Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Perancangan zine digital Gunungan Grebeg Sekaten sebagai media informasi budaya untuk generasi muda Yogyakarta

    No full text
    Sebuah Zine merupakan salah satu media yang bebas dalam mengangkat isu sebagai konten. Tak terkecuali tentang budaya Gunungan Grebeg Sekaten, sebagai budaya Yogyakarta yang mulai hilang makna aslinya dalam pemahaman generasi muda. Perancangan ini memperbarui media yang sudah ada dan menambahkan cakupan serta gayanya sebagai media edukasi budaya. Dalam penyusunannya perancangan ini menggunakan metode yang mengutamakan kebutuhan audiens. Hasil dari perancangan ini berupa desain zine online untuk halaman edukasi yang menampilkan pengetahuan dasar terkait Gunungan Grebeg Sekaten yang dapat diakses oleh umum. Dan zine yang menjadi sarana pembantu penyebaran budaya Yogyakarta pada masyarakat luar. Berdasarkan survey pengujicobaan yang telah dilakukan, mayoritas suara menunjukkan bahwa audiens suka dengan desain zine dan cara akses mudah yang diberikan

    Penerapan harmoni extended dalam aransemen piano jazz pada lagu Rungkad karya Vicky Prasetyo

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai penerapan harmoni extended dalam aransemen piano jazz pada lagu Rungkad karya Vicky Prasetyo. Penelitian ini bertujuan untuk membantu musisi terutama pianis agar memiliki wawasan baru dalam hal pemahaman serta kemampuan mengenai teknik harmoni extended dengan menerapkannya ke dalam contoh lagu dengan pola ritme dangdut yang diaransemen menjadi bossanova. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik yang digunakan adalah harmoni extended. Proses untuk meneliti mengenai penerapan harmoni extended dalam aransemen piano jazz pada lagu Rungkad ini dengan mengumpulkan berbagai jurnal, diskografi data yang ingin diteliti dan berbagai buku jazz. Teknik eksplorasi yang ingin diteliti dengan mencoba berbagai nada-nada hingga menemukan nada yang tepat, agar suara yang dihasilkan terdengar selaras. Hasil penelitian mengenai teknik harmoni extended menunjuk pada susunan akor dasar yang berisi 3 nada ditambah nada lain yang diambil dari nada ke 7, 9, 11 atau 13 disesuaikan dengan prinsip keselarasannya menjadi suatu lagu yang berbeda yang disebut extended chord. Konsep harmoni extended ini bisa menjadi gambaran sekaligus acuan bagi para musisi pada saat membuat lagu, agar lagu yang ingin dihasilkan terdengar lebih kaya dan tidak monoton. Berbagai masalah teknis dapat dikuasai melalui pemahaman akan berbagai pengetahuan teoritis musik menyangkut struktur akor, progresi akor, serta latihan secara konsisten

    Pembelajaran Tari Incling Jangget dengan media TikTok pada ekstrakurikuler tari di SMP Negeri 3 Sewon Bantul

    No full text
    SMP Negeri 3 Sewon memiliki beberapa ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan diri bagi peserta didik. Salah satu ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 3 Sewon yaitu ekstrakurikuler tari. Materi yang disampaikan pada semester genap yaitu Tari Incling Jangget. Kendala yang dialami peserta didik yaitu kesulitan menghafal materi gerak yang disampaikan karena tidak semua peserta didik memiliki pengalaman menari. Peserta didik membutuhkan waktu dan alat bantu untuk mencapai target penghafalan, oleh karena itu memanfaatkan TikTok sebagai media pembelajaran Tari Incling Jangget pada ekstrakurikuler tari di SMP Negeri 3 Sewon dalam bentuk video tari utuh. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembelajaran Tari Incling Jangget dengan media TikTok pada ekstrakurikuler tari di SMP Negeri 3 Sewon Bantul. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus. Objek penelitian yaitu pembelajaran Tari Incling Jangget dengan media TikTok pada ekstrakurikuler tari di SMP Negeri 3 Sewon Bantul dan subjek penelitian yaitu peserta didik, pelatih tari, Guru Seni Budaya, dan tim pengkarya Tari Incling Jangget. Penelitian ini menggunakan teknik validasi triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu penggunaan media pembelajaran berbasis TikTok oleh pelatih dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler tari di SMP Negeri 3 Sewon dikatakan sangat berhasil, karena TikTok dapat memudahkan peserta didik hingga mencapai target penghafalan. Pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran juga mendapatkan respon positif dari peserta didik, yang menyatakan bahwa media TikTok menjadikan lebih semangat belajar karena membantu proses penghafalan gerakan tari

