Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Konsepsi Landasan Penciptaan Seniman Diaspora Lombok dalam Seni Lukis Kontemporer

    No full text
    Pemikiran postmodern mengenai pluralitas memengaruhi seni rupa kontemporer sekaligus membuka ruang bagi seniman-seniman diaspora Lombok untuk terlibat didalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsepsi landasan dan representasi simbolik dalam penciptaan lukisan oleh seniman diaspora Lombok di ranah seni rupa kontemporer dan mendeskripsikan makna simbolik yang muncul dalam presentasi lukisan seniman diaspora Lombok. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Fokus bahasan pada seniman Saepul Bahri dan Wisnu Aji Kumara. Keduanya aktif berkesenian selama lebih dari 14 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi landasan penciptaan keduanya menggabungkan unsur tradisi Sasak, spiritualitas, dan kritik sosial dalam karya mereka. Saepul dan Aji dalam lukisan mereka berakar pada nilai-nilai lokal dan spiritualitas, namun tetapi beradaptasi dengan konteks kontemporer. Representasi konsepsi simbolik dilakukan dengan mengintegrasikan elemen budaya lokal, tradisi, dan pengalaman pribadi. Penggunaan simbol-simbol yang khas dari tradisi maupun kearifan lokal Sasak, menyampaikan identitas, spiritualitas, hidup rukun bermasyarakat dan senantiasa berusaha melestarikan tradisi lokal

    Membangun Mood and Look dengan Light and Color dalam Sinematografi Film "Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum"

    No full text
    Karya seni tugas akhir skripsi penciptaan dengan judul “Membangun Mood and Look dengan Light and Color dalam Sinematografi Film Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum” bercerita tentang perjalanan hidup Tatiana dalam merelakan kepergian Tyo. Kondisi Tyo makin memburuk membuat Tatiana harus melewati fase terberatnya untuk dapat terus melanjutkan hidup. Perjalanan emosional Tatiana diungkapkan melalui elemen light and color untuk membangun mood and look dalam setiap ruang waktu. Pemilihan warna untuk membangun look terinspirasi dari Bunga edelweis yang sering diperbincangkan oleh Tyo dan Tatiana. Transformasi warna pertumbuhan bunga edelweis dari hijau, putih lalu kuning selaras dengan perjalanan emosional Tatiana dalam mengikhlaskan kepergian Tyo di setiap ruang waktu. Film Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum menerapkan light and color dapat merepresentasikan perasaan karakter utama, Tatiana, di tiga ruang waktu berbeda: masa lalu, masa kini, dan imajinasi. Warna hijau, putih, dan kuning digunakan untuk mewakili fase emosional Tatiana, yaitu kesedihan, kebahagiaan, dan keikhlasan. Penerapan light and color hijau, putih, kuning dengan lighting lowkey dan highkey, di dalam film Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum mampu membangun mood and look sebagai representasi perasaan karakter utama dalam melewati setiap ruang waktu

    Musik dan ekstase pada ibadah gereja karismatik di Gereja Bethany Indonesia Salatiga

    No full text
    Ibadah gereja karismatik menarik perhatian akademisi dan praktisi gereja karena ciri khasnya yang terletak pada pengalaman langsung dengan kehadiran Roh Kudus, yang dimanifestasikan melalui ekspresi emosional. Dalam konteks ibadah gereja Karismatik, musik digunakan sebagai media untuk pujian dan penyembahan kepada Allah. Musik juga digunakan sebagai media untuk membangun emosi spiritual jemaat, hingga pada puncaknya mencapai ekstase. Penelitian ini menjadi penting mengingat minimnya kajian sistematis tentang hubungan antara musik dan ekstase dalam konteks ibadah gereja Karismatik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk musik yang dapat menciptakan peristiwa ekstase dan mengkaji mengenai ekspresi ekstase yang terjadi pada jemaat di Gereja Karismatik khususnya di Gereja Bethany Indonesia Salatiga. Melalui pendekatan etnomusikologis, penelitian ini menggali bagaimana musik berkontribusi dalam peristiwa ekstase yang terjadi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara yang mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa musik tidak hanya digunakan sebagai pengiring ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun emosional jemaat yang mendukung terjadinya ekstase. Ekspresi ekstase yang terjadi pada jemaat seperti gerakan tubuh, tangisan, dan bahasa Roh, dapat dikaitkan dengan musik melalui penggunaan elemen musik seperti melodi, ritme, tempo, timbre, dan dinamika. Temuan ini juga menunjukkan bahwa, meskipun musik memiliki peran dalam membangun emosi spiritual jemaat, latar belakang, emosi, dan interpretasi jemaat terhadap makna ibadah juga memiliki peran dalam terjadinya ekstase

