49728 research outputs found
Sort by
Perancangan Permainan Papan Sebagai Media Bersosial Kelompok Warakawuri Lansia PWK ST. Monika Gereja Maria Assumpta Cawas
Perancangan ini membahas tentang bagaimana permainan papan dapat menjadi salah satu wadah media hiburan dan bersosial untuk warakawuri lanjut usia di PWK (Perhimpunan Warakawuri Katolik) St. Monika Assumpta Cawas. Permainan papan sendiri dipilih sebagai media perancangan karena papan permainan dapat mencakup menjadi media bermain dan bersosial. Permainan papan dapat memfasilitasi interaksi tatap muka para lansia (lanjut usia) dengan teman sebaya, dan anggota keluarga tanpa harus menggunakan fisik yang berlebihan ataupun melelahkan. Interaksi sosial ini juga dapat meningkatkan kesempatan belajar bersama, dan meningkatkan komunikasi intrapersonal para janda lansia (lanjut usia) dengan lebih menghibur dan menyenangkan
Eksplorasi kreatif teknik screenlife : strategi pemangkasan durasi dan penanganan monotoni dalam film fiksi Blurred
Penelitian ini berfokus pada eksplorasi teknik screenlife dalam film Blurred sebagai bentuk penyampaian naratif yang mengatasi keterbatasan monotoni visual yang sering dijumpai pada teknik ini. Teknik screenlife, yang menampilkan layar digital sebagai medium utama narasi, menawarkan pengalaman imersif. Meskipun demikian, teknik ini memiliki tantangan dalam menciptakan dinamika visual dan alur cerita yang tetap menarik bagi penonton. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pemangkasan durasi adegan sebagai solusi untuk mempertahankan keberlanjutan narasi sebagai upaya menghindari kelelahan visual. Dalam proses post-produksi Blurred, dua tahap utama editing diterapkan: pertama, penyusunan alur cerita dengan mempertahankan detil aktivitas rutin tokoh utama. Kedua, evaluasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang menghasilkan saran untuk pemangkasan durasi dan variasi visual. Hasil FGD menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengurangi repetitivitas visual serta mempercepat tempo dengan teknik editing seperti timelapse, jump cuts, dan cut-tocut. Pemangkasan durasi berhasil mengoptimalkan alur cerita sehingga menciptakan narasi yang lebih padat dan intens, tanpa mengurangi esensi atau dampak emosional cerita. Penerapan teknik-teknik editing tersebut, terutama pada adegan-adegan yang terlalu lambat atau repetitif seperti rutinitas sehari-hari karakter, menjadikan pengalaman menonton lebih dinamis dan tetap mengalir. Menggunakan teknik timelapse untuk adegan peralihan waktu, cut-to-cut untuk memotong repetisi tanpa kehilangan elemen penting, serta jump cuts untuk menjaga kecepatan narasi, berhasil meningkatkan keterlibatan penonton sekaligus menghindari kelelahan akibat durasi panjang. Film ini juga menunjukkan bagaimana teknik screenlife, dengan bantuan pendekatan kreatif dalam postproduksi, mampu menyampaikan pesan yang lebih tajam dan memperkuat tema film. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan teknik screenlife yang lebih efektif. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya penyesuaian teknis dalam meningkatkan dinamika narasi film agar dapat menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik
Kendang Bung pada Gamelan Krumpyung Sanggar Seneng Seni di Kabupaten Kulon Progo: kajian organologis, inovasi dan fungsi
Gamelan krumpyung dalam karawitan merupakan hal menarik, dari segi fisik, suara, serta bahan yang digunakan. Awal mulanya, digunakan pada gamelan krumpyung berbahan kulit hewan. Seiring adanya perkembangan zaman, timbulah gagasan menggunakan kendang bung. Oleh karena itu,inovasi dan fungsi dari kendang berbahan bambu menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji dan diteliti. Tujuan penelitian untuk menganalisis organologi kendang bung dan inovasi Jarwanto dalam menciptakan kendang bung serta fungsi gamelan krumpyung di Sanggar Seneng Seni yang berada di Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Seneng Seni yang berada di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Hasil analisis ditemukan perbedaan dari segi organologi antara kendang bung dengan kendang pada umumnya. Inovasi kendang bung dalam gamelan krumpyung tercipta dari kesadaran Jarwanto dalam menjaga keselarasan gamelan yang berbahan bambu dengan mempertimbangkan faktor teknis, ketersediaan bahan, kekuatan material, serta karakter suara yang dihasilkan. Fungsi kendang bung seperti kendang konvensional dalam karawitan Jawa yang berperan sebagai pamurba irama yaitu sebagai pengatur peralihan pada lagu dan memberikan aba-aba pada karawitan tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kendang bung dalam gamelan krumpyung merupakan bentuk inovasi budaya lokal yang lahir dari kesadaran Jarwanto akan pentingnya menjaga keutuhan material gamelan yang terbuat dari bahan bambu
Tata Kelola Penjualan Karya Digital Kreator Lokal Melalui Jaringan Non-Fungible Token di Lokapasar "Tokomall by Tokocrypto"