    Perancangan konten animasi pendek untuk mengurangi prokrastinasi pada ilustrator

    No full text
    Prokrastinasi diartikan sebagai kebiasaan menunda-nunda pekerjaan untuk melakukan hal lain yang lebih sepele. Dampak yang dapat ditimbulkan dari prokrastinasi seperti kualitas kerja kurang maksimal, pekerjaan tidak dapat selesai tepat waktu, hingga membuat hilangnya kepercayaan dari orang lain. Permasalahan yang muncul dari prokrastinasi sendiri seringkali dianggap sepele padahal dapat memberikan efek yang besar jika tidak ditanggulangi. Kurangnya pemahaman tentang cara mengurangi prokrastinasi ini membuat diperlukannya perancangan media yang dapat memberikan ilmu dan cara-cara mengurangi prokrastinasi. Dalam lingkup ilustrator, prokrastinasi dapat membuat penurunan kualitas karya yang dapat menjadi masalah dalam pekerjaan. Perancangan animasi pendek ini berusaha memberikan pesan yang singkat, jelas, dan menarik untuk ditonton agar dapat memberikan pengetahuan lebih kepada penontonnya terkait prokrastinasi. Animasi pendek merupakan sebuah media yang ringkas namun dapat menyampaikan pesan dengan baik melalui visual, storytelling, dan audio secara bersamaan. Penyampaiannya yang singkat membuatnya menjadi sebuah media yang praktis dan tidak membuang-buang waktu konsumennya sehingga dapat pesan dapat dicerna dengan baik dan tidak membuat prokrastinasi berlanjut

    Burung Phoenix dalam karya logam

    No full text
    Penciptaan karya seni ini adalah wujud pengekspresian ide gagasan yang terinspirasi dari mitologi burung phoenix. Berbagai budaya di dunia sering menganggap burung phoenix sebagai simbolisme dari keabadian, kebangkitan, dan regenerasi. Visualisasi dari burung phoenix sampai saat ini masih menjadi misteri karena belum adanya bukti yang valid tentang penampakannya, namun menurut beberapa sumber ada yang mengatakan bahwa burung phoenix menyerupai seperti elang dan bangau dengan warna yang cerah. Konsep penciptaan dari tema burung phoenix ini memfokuskan pada simbolisme yang terkandung pada burung ini. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan karya ini yaitu metode pendekatan estetika dari A.A.M Djelantik dan pendekatan semiotika dari Charles Sanderse Pierce. Metode penciptaan yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian berbasis praktik (practice based research) menurut Malins, Ure, dan Gray. Teknik penciptaan yang digunakan dalam karya ini adalah lost wax casting (pengecoran lilin hilang), teknik las oksigen asetilen (las karbit) dan teknik engrave. Bahan utama yang digunakan untuk pengecoran yaitu alumunium dan untuk proses finishing menggunakan gold leaf (prada). Hasil penciptaan tugas akhir ini berjumlah empat karya, tiga karya diantaranya berupa karya 3 dimensi yang didisplay menggunakan pustek dan 1 karya relief yang didisplay menempel pada tembok. Karya pertama berjudul “Ambisi Menuju Puncak Tertinggi”, karya kedua berjudul “Api Semangat”, karya ketiga berjudul “Potensi” dan karya keempat berjudul “Lahirlah”

    Jazz dan Wacana Posmodernisme Dalam komposisi Gitar All the Things You Are Karya Roland Dyens