    Upaya pelestarian kesenian Srandul di Dusun Candirejo Bokoharjo Prambanan Sleman

    No full text
    Kesenian Srandul merupakan salah satu wujud kebudayaan kesenian tradisi di Dusun Candirejo Kalurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman. Kesenian Srandul dapat digolongkan dalam jenis teater rakyat, diperkirakan muncul sekitar abad ke-19 dan asal-usul pastinya sulit ditelusuri. Pertunjukan ini termasuk dalam jenis dramatari dengan menyajikan cerita yang dibawakan berupa gerak, dialog, dan tari. Tokoh yang bermain dalam kesenian ini bernama Dadung Awuk yang menggambarkan seorang pria yang sedang bertapa di dalam tanah atau tapa pendem, selama 40 hari 40 malam lamanya agar memperoleh kekuatan dari alam. Kesenian Srandul telah diwariskan secara turun-temurun, dari generasi pertama hingga generasi ketiga, yang menunjukkan bahwa kesenian ini tetap hidup dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Grub kesenian ini, sejak awal berdiri hingga saat ini telah melalui berbagai pasang surut dalam perjalanannya menghadapi perubahan zaman. Upaya pelestarian kesenian Srandul dapat dianalisis melalui pendekatan sosiologi dalam tinjauan sosio-historis sebagaimana dikemukakan oleh Raymond Williams. Dalam buku Sumandiyo Hadi menjelaskan tentang pemahaman terhadap eksistensi tari di kalangan masyarakat dengan konsep sejarah idealis tentang semangat zaman yang mengulas fenomena dan perkembangan yang ada pada kesenian drama tari Srandul. Dalam konteks kesenian ini, yang menjadi fokus adalah upaya pelestarian kesenian Srandul dari generasi pertama hingga generasi ketiga. Kesenian Srandul yang ada di Dusun Candirejo, merupakan bagian dari warisan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Keberlangsungannya hingga saat ini menunjukkan bahwa kesenian ini masih mendapat tempat di hati masyarakat, meskipun telah melewati berbagai perubahan zaman

    Efektivitas metode Stanislavski terhadap kemampuan komunikasi siswa pada ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 3 Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini mengkaji efektivitas metode Stanislavski terhadap kemampuan komunikasi siswa pada ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kemampuan komunikasi merupakan salah satu keterampilan utama abad ke-21 yang sangat penting untuk dikembangkan siswa, baik dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja. Namun, masih banyak siswa yang mengalami hambatan dalam berkomunikasi, seperti kurang percaya diri, takut, dan malu berbicara di depan umum. Ekstrakurikuler teater Jubah Macan di SMA Negeri 3 Yogyakarta, menjadi salah satu wadah pembinaan yang potensial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Metode Stanislavski, yang menekankan pada penghayatan peran dan teknik “magic if” telah digunakan dalam proses pembelajaran teater, namun efektivitasnya terhadap peningkatan kemampuan komunikasi siswa belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Stanislavski terhadap kemampuan komunikasi siswa pada ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan mix methods dengan desain eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket kemampuan komunikasi yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan metode Stanislavski selama proses pembelajaran di ekstrakurikuler teater. Sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji t dengan model paired sampel t-Test dan uji N-Gain. Analisis data kualitatif dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan komunikasi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode Stanislavski hal ini berdasarkan uji t yang menunjukkan nilai sig

    Penciptaan naskah drama buah naga dan ikan tongkol disekeliling angka tujuh bersumber dari fenomena kerusakan lingkungan akibat pertambangan emas di Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Naskah drama berjudul Buah Naga dan Ikan Tongkol di Sekeliling Angka Tujuh merupakan karya seni yang mengangkat isu kerusakan lingkungan akibat eksploitasi tambang emas di wilayah pesisir Banyuwangi. Karya ini menjadi kritik penulis terhadap dampak ekologis dan sosial yang ditimbulkan, sekaligus merefleksikan perjuangan Masyarakat dalam mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menciptakan naskah drama yang menggambarkan konflik antargenerasi dan isu lingkungan melalui pendekatan seni. Dalam penciptaan naskah, penulis menerapkan teori Deep Ecology untuk menekankan pentingnya keseimbangan manusia dan alam, serta teori penulisan naskah drama Lajos Egri untuk membangun premis, karakter tiga dimensi, dan konflik yang kuat. Selain itu, pendekatan naratif drama tragis digunakan untuk memperkuat penyampaian pesan. Proses penciptaan naskah menggunakan metode kreasi Graham Wallas, melibatkan tahapan persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Isu kerusakan lingkungan dikemas melalui konflik batin tokoh utama, Saleho, yang berjuang melawan eksploitasi tambang bersama Sagara, di tengah ancaman longsor yang mengguncang komunitas nelayan. Naskah ini terdiri dari 6 adegan dengan latar pesisir Banyuwangi. Karya ini diharapkan memperkaya naskah drama di Indonesia dan meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan

    Perancangan Museum Tosan Aji Purworejo dengan Pendekatan Interactive Multimedia Learning

