Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Perancangan Komik Digital Pengenalan Nilai-Nilai dalam Permainan Tradisional Terhadap Anak-anak.

    No full text
    Permainan tradisional merupakan jenis permainan yang menyebar dan diwarisi secara turun temurun. Namun pada era modern ini, permainan tradisional mulai ditinggalkan dikarenakan pandemi covid-19 dan hadirnya gadget serta hiburan digital seperti game online dan hiburan lainnya yang lebih dimunati olehanak khususnya Gen Z dan Alpha. Permainan tradisional sendiri memiliki banyak nilai dan berguna untk membantu pertumbuhan anak, mulai dari perkembangn jasmani, moral dan emosional, smapai sosial anak, dimana hal-hal tersebut dibutuhkan oleh anak-anak

    Penciptaan Naskah Drama Puako Tak Bebolo Bersumber dari Fenomena Penyakit Mental Puako di Tanjungbalai

    No full text
    Puako adalah sebuah penyakit yang dipercayai dipicu oleh pengaruh roh leluhur, yang pada gilirannya dapat berujung pada gangguan jiwa. Dalam proses penulisan naskah ini, penulis menerapkan teori Lajos-Egri, yang menekankan elemen-elemen penting seperti premis, karakter, dan konflik. Karya ini menggabungkan unsur surealisme dan realisme dalam menciptakan naskah sekaligus menggunakan bahasa khas Tanjungbalai untuk menciptakan atmosfer lokal yang kental. Naskah ini mengisahkan tekanan psikologis yang dialami oleh tokoh utama akibat pertikaian dalam keluarga, prasangka budaya, dan pelecehan. Penulis juga berupaya mengkritisi kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental di masyarakat. Proses penulisan naskah mengikuti metode kreatif Graham Wallas yang terdiri dari tahapan persiapan, inspirasi, inkubasi dan validasi

    Visualisasi pengalaman living Qurán di pesantren dalam seni grafis

    No full text
    Seni grafis adalah bagian dari seni murni yang dapat dipakai dalam mengekspresikan persoalan yang akan diangkat dalam karya, seni grafis memungkinkan untuk karya dibuat dan diperbanyak secara teknik fotolitografi yang bermula dari drawing hingga dicetak dalam proses akhirnya Sebagai media ekspresi dalam tugas akhir ini, persoalan dunia pesantren diangkat sebagai ide penciptaan. Dalam penjelajahan dunia pesantren, penciptaan ini memvisualisasikan pengalaman dan pengamatan melalui konsep Living Qur’an di Pesantren Krapyak. Bertujuan untuk memperkenalkan keindahan dan keharmonisan hubungan antara pesantren dengan interaksi mereka terhadap al-Quran, baik kepada para santri maupun masyarakat umum. Melalui medium visual berupa sketsa, penulis menemukan pendekatan yang lebih efektif untuk menyampaikan emosi, menjawab berbagai pertanyaan, serta merefleksikan kebingungan yang muncul dari peristiwa-peristiwa unik. Dalam prosesnya, penulis memilih teknik photolithography untuk menerjemahkan konsep ini ke dalam karya seni. Tugas akhir ini mengekspresikan semangat bahwa Al-Quran, sebagai pedoman hidup, dipelajari, ditafsirkan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam beragama

    Puisi sebagai inspirasi penciptaan skenario film fiksi "Mama Bilang Tidak" menggunakan plot non-linier

    No full text
    Menciptakan suatu karya dapat terinspirasi dari apapun, begitu juga dengan skenario film fiksi “Mama Bilang Tidak” yang terinspirasi dari puisi tentang aborsi. Isu aborsi menarik untuk diangkat menjadi sebuah topik suatu karya karena dekat kaitannya dengan kenakalan remaja dan kehamilan tidak terencana. Melalui alih wahana, bait-bait puisi melewati proses pemaknaan, lalu syairnya akan ada yang dikembangkan ataupun mengalami penciutan untuk diubah menjadi karya skenario film. Terdapat dua setting waktu dalam skenario “Mama Bilang Tidak”, tahun 2000 sebagai flashback, menceritakan tokoh Suci yang terjerumus kenakalan remaja, sehingga mengalami kehamilan. Disisi lain, tahun 2024 sebagai present menceritakan tentang keinginan Roh Cantik untuk hidup di dunia sebab dia mati sebelum dilahirkan. Maka dari itu, dengan menggunakan plot non-linier, urutan cerita disusun secara tidak kronologis mengingat adanya perbedaan dua setting waktu tersebut. Meskipun demikian, setiap bagian cerita tetap saling berhubungan dan tetap memunculkan elemen dramatik curiosity dan surprise. Pesan moral yang disampaikan tentang berharganya suatu kehidupan, dapat neningkatkan kesadaran dan diskusi publik tentang isu aborsi. Karya ini juga dapat menjadi contoh bentuk apresiasi karya puisi sekaligus untuk menghidupkan kembali karya-karya puisi yang kurang dikenal, sehingga lebih banyak khalayak dapat mengetahuinya

    Perancangan Komik Adaptasi Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi

    No full text
    Perang Obor merupakan tradisi syukuran sekaligus ritual tolak bala yang dilaksanakan satu tahun sekali oleh masyarakat Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan. Kabupaten Jepara. Penetapan tradisi PErang Obor sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI tahun 2021 menunjukkan bahwa Perang Obor merupakan budaya lokal yang berharga yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, komik adaptasi TradisiPerang Obr desa Tegalsambi dirancang sebagai upaya pengbangn peletarian bentuk kesenian beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang menjangkau target audience generasiZ di kota Jepara

    Penerapan psikologi warna pada perancangan environment film animasi 2D "Uis Gara" sebagai visualisasi Suku Karo di Desa Semangat Gunung