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tata kelola penjualan karya digital melalui jaringan Non-Fungible Token (NFT) di lokapasar Tokomall by Tokocrypto. Latar belakang penelitian berangkat dari perubahan pola konsumsi seni yang mendorong seniman untuk beralih ke media digital sebagai sarana berkarya dan bertransaksi. NFT hadir sebagai inovasi yang memungkinkan validasi kepemilikan digital melalui sistem blockchain, namun juga membawa tantangan baru seperti fluktuasi pasar, ketidakteraturan regulasi, hingga tantangan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada dua kreator lokal yaitu Dhany Pramata dan NFTbyME Art Collection. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola penjualan NFT di Tokomall mencakup perencanaan karya dan strategi pasar, pengorganisasian promosi secara mandiri, pelaksanaan berbasis komunitas, serta evaluasi penjualan yang terus disesuaikan dengan dinamika tren NFT. Kedua kreator menunjukkan kemampuan adaptasi dalam memanfaatkan lokapasar lokal serta membangun relasi dengan komunitas kolektor. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kreator terhadap proses dasar manajemen Planning, Organizing, Actuating, & Controling (POAC) dan bauran pemasaran Product, Price, Promotion, Place (4P) agar karya digital dapat bersaing di pasar NFT yang kompetitif
Manajemen produksi "Bingkas Timur" Teater Eska Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Persatuan Melayu Raya, Malaysia pada tahun 2022
Penelitian ini membahas strategi manajemen produksi dalam pementasan Bingkas Timur, sebuah pertunjukan kolaboratif antara Teater ESKA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Indonesia) dan Persatuan Teater Anak Melayu (TAMU) dari Malaysia. Karya ini merupakan bentuk teater lintas budaya yang mengangkat nilai-nilai lokalitas Melayu dalam bingkai modernitas dan spiritualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi manajemen produksi yang diterapkan serta menganalisis pengaruh kerja sama internasional terhadap proses produksi pertunjukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen produksi dari Jazuli yang mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, serta teori manajemen produksi dari George R. Terry yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), pengawasan atau evaluasi (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen produksi Bingkas Timur berhasil menciptakan struktur kerja yang efisien melalui pembagian tugas lintas negara, penyesuaian jadwal produksi daring dan luring, serta pengelolaan komunikasi budaya yang adaptif. Kerja sama antara Teater ESKA dan TAMU memberikan dampak positif terhadap kualitas artistik dan profesionalisme produksi, sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui pertunjukan teater
Manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi
Eksistensi Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi yang sudah ada sejak tahun 1960-an hingga saat ini menjadi bukti pengelolaan yang dilakukan berjalan dengan baik, sehingga mampu menjaga kualitas pembelajaran tari. Selain itu, banyaknya prestasi yang diraih serta pengalaman yang diperoleh peserta didik, menunjukkan keberhasilan Sanggar dalam proses pembelajarannya. Tercapainya hal tersebut tidak terlepas dari manajemen pembelajaran tari yang dilaksanakan oleh sanggar, khususnya pada kelas Tari Kang Aji, karena tarian tersebut sebagai langkah awal dalam mempelajari gerak dasar gaya tari Betawi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Objek penelitian ini adalah manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra. Subjek penelitian ini adalah ketua Sanggar, pengajar, pelatih pendamping, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis interaktif dari Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra telah terlaksana dengan baik secara terstruktur dan konsisten. Keberhasilan tersebut dicapai melalui penggunanaan fungsi manajemen yang tepat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Manajemen pembelajaran yang dilakukan berdampak baik dalam mengelola jumlah peserta didik yang cukup banyak, mampu melahirkan murid-murid yang berkualitas sehingga berhasil membawa nama sanggar menjadi dikenal oleh masyarakat
Pengaruh video pembelajaran terhadap motivasi belajar pada materi tari kreasi baru di SMP N 1 Sewon
Motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran seni tari masih menjadi tantangan di era pembelajaran modern saat ini. Rendahnya motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran seni tari secara konvensional menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran seni tari di SMP N 1 Sewon. Masalah motivasi belajar disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya minat siswa, metode pengajaran yang kurang menarik hingga keterbatasan fasilitas dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, seperti video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan video pembelajaran terhadap motivasi belajar pada materi tari kreasi baru serta mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh video pembelajaran terhadap motivasi belajar pada materi tari kreasi baru di SMP N 1 Sewon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dalam desain Pra-Experimental dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Sewon. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII A-VII G yang mengikuti pembelajaran tari, sedangkan sampel berjumlah 32 orang dari kelas VII G. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling acak (random sampling) yang diambil secara acak berdasarkan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei, observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner atau angket, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik analisis data deskriptif dan analisis data inferensial meliputi uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian sebagai berikut. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000
