49728 research outputs found
Sort by
Perancangan motion comic tentang etika penguunaan artificial intelligence di perguraun tinggi
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence atau AI, menjadi suatu wacana sosial yang berkembang saat ini. Pro dan kontra terhadap kemajuan teknologi ini seringkali terletak pada etika penggunaannya yang menyalahi aturan sosial masyarakat. Dalam dunia pendidikan kecerdasan buatan menjadi tantangan baru dalam implementasinya. Maraknya mahasiswa yang mengakses teknologi tersebut untuk sekedar copy-paste tugas tanpa dipahami secara mendalam juga menjadi sebuah problem yang muncul. Perancangan motion comic disini hadir sebagai ruang komunikasi visual untuk membangun kesadaran beretika dalam penggunaan teknologi tersebut. Komik disini dirancang dengan eksperimentatif dengan menggabungkan media komik konvensional dengan animasi. Teori yang digunakan dalam pembuatan motion comic ini yakni teori etika teknologi oleh Hans Jonas yang mempertimbangkan etika dalam teknologi baru. Perancangan ini menggunakan metode design thinking sebagai proses perancangannya. Perancangan motion comic ini menggunakan gaya visual komik retro-futurisme, yang mengambarkan era kemajuan teknologi, namun disisi lain kemajuan itu juga membawa sebuah ironi tentang kerusakan lingkungan dan menipisnya sumber daya alam. Dengan gaya visual ini berusaha menyampaikan pesan ironi kemajuan AI bagi manusia. Sementara dalam gaya penceritaan komik menggunakan komedi untuk dapat menghibur sekaligus memberikan pesan kesadaran kepada audiens. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa motion comic memiliki daya tarik visual yang unik dan dinamis, mampu menghidupkan cerita, serta memperkuat penyampaian pesan melalui karakter yang digerakkan. Dengan demikian, motion comic ini menjadi media kreatif yang efektif dalam menyampaikan pesan etika penggunaan AI dan diharapkan dapat menjadi alternatif edukasi yang relevan di era digita
Sindhenan gending kaduk manis laras pelog pathet nem kendhangan sarayuda
Skripsi berjudul “Sindhenan Gending Kaduk Manis Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Sarayuda” adalah penelitian yang berfokus pada garap sindhenan. Tujuan penelitian ini untuk menggarap, menyajikan serta menerapkan variasi garap sindhenan dalam Gending Kaduk Manis Laras Pelog Pathet Nem Kendangan Sarayuda. Sindhenan merupakan suatu hal yang penting untuk diteliti karena kedudukan sindhen setara dengan ricikan garap ngajeng yang memiliki peran dalam keutuhan sajian karawitan. Penelitian ini menggunakan konsep laras dan garap dengan unsur-unsur materi garap, prabot garap yang berkaitan dengan teknik dan pola sindhenan. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis digunakan untuk mendeskripsikan dan terfokus pada tafsir garap sindhenannya. Penelitian ini perlu beberapa tahapan seperti proses perancangan karya seni dan tehnik pengumpulan data yang terdiri atas studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil analisis pada bagian merong menggunakan wangsalan lamba dan wangsalan rangkep yang disusun oleh Nyi Bei Mardusari, bagian dhawah irama III cengkok pertama menggunakan gerongan kinanthi dengan cakepan dari serat wiwaha, cengkok kedua digarap dengan irama III dan rangkep menggunakan andhegan selingan yaitu sekar Pangkur Kasmaran laras pelog pathet nem dan sekaligus andhegan gawan gending. Adapun unsur lagu dalam sindhenan meliputi cengkok, wiled, luk, gregel, irama, laras dan pathet. Penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa dalam Gending Kaduk Manis bisa digarap dengan beberapa variasi cengkok sindhenan seperti andhegan selingan, andhegan gawan cengkok dan andhegan gawan gending yang menjadi kompleksitas dalam sajian garap gending Kaduk Manis Laras Pelog Pathet nem kendhangan sarayuda
Manajemen pembelajaran tari angguk manis di Sanggar Langgeng Budoyo Sedayu Bantul
