49728 research outputs found
Sort by
Kajian kepemimpinan pelatih terhadap interpretasi musik (studi kasus: Marching Band Rex Mundi Pomala)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan pelatih dalam membentuk interpretasi musik pada Marching Band Rex Mundi Pomalaa. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana gaya kepemimpinan pelatih, yang bervariasi antara tegas hingga santai, memengaruhi proses latihan, respons anggota, dan pencapaian interpretasi musik pada marching band Rex Mundi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori gaya kepemimpinan Kurt Lewin, yang menekankan pada kepemimpin gaya otoriter, demokratis dan leissez-faire, serta teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu untuk mengupas kedalaman dinamika kekuasaan dalam praktik pelatihan terhadap anggota. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok terarah (forum group discussion) secara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatih memiliki gaya kepemimpinan otoriter menciptakan struktur latihan yang memiliki tujuan disiplin dan terarah, namun terkadang menimbulkan tekanan emosional bagi anggota. Sebaliknya, pelatih dengan gaya santai secara demokratis memberikan ruang eksplorasi kreatif, tetapi memerlukan kontrol tambahan untuk menjaga kedisiplinan. Kombinasi kedua gaya ini terbukti efektif dalam menciptakan interpretasi musik yang kohesif sekaligus membangun ekspresi artistik untuk individu menurut pelatih. Meskipun terdapat kendala pada anggota yang kurang dalam penguasaan hafalan repertoar dan proses latihan yang kurang dalam menguasai interpretasi musik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pelatih memiliki peran sentral dalam proses interpretasi musik melalui pengaruhnya terhadap kedisiplinan, motivasi dan kreativitas anggota. Studi ini memberikan kontribusi pada literatur kepemimpinan dalam konteks seni musik dan membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai hubungan pelatih-anggota di berbagai lingkungan musikal
"Vessels of Grace: Women in John" Penggunaan Elemen Perluasan Teknik Vokal sebagai Strategi Menghadirkan Pengalaman Dengar Kontemplatif dalam Genre Smooth Jazz
Tugas akhir ini mengeksplorasi potensi penggabungan elemen musik kontemporer, khususnya perluasan teknik vokal ke dalam musik sakral untuk menciptakan karya yang tetap mempertahankan pengalaman dengar kontemplatif dengan berakar pada kisah-kisah perempuan dalam Injil Yohanes dalam genre smooth jazz. Tugas akhir ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi strategi menghadirkan pengalaman dengar kontemplatif musik sakral ke dalam genre smooth jazz; (2) mengidentifikasi perluasan teknik vokal yang dapat digunakan tanpa menghilangkan pengalaman dengar kesakralan. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi strategi efektif dalam menciptakan suasana kontemplatif dengan memanfaatkan karakteristik genre smooth jazz melalui tangga nada, ritme, dan penggunaan harmoni, serta mengidentifikasi penggunaan perluasan teknik vokal dalam karya ini. Tantangan utama terletak pada penyeimbangan elemen sakral dan sekuler, namun melalui eksperimen vokal, komposisi ini berhasil menghadirkan dimensi spiritual yang unik tanpa mengorbankan karakteristik smooth jazz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik sakral dapat disajikan dalam bentuk yang lebih modern dan relevan dengan generasi muda, serta membuka peluang bagi pengembangan musik sakral kontemporer yang lebih beragam
Representasi Dampak Fatherless pada Remaja Wanita dalam Karya Batik Kontemporer