    No full text
    Salah satu wacana posmodernisme dalam seni ditandai dengan hilangnya batas antara seni 'tinggi' dan populer, bentuk aransemen jazz standard dalam karya All the Things You Are oleh Roland Dyens mengindikasikan hal yang sama mengingat penciptaan aransemen tersebut menggunakan musik jazz populer yang diadaptasi ke dalam repertoar gitar klasik. Penelitian ini bertujuan mencari karakteristik musik jazz dan pengaruh wacana posmodernisme dalam karya All the Things You Are oleh Dyens baik secara tekstual maupun kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan musikologis. Data penelitian meliputi analisis struktur, harmoni, dan aransemen musik. Ilmu musikologi digunakan sebagai instrumen penelitian yang berfungsi sebagai tolok ukur terhadap fenomena yang menjadi fokus penelitian. Sementara tahap penelitian meliputi tahap pendahuluan, pengumpulan, dan tahap analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat karakteristik musik jazz dalam komposisinya melalui penggunaan berbagai ekstensi akord; konstruksi struktur atas akord; ayunan ritme; dan figur bas berjalan, sementara pengaruh posmodernisme secara langsung dalam karya Dyens tersebut meliputi gaya pastiche; persilangan seni 'tinggi' dan populer; serta tendensi relativistik. Penelitian ini secara garis besar dapat berkontribusi dalam pengembangan studi maupun interpretasi musik posmodern khususnya pada repertoar gitar klasik era kontempore

    Representasi fase five stages of grief pada busana artwear

    No full text
    Five Stages of Grief merupakan sebuah model yang dikemukakan oleh Elizabeth Kubler-Ross pada bukunya yang berjudul On Death and Dying. Model ini menjelaskan tentang tahapan kondisi yang dilalui seseorang saat berduka, yaitu Denial (Penyangkalan), Anger (Kemarahan), Bargaining (Penawaran), Depression (Depresi) dan Acceptance (Penerimaan). Ketertarikan yang didasari pengalaman pribadi dan kedekatan isu kedukaan ini dengan masyarakat, berujung pada penciptaan karya seni kriya tekstil yang merepresentasikan Five Stages of Grief dalam busana artwear dengan tujuan menjelaskan konsep utama karya seni ini, serta proses penciptaannya dan karya yang dihasilkan dari penciptaan tersebut. Dalam perwujudan karya ini digunakan beberapa metode pendekatan seperti pendekatan estetika, semiotika dan psikologi. Lalu metode penciptaan yang dipakai adalah metode Practice Based Research. Teknik yang digunakan dalam mewujudkan karya tugas akhir ini adalah teknik batik tulis dengan pewarnaan celup warna alam dan teknik sulam tapis. Kedua teknik ini diaplikasikan diatas kain linen yang kemudian disatukan dengan teknik jahit. Penciptaan karya tugas akhir ini menghasilkan lima karya yang berjudul “Denial: Refusing the Reality”, “Anger: A Raging Fire”, “Bargaining: A Wishful Thinking”, “Depression: In the Depth of Despair” dan yang kelima adalah “Acceptance: Life is Still Going On”. Kelima karya ini berupa busana artwear yang merepresentasikan masing-masing fase Five Stages of Grief dengan simbol bentuk dan warna

    Cupang halfmoon sebagai ide penciptaan busana pesta malam wanita

    No full text
    Tugas akhir ini fokus pada pembuatan busana pesta malam wanita dengan pendekatan eksperimental, mengadopsi corak dan warna dari ikan Cupang Halfmoon. Inspirasi utama datang dari keindahan sirip ekor setengah lingkaran yang anggun pada ikan ini. Teknik tie-dye dipilih sebagai elemen kunci, menggambarkan proses kreatif yang terinspirasi dari alam. Palet warna merah, biru, dan hitam dipadukan dengan eksplorasi teknik tie-dye, menghasilkan pewarnaan memberi kesan dramatis. Siluet busana yang menggambarkan sirip yang lebar dan berbentuk setengah bulan, menciptakan kesan kemegahan yang memukau. Teknik tie-dye memberikan dimensi artistik yang merepresentasikan corak alami dan tak terduga yang mirip sirip Cupang Halfmoon yang menjuntai di dalam udara. Corak putih, merah, biru, dan hitam mencerminkan keberanian, ketenangan, dan misteri menciptakan harmoni visual yang mempesona. Penciptaan karya busana ini menggabungkan keunikan corak dan warna ikan Cupang Halfmoon dengan teknik tie-dye eksperimental. Hasilnya, koleksi ini bukan sekadar pakaian, melainkan karya seni eksploratif yang memadukan alam dengan desain inovatif. Dengan menyatukan unsur kreatif, teknis, dan artistik, busana pesta malam ini berhasil menciptakan pengalaman visual yang memukau secara keseluruhan