    No full text
    Museum Tosan Aji merupakan museum pusaka yang terletak di Kabupaten Purworejo dan menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah, terutama keris yang memiliki nilai budaya dan spiritual tinggi dalam masyarakat Jawa. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan media edukatif yang interaktif dan representatif terhadap warisan budaya, perancangan interior museum menjadi aspek penting dalam menciptakan ruang yang tidak hanya menyimpan, tetapi juga menghidupkan kembali makna simbolik dari pusaka-pusaka tersebut. Perancangan interior Museum Tosan Aji ini mengusung konsep “Stratified Immersion” yang mengarahkan pengunjung pada alur perjalanan ruang yang bertahap dan terstruktur berdasarkan kronologi sejarah dan nilai spiritual koleksi. Konsep ini merujuk pada teori Multimedia Learning oleh Richard E. Mayer serta mengadopsi prinsip hierarki rumah tradisional Jawa sebagai dasar pembentukan zonasi. Dengan pendekatan ini, desain berupaya menciptakan pengalaman berlapis yang informatif, reflektif, dan imersif. Perancangan juga mempertimbangkan aspek kenyamanan termal dan kualitas udara sesuai standar ruang museum. Hasil desain ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan desain ruang edukatif berbasis budaya lokal

    Mulih: identitas jathilan dalam komposisi karawitan

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari fenomena jathilan yang berkembang sangat pesat, terutama pada kreatifitas garap iringannya. Namun, kreatifitas garap tersebut tidak berpijak pada identitas iringan jathilan sehingga kesenian jathilan mulai kehilangan jati diri. Fenomena ini menjadi gagasan utama bagi penulis dalam menciptakan komposisi karawitan yang berpijak pada pola tabuhan iringan jathilan dengan judul Mulih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tabuhan yang menjadi identitas iringan jathilan untuk diimplementasikan ke dalam karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu practice as research through performance (praktik sebagai penelitian melalui pertunjukan). Proses penelitian terdiri beberapa tahapan, yaitu pra garap, garap, dan pasca garap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) identitas iringan jathilan terdapat pada pola tabuhan-nya. Terdapat lima pola tabuhan sebagai identitas jathilan, yaitu enjer, takur, sendonan, gobyok dan lompong keli. Kelima pola tersebut menjadi tabuhan inti iringan jathilan sehingga menjadi identitas iringan jathilan; 2) pola tabuhan yang merupakan identitas jathilan dapat dikembangkan menjadi komposisi karawitan dengan mengolah harmoni, ritme dan dinamika

    Beripat beregong dalam acara maras taun di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung

    No full text
    Beripat beregong sebuah tradisi adu ketangkasan yang menyatukan unsur seni bela diri dengan musik ritual. Menggunakan metode kualitatif, teori yang digunakan yaitu teori dari Karl-Edmund Prier SJ dalam buku Ilmu Bentuk Musik dan teori dari Alan P Merriam pada buku The Anthropology of Musik terjemahan Triyono Bramantyo. Hasil analisis, Pada transkripsi beripat beregong instrumen gong. gendang dan kelinang dimainkan secara bersamaan pada ketukan 1 dengan pola repetisi yang mengikuti gerak nigal petarung, Beripat beregong yang terdahulu digunakan sebagai ajang sayembara raja mencari pasangan putrinya. Namun sekarang sudah tidak relevan. Akhirnya kesenian beripat beregong beralih fungsi sebagai hiburan

    Jajanan tradisional cenil sebagai motif batik pada busana ready to wear

    No full text
    Cenil, salah satu makanan tradisional khas Jawa, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Cenil yang mempunyai tekstur kenyal dan rasa manis, terbuat dari campuran tepung tapioka atau singkong. Makanan ini biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan dipadukan dengan gula merah cair. Variasi warna dan bentuk cenil benar-benar membuat tampilan jajanan ini lebih menarik dan menggoda selera. Cenil sering disajikan dalam berbagai warna yang semakin meningkatkan daya tarik visualnya. Bentuknya yang bervariasi, seperti bola kecil, bentuk lonjong, dan kotak, juga menjadikan cenil tampak menarik serta berbeda dari jajanan lainnya. Tujuan dari penciptaan motif batik dengan sumber ide jajanan tradisional cenil adalah untuk mengenalkan pada masyarakat luas tentang bentuk visual dari jajanan tradisional cenil. Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah metode pendekatan estetika dari Djelantik, serta metode penciptaan tiga tahap dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Landasan teori yang digunakan penulis adalah teori estetika dan teori ergonomi. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan remasol. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap pembuatan pola, penjiplakan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan, dan penghiasan busana. Karya yang dihasilkan dalam Tugas Akhir ini berupa tujuh buah karya busana ready to wear dengan berbagai warna. Keseluruhan karya memiliki judul sama dan desain batik yang berbeda-bed

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