para koordinator, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah,Kawedanan Radya Kartiyasa berperan untuk mengelola bagian administrasi danmanajemen museum. Penghageng Kawedanan Radya Kartiyasa merupakanPenghageng level dua. Segala bentuk mandat, koordinasi, persetujuan diberikanlangsung oleh GKR Bendara selaku Penghageng KHP Nitya Budaya. Lima peranmanajemen museum, yaitu untuk menginspirasi, untuk mengkomunikasikan, untukmemimpin, untuk mengawasi dan untuk mengevaluasi dilakukan oleh parakoordinator. Kawedanan Radya Kartiyasa menerapkan fungsi-fungsi pengelolaanadministrasi museum, aset koleksi, dan aktivitas museum dengan perbedaandibagian pengelola. Empat fungsi meliputi, administrasi, penelitian, pameran,penafsiran, dikelola oleh Kawedanan Radya Kartiyasa. Dua fungsi,pendokumentasian dan pemeliharaan bagian konservasi dan kurator dikelola olehKawedanan Purayakara. Satu fungsi pengumpulan koleksi dilakukan ataspersetujuan dari Penghageng KHP Nitya Budaya. Kawedanan Radya Kartiyasa danKawedanan Purayakara merupakan Kawedanan dibawah KHP Nitya Budaya

    Teknik convertible paa busana kerja wanita

    No full text
    Penciptaan karya tugas akhir dengan judul “Teknik Convertible Pada Busana Kerja Wanita” adalah perwujudan ide dan konsep yang mengangkat isu sosial yang dihadapi Wanita di dunia kerja dan isu lingkungan. Penciptaan karya ini terinspirasi dari satu busana yang dapat memiliki gaya yang berbeda dan batik kontemporer motif guci cina. Siluet busana dibuat sederhana namun elegan,sehingga nyaman untuk berkegiatan sehari-hari di kantor. Ketertarikan penulis dalam penciptaan karya ini adalah menciptakan busana untuk wanita karir yang environmentally safe dan size inclusive. Pendekatan yang digunakan dalam proses penciptaan karya ini adalah pendekatan estetika, pendekatan ergonomi, dan pendekatan fungsi. Proses pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode observasi lansung dan metode studi pustaka. Metode penciptaan yang digunakan adalah practice-based research. Teknik perwujudan karya menggunakan teknik convertible dan teknik batik tulis. Karya yang dihasilkan adalah empat busana formal kerja Wanita. Masingmasing karya memiliki perbedaan model busana dengan motif batik yang sama. Warna seluruh karya dibuat selaras agar menjadi satu koleksi busana yang berkesinambungan. Empat set busana karya diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan fashion maupun batik, serta dapat menjadi ide alternatif dalam menciptakan busana yang sustainable

    Ekspresi wajah topeng malangan dalam karya keramik hiasan dinding

    No full text
    Penciptaan karya Tugas Akhir berjudul "Ekspresi Wjah Topeng Malangan Dalam Karya Keramik Hiasan Dindinf" memberikan wawasan kepada masyarakat luas terkait keberaddaan Topeng Malangan yang keberadaannya sudah hampir punah, dan mencoba membuat inovasi bentuk Topeng dengan mempertahankan ciri khas ornamentasi pada bapang sebagai penciri Topeng Malangan dengan media keramik. Penciptaan karya ini menggunakan metode penciptaan Practice based Research menurut Mallins, Ure dan Grey (1996::1) Metode penciptaan ini memiliki empat tahapan yaitu literature rersearch, study empiric, visual research, dan practice

