49728 research outputs found
Sort by
Kajian desain gaun karakter shuri pada webtoon The Fantasie Of A Stepmother dengan pendekatan semiotika Roland Barthes
Pengkajian ini mengkaji makna denotasi dan konotasi desain fashion karakter Shuri dalam webtoon The Fantasie of a Stepmother menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fashion berfungsi sebagai elemen visual yang tidak hanya menunjang estetika, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang merepresentasikan status sosial, karakter, dan konteks budaya. Dalam genre kerajaan yang populer di webtoon, fashion menjadi aspek penting dalam membentuk identitas visual karakter dan menyampaikan makna simbolik kepada pembaca. Pengkajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena visualisasi karakter Shuri, yang ditampilkan sebagai seorang bangsawan bergelar Marchioness. Melalui analisis semiotika, ditemukan bahwa ketiga gaun yang dikenakan Shuri tidak hanya berfungsi sebagai simbol status, tetapi juga mencerminkan perjalanan karakter, identitas, dan dinamika hubungan sosial yang ia jalani. Gaun pertama menegaskan norma aristokrasi dan kompleksitas emosional Shuri, gaun kedua mencerminkan keberanian dalam mengekspresikan identitas, dan gaun ketiga memperkuat wibawa dan martabatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion dalam konteks ini menjadi sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai dan dinamika sosial, menciptakan dialog antara tradisi dan inovasi. Dengan demikian, makna denotasi dan konotasi dari desain fashion Shuri berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang karakter dan narasi dalam webtoon, menekankan pentingnya fashion sebagai medium untuk menyampaikan identitas dan hubungan sosial dalam cerita
Perancangan interior kantor dinas pemadam kebakaran kota Surakarta dengan konsep ignis spectrum
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta memiliki peran vital dalam penanggulangan kebakaran, mengingat pesatnya pembangunan kota dan peningkatan kasus kebakaran yang dipengaruhi oleh faktor alam dan perilaku masyarakat, seperti pembakaran sampah sembarangan di Kampung Joyosudiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep redesain Kantor Damkar Surakarta menjadi pusat edukasi berbasis edutainment yang menggabungkan fungsi operasional petugas dengan sarana pembelajaran bagi masyarakat. Konsep "Ignis Spectrum: Safety Education Through Historical Fires" diusulkan sebagai solusi untuk masalah ruang, yang mencakup zona pelatihan petugas dengan simulasi interaktif, area edukasi untuk masyarakat, dan ruang pamer informatif dengan tampilan visual menarik. Pendekatan edutainment dipilih untuk meningkatkan efektivitas penyampaian materi pencegahan kebakaran melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Diharapkan, hasil perancangan ini dapat menjadi model inovatif yang tidak hanya meningkatkan kinerja operasional petugas, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran serta memenuhi kebutuhan fasilitas pelatihan yang selama ini terbatas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur terkait desain fasilitas publik berbasis edukasi
Strategi Numerik untuk Pembelajaran Piano pada Remaja Pervasive Developmental Disorder
Penelitian ini membahas mengenai penerapan strategi numerik untuk pembelajaran piano pada remaja Pervasive Developmental Disorder (PDD). Permasalahan dalam penelitian ini adalah remaja penyandang PDD yang mengalami kesulitan dalam memahami aspek ritmis dan ekspresi musikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan strategi numerik dapat menjadi metode pembelajaran yang adaptif untuk membantu remaja penyandang PDD memahami aspek teknik serta interpretasi musik lebih lanjut. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Materi pembelajaran piano mengacu pada buku Beyer for Children Kawai Edition dan Soundtree Kawai, Hasil penelitian diantaranya: Proses penerapan strategi numerik dilakukan melalui tahapan penomoran jari, penomoran ketukan pada notasi, serta pelafalan ritme secara verbal yang dapat meningkatkan aspek musikal seperti artikulasi, frasering, dinamika, ritmis dan tempo; Penerapan strategi numerik berdampak meningkatkan kemampuan teknis siswa dalam koordinasi motorik halus, peningkatan fokus dan konsentrasi selama proses pembelajaran