Karya penciptaan tugas akhir yang berjudul ‘Representasi Dampak Fatherless pada Remaja Wanita dalam Karya Batik Kontemporer’ merupakan bentuk kepedulian terhadap fenomena fatherless yang saat ini sedang terjadi di Indonesia, serta sebagai wadah menyalurkan pengalaman yang pernah dirasakan beberapa orang terdekat serta pengalaman pribadi yang mengalami fatherless karena ayah meninggal dunia tahun 2015. Fatherless merupakan sebuah kondisi seseorang yang tidak memiliki figur ayah dalam proses pengasuhan. Ketidakhadiran sosok ayah yang dirasakan oleh seseorang dapat disebabkan oleh dua faktor, faktor pertama yaitu orang tua yang mengalami perceraian apabila dari dampak perceraian tersebut ayah melupakan tanggung jawabnya untuk mendidik anak bersama dengan ibu, kedua yaitu seseorang anak tidak merasakan sosok ayah karena ayahnya meninggal dunia/yatim. Tujuan dari diciptakannya karya tugas akhir ini adalah untuk mewujudkan konsep, proses serta hasil representasi dampak fatherless pada remaja wanita dalam karya batik kontemporer. Penciptaan karya ini dalam proses perwujudannya menggunakan teknik batik tulis dengan pewarna remasol sebagai pewarna sintetis dan hasil karyanya berupa batik kontemporer. Adapun metode yang digunakan dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah teori penciptaan SP. Gustami yaitu eksplorasi/pengumpulan data, perancangan, perwujudan. Dalam penciptaan karya ini menggunakan teori estetika dari A.AM Djelantik yang digunakan untuk menganalisa unsur estetika dalam sebuah karya batik dan menggunakan teori semiotika oleh Charles Sanders Pierce yang membagi tiga kategori tanda berdasarkan hubungan representamen objek meliputi: indek, ikon, symbol. Hasil dari penciptaan karya tugas akhir ini berupa enam buah karya batik kontemporer yang merupakan gambaran dari penyebab seseorang remaja wanita dapat mengalami fatherless yaitu ayah meninggal dunia dan dampak fatherless tersebut diantaranya: merasa kesepian, tidak memiliki makna hidup, depresi dan sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis. warna dalam karya tugas akhir ini dominan memiliki warna latar belakang yang gelap untuk mewujudkan makna dari karya, serta setiap objek mengandung arti tersendiri, selain itu juga terdapat motif yang fungsinya sebagai unsur dekoratif pada karya
Kajian Estetika pada Patung Kontemporer Noor Ibrahim dalam Karya-Karya Pameran ‘Palon’ 2008
Seni patung adalah cabang seni rupa yang menonjolkan bentuk, ruang, dan dimensi, serta memiliki ragam gaya dan karakteristik. Noor Ibrahim, seorang seniman patung kontemporer Indonesia, mengadakan pameran bertajuk Palon di Galeri Nasional Indonesia pada tahun 2008, tahun yang menandai berakhirnya periode boom seni rupa di Indonesia. Palon, yang berarti "memukul," menjadi titik fokus eksplorasi artistik Noor, didukung oleh pustaka yang disusun oleh seniman dan dikuratori oleh Eddy S. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis formal Feldman, yang mencakup deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi. Pembahasan kajian teori estetika meliputi seni rupa kontemporer, seni patung, deformasi, boom seni rupa. Temuan kajian mengungkap estetika dan penggunaan teknik kenteng dalam pembuatan karya Palon dan hubungan antara karya tersebut dengan pengalaman pribadi Noor Ibrahim. Melalui wawancara, Noor Ibrahim berbagi refleksi tentang perjalanan seni rupa dari masa boom hingga era kontemporer, serta pengalaman hidup yang memengaruhi proses kreatifnya. Penulis menemukan kaitan erat antara karya- karya dalam Palon dengan pengalaman pribadi Noor, yang dianalisis melalui teori analisa formal Feldman beserta hasil interpretasinya. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang praktik artistik Noor Ibrahim dan relevansinya dalam konteks seni rupa kontemporer
Pemurnian kecemasan mental diri sebagai ide penciptaan karya seni grafis