    Kajian estetika visual cyanotype karya Poramit Thantapalit

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang teknik dan estetika Cyanotype, terutama dalam karya-karya seniman Poramit Thantapalit yang konsisten menggunakan teknik Cyanotype dalam karyanya, dengan fokus pada daur ulang dan pesan lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan teori Clive Bell yang menekankan elemen visual berupa bentuk, garis dan warna untuk menganalisis karya-karya Poramit dalam konteks pameran "Wildlife Visual Art Exhibit". Pemilihan karya cyanotype oleh Poramit Thantapalit dilakukan dengan memilih lima karya dari lima hewan yang berbeda, masing-masing dengan konsep cerita yang unik. Keunikan dan karakteristik langka dari subjek menjadi faktor penting dalam pemilihan, serta representasi hewan dari berbagai habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya-karya seni Cyanotype Poramit Thantapalit menampilkan penguasaan teknis yang tinggi dan kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan tentang hubungan antara manusia dan alam

    Branding Kelompok Tari Pragina Gong Yogyakarta Di Media Sosial Instagram

    No full text
    Pragina Gong Yogyakarta merupakan kelompok tari yang aktif dalam melestarikan seni tari, baik itu tari tradisional maupun modern. Seiring dengan perkembangannya kelompok Pragina Gong membutuhkan suatu branding dan beradaptasi dengan berbagai tantangan baru dan dituntut untuk mempertahankan eksistensinya dalam industri seni pertunjukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi branding kelompok tari Pragina Gong di media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan teori branding dari Alina Wheeler, yang menjelaskan lima langkah dalam melakukan proses branding dan media sosial dari Jubilee Enterprise, yang memaparkan tentang fitur-fitur yang ada di media sosial instagram. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah branding yang efektif melalui instagram meliputi beberapa proses penting yang harus dipenuhi. Pragina Gong telah melakukan upaya branding dengan mengikuti lima proses branding yaitu Conducting Research,Clarifying Strategy, Designing Identity, Creating Touchpoints, dan Managing Assets. Oleh karena itu, branding yang efektif melalui instagram dapat membantu Pragina Gong Yogyakarta meningkatkan kesadaran branding dan engagement, serta meningkatkan visibilitas dan pengaruh pada pengguna Instagram

    Perancangan Interior Stasiun Lempuyangan Dengan Pendekatan Experiential Design

    No full text
    Stasiun Lempuyangan berperan sebagai stasiun utama yang melayani kereta api segmen ekonomi lokal dan commuterline, memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan industri pariwisata di Yogyakarta melalui penyediaan sarana akomodasi transportasi yang efektif. Aspek aksesibilitas dan citra stasiun menjadi vital sebagai fasilitas publik yang melayani wisatawan. Perancangan ini bertujuan untuk merancang interior Stasiun Lempuyangan menggunakan metode perancangan Rosemary Kilmer, yang dipilih untuk eksplorasi ide-ide yang relevan dengan konteks permasalahan. Fokus utama dari perancangan ini adalah peningkatan sarana, prasarana, dan pemaksimalan fungsi ruang dengan pertimbangan desain yang membagi segmentasi pengguna kereta api. Perancangan ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan ruang melalui penataan layout yang memperhatikan sirkulasi pengguna ruang. Citra stasiun diperkuat melalui pendekatan "experiential design", yang mengadopsi bentuk arsitektur Malioboro untuk memperkuat citra Yogyakarta di Stasiun Lempuyangan. Hasil akhir dari perancangan ini adalah pengunjung tidak hanya mendapatkan fasilitas yang memadai, tetapi juga pengalaman ruang yang unik melalui adaptasi nilai lokalitas dalam desain interior. Dengan demikian, Stasiun Lempuyangan diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kenyamanan dan kepuasan wisatawan serta mendukung perkembangan pariwisata di Yogyakart

    S. Sudjojono dan asal mula seni lukis kontemporer Indonesia

    No full text
    Buku ini merupakan terjemahan disertasi Sanento Yuliman ke dalam bahasa Indonesia berjudul “Genese de La Peinture Indonesienne Contemporaine : Le Role de S. Soedjojono. Sanento membatasi analisisnya tentang karya S. Soejojono pada korpus karya yng dipilih sebagai representasi praktik seniman selama dekade 1939 hingga 1976. Buku ini memberikan wawasan tentang pembentukan tokoh kanonik tersebut dalam sejarah seni rupa Indonesia. Penulis mendekonstruksi S. Soedjojono secara analitis dengan referensi ketat pada dokumen, korespondensi, kary-karya, serta rekan-rekan dan lawan bicaranya

