49728 research outputs found
Sort by
Keong pomacea canaliculata sebagai motif batik pada busana smart kasual
Keong Pomacea canaliculata, yang lebih dikenal dengan nama keong mas, merupakan salah satu spesies yang mudah ditemukan di berbagai ekosistem perairan tawar di Indonesia. Organisme ini sebenarnya memiliki potensi visual yang menarik. Bentuk cangkangnya yang spiral dan geometris, tekstur khas pada permukaannya, serta variasi warna alaminya menghadirkan sumber inspirasi yang kaya untuk dikembangkan menjadi motif batik. Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah metode pendekatan estetika menurut Dra. Artini Kusmiati, serta metode pencipta tiga tahap enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Landasan teori yang digunakan penulis adalah teori estetika, teori ergonomi, dan teori tipografi. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan tekstil celup naptol, indigosol dan remasol. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap pembuatan pola, penjiplakan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana smart kasual, dengan warna yang kuning, hijau, coklat, biru pink dan abu-abu. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbeda-beda
Di balik kelir
Karya tari Di Balik Kelir merupakan sebuah proses penciptaan tari yang berangkat dari ketertarikan penata terhadap kesenian teater Ludruk. Inspirasi awal diperoleh melalui pengalaman masa kecil penata yang sering menyaksikan pertunjukan Ludruk, baik secara langsung maupun melalui media digital. Karya ini mengangkat dinamika kehidupan para pemain Ludruk, batas antara realitas dan panggung, serta isu fleksibilitas identitas gender Semua ide tersebut diwujudkan melalui gerak tari yang dikembangkan dari pengamatan, perasaan, dan renungan tentang bagaimana tubuh tampil di atas panggung. Karya ini menjadi medium untuk merespon nilai-nilai budaya yang terus berkembang serta membangun pemahaman baru tentang identitas dalam konteks seni pertunjukan tradisional. Karya tari berjudul Di Balik Kelir ini digarap dalam bentuk koreografi kelompok, ditarikan oleh lima penari putra dan empat penari putr
Penganimasian asset 2D relief Candi Borobudur Vishvantara dengan penerapan motion shape pada teknik cut out untuk menciptakan pergerakan animasi yang natural
Penganimasian asset cut out dengan penerapan motion shape merupakan teknik animasi yang efektif untuk menciptakan animasi yang natural dan realistis. Dengan menggunakan asset cut out yang dipotong-potong dan dianimasikan dengan motion shape, animator dapat menciptakan efek gerakan yang dinamis dan natural. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi teknik penganimasian asset cut out dengan penerapan motion shape dan menganalisis hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik ini dapat menciptakan animasi yang natural dan realistis, serta dapat meningkatkan kualitas visual animasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teknik animasi dan meningkatkan kualitas animasi di masa depan
Perancangan buku resep makanan tradisional suku Batak Simangulun
Suku Batak Simalungun merupakan salah satu kelompok etnis Batak. Tiap suku memiliki budaya khas yang tercerminkan melalui bentuk makanan tradisional. Makanan tradisional berperan sebagai warisan budaya yang menyimpan sejarah dan identitas dari sebuah suku atau daerah. Suku Batak Simalungun memiliki banyak hidangan yang lezat, bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki filosofi kuat. Namun, informasi mengenai makanan tradisional Suku Batak Simalungun masih terbatas dan tidak tersedia dibanyak platform. Tujuan utama dari dibuatnya buku resep makanan khas Simalungun ini sebagai media informasi dan pengenalan budaya. Buku cetak resep makanan tradisional suku Batak Simalungun akan dilengkapi dengan ilustrasi makanan serta rempah yang digunakan. Data dari perancangan ini diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat Suku Batak Simalungun, studi literatur serta kuisioner. Analisis dari perancangan ini menunjukkan bahwa media tentang makanan tradisional Batak Simalungun sangat terbatas. Hasil analisis mensugestikan bahwa buku resep makanan tradisional Batak Simalungun diperlukan sebagai media informasi dan edukasi. Maka dari itu dibuat perancangan buku resep makanan tradisional suku Batak Simalungun. Buku resep yang dilengkapi ilustrasi dirasa tepat untuk menjadi media penyampaian informasi