Konflik dan perselisihan antar anggota keluarga secara tidak langsung mendatangkan emosi negatif bagi anggota lainnya. Penciptaan berjudul “Pemurnian Kecemasan Mental Diri Sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis” ini mengeksplorasi penggunaan seni grafis, khususnya teknik cetak tinggi atau cukil kayu, sebagai metode terapi untuk mengatasi emosi negatif yang timbul dari konflik antar anggota keluarga. Penulis bertujuan memurnikan kecemasan mental yang diakibatkan oleh perkelahian dan pertengkaran melalui ekspresi peristiwa dan emosi negatif dalam bentuk karya seni grafis. Dalam prosesnya, penulis menggunakan teknik woodcut print sebagai media untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman negatif. Keterlibatan dalam aktivitas kreatif ini tidak hanya membantu dalam meredakan emosi negatif, tetapi juga memberikan penulis perasaan lega dan stabilitas emosional yang lebih baik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terapi seni, khususnya seni grafis dengan teknik woodcut print, efektif dalam memahami dan mengelola emosi negatif secara objektif dan mendalam. Selain itu, terapi seni ini membantu menjaga kestabilan mental dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Penciptaan ini menegaskan bahwa seni grafis dapat menjadi alat yang kuat dalam proses terapi untuk memurnikan kecemasan mental dan meningkatkan kesehatan emosional secara keseluruhan
Implementasi pajak dalam manajemen produksi pada desain interior dan furnitur: studi kasus Rupadatu estetik
Penelitian ini menganalisis implementasi pajak pada manajemen produksi seni rupa, dengan fokus pada desain interior dan furnitur. Studi kasus ini dilakukan di Rupadatu Estetik, dengan tujuan memahami dampak kebijakan pajak terhadap keberlanjutan industri seni rupa dengan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Selain itu, penelitian ini membahas bagaimana pengelolaan pajak dapat diselaraskan dengan prinsip-prinsip desain, serta kaitannya dengan dinamika ekonomi dan keberlanjutan industri seni. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan perpajakan yang terjadi di Rupadatu Estetik seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh), memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi produksi, pengelolaan anggaran, dan keberlanjutan operasional perusahaan. Melalui studi kasus Rupadatu Estetik, penelitian ini memberikan pemahaman mengenai hubungan antara kebijakan pajak, nilai estetika, dan keberlanjutan ekonomi dalam bidang desain interior dan furnitur
Peran guru dan pembina dalam kegiatan ekstrakurikuler Reog Sardula Pratama di SMPN 6 Ponorogo
Pendidikan di sekolah merupakan bekal bagi siswa untuk pembentukan karakter. Terdapat pendidikan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, peran guru dan pembina sangat berpengaruh dalam berjalannya proses pembelajaran ekstrakurikuler dengan beberapa kendala yang dihadapi oleh para peserta didik hingga fasilitas yang menghambat kegiatan ekstrakurikuler. Diharapkan para peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam tari Reog Ponorogo tentang ketekunan, ketangguhan, terampil, dan perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran guru dan pembina pada ekstrakurikuler Reog Sardula Pratama di SMPN 6 Ponorogo. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa peran dan fungsi guru serta pembina ekstrakurikuler sebagai educator, innovator, motivator, dinamisator, evaluator, leader, manager, facilitator, administrator, dan supervisor. Adanya peran dan fungsi guru serta pembina tersebut memberikan pengaruh baik pada ekstrakurikuler Reog sehingga dibuktikan pada pencapaian prestasi yang diraih setiap tahunnya. Kegiatan ekstrakurikuler Reog Ponorogo telah memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah. Siswa dapat mengembangkan potensinya dalam bidang kesenian terutama budaya lokal yang harus dilestarikan serta mendapatkan berbagai kejuaraan dan penghargaan untuk sekolah
Implementasi model project based learning pada kegiatan ekstrakurikuler tari Montro Kreasi di SMP Negeri 1 Yogyakarta
