49728 research outputs found
Sort by
Olah tubuh berbasis tari klasik Yogyakarta sebagai terapi relaksasi kecemasan siswa kelas X teknik audio video SMK Negeri 2 Yogyakarta
Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang dialami oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Hal tersebut disebabkan oleh tekanan akademik, adaptasi pembelajaran, serta tuntutan sosial, dan keluarga. Kondisi yang berdampak pada konsentrasi belajar, prestasi, dan kesehatan emosional siswa. Salah satu pendekatan nonfarmakologi yang efektif untuk mengatasi kecemasan adalah relaksasi otot progresif berbasis seni tari. Tari klasik gaya Yogyakarta dapat menjadi media terapi yang memberikan efek relaksasi, mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan keseimbangan emosional. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas olah tubuh berbasis tari klasik gaya Yogyakarta dalam menurunkan tingkat kecemasan pada siswa kelas X Teknik Audio Video di SMK Negeri 2 Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif eksperimen dengan desain pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Yogyakarta berjumlah 31 siswa. Instrumen pengukuran menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Skema penelitian dimulai dengan pretest, pemberian treatment/perlakuan berupa olah tubuh berbasis tari klasik gaya Yogyakarta, lalu dilanjutkan dengan posttest. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan, dengan rata-rata pretest sebesar 14,3226 dan posttest sebesar 9,9355. Uji-t berpasangan menunjukkan t hitung sebesar 4,914 lebih besar daripada t tabel 2,042 (4,914 > 2,042) dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa olah tubuh berbasis tari klasik gaya Yogyakarta efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh siswa kelas X Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Yogyakarta
Kreativitas Sadipan dalam menciptakan gendhing-gendhing khas Gunungkidul
Sadipan merupakan seorang seniman karawitan asal Gunungkidul yang dikenal sebagai pengrawit, komposer, serta pendidik seni vokal tradisional. Karya-karyanya yang mengangkat identitas lokal, kehidupan sehari-hari, dan nilai-nilai budaya masyarakat Gunungkidul terdokumentasi dalam buku “Gendhing-Gendhing Gunungkidulan Ki Sadipan” yang memuat notasi dan teks vokal. Salah satu gending ciptaan Sadipan yang terkenal adalah Lancaran Wisata Gunungkidul yang menggambarkan keindahan alam serta tradisi lokal. Kekhasan karya Sadipan belum dikaji oleh banyak orang dan menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas Sadipan dalam menciptakan gendhing-gendhing, mengidentifikasi ciri khas karyanya, serta menganalisis bagaimana gendhing-gendhing tersebut merepresentasikan identitas budaya Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori kreativitas Graham Wallas sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Sadipan melibatkan beberapa tahap penting, yaitu 1) penggalian ide dari kehidupan dan lingkungan lokal, 2) eksplorasi bentuk musikal berdasarkan pengalaman musikal dan pemahaman karawitan Jawa, serta 3) penyusunan struktur gending. Ciri khas karya Sadipan meliputi struktur gending yang sederhana namun kuat, pemilihan laras dan pathet sesuai pesan, serta lirik yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan spiritualitas masyarakat Gunungkidul. Melalui perjalanan kiprah dan karyanya, Sadipan tidak hanya berperan sebagai pencipta gending, tetapi juga sebagai pelestari budaya lokal dan pendidik karawitan. Perannya sangat penting dalam menjaga kesinambungan tradisi karawitan di Gunungkidul. Ia menjadi contoh nyata bahwa kreativitas dalam seni tradisi dapat tumbuh subur jika didukung oleh pemahaman budaya, pengalaman musikal, dan komitmen terhadap pelestarian seni
Transformasi nilai musik iringan dalam prosesi rampanan kapa’ di Desa Telemow – Sepaku – Penajam Paser Utara
Pro kontra mengenai perubahan penggunaan gendang Pa’gellu dalam Rampanan Kapa’ di desa Telemow, Sepaku, Penajam Paser Utara memberikan dampak terhadap transformasi nilai musik iringan. Berdasarkan permasalahan terebut maka penelitian ini mempunyai fokus pada transformasi nilai musik iringan dalam prosesi Rampanan Kapa’ di Desa Telemow, Sepaku, Penajam Paser Utara. Untuk mengelaborasi transformasi nilai maka digunakan pendekatan teori transformasi nilai dari Hoffman dan estetika musik Scruton. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data mempergunakan konsep Miles, Huberman tentang analisis interaksi yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, klasifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai moral sosial budaya yang berkembang dalam masyarakat Toraja di desa Telemow, Sepaku, Penajam Paser Utara memberikan dampak terhadap transformasi nilai guna gendang Pa’gellu dalam prosesi Rampanan Kapa’, yang ditunjukan dari perubahan peran gendang Pa’gellu sebagai musik iringan arak-arakan penggantin menuju ke pelaminan menjadi peran hiburan. Transformasi nilai terjadi bukan hanya sekedar adopsi alat musik baru, melainkan proses internalisasi serta adaptasi nilai-nilai budaya agar tetap relevan di tengah modernisasi. Transformasi nilai sosial budaya gendang Pa’gellu dalam Rampanan Kapa’ terjadi pada ruang intramusikal yaitu adanya preferensi musikal yang menginginkan tidak hanya pada ruang ritme dan harmoni tetapi juga melibatkan unsur melodi karena untuk membangun pengalaman musikal antar makhluk hidup. Secara keseluruhan, penelitian ini menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, memperkuat identitas budaya sekaligus memenuhi selera musikal masyarakat Toraja masa kini. Kata Kunci : Transformasi, Nilai, Rampanan Kapa
