Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Perancangan Ruang Terbuka Hijau sebagai Ruang Publik Kreatif di Kapanewon Rongkop Gunungkidul dengan Pendekatan Eco-Cultural

    No full text
    Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki semua orang, setiap individu memiliki potensi untuk berpikir kreatif sesuai pengalaman, lingkungan, dan pola pikir mereka. Sisi kreatif seseorang diperlukan suatu wadah, akan tetapi minimnya ketersediaan wadah sering kali menjadi hambatan dalam mengekspresikannya. Maka Ruang Publik Kreatif diperlukan sebagai tempat untuk mendorong interaksi, ekspresi seni, inovasi, dan kolaborasi antar komunitas, sebagai wadah kreatifitas masyarakat. Ruang Publik Kreatif memberikan fasilitas bagi masyarakat baik secara fungsi ruang publik maupun sebagai fasilitas dalam menunjang kegiatan kreatif bagi para pelaku ekonomi kreatif. Ruang Terbuka Hijau di Kapanewon Rongkop Gunungkidul merupakan kawasan yang sesuai untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau sebagai Ruang Publik Kreatif. Hal ini dimaksudkan agar kawasan ini bisa berfungsi sebagai wadah untuk ekonomi kreatif yang berkembang di Kabupaten Gunungkidul yaitu dari sektor fashion, kriya, kuliner, dan seni pertunjukan. Ruang Kreatif Publik di Kabupaten Gunungkidul berusaha mewujudkan semua itu di dalam lahan Kapanewon Rongkop, Gunungkidul. Eco-Cultural sebagai pendekatan desain yang akan diterapkan untuk mengakomodasi permasalahan dalam perancangan agar menciptakan paduan yang harmonis antara fasilitas bangunan dengan plasa, taman, dan lingkungan sekita

    Perancangan Concept Art Book Skin Line League of Legends dari Figur Anhropomorphic dalam Wayang Kulit

    No full text
    League of Legends merupakan game MOBA yang gratis untuk dimainkan dengan salah satu sumber penghasilannya berupa in-game cosmetics yang dapat dibeli oleh pemain berupa skin. Upaya untuk menarik perhatian pemain dilakukan dengan merilis skin dengan berbagai tematik. Walaupun eksplorasi tema untuk skin tidak terbatas, belum ada tematik skin yang merepresentasikan budaya Asia Tenggara khususnya Indonesia. Concept art book yang penulis rancang ini diharapkan dapat menampilkan representasi budaya Nusantara dengan menciptakan konsep skin line yang terinspirasi dari figur anthropomorphic dalam wayang. Karya final berupa concept art book ini berisikan konsep dan materi visual diantaranya meliputi tiga desain skin champions League of Legends berupa Azir, Alistar dan Aurelion Sol yang terinspirasi dari estetika wayang kulit anthropomorphic Jatayu, Jatasura, Maesasura, Lembusura dan Antaboga, desain spell effect, serta proses splash art dengan judul “Purwa Rananggana, A League of Legends Skin Concept Art”. Tujuan dirancangnya concept art book ini adalah sebagai bentuk representasi budaya Nusantara di League of Legends dalam bentuk in-game cosmetics

    Implementasi teknik frame-by-frame pada produksi film animasi "Uis Gara" sebagai media pengenalan budaya Karo

    No full text
    Pengenalan budaya sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk identitas, karakter, dan pemahaman anak terhadap nilai-nilai yang melekat pada masyarakat. Salah satu metode pengenalan adalah pengenalan secara visual, yang dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan dan melestarikan kebudayaan. Hal tersebut menjadi landasan dalam pembuatan film animasi Uis Gara, film ini diproduksi menggunakan teknik frame by frame yang dapat menangkap nuansa dan detail kearifan lokal, memperkaya pengalaman penonton dengan keindahan visual yang sederhana. Dengan menggunakan metode yang menggabungkan elemen-elemen tradisional dan modern, film ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi dan membawa penonton mengenal kebudayaan suku Karo melalui alur dan penggambaran visual dalam film pendek Uis Gara

    Transformasi Tokoh Nurbaya dalam Novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli dengan Serial Musikal Nurbaya Karya Naya

    No full text
    Serial Musikal Nurbaya merupakan sebuah karya kolaborasi antara teater dan film yang diproduksi Indonesia Kaya tahun 2021. Serial ini terinspirasi dari novel legendaris Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli. Transformasi tokoh Nurbaya merupakan proses kreatif penulis naskah dan sutradara yang telah membawa cerita Sitti Nurbaya ke latar Jakarta tahun 1970-an, zaman dimana prostitusi dan perjudian bersifat legal. Tokoh Siti Nurbaya digambarkan sebagai seorang perempuan cerdas, putri tunggal Baginda Sulaiman sang pemilik surat kabar Cakrawala. Nurbaya berdaya, berkemauan kuat, bercitacita tinggi, dan mempunyai misi besar yakni membongkar kejahatan praktik prostitusi suaminya sendiri, Tuan Meringgih. Nurbaya dibantu oleh temantemannya dalam menguak kebobrokan Taman Edan, namun di tengah misinya, ia dibunuh Tuan Meringgih. Samsul Bahri meneruskan perjuangan Nurbaya dan berhasil memenangkan sidang melawan Tuan Meringgih. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi tokoh Nurbaya dalam Serial Musikal Nurbaya dengan tokoh Nurbaya dalam novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli. Penelitian ini menggunakan teori transformasi dan ekranisasi, sedangkan metode penelitiannya memakai metode kualitatif deskriptif. Teknik dokumentasi dan studi pustaka digunakan sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Serial Musikal Nurbaya memiliki sejumlah perbedaan dari segi tema, alur, penokohan, dan latar dari novel aslinya. Pengubahan latar dari Sumatra Barat menