49728 research outputs found
Sort by
Perancangan interior area keberangkatan Terminal Terpadu Pulau Gebang Jakarta Timur dengan pendekatan transit-oriented development (TOD)
Pertumbuhan penduduk Jakarta akibat urbanisasi membentuk masyarakat multikultural dan menuntut sistem transportasi publik yang efisien. Pasca pemindahan Ibu Kota ke Nusantara (IKN), Jakarta ditetapkan sebagai pusat ekonomi nasional dan kota global. Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), sebagai terminal bus terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar dalam mendukung mobilitas antarkota, namun menghadapi tantangan berupa fasilitas yang belum optimal, stigma negatif, dan ketimpangan ruang. Perancangan interior terminal ini menggunakan pendekatan Transit-Oriented Development (TOD) yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Tema Smart-Hub Building diterapkan untuk mengintegrasikan teknologi dan fungsi ruang. Penerapan konsep utama Inter-Nature, yang terinspirasi dari jaringan jamur Arbuskular Mikoriza Fungi (AMF), digunakan sebagai simbol keterhubungan antarkota layaknya hubungan mutualistik jamur dan tumbuhan. Penerapan konsep ini menghasilkan desain interior yang efisien, aksesibel, dan mendukung aktivitas sosial, ekonomi, serta lingkungan. TTPG diharapkan mampu menghilangkan stigma negatif, meningkatkan kualitas layanan transportasi, dan memperkuat perannya sebagai terminal modern berstandar internasional yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini dan masa depan
Musik populer, trajektori dan integrasi sosial masyarakat Desa Rejomulyo Lampung Selatan
Penelitian ini bertujuan mengkaji praktik musik populer di Desa Rejomulyo, Lampung Selatan, dan peranannya dalam membentuk identitas sosial serta integrasi masyarakat transmigran yang heterogen. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan mengandalkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genre dangdut, campursari, dan musik pop berfungsi sebagai media ekspresi budaya sekaligus sarana penguatan solidaritas antarwarga. Musik populer di desa ini memiliki peran ganda, yakni sebagai hiburan dan sebagai penghubung antar generasi serta latar belakang budaya yang beragam. Proses glokalisasi memperkaya dinamika musikal dengan mengadaptasi unsur-unsur global ke dalam konteks lokal sehingga terbentuk bentuk musikal yang khas dan inklusif. Komunitas musik lokal seperti grup organ tunggal, qosidah, dan kelompok akustikan menjadi ruang sosial yang membangun jaringan sosial dan kohesi antaranggota masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa musik merupakan medium budaya aktif yang tidak hanya melestarikan nilai-nilai lokal, tetapi juga mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan di desa
Implementasi Teknologi Text-to-Speech pada Produksi Voice-Over Animasi "The Tortoise and the Hare"
Penelitian ini mengkaji implementasi teknologi text-to-speech pada produksi voice-over animasi "The Tortoise and the Hare" yang diproduksi oleh PT Selingkar Literasi Sayang Keluarga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tren pemanfaatan teknologi AI di industri kreatif, namun belum ditemukan penelitian spesifik terkait penggunaan text-to-speech untuk produksi voice-over animasi edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tahapan produksi voice-over berbasis text-tospeech, mengidentifikasi kendala teknis selama proses produksi, serta menganalisis dampaknya terhadap industri animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara, serta analisis dokumen berupa catatan produksi, naskah (script), storyboard, serta luaran voice-over. Penelitian dilaksanakan selama 8 bulan dengan durasi pengamatan 7 jam per hari kerja. Analisis proses produksi mengacu pada prosedur umum produksi animasi menurut Laura Moreno dan proses penciptaan musik film menurut Richard Davis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan text-tospeech meningkatkan efisiensi waktu, ruang, dan biaya, namun memunculkan tantangan berupa kebutuhan pemahaman prompting, keterbatasan ekspresivitas suara, serta proses trial & error untuk memperoleh hasil yang sesuai. Dampak implementasi text-to-speech tidak serta merta menggantikan peran manusia, tetapi menggeser kompetensi yang dibutuhkan dari keterampilan olah vokal menjadi keterampilan teknis dan teknologi, sejalan dengan teori Substitusi Tenaga Kerja menurut Klaus Schwab dan teori Relasi Manusia dengan Teknologi menurut Don Ihde
"Awa Tantra" pertunjukan teater visual ; fenomena meditasi cahaya