Eksplorasi Singa Barong Reog Ponorogo dalam motif batik pada busana setelan kebaya modern
Tugas akhir ini terinspirasi dari tokoh Singa Barong dalam kesenian Reog Ponorogo. Tokoh Singa Barong merupakan tokoh sentral dalam pertunjukan Reog yang digambarkan sebagai makhluk berkepala singa dengan hiasan merak di atasnya, melambangkan kekuatan, keberanian, dan kemegahan. Tokoh ini dipilih karena memiliki keunikan visual serta nilai estetika yang tinggi, terutama pada perpaduan elemen dalam topeng Singa Barong. Keunikan tersebut menjadi sumber ide utama dalam pengembangan konsep busana yang merepresentasikan karakter dan kekuatan simbolik dari tokoh tersebut. Dalam penciptaannya, motif yang terinspirasi dari Singa Barong ini disederhanakan dan distilisasi agar selaras dengan karakter kebaya modern yang anggun dan feminin. Dalam pembuatan karya ini menggunakan metode penciptaan melalui tiga tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Eksplorasi dilakukan dengan mengumpulkan referensi dari literatur dan observasi langsung. Pada tahap perancangan, dilakukan pembuatan sketsa dan desain awal baik untuk bentuk busana maupun motif batik yang akan digunakan. Tahap akhir adalah pewujudan, di mana desain yang telah dipilih diwujudkan menjadi karya busana nyata. Karya busana yang dihasilkan diberi judul “Lodra”, terdiri dari enam busana setelan kebaya modern dengan desain yang berbeda-beda. Setiap busana dirancang untuk wanita dewasa dan diperuntukkan bagi acara formal. Motif batik dibuat dengan teknik batik tulis menggunakan pewarna sintetis Remazol dengan teknik colet. Bahan utama yang digunakan adalah kain katun, yang kemudian dipadukan dengan brokat dan tulle bordir untuk memperkuat kesan anggun dan elegan dalam setiap busana. Kata Kunci : Batik, Singa Barong, Busana, Kebaya Modern
Perancangan buku ilustrasi panduan home workout activity bagi ectomorphic
Perancangan buku panduan latihan fisik ini bertujuan untuk memberikan solusi visual dan edukatif bagi individu dengan tipe tubuh ectomorph yang sering mengalami kesulitan dalam meningkatkan massa otot dan kekuatan tubuh. Buku berjudul Ectomorphosis ini tidak hanya menjadi panduan latihan, namun juga media refleksi dan penyemangat dalam menghadapi stigma sosial seperti anggapan bahwa “kurus itu sehat” atau “bentuk tubuh ideal hanya milik mereka yang berbadan besar.” Perancangan buku ini dilakukan menggunakan pendekatan desain komunikasi visual yang mencakup ilustrasi gerakan , layout informatif, serta tone visual yang kuat namun bersahabat. Analisis data dalam perancangan dilakukan melalui pendekatan metode 5W1H (what, who, why, where, when, how) untuk menggali kebutuhan target audiens, urgensi masalah, serta media yang efektif dalam menyampaikan informasi latihan secara mandiri. Hasil akhir berupa buku panduan berukuran B5, 80 halaman, berisi instruksi latihan bodyweight, infografis kelompok otot, refleksi diri, dan media pendukung seperti video tutorial, kartu latihan, serta desain ilustratif yang membangun keterikatan emosional dengan pembaca. Perancangan ini diharapkan mampu menjadi media yang inklusif dan membangun pemahaman bahwa proses membentuk tubuh ideal tidak hanya soal penampilan, tetapi juga tentang membangun disiplin, kesehatan, dan hubungan yang positif dengan diri sendiri
Tiktok dalam pembentukan tren musik: Studi kasus sang dewi dipopulerkan oleh Lyodra
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran platform TikTok dalam membentuk ulang popularitas lagu “Sang Dewi” versi Lyodra Ginting. Lagu yang semula dirilis oleh Titi DJ pada tahun 2001 ini mengalami regenerasi audiens melalui mekanisme distribusi digital berbasis algoritma dan partisipasi pengguna. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus netnografi, data dikumpulkan melalui observasi konten TikTok, dokumentasi statistik video, serta wawancara dengan pengguna aktif dan pelaku industri musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur TikTok seperti For You Page, reuse audio, dan metrik interaksi (likes, shares, saves) memainkan peran sentral dalam memperluas jangkauan lagu. Tiga bentuk partisipasi utama, dance cover, narrative content, dan song cover, menunjukkan bahwa viralitas dipicu oleh keterlibatan emosional dan fleksibilitas musikal yang sesuai dengan logika teknis algoritma. Temuan ini menguatkan konsep platformisasi musik, di mana distribusi tidak lagi dikendalikan oleh lembaga industri, tetapi oleh komunitas pengguna dan sistem rekomendasi digital. TikTok bukan hanya alat promosi musik, tetapi juga arena kurasi ulang memori kolektif terhadap lagu-lagu lam