    No full text
    Warna merupakan hal yang penting dan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Warna bisa menjadi alat komunikasi visual di dalam sebuah film. Suatu film dapat berhasil jika warna moodtone yang dihasilkan dapat tersampaikan dengan baik. Dalam menghasilkan moodtone yang baik maka perlu mengetahui seberapa pengaruh psikologi warna pada suatu environment film. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa berpengaruh psikologi warna dalam environment film animasi 2D "Uis Gara" dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Pengumpulan data berasal dari beberapa hasil project dalam film animasi 2D "Uis Gara"

    Penciptaan skenario animasi Nayla dengan metode delapan sekuen sebagai edukasi mengenai skizofrenia

    No full text
    Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan psikosis, seperti kesulitan membedakan realitas, delusi, dan halusinasi. Salah satu tantangan dalam perawatan Orang dengan Skizofrenia (ODS) adalah stigma yang dapat menghambat proses penyembuhan dan memicu kekambuhan (relaps). Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan skenario dengan metode delapan sekuen yang ditemukan oleh Frank Daniel, yang diterapkan pada film animasi Nayla sebagai media edukasi mengenai skizofrenia. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode delapan sekuen mempermudah proses penulisan skenario karena strukturnya yang rinci dan detil, sekaligus menjaga kesinambungan dramatika cerita. Evaluasi dilakukan secara tertutup bersama Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), caregiver, ODS, penyintas skizofrenia, dan pelajar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skenario film Nayla yang dikembangkan dengan metode delapan sekuen mampu menyampaikan informasi edukasi tentang skizofrenia dengan baik dan mudah dipahami

    Adaptasi kisah Batari Durga pada penceritaan film animasi "Pintu Di Antara" menggunakan teknik penceritaan restricted narration sebagai upaya perlawanan terhadap patriarki

    No full text
    Film animasi "Pintu di Antara" hadir sebagai upaya visual untuk melawan praktik patriarki yang masih mengakar dalam masyarakat. Melalui adaptasi tokoh mitologi Batari Durga, film ini menawarkan representasi simbolis bagi perlawanan perempuan terhadap dominasi laki-laki. Dengan mengadopsi teknik restricted narration, penonton diajak untuk mengalami langsung dilema dan perjuangan tokoh utama, Rani, yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Teknik penceritaan ini memungkinkan penonton untuk lebih empati dan terhubung dengan karakter Rani, sehingga secara tidak langsung turut serta dalam perlawanan terhadap norma-norma patriarkal yang membatasi kebebasan perempuan. Film ini tidak hanya menyuarakan pentingnya kesetaraan gender, tetapi juga mengundang refleksi kritis terhadap konstruksi sosial gender yang masih berlaku hingga kini. Melalui visualisasi yang kuat dan narasi yang mendalam, "Pintu di Antara" berupaya membuka ruang dialog mengenai kekerasan berbasis gender dan mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif

    Makna Beksan Ajisaka di Kraton Yogyakarta kajian semiotika

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam Beksan Ajisaka Kraton Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan semiotika. Beksan Ajisaka merupakan karya tari tradisional yang sarat nilai filosofis dan sejarah yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Tasdeusz Kowzan, yaitu menganalisis makna, konotasi, dan 13 sistem tanda teater yang terkandung dalam tari. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan informan, dan penelitian literatur tentang sejarah dan filosofi Beksan Ajisaka. Analisis menunjukkan bahwa Beksan Ajisaka merepresentasikan kisah Ajisaka sebagai tokoh legendaris yang membawa tulisan Jawa ke Nusantara yang mengandung simbol nilai-nilai kehidupan, keharmonisan, dan kearifan. Iringan tari dan busana menekankan kepribadian heroik dan kekuatan spiritual Ajisaka sebagai karakter sentral. Secara konotatif, tarian ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia material dan dunia spiritual. Namun, secara mitologis, Beksan Ajisaka mencerminkan pandangan dunia Jawa tentang tatanan kosmis dan keagungan budaya. Dengan memperjelas makna-makna tersebut, penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman lebih dalam terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam Beksan Ajisaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Beksan Ajisaka bukan sekadar hiburan, melainkan media komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Kajian ini juga membuka jalan bagi kajian lebih lanjut terhadap seni pertunjukan tradisional nusantara lainnya dengan menggunakan pendekatan semiotik

    Perempuan dalam praktik kerja tata kelola teater

    No full text
    Peluang kerja dalam teater bukan hanya pada ranah penciptaan karya tetapi juga manajerial. Kesamaan atas hak dan peluang untuk bekerja di dalam teater dimiliki siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu permasalahan yang dialami oleh perempuan yang bekerja di wilayah non-artistik sebuah organisasi teater adalah masih merangkap tugas yang menuntut perempuan menjadi pekerja yang multitasking atau multi-job. Permasalahan yang dialami oleh setiap subjek pada organisasi yang berbeda memiliki metode penanganan yang berbeda pula. Penelitian ini akan menganalisis secara lebih dalam bagaimana gaya kepemimpinan perempuan. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Data dalam penelitian ini akan diambil melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian yang didapatkan akan dianalisis kembali menggunakan teori manajemen seni pertunjukan, teori perempuan dalam dunia kerja (gender at work), dan teori gaya kepemimpinan perempuan dengan menggunakan perspektif feminis. ketimpangan Ditemukan ketimpangan pada kerja domestik untuk perempuan. Terdapat kontradiktif pada hasil penelitian. Para Narasumber menyatakan bahwa pelabelan pekerjaan perempuan memang hasil dari kontruksi sosial tetapi tidak dianggap sebagai suatu masalah gender. Tindakan pencegahan ketimpangan berbasis gender dilakukan secara individu maupun institusional

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