Basic
Karya tari yang berjudul ''Basic'' merupakan bentuk refleksi penata terhadap diri penata, bahwa penata merupakan penari tradisi Yogyakarta. Tari klasik gaya Yogyakarta terdapat falsafah tari yang saat ini masih relevan digunakan yaitu Kawruh Joged Mataram yang didalamnya terdapat tiga aspek mendasar dalam tari klasik gaya Yogyakarta yaitu wiraga, wirama, dan wirasa. Konsep Joged Mataram wiraga adalah raga atau tubuh dimana media utama seorang penari dalam menyampaikan pesan dan kesan kepada penonton, wirama adalah kepekaan penari terhadap irama musik untuk mengatur dinamika gerak, wirasa adalah kepekaan rasa penari untuk mengungkapkan ekspresinya. Ketiga aspek tersebut penata coba mengorelasikan terhadap empiris penata, dari proses refleksinya penata menemukan benang merah bahwa konsep wiraga penata dapatkan dari keahlian ibu sebagai seorang penari dan menuntun penata untuk belajar menari, pada konsep wirama penata mendapat kepekaan irama karena sosok bapak yang juga seorang musisi tradisi di Yogyakarta menyalurkan bakat musiknya pada penata sehingga penata sedikit paham mengenai musik untuk keperluan dalam kepenariannya, sedangkan wirasa merupakan capaian pribadi penata dalam berproses menemukan tingkat pengolahan rasa ketika menari. Karya Basic merupakan karya tari menggunakan tipe tari segmented dengan menggunakan tahapan dari metode Hawkins dalam buku yang berjudul “Mencipta Lewat Tari” terjemahan oleh Y. Sumandiyo hadi yaitu eksplorasi, improvisasi, komposisi. Akhir dari karya penata menghadirkan sosok bapak dan ibu penata sebagai tanda terimakasih penata untuk orangtuanya yang telah menuntun dan mengajarkan untuk selalu mengolah diri, selain itu peran orang tua penata juga menjadi salah satu inspirasi pada karya ''Basic'' ini
Studi komparasi Tari Golek Sulung Dayung di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan Siswa Among Beksa
Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui perbedaan dan persamaan bentuk Tari Golek Sulung Dayung baik di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa maupun di Siswa Among Beksa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif yaitu dengan membandingkan satu tarian dari 2 tempat berbeda, yang terdapat pada Tari Golek Sulung Dayung di Siswa Among Beksa dengan Tari Golek Sulung Dayung di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa. Oleh karena itu, untuk menjawab permasalahan pada masalah di atas serta dapat mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan teori perbandingan. Dalam penelitian ini jurnal komparatif yang berjudul “Comparative Study of Japanese and Indonesia Panji Mask in Light on Fine Art Element and Principles” oleh Slamet Subiyantoro, digunakan untuk membantu sebagai jembatan membedah sebuah objek penelitian yang di ambil, selain itu di dalam jurnal tersebut tari juga berfokus terhadap bentuk, dapat dikatakan bahwa garis dan warna pada hakikatnya juga berbicara tentang bentuk. Sedangkan di dalam objek yang akan diteliti ini, yang dimaksud dengan bentuk adalah bentuk koreografi tentang Tari Golek Sulung Dayung tersebut, yang terdiri dari motif gerak, ragam gerak, pola lantai, dan gending pengiringnya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kajian tekstual. Tekstual di dalam sebuah pertunjukan tari yaitu terlihat pada struktur, bentuk, dan koreografinya, maka untuk dapat membandingkan dan melihat perbedaan juga persamaannya, kaitannya pada bentuk tersebut yaitu melihat bentuk motif dan frase pada bagian beksan pokok kedua tarian tersebut, lalu pada sebuah bentuk penyajiannya pada masing-masing tarian tersebut dan yang terakhir akan dikaitkan pada bentuk geraknya yang akan di analisis menggunakan analisis laban (effort). Dari hasil penelitian yang diperoleh perbedaan yang terdapat pada bentuk penyajian yaitu pada aspek gerak, pola lantai, dan iringannya. Terdapat pula persamaan kedua bentuk tersebut berdasarkan tema, properti, penari, rias busana, dan tempat pertunjukan. Selebihnya juga terdapat persamaan dan perbedaan pada analisis komparasi pada kedua bentuk tari tersebut