Perancangan buku foto bersinergi dengan sampah di Yogyakarta
Yogyakarta tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah sejak penutupan sementara TPA Piyungan pada 1 Mei 2024. Penelitian ini merancang sebuah buku foto dokumenter–naratif yang merekam tujuh inisiatif lokal berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai respons akar rumput. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara berfokus, dan dokumentasi fotografi pada lokasi Bank Sampah Catur Mandiri, Bank Sampah Dadi Mulyo, Batok Kelapa Dika Craft, Butik Daur Ulang Project B, CIP Janggel, Rubycraft, dan Wonotinggal Craft. Hasilnya berupa 106 halaman fotobook dengan layout dinamis menggabungkan foto, narasi, dan infografik yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik usia 18‑25 tahun. Buku foto ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kreatif, partisipatif, dan berjejaring dapat membentuk budaya sadar lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi komunitas. Temuan mengindikasikan bahwa kekuatan storytelling visual mampu menggugah empati, memicu refleksi, serta mendorong tindakan kolektif dalam mitigasi krisis sampah kota
Amorfati sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Laporan Tugas Akhir ini membahas amorfati, sebuah konsep filsafat dari Friedrich Nietzsche yang berarti “mencintai takdir” sebagai ide utama dalam penciptaan karya seni lukis. Pengalaman pribadi penulis yang dipenuhi dengan konflik batin, tekanan sosial, kegagalan, dan krisis eksistensial menjadi fondasi bagi eksplorasi konsep amorfati. Dalam konteks ini, amorfati bukanlah penerimaan pasif, melainkan penerimaan aktif terhadap seluruh pengalaman hidup, termasuk penderitaan, sebagai bagian dari pertumbuhan diri. Sebanyak 15 karya seni lukis dua dimensi diciptakan menggunakan teknik realistik dan surrealis, yang merepresentasikan refleksi eksistensial penulis terhadap hidup, tubuh, dan kebebasan berpikir. Visualisasi yang dihadirkan dipenuhi dengan simbol-simbol subjektif, tubuh manusia, serta narasi visual yang menantang dikotomi nilai moral tradisional. Melalui penciptaan ini, penulis tidak hanya melakukan proses katarsis, tetapi juga mengajak audiens untuk berefleksi dan menemukan kembali makna hidup dalam menghadapi kenyataan yang brutal namun indah
Studi visual karakter desain klasik ke modern dalam film animasi The Little mermaid dan Mobile Game Disney Twisted Wonderland
Penelitian ini membahas perubahan desain karakter dari media film animasi klasik ke game modern melalui studi kasus karakter dalam The Little Mermaid dan Disney Twisted Wonderland. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada perbandingan visual karakter Ursula, Flotsam, dan Jetsam dengan adaptasi modern mereka sebagai karakter Azul Ashengrotto, Floyd Leech, dan Jade Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori analisis visual milik Edmund B. Feldman dan Manga Matrix dari Hiroyoshi Tsukamoto untuk membedah aspek bentuk, kostum, dan kepribadian karakter. Hasil analisis dari penelitian menunjukkan bahwa adaptasi karakter tidak hanya mengalami perubahan estetika sesuai tren visual modern, tetapi juga pergeseran fungsi naratif serta penyesuaian terhadap alih media yang diterapkan. Transformasi ini mencerminkan bagaimana produk klasik Disney melalui proses adaptasi dengan menggabungkan elemen anime, storytelling interaktif, serta strategi komersial berbasis nostalgia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian desain karakter lintas media dan memperkaya pemahaman tentang adaptasi kreatif dalam industri hiburan digital
Perancangan interior kantor PT Axiata Digital Analytics Indonesia dengan Pendekatan workplace well-being