Meditasi cahaya adalah salah satu praktik spiritual Jawa. Penciptaan karya seni menjadi salah satu menifestasi pertunjukan dengan mengelaborasikan pengalaman empiris dan seni. Banyak peneliti yang meneliti tentang meditasi beserta dampaknya, namun masih sedikit yang mentransformasikan kedalam bentuk seni pertunjukan. Fenomena meditasi cahaya merupakan praktik meditasi yang melibatkan kesadaran diri terhadap visualisasi di dalam penglihatan. Melalui pendekatan fenomenologi persepsi, fenomena meditasi cahaya dapat diamati dan ditransformasikan menjadi bentuk karya seni. Fenomenologi persepsi mengarah pemahaman individu tentang empiris dan kesadaran diri. Meditasi cahaya dapat ditransformasikan kedalam bentuk teater visual dengan pendekatan posdramatik yang lebih menekankan pada eksplorasi cahaya, gerak, bunyi, visual, dan lanskap. Proses transformasi fenomena meditasi cahaya ke dalam bentuk pertunjukan teater visual menggunakan metode practice-led research. Menekankan pada kreativitas praktisi seni dalam penelitian dan praktik seni. Pertunjukan teater visual Awa Tantra ini menjadikan sarana edukatif bagi pelaku seni cahaya maupun praktisi meditasi. Temuan penting dalam penciptaan karya seni pertunjukan ini adalah bagaiamana transformasi pengalaman meditasi cahaya ke dalam teater visual. Pertunjukan posdramatik ini berbentuk fragmentatif. Elemen cahaya, gerak, visual, dan lanskap menjadi medium utama yang menghadirkan kesadaran transendetal dan spiritual
Membangun teka-teki dengan penerapan pola alur nonlinier dalam penulisan skenario film fiksi "Wicked"
Film Indonesia dengan genre thriller bisa dibilang jarang. Penciptaan skenario film “Wicked” bertujuan untuk memperbanyak referensi skenario film fiksi genre thriller yang menerapkan pola alur nonlinier. Skenario film “Wicked” bercerita tentang 5 kejadian dalam 5 hari yang dialami Tommy, meghadapi kematian bos-nya yang terjadi secara tiba-tiba. Skenario film “Wicked” mengeksplorasi sisi gelap sifat manusia seperti kekerasan, keserakahan, dan korupsi. Sebuah cerita tentang sisi gelap kemanusiaan yang memberikan persepsi bahwa dunia bukanlah tempat yang baik, penuh dengan rasa sakit yang tak terhindarkan dan orang-orang yang mengerikan. Tapi kebajikan masih ada, dan pada akhirnya layak untuk diperjuangkan. Skenario film “Wicked” menggunakan konsep pola alur nonlinier. Alasan penggunaan pola alur nonlinier adalah karena pola alur nonlinier dapat memiliki efek yang kuat pada pembaca atau penonton karena dengan mundur atau maju dalam waktu, cerita dapat memberikan efek mengejutkan atau yang biasa disebut element of surprise tentang mengapa sesuatu aksi dilakukan oleh tokoh atau bagaimana tokoh mencapai posisinya saat itu di dalam cerita. Pola alur nonlinier dapat membangun teka-teki karena pembaca atau penonton tidak benar-benar mengetahui atau memahami apa yang sedang terjadi, dan terkadang disorientasi tersebut tercermin dari pemikiran dan keputusan karakter
Chiaroscuro Lighting Sebagai Pendukung Unsur Dramatik dalam Sinematografi Film "Yang Tak Kunjung Mendarat".
Pencahayaan merupakan salah satu elemen penting dalam sinematografi yang mampu memperkuat narasi sebuah film. Dalam film "Yang Tak Kunjung Mendarat", Chiaroscuro Lighting digunakan untuk memvisualisasikan konflik batin tokoh utama, Seto, seorang ayah tunggal yang menghadapi tekanan emosional akibat perannya yang tertukar dengan istrinya karena faktor sosial ekonomi. Teknik pencahayaan ini dirancang untuk menyoroti ekspresi dan gestur tubuh Seto dalam menyampaikan emosinya secara mendalam, tanpa terlalu mengandalkan dialog verbal
Peran gerak dan lagu dalam mengasah kemampuan menghafal lagu pada penampilan bernyanyi anak usia dini
Dalam praktik pembelajaran, anak-anak sering kali mengalami kesulitan dalam menghafal lagu baru, terutama ketika metode yang digunakan hanya berbasis verbal tanpa melibatkan aktivitas kinestesis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran gerak dan lagu dalam mengasah kemampuan menghafal lagu pada penampilan bernyanyi anak usia dini. Kemampuan menghafal merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak, khususnya dalam pembelajaran musik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan enam orang siswa berusia 4 sampai 6 tahun sebagai subjek utama. Selain itu kepala sekolah, guru kelas, dan guru ekstrakurikuler vokal juga dilibatkan sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi gerakan sederhana yang sesuai dengan lirik lagu dapat membantu anak untuk lebih cepat dan lebih mudah dalam mengingat lirik. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman terhadap isi lagu yang dinyanyikan. Pendekatan gerak dan lagu tidak hanya berdampak pada daya ingat verbal, tetapi juga menstimulasi aspek kinestesis dan emosi positif selama proses pembelajaran. Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa gerak dan lagu mampu mendukung daya ingat anak usia dini serta menjadi strategi dalam pembelajaran musik yang menyenangkan dan dapat membantu menyelesaikan tugas perkembangan anak. Dengan demikian, penting bagi pendidik untuk mempertimbangkan metode yang menggabungkan gerakan dan musik dalam proses pembelajaran