    Fana

    No full text
    Fana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti dapat rusak (hilang, mati) atau tidak kekal. Inspirasi penyusunan atas rangsang idesional dari pengalaman empiris penata. Latar belakang penata yang menjadi penyendiri karena kerinduan atas peristiwa kehilangan sosok orang tua yang menjadi panutan. Tipe tari pada karya tari merupakan liris dengan adanya beberapa adegan. Terdapat 5 adegan dalam karya ini yaitu introduksi yang menggambarkan masa kecil penata, adegan kedua kerinduan, adegan ketiga keterpurukan, adegan keempat kesedihan dan ending. Penciptaan karya tari Fana menggunakan metode eksplorasi, improvisasi, komposisi. Karya tari Fana dipentaskan di Prosenium Stage Jurusan tari ISI Yogyakarta. Karya tari ini merupakan tari kelompok dengan 5 penari. Ada 3 tokoh pembantu sebagai sosok ayah, ibu dan anak kecil. Musik tari karya ini menggunakan format MIDI, dengan durasi 21 menit. Tata busana yang digunakan berupa atasan berwarna krem dan celana kulot berwarna putih

    Teknik pirografi pada ornamentasi tas kulit di Tio Handicraft

    No full text
    io Handicraft salah satu brand UMKM bergerak dibidang industri tas kulit yang didirikan oleh Eka Dewi selaku perajinnya, sejak tahun 2011. Tujuan utama Eka Dewi menggunakan bahan baku kulit untuk produk tas lukis kulitnya, karena kulit merupakan bahan yang awet (berjangka panjang) dan mudah dalam pengolahannya menjadi sebuah produk tas. Adapun proses ornamentasi menggunakan teknik pirografi dan merupakan salah satu cara yang paling mendekati untuk menyalurkan kreativitas dari hobinya, yaitu melukis. Sistem penerapan pirografi menjadi produk kustom yaitu dibuat sesuai keinginan konsumen atau sudah tersedia terlebih dahulu berdasarkan hasil inspirasi perajinnya. Maka dari itulah perlu pemahaman bagaimana proses ornamentasi dilakukan, serta bagaimana hasil yang ditampilkan dari sebuah produk tas lukis kulit ditinjau dari segi visual melalui fungsi, gaya, dan struktur seninya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan 3 batasan sampel berdasarkan jenis tas yang paling banyak diproduksi, dan juga jenis ornamen yang digunakan dalam produksi tas lukis kulit di Tio Handicraft. Adapun validitas penelitian berdasarkan pengamatan peneliti yang dibuktikan dengan hasil observasi langsung di Tio Handicraft, dan wawancara langsung dengan owner sekaligus perajinnya. Ornamentasi pada tas lukis kulit di Tio Handicraft menggunakan teknik pirografi dengan dua cara diantaranya yaitu, pirografi pada potongan kulit yang sudah menjadi pola bagian tas kulit yang akan dirakit/ diproduksi. Gaya ciri khas yang ditampilkan pada setiap produknya bergaya tradisional dari budaya Jawa yang masuk dalam kategori kontemporer bergaya retro, yang mana banyak pesan dan kesan yang disampaikan melalui ornamennya. Selain itu tampak jelas unsur femininitas di dalamnya. Hasilnya memberikan gambaran yang mendetail dan terlihat seperti nyata, namun pada proses akhir ornamentasi cukup sampai disitu saja, tidak ada proses finishing lebih lanjut. Diharapkan tas lukis kulit yang dihasilkan ada penanganan lebih lanjut agar tas lukis kulit mudah dalam perawatannya khususnya pada bagian tas yang dilukis atau diterapkan ornamentasi

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