    Perancangan Buku Ensiklopedia Tentang Pemberdayaan Perempuan Berdasarkan Sustainable Development Goals

    No full text
    Ketidakadilan terhadap perempuan merupakan hal yang masih marak terjadi dimana-mana. Meskipun progres yang sudah terjadi perlu diakui, namun banyak langkah yang perlu diambil untuk menjamin kesetaraan untuk semua gender. Dilatarbelakangi banyaknya kasus menyangkut perlakuan yang menyakiti perempuan di seluruh dunia, PBB mengambil tindakan dalam perancangan SDG untuk mendukung usaha pemberdayaan perempuan. Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan skema aksi yang ditetapkan PBB dan pemimpin dunia yang bertujuan mengaktualisasi pembangunan sosial dan lingkungan yang berkepanjangan. Salah satu dari Tujuan atau Goals tersebut menyangkut Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Tujuan ini juga berorientasi untuk menyejahterakan dan melibatkan perempuan secara aktif dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Pengumupulan dan analisis data dilakukan dengan metode 5W+1H dari dokumen dan buku penting keluaran pemerintah dan badan yang berkenaan dengan keperempuanan dan keberlanjutan. Perancangan buku ensiklopedia tentang pemberdayaan perempuan berdasarkan SDGs dibuat untuk menjadi media edukasi dan sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Indonesia akan ketidaksetaraan gender yang masih terjadi di sekitarnya dan di dunia, serta mengetahui langkah-langkah yang bisa diambil untuk mendukung penyetaraan hak antar gender dengan harapan memberi keadilan bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam sektor-sektor yang vital untuk kelangsungan hidup manusia. Hasil temuan responden perancangan membuktikan bahwa kualitas perancangan sudah sangat baik dan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai topik dalam buku butuh ditingkatkan lebih lanju

    Perancangan Komik Media Sosial dan Art Toys dengan Konstruksi Baru Mitos Hantu Indonesia

    No full text
    Cerita hantu merupakan folklore masyarakat Indonesia yang selalu relevan. Dalam cerita-cerita tersebut hantu sering kali diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat tidak manusiawi seperti teror, tempat yang kotor, bersimbah darah, bebauan yang tidak sedap dan lain semacamnya. Folkore dan mitos memenuhi fungsi-fungsi sosial tertentu di sebuah masyarakat, seperti membantu anggota masyarakat tersebut untuk menghindari tempat dan aktivitas yang berbahaya bagi anggota dan kelompoknya. Seiring perkembangan zaman, bentuk mitos senantiasa berkembang menyesuaikan relevansi zaman. Menggunakan data-data kualitatif dan pendekatan dekonstruksi, perancangan ini membuat komik strip dan art toy berdasarkan pemaknaan alternatif dari folklore dan mitos yang telah didekonstruksi. Platform Instagram dipilih sebagai platform publikasi karya utama berupa komik strip dikarenakan fitur-fitur yang mendukung seperti fitur carousel. Selain itu, platform Instagram dipilih karena kemampuan jangkauannya yang luas melalui algoritma yang terpasang. Setelahnya, karakter-karakter dari komikstrip tersebut diadaptasi ke dalam bentuk art toy sebagai alih media ke dalam bentuk mainan. Menggunakan kedua media utama tersebut perancangan ini merupakan pengembangan baru dari cerita rakyat ke dalam bentuk dan narasi yang lebih segar dan releva

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