Penciptaan naskah drama lefa bersumber dari tradisi perburuan ikan paus pada masyarakat lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur
Tradisi perburuan ikan paus di Lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur merupakan warisan turun temurun yang telah berlangsung sejak abad ke-16. Penciptaan naskah drama Lefa yang bersumber dari tradisi perburuan ikan paus pada masyarakat Lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur bertujuan untuk melihat hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan (alam). Penciptaan ini menggunakan teori ekologi sastra, Folklor, dan penciptaan naskah drama yang dikemukakan oleh Lajos Egri sebagai landasan membangun keutuhan karya. Metode yang digunakan dalam penciptaan naskah drama Lefa adalah penciptaan kreatif Graham Wallas yang meliputi empat tahapan, yakni persiapan (preparation), pengendapan (incubation), ilham (illumination), dan uji coba (verification). Dari proses penciptaan ini, hasilnya adalah naskah drama Lefa yang terdiri dari sepuluh adegan bergenre realis yang membidik keterkaitan antara tradisi dan linkungan alam. Penciptaan ini relevan terhadap upaya pelestarian bentuk-bentuk kearifan lokal yang mulai terlupaka
Upaya pelestarian tari banjar kemuning melalui pembelajaran tari di sanggar Delta Trivikrama Sidoarjo
Tari Banjar Kemuning merupakan salah satu tarian tradisional yang menggambarkan kehidupan istri nelayan masyarakat pesisir desa Banjar Kemuning daerah Sidoarjo yang kuat dan tabah dalam menjalani kehidupan. Sanggar Delta Trivikrama Sidoarjo berupaya untuk tetap melestarikan tari Banjar Kemuning dengan menjadikan materi pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran seni tari, diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan seni budaya tradisional kepada generasi muda, sekaligus melestarikan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan materi Tari Banjar Kemuning sebagai upaya pelestarian di Sanggar Delta Trivikrama Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pengelola sanggar dan pengajar tari, serta dokumentasi proses pembelajaran Tari Banjar Kemuning di Sanggar Delta Trivikrama. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan / verifikasi dengan mengidentifikasi pola-pola pembelajaran, tantangan yang dihadapi dalam mengajarkan tari tradisional, serta dampak positif dari penggunaan tari ini sebagai materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Banjar Kemuning dapat dijadikan materi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan seni tari serta sebagai media untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Upaya pelestarian yang dilakukan melalui strategi pembelajaran tari ini meliputi penerapan teknik pengajaran yang mengutamakan pemahaman konteks budaya lokal. Meskipun terdapat tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal pada generasi muda saat ini, hingga penyampaian materi pada proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan sanggar tari Delta Trivikrama Sidoarjo telah berhasi
Intertekstualitas dalam tari gelang dadas suku Dayak Ma'anyan Provinsi Kalimantan Tengah