Penelitian ini mengungkap tentang manajemen pembelajaran yang ada di Sanggar Langgeng Budoyo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen pembelajaran Tari Angguk Manis di Sanggar Langgeng Budoyo. Tari Angguk Manis satu-satunya Tari Angguk yang diciptakan di Kabupaten Bantul. Penyelenggaraan pembelajaran Tari Angguk Manis di Sanggar Langgeng Budoyo dapat menjadi kunci utama dalam keberhasilan yang membawa nama Sanggar Langgeng Budoyo menjadi dikenal oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu mendeskripsikan manajemen pembelajaran Tari Angguk Manis di Sanggar Langgeng Budoyo. Objek penelitian ini adalah manajemen pembelajaran Tari Angguk Manis di Sanggar Langgeng Budoyo. Subjek penelitian ini adalah pemilik Sanggar Langgeng Budoyo, pelatih Tari Angguk Manis Kelas Melati, dan peserta didik Kelas Melati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk membandingkan hasil dari observasu, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pembelajaran Tari Angguk Manis di Sanggar Langgeng Budoyo mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan manajemen pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas peserta didik dan berhasil membawa nama sanggar menjadi popular, namun masih ada beberapa hal penting untuk evaluasi dalam menerapkan manajemen pembelajarannya
Jajanan pasar getuk gatot tiwul sebagai motif batik pada busana artwear
Makanan pokok di Indonesia sangat beragam. Di antara berbagai jenis makanan pokok tersebut, singkong menjadi salah satu yang dipromosikan oleh pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada padi. Terdapat tiga hidangan berbahan dasar singkong yang populer dan dikenal sebagai jajanan pasar, yaitu getuk, gatot, dan tiwul. Visualisasi dari jajanan pasar ini dapat dijadikan sumber inspirasi untuk menciptakan karya batik dalam konsep busana artwear. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk mengubah jajanan pasar getuk, gatot, dan tiwul menjadi motif batik yang diaplikasikan pada busana artwear. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup pendekatan estetika dan ergonomi, serta tahapan penciptaan yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil dari penelitian ini berupa lima setelan busana artwear yang menggabungkan elemen tradisional dengan desain modern, sehingga menciptakan tampilan yang menarik dan relevan bagi generasi muda. Setiap busana tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan emosional yang menghubungkan pemakai busana dengan budaya mereka. Melalui karya ini, diharapkan dapat meningkatkan penghargaan terhadap jajanan pasar tradisional dan seni batik, serta berkontribusi pada pelestarian budaya Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang kreatif, jajanan tradisional dapat dihadirkan kembali dalam konteks yang modern dan relevan, sambil tetap menjaga warisan budaya
Bentuk Penyajian Kesenian Tayub dalam Upacara Sedekah Bumi di Desa Payak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati
Sebagai masyarakat agraris, masyarakat Desa Payak selalu mengadakan upacara ritual kesuburan setiap tahunnya, yaitu upacara sedekah bumi. Dalam upacara tersebut, pertunjukan kesenian Tayub selalu hadir sebagai ritus kesuburan yang dipercaya dapat berpengaruh terhadap kesuburan tanah dan melimpahnya hasil panen. Pada dasarnya, kesenian yang berkaitan dengan upacara ritual pasti memiliki aturan tertentu dalam pelaksanaannya, serta memiliki bentuk penyajian yang berbeda dengan acara-acara lain. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian kesenian Tayub dalam upacara sedekah bumi di Desa Payak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan koreografi yang mengacu pada teori Y. Sumandiyo Hadi mengenai kajian tari teks dan konteks. Penelitian ini lebih difokuskan pada kajian tekstual yang digunakan untuk menganalisis bentuk penyajian kesenian Tayub berkaitan dengan konsep koreografis, struktural maupun simbolik. Secara koreografis meliputi aspek pelaku, gerak, pola lantai, tempat pertunjukan, waktu pertunjukan, iringan, tata rias dan busana. Sedangkan secara struktural berkaitan dengan urutan atau rangkaian pertunjukan Tayub, dan simbolik berkaitan dengan semua hal dalam pertunjukan Tayub yang dilakukan dengan maksud tertentu. Tayub dalam upacara sedekah bumi Desa Payak terdiri dari penari perempuan (ledhek), penabuh gamelan (pengrawit), pengarih (pembawa acara), dan penari laki-laki (pengibing). Pertunjukan ini dilaksanakan pada tempat dan waktu tertentu, yaitu di punden Mbah Ngobak pada hari Minggu Legi bulan Apit. Gerak tari pada kesenian ini dilakukan secara spontan oleh ledhek dan pengibing yang mengacu pada gerak tari gaya Surakarta. Pola lantainya hanya menggunakan pola garis lurus, yaitu lurus ke depan dan ke belakang, dan lurus ke samping. Iringannya menggunakan alat musik gamelan Jawa dan gendhing-gendhing Jawa, termasuk gendhing Campursari ataupun gendhing yang sedang populer. Tata rias dan busana ledhek juga cukup sederhana yaitu mengenakan kebaya, jarik, sampur, kondhe, serta riasan wajah korektif. Sementara itu, untuk tata rias dan busana pengarih (pranatacara), pengibing, dan pengrawit tidak ada ketentuan atau atauran tertentu. Struktur pertunjukannya terdiri dari sungkeman, gambyongan, slering, dan tayuba
Penggunaan barang bekas sebagai media pembelajaran seni musik di SD Negeri 3 Jarakan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan hasil pembelajaran Seni Musik menggunakan barang bekas sebagai media pembelajaran Seni Musik yang dilaksanakan untuk siswa kelas V di SD Negeri 3 Jarakan. Pembelajaran Seni Musik di sekolah ini memiliki keterbatasan sarana prasarana instrumen musik. Oleh karena itu, penelitian ini menawarakan solusi dengan menggunakan barang bekas yang ada disekitar lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Setelah mengikuti seluruh kegiatan penelitian maka hasil yang diperoleh yaitu menunjukkan bahwa siswa mampu memahami Teori Musik Dasar seperti garis paranada, tanda kunci, tanda sukat, tanda birama, tanda istirahat, dan notasi balok dalam pola ritmis dan melodis. Siswa juga mendapat pembelajaran praktik musik yaitu bermain musik dengan menggunakan barang bekas sebagai media pembelajaran Seni Musik sehingga siswa lebih tertarik dan aktif dalam proses pembelajaran. Penggunaan barang bekas sebagai media pembelajaran Seni Musik Musik dapat menjadi solusi yang baik dan sesuai serta memenuhi aspek capaian pembelajaran siswa kelas V SD
Imajinasi momen kebersamaan dengan kucing peliharaan sebagai ide penciptaan seni grafis
Tugas akhir ini berfokus pada penciptaan karya grafis bertemakan imajinasi momen kebersamaan dengan kucing peliharaan, yang terinspirasi dari hubungan emosional antara penulis dan kucing-kucing yang pernah dipelihara. Setiap kucing memiliki cerita dan kenangan mendalam, baik berupa momen kebahagiaan maupun rasa kehilangan, yang dituangkan ke dalam karya seni grafis sebagai bentuk perayaan dan pengingat hubungan tersebut. Proses penciptaan menggunakan teknik grafis linocut dengan media cetak akhir berupa kertas berwarna, yang dipilih untuk memberikan kontras kuat dan mendukung suasana karya. Elemen visual, seperti bentuk dan warna, dirancang untuk merepresentasikan karakteristik serta momen unik bersama kucing-kucing tersebut. Melalui karya ini, penulis ingin menunjukkan bagaimana seni grafis dapat menjadi medium untuk mengekspresikan kenangan dan emosi secara visual, sekaligus menyampaikan pesan tentang keindahan hubungan manusia dengan hewan peliharaan meskipun terdapat tambahan imajinasi di dalamnya. Karya ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru tentang seni grafis sebagai medium ekspresi personal yang bermakn
Visualisasi perilaku overthinking masa dewasa awala dalam busana outerwear batik
Salah satu masalah mental yang mungkin muncul pada manusia dalam rentang kehidupan adalah overthinking. Masa dewasa awal merupakan masa peralihan dari masa remaja menuju dewasa. Masa peralihan ini seringkali memengaruhi kestabilan emosi dan menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang berlebih sering memicu terjadinya overthinking. Metode pendekatan yang digunakan adalah teori psikologi perkembangan, teori estetika ekspresionis, dan teori ergonomi. Selain itu, karya penciptaan ini menggunakan metode penciptaan Practice-led Research yang meliputi tahap persiapan, tahap mengimajinasi, tahap pengembangan imajinasi, dan tahap pengerjaan. Proses pembuatan karya ini memakai teknik batik lorod dengan pewarna tekstil dengan teknik colet remasol. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk pembuatan pola, penjiplakan motif, pencantingan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan, dan finishing busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa lima karya busana outerwear, dengan warna dan desain batik yang berbeda-beda. Lima karya ini memiliki judul Fear of The Unknown, Shadows of What-Ifs, Endless Loops, Shattered, The Sea of Uncertainty. Judul yang berbeda memiliki tujuan untuk menggambarkan tema pada masing-masing busana
Perancangan Identitas Visual Produk Oleh-oleh "Citra Rasa Snack"
Dibutuhkannya identitas visual yang efektif untuk merek / produk Citra Rasa Snack dikenali oleh target konsumen dan memiliki fungsi untuk membedakan merek dari para pesaing dan identitas usaha melatarbelakangi perancangan ini. Rumusan masalah yang di angkat adalah bagaimana cara merancang identitas visual produk oleh-oleh Citra Rasa Snack melalui pengumpulan data primer atau sekunder. Perancangan ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan nilai pemasaran produk oleh-oleh Citra Rasa Snack. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan pendekatan metode kualitatif yang dilakukan dengan pengumpulan data yang terdiri dari data primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, angket dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan metode SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) dari buku Fajar Nur’ainin untuk mengidentifikasi data objek penelitian. Identitas badan usaha yang dirancang dengan memperhatikan filosofi, visi, misi, nilai dan karakter perusahaan UMKM (Usaha mikro kecil dan menengah) menghasilkan logo yang menonjolkan citra feminim, identitas daerah asal dan juga unique selling point produk. Sebagai upaya untuk perkembangan bisnis memproses upaya marketing, membuat merek akan semakin dikenal oleh target yang ingin dituju yaitu generasi z-milenial-x dengan brand positioning untuk membentuk persepsi pada publik
Motif Batik Dikara Nebula Matahari Dalam Busana Resort Wear Dengan Warna Earth Tone
Nebula adalah awan antar bintang yang tersusun atas kumpulan debu, gas, dan plasma dengan kerapatan rendah, bahkan lebih rendah dari kerapatan air. Nebula berasal dari bahasa latin “nebulae” yang berarti kabut. Seringkali nebula disama- artikan dengan galaksi. Pada awal pemberian nama nebula menjadi nama umum bagi semua bentangan objek astronomi, termasuk galaksi di luar Bima Sakti. Nebula bisa saja terlihat apabila terdapat bintang di sekitarnya. Hal ini karena unsur penyusunnya yang tidak memiliki energi untuk memunculkan cahaya, sehingga diperlukan cahaya bintang agar nebula dapat memantulkan cahaya. Pada proses pembuatan karya menggunakan metode penciptaan dari Gustami Sp. (2007) yang dapat membantu proses pengerjaan. Metode penciptaan meliputi metode pengumpulan data, analisis data, perancangan karya, dan perwujudan karya. Penerapan metode penciptaan digunakan untuk memperkuat konsep mulai dari observasi hingga perwujudan karya. Pembuatan karya ini juga menggunakan landasan teori yang memperkuat proses penciptaan karya dengan menggunakan teori estetika dan teori ergonomi. Karya ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat Indonesia mengetahui, bagaimana terbentuk dan terciptanya bumi yang dijadikan sebagai tempat tinggal dan tempat berkembang seluruh makhluk hidup beserta isinya, serta lebih mencintai bumi, sejarah ataupun kebudayaan yang dimiliki terutama dalam bidang tekstil. Keseluruhan karya memiliki judul yang berbeda dengan penggambaran sederhana dari pergerakan nebula matahari yang diterapkan menjadi motif batik, serta diaplikasikan ke dalam desain busana resort wear yang dipadukan dengan nuansa warna earth tone yang hangat dan unik. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini membuat dua belas desain dan yang diwujudkan menjadi karya busana sejumlah enam yang telah disetujui oleh dosen pembimbing. tone. Kata Kunci : Nebula Matahari, batik, busana resort wear, warna eart