Baru Klinting dari legenda Tombak Kyai Upas dalam batik kontemporer pada busana artwear
Legenda tombak Kyai Upas merupakan cerita turun- temurun yang di percayai oleh masyarakat Tulungagung Jawa Timur. Tombak Kyai Upas sendiri merupakan pusaka milik masyarakat Tulungagung yang dipercaya memiliki daya magis dan bertuah. Tombak ini memiliki panjang bilah 35cm dengan ditopang pegangan kayu sepanjang 4m yang sekarang disimpan di Gedong Pusaka Dalem Kanjengan Kepatihan Kabupaten Tulungagung. Namun, legenda mengenai adanya tombak Kyai Upas mulai terlupakan di masyarakat yang kemudian menjadi inspirasi untuk di wujudkan dalam karya busana Artwear sebagai upaya pengenalan warisan budaya kepada masyarakat luas. Karya busana Artwear diciptakan karena memiliki bentuk yang unik dan mampu menyampaikan pesan secara visual. Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah metode pendekatan estetika menurut A.A.M. Djelantik, serta metode penciptaan tiga tahap enam langkah oleh SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Landasan teori yang digunakan adalah teori estetika dan teori ergonomi. Proses perwujudan karya ini menggunakan batik tulis teknik colet dengan pewarnaan tekstil remasol. Tahapan yang dilakukan mulai dari tahap observasi, pembuatan sketsa, pembuatan pola, penjiplakan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan, pengaplikasian payet pada busana, dan pembuatan aksesori. Karya yang dihasilkan dalam Tugas Akhir ini berupa empat buah karya busana Artwear dengan warna utama adalah hitam dan dikombinasikan dengan warna putih dan abu-abu. Keseluruhan karya ini memiliki judul Wungu, Wulang, Wilis, dan Wiyata dengan motif batik, model busana, dan aksesori yang berbeda-beda
Perjalanan Spiritual Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
Perjalanan spiritual menjadi dasar ide dalam penciptaan karya seni lukis ini. Pengalaman batin melalui meditasi, dzikir sirri (suatu kalimat atau doa yang tidak diucapkan secara keras), dan ritual lainnya diterjemahkan ke dalam bentuk visual untuk menggambarkan hubungan manusia dengan alam, semesta, dan Tuhan. Gaya surealis dipilih karena mampu mewakili simbol-simbol bawah sadar serta menghadirkan makna yang tidak literal. Proses penciptaan dilakukan dengan pendekatan seni lukis, menggunakan media seperti kopi, tinta cina, dan cat akrilik. Eksperimen bahan ini menghasilkan tekstur alami dan simbolik, terutama melalui eksplorasi goresan hitam putih yang merepresentasikan keseimbangan antara terang dan gelap, hidup dan mati. Objek visual berfokus pada sosok manusia dan alam dengan pendekatan simbolik spiritual. Karya-karya yang dihasilkan bertujuan menyampaikan pesan tersurat maupun tersirat tentang kesadaran diri dan nilai spiritual. Sebagai hasil akhir, diciptakan sebanyak 15 karya seni lukis dua dimensi yang merefleksikan proses dan pemaknaan dari perjalanan spiritual tersebut
Perancangan interior restoran hotel Awani Bali dengan gaya postmodern tema futuristik
Perancangan interior restoran all-day dining Hotel Awani di Bali, dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan wisatawan akan desain resto yang unik dan berkualitas tinggi di tengah persaingan industri perhotelan. Seminyak sebagai destinasi premium membutuhkan pendekatan desain yang mampu memperkuat daya tarik kawasan. Gaya futuristik dipilih sebagai solusi desain untuk menghadirkan suasana modern dan mewah, tanpa penggunaan teknologi canggih. Proses perancangan dimulai dari studi lokasi, analisis target pasar, hingga pengolahan konsep desain yang memadukan prinsip futurisme dan glamor. Pendekatan visual diwujudkan melalui penggunaan material metalik bertekstur gelap, pencahayaan LED strip bernuansa hangat, serta bentuk interior yang dinamis. Penerapan elemen-elemen ini menciptakan suasana dramatis, eksklusif, dan visioner yang selaras dengan karakter Hotel Awani sebagai hotel bintang lima. Hasil akhir desain diharapkan tidak hanya menghadirkan ruang makan yang fungsional dan nyaman, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru dengan pengalaman visual yang kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara
Transformasi material tutup botol plastik dalam seni rupa
enelitian ini membahas transformasi material tutup botol plastik sebagai media dalam karya seni rupa yang mengusung nilai estetika, edukatif, dan keberlanjutan lingkungan. Transformasi dalam konteks seni rupa tidak hanya merujuk pada perubahan bentuk fisik, tetapi juga mencakup perubahan fungsi, makna sosial, dan nilai budaya dari limbah tutup botol plastik. Melalui pendekatan teoritis karya seni ini memperlihatkan beberapa bentuk transformasi: tipologikal, gramatikal, distorsi, dan reversal. Pemanfaatan limbah botol plastik sebagai media artistik bertujuan menyampaikan pesan ekologis yang kuat mengenai bahaya plastik, sekaligus menawarkan solusi kreatif melalui proses daur ulang. Pendekatan visual berdasarkan prinsip seni rupa seperti kesatuan, keseimbangan, dominasi, ritme, dan harmoni membentuk narasi visual yang menyentuh dan komunikatif. Lebih jauh, karya ini menjadi medium edukasi sosial yang mengajak masyarakat, khususnya komunitas pesisir seperti petani rumput laut, untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Transformasi sampah menjadi karya seni menunjukkan bahwa limbah memiliki potensi estetis dan dapat menjadi alat advokasi dalam membangun kesadaran ekologis dan keberlanjutan. Seni rupa dalam hal ini menjadi bukan hanya wadah ekspresi, tetapi juga agen perubahan sosial dan lingkungan
Perancangan Modul Ajar Seni Musik Berdasarkan Konsep P5 pada Siswa Kelas 1 SD Kanisius Kumendaman Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk merancang modul ajar Seni Musik bagi guru Seni Musik berdasarkan konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi siswa kelas 1 di SD Kanisius Kumendaman Yogyakarta. Konsep P5 merupakan pembelajaran lintas disiplin yang berfokus pada penguatan karakter siswa berlandaskan nilai-nilai Pancasila melalui pelaksanaan proyek nyata di lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D, yang meliputi tahapan define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil angket validasi dari ahli materi, ahli media, serta tanggapan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar Seni Musik yang dikembangkan telah melalui tahap uji coba dan memperoleh penilaian sangat layak. Validasi oleh ahli materi menghasilkan skor rata-rata 91,6%, validasi oleh ahli media memperoleh skor rata-rata 84,4%, sedangkan tanggapan dari pendidik di SD Kanisius Kumendaman mencapai 83,3%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul ajar Seni Musik berbasis konsep P5 layak digunakan dalam pembelajaran siswa kelas 1 sekolah dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Berbantuan Origami Terhadap Minat Belajar Sejarah Tari Di Kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa siswa kurang terlibat aktif, banyak siswa pasif dengan semangat yang rendah saat mengikuti pelajaran, kurangnya kemampuan berkomunikasi, kolaborasi antar siswa, dan minimnya empati siswa dalam pembelajaran materi sejarah tari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick berbantuan origami terhadap minat belajar sejarah tari di kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi. Origami dalam model Talking Stick merupakan permainan yang dialihfungsikan sebagai media/alat bantu dalam pelaksanaan model pembelajaran. Penerapan model pembelajaran ini dilakukan untuk mengatasi masalah minat belajar peserta didik di kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman materi sejarah tari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan menggunakan desain quasi eksperimen dengan tipe nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Angket berisi 36 pernyataan untuk mengukur minat belajar siswa pada kelas kontrol dan eksperimen. Lembar observasi digunakan untuk mendeskripsikan perlakuan yang dilakukan ketika pembelajaran berlangsung. Instrumen angket melewati uji coba dengan menguji validitas dan reliabilitas. Hasil teknik pengambilan sampel secara purposive sampling diperoleh responden yang berjumlah 60 pada dua kelas, 30 siswa di kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang mengikuti model pembelajaran Talking Stick berbantuan origami dan 30 siswa di kelas VII A sebagai kelas kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Analisis uji hipotesis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji independent sample t. Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05. Kelompok eksperimen mengalami kenaikan rata-rata skor dari 98,70 menjadi 115,70. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa perlakuan memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar, siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, bersikap tertib, dan mampu memahami materi teori sejarah tari. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Hipotesis alternatif (Ha) diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Talking Stick berbantuan origami terhadap minat belajar siswa pada materi sejarah tari di kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi
Pengalaman belajar piano bagi penyandang skizofrenia : studi kasus terhadap atensi dan emosi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran musik, khususnya model pembelajarn piano, terhadap siswa dengan gangguan skizofrenia. Fokus penelitian diarahkan pada pengamatan perkembangan perilaku dan atensi salah satu siswa di Jogja Music School (JMS) yang didiagnosis mengalami skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung selama proses pembelajaran piano berlangsung kurang lebih 2,5 tahun. Informan dalam penelitian ini meliputi anggota keluarga, pengasuh, dan perwakilan dari pihak JMS yang memiliki kedekatan dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran warna dalam pembelajaran piano dapat meningkatkan atensi siswa, baik selama sesi pembelajaran maupun di luar sesi, meskipun peningkatan tersebut bersifat flukuaktif. Temuan ini mengindikasi bahwa pendekatan berbasis warna dalam pembelajaran musik berpotensi mendukung keterlibatan dan perkembangan kognitif sisw