Tari Gelang Dadas merupakan tari kreasi yang berasal dari Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Tarian ini terinspirasi dari Ritual Wadian Dadas lebih tepatnya ritual yang dilaksanakan oleh Suku Dayak Ma’anyan dan Lawangan. Dalam proses penggarapan, tarian ini telah mengalami proses transposisi bentuk, nilai sosial dan menghasilkan makna yang baru. Proses ini menciptakan dialog antara teks hipogram Ritual Wadian Dadas, sistem sosial, kepercayaan, cerita rakyat, bahasa dan filosofi Masyarakat Dayak Ma’anyan. Sehingga tarian ini menarik untuk dikaji keberagaman teks yang terjalin di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori intertekstual Julia Kristeva. Pendekatan intertekstual adalah cara melihat suatu teks sebagai mosaik kutipan dari berbagai teks yang melingkupinya. Pendekatan ini diterapkan untuk melihat suatu tarian secara keseluruhan dari unsur intrinsik, hipogram dan unsur ekstrinsik. Melalui proses pemaknaan dengan konsep yang meliputi transposisi, transformasi dan oposisi, serta analisis suprasegmental dan analisis intertekstual. Penggunaan pendekatan ini diharapkan dapat membantu menganalisis intertekstualitas dalam Tari Gelang Dadas. Hasil analisis intertekstualitas menunjukkan bahwa dalam tarian ini terdapat jalinan teks yang saling berdialog dan membentuk makna baru. Teks-teks tersebut merupakan hipogram Ritual Wadian Dadas, nilai sosial, kepercayaan, cerita rakyat, bahasa dan filosofi Masyarakat Dayak Ma’anyan yang berinteraksi dengan teks Tari Gelang Dadas. Seperti pada proses transposisi bentuk dan makna pada Ritual Wadian Dadas menjadi Tari Gelang Dadas, proses transposisi pada peran Wadian Dadas yang direpresentasikan penari dalam Tari Gelang Dadas dan proses transformasi pada politik tubuh Wadian Dadas Upu yang juga memiliki peran sebagai koreografer Tari Gelang. Proses ini menghasilkan ideologeme bahwa tari ini menjadi cerminan semangat seniman lokal di Provinsi Kalimantan Tengah dalam melestarikan dan mempertahankan identitas budaya merek
Inkulturasi musik liturgi dalam perayaan misa tirakat jumat legi di Gua Maria Lourdes Puhsarang Kediri
Penelitian ini membahas implementasi inkulturasi musik liturgi dalam perayaan Misa Tirakat Jumat Legi di Gua Maria Lourdes Puhsarang Kediri. Inkulturasi merupakan bentuk perjumpaan antara iman dan budaya yang tecermin dalam perayaan liturgi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses inkulturasi musik liturgi terjadi dalam Misa Tirakat Jumat Legi di Gua Maria Lourdes Puhsarang Kediri, serta sejauh mana praktik tersebut berpengaruh bagi peribadatan umat. Misa ini merupakan bentuk inkulturasi yang unik karena menggabungkan tradisi tirakat Jawa dengan tata ibadat Katolik. Musik menjadi unsur utama dalam proses tersebut, ditandai dengan penggunaan karawitan sebagai pengiring misa, serta nyanyian, tembang dan gending berbahasa Jawa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan narasumber kunci, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkulturasi musik liturgi di Puhsarang berperan dalam tujuan peribadatan umat, menciptakan suasana kontemplatif yang sesuai dengan makna tirakat, dan menjadi bentuk nyata perpaduan budaya lokal dengan ima
Pembuatan visual background dengan skema monokromatik untuk membangun susana dramatik pda film animasi 2D "Contrast: Two Sided Life"
Untuk menciptakan animasi yang menarik perlu memperhatikan berbagai aspek, salah satunya pembuatan background. Background membantu pembangunan cerita serta suasana pada film animasi. Pada penelitian ini membahas mengenai pembuatan visual background dengan skema monkromatik untuk membangun suasana yang dramatis pada film animasi “Contrast: Two Sided Life”. Skema warna monokromatik digunakan karena dapat membantu memperkuat adegan yang dramatis pada film animasi “Contrast: Two Sided Life” yang merupakan animasi fabel bergenre drama dan aksi. Metode perancangan yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan evaluasi menggunakan metode kuantitatif melalui survei yang menghasilkan data validasi penggunaan warna monokrom pada background. Hasil dari perancangan ini adalah background dengan skema monokromatik yang mampu membantu mendukung cerita dengan suasana yang lebih dramatis