Ekstrakurikuler tari menjadi tempat bagi siswa yang memiliki bakat dan minat pada seni tari di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Pembelajaran ekstrakurikuler tari tersebut menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, namun pada pelaksanaannya terdapat kendala sehingga menimbulkan situasi belajar yang membosankan, karena pembelajaran yang serupa atau selalu sama, sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang dalam melatih kreativitas, kolaborasi antar siswa, komunikasi, inovasi dalam memanfaatkan media teknologi, dan kurang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan mengintegrasikan Tari Montro Kreasi dengan model Project Based Learning. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning pada kegiatan ekstrakurikuler Tari Montro Kreasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Objek penelitian ini yaitu implementasi model Project Based Learning pada kegiatan ekstrakurikuler Tari Montro Kreasi di SMP Negeri 1 Yogykarta. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru ekstrakurikuler tari dan siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Project Based Learning pada kegiatan ekstrakurikuler Tari Montro Kreasi di SMP Negeri 1 Yogyakarta dalam peningkatan kreativitas dan keterampilan gerak siswa, peningkatan prestasi akademik, peningkatan motivasi dan minat siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berfikir ktitis, peningkatan kemampuan pengolahan data dan informasi, kemampuan memecahan masalah, peningkatan keterampilan kerja tim, peningkatan komunikasi, dan mengembangkan kemampuan manajemen diri, serta memberikan pengalaman belajar berbasis kehiduan nyata dapat berhasil. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum ekstrakurikuler tari yang mengintegrasikan model Project Based Learning untuk memfasilitasi pengembangan kreativitas dan minat siswa terhadap seni tar
Perancangan wayang kulit lakon dumadining Reyog Ponorogo
Karya ini bertujuan untuk merancang sanggit lakon Dumadining Reyog Ponorogo dan merancang wayang kulit tokoh yang ada dalam cerita lakon Dumadining Reyog Ponorogo. Teori yang digunakan dalam karya ini adalah teori alih wahana Sapardi Djoko Damono. Teori ini merupakan proses pengalihan dari satu jenis kendaraan ke jenis kendaraan lain. Karya ini menggunakan teori tersebut guna memindahkan dari kesenian tari Reyog Ponorogo menjadi rancangan boneka serta rancangan pertunjukan wayang kulit. Formulasi perancangan wayang kulit lakon Dumadining Reyog Ponorogo mengalami penyesuaian dan pengembangan. Seperti bentuk tubuh, raut muka, busana yang dikenakan, karakter. Pengembangan tersebut dibuat guna menyesuaikan tokoh dan mempertegas karakter setiap tokohnya Begitu pula dengan sanggit yang tertuang pada perancangan pakeliran wayang kulit ini mengalami pengembangan tujuannya untuk mempertegas dan memaparkan berbagai kejadian yang tidak ditampilkan pada pertunjukan seni tari Reyog Ponorogo
Perancangan Interior The Gaia Hotel Pontianak Dengan Pendekatan Eco-Cultural Design
Desain interior hotel The Gaia merupakan outlet city kota Pontianak. Hotel ini merupakan hotel yang sedang dalam tahap Pembangunan. Berlokasi di Pontianak Selatan, kota Pontianak dan terdiri dari 19 lantai, serta menawarkan total 213 unit kamar dengan pemandangan kota Pontianak. Hotel ini menurut hukum yang berlaku, termasuk dalam klasifikasi hotel bisnis bintang 5. Problem desain yang dihadapi untuk menjadi outlet city adalah menemukan ide solusi desain berbasis kebudayaan dan kekayaan alam Kalimantan. Solusi desain Eco-Cultural dalam perancangan kali ini digunakan untuk menjawab kebutuhan optimalisasi kekayaan budaya dan alam Kalimantan sebagai solusi desain interior hotel The Gaia Pontianak. Penerapan sisi alam dan budaya Kalimantan diimpelementasikan melalui penerapan ornamen-ornamen yang terinspirasi dari kekayaaan budaya Kalimantan. Gaya yang digunakan dalam perancangan The Gaia Hotel adalah modern contemporary yang dapat memberikan kesan timeless pada interior hotel dan juga kombinasi aksen luxury pada ornamen yang digunakan dapat memberikan kesan mewah pada interior hotel untuk menunjukan citra The Gaia Hotel sebagai hotel bintang 5. Dengan oplimalisasi keanekaragaman hayati, flora, dan fauna Kalimantan serta keunikan budaya Kalimantan diharapkan desain hotel The Gaia menjadi daya tarik pariwisata dan outlet city Kalimanta