Peran permainan teknik flute dalam membangun identitas musik keroncong modern : analisis atas lagu ”Senyawaku” oleh Joharini Band
Musik keroncong sebagai salah satu identitas budaya Indonesia mengalami tantangan eksistensi di tengah dominasi musik populer modern. Joharini Band, grup musik asal Yogyakarta, menghadirkan pembaruan melalui perpaduan musik keroncong dengan unsur folk modern. Salah satu karya mereka, “Senyawaku”, menampilkan instrumen flute sebagai elemen utama pembentuk identitas musikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan flute dalam lagu tersebut serta mengkaji peranannya dalam membangun karakter musik keroncong modern yang tetap berpijak pada akar tradisi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan flute dalam lagu “Senyawaku” tidak hanya berperan sebagai pengisi melodi, tetapi menjadi struktur utama dalam menciptakan nuansa dan emosi musikal. Teknik yang digunakan meliputi improvisasi, trill, arpegio, slur, sixtuplet, dan dinamika yang bervariasi. Flute hadir dominan pada bagian intro, filler, interlude, hingga coda, dengan peran signifikan dalam menjembatani bagian lagu serta memperkuat warna dan karakter musikal Joharini Band. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa flute memainkan peran sentral dalam memperkuat identitas musik keroncong modern yang bersifat adaptif dan ekspresif
Perancangan Interior PAUD Generasi Pilihan Berbasis Exploration Space dengan Pendekatan Reggio Emilia
Reggio Emilia merupakan pendekatan pembelajaran yang diterapkan di PAUD Generasi Pilihan yang berlokasi di Pekanbaru, Riau. Pendekatan Reggio Emilia mempercayai bahwa anak belajar dan berkembang melalui 1000 bahasa yang berarti banyak sekali cara untuk anak belajar terutama melalui lingkungan sekitar yang mana merupakan salah satu prinsip dari pendekatan Reggio Emilia. Anak di usia emasnya merupakan masa yang sangat krusial dan penting bagi anak untuk menentukan karakter dirinya, pengembangan karakter di usia emas sangat dipengaruhi oleh lingkungan maka dari itu dengan menggunakan gaya desain organik modern perancangan PAUD Generasi Pilihan menciptakan ruang eksplorasi dimana anak bebas untuk melakukan eksplorasi dan belajar dari berbagai hal selaras dengan prinsip pendekatan Reggio Emilia sehingga di usia emasnya anak akan mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran dari lingkungan sekitarnya sehari-hari yakni interior bangunan dari PAUD Generasi Pilihan
Tambang pasir di Kabupaten Garut sebagai inspirasi penciptaan naskah drama Uga Wangsit Siliwangi
Tujuan penulisan ini bertujuan menciptakan naskah drama Uga Wangsit Siliwangi yang mengintegrasikan fenomena penambangan pasir ilegal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kekayaan budaya Sunda melalui estetika surealisme satir politis. Berangkat dari kerusakan lingkungan dan konflik sosial akibat tambang ilegal, serta folklor Prabu Siliwangi sebagai simbol pelestarian alam, naskah ini mengkritik eksploitasi sumber daya dan juga melestarikan identitas Sunda. Metode penciptaan meliputi analisis sumber (observasi di Leles, wawancara dengan warga dan narasumber luar daerah, studi teks Carita Parahyangan), perumusan treatment, penokohan, alur berbasis perkembangan watak, dan latar (Leuweung Sancang dan Buwana Larang). Hasilnya adalah naskah dua babak yang menggabungkan bahasa Sunda buhun dan keseharian, dengan elemen surealis (tembok pasir) dan satire politik (dialog sindiran). Naskah ini berkontribusi pada teater Indonesia, memperkuat pelestarian budaya Sunda, dan memicu diskursus ekologi. Saran mencakup pengembangan dialog, pementasan dengan teknologi panggung, dan penelitian resepsi penonton. Penelitian ini relevan untuk advokasi ekologi dan pendidikan budaya di Garut. Kata Kunci: Naskah drama, penambangan pasir ilegal, budaya Sunda, surealisme satir politis, Garut, ekokriti