Perkembangan industri digital analytics yang sangat pesat telah secara signifikan mengubah seluruh aspek dunia kerja, terutama di sektor periklanan dan teknologi. Perubahan ini membawa pergeseran dalam kebutuhan ruang kerja yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu mendukung kesejahteraan fisik dan psikologis karyawan. PT Axiata Digital Analytics, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran dan analisis berbasis data, terdapat tantangan dalam menciptakan suatu lingkungan kerja yang sesuai dengan karakter industri yang dinamis, kolaboratif, dan inovatif. Proses perancangan dilakukan menggunakan metode analisis dan sintesis yang mengacu pada model desain interior dari Rosemary Kilmer. Perancangan interior kantor ini mengadopsi pendekatan workplace well-Being, yaitu pendekatan yang menekankan keseimbangan antara fungsionalitas ruang, kenyamanan pengguna dan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Pertimbangan utama dalam desain meliputi tata letak ruang yang efisien, pencahayaan alami dan pencahayaan buatan yang optimal, penghawaan yang baik, pengendalian kebisingan, psikologi warna, serta penggunaan furnitur yang ergonomis dan fleksibel. Setiap elemen tersebut disesuaikan demi mendukung produktivitas sekaligus mengurangi stres dan tekanan yang dirasakan oleh karyawan di tempat kerja. Hasil akhir dari perancangan ini adalah lingkungan kantor modern yang adaptif, mendukung efektivitas dan alur kerja, menciptakan suasana kerja yang sehat dan nyaman, serta mencerminkan identitas perusahaan melalui elemen-elemen visual yang diterapkan di dalam ruangan. Proyek ini menunjukkan bagaimana desain interior yang cermat dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung kesejahteraan dan kinerja karyawan di sebuah industri teknologi dengan tekanan dan stres yang tinggi
Perancangan buku ensiklopedia upacara adat Reba masyarakat Suku Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur
Reba merupakan salah satu upacara adat penting dari masyarakat Suku Ngada di Flores, Nusa Tenggara Timur yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan filosofis tinggi. Sayangnya, dokumentasi visual dan referensi tertulis yang mudah diakses mengenai Reba masih sangat terbatas, khususnya bagi generasi muda. Perancangan buku ensiklopedia ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan tradisi Reba melalui media edukasi visual yang menarik dan informatif. Proses perancangan dilakukan dengan mengumpulkan data melalui studi literatur, dokumentasi sekunder, dan observasi visual daring. Buku ini dirancang dengan pendekatan desain komunikasi visual agar mudah dipahami dan dinikmati oleh berbagai kalangan, serta dapat menjadi salah satu sarana pelestarian budaya lokal yang dapat diakses lintas generasi. Kata kunci: Reba, Suku Ngada, buku ensiklopedia, pelestarian budaya, desain komunikasi visua
Petik Cantik Nusantara: Advokasi Berkebaya melalui Musik Tradisi
Kebaya selama perjalanannya telah mengalami berbagai perubahan makna dan identitas. Kebaya pernah menjadi busana pemisah antara barat dan timur dan kini kebaya lebih sering digunakan pada acara-acara yang bersifat formal. Petik Cantik Nusantara merupakan satu grup dari Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta yang memainkan instrumen petik dari berbagai daerah. Memainkan kacaping, sape’, mandaliong, penting, siter, cuk, dan bass. Mereka melakukan advokasi berkebaya melalui penampilannya dan alunan lagu yang dimainkan. Melihat hal tersebut muncul pertanyaan bagaimana lagu yang dimainkan dan mengapa musik petik menjadi media advokasi kultural. Pertanyaan ini ditelaah menggunakan metode penelitian studi kasus. Berdasar temuan hasil penelitian didapatkan bahwa advokasi kultural yang dimaksud ialah upaya untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan nusantara terutama kebudayaan tak benda. Petik Cantik Nusantara melakukan advokasi kultural mengenai alunan musik petik nusantara, suara perempuan dalam kebudayaan, kebaya dan wastra nusantara, serta keberagaman budaya nusantara. Melalui lagu Wanodya Indonesia, Petik Cantik Nusantara melakukan advokasi tersebut. Wanodya Indonesia bercerita tentang perempuan yang memakai kebaya warna-warni dan membuat yang melihatnya terpesona. Lagu ini juga berisi ajakan kepada perempuan Indonesia untuk mengenakan kebaya. Kata kunci: kebaya, advokasi kultural, petik cantik nusantara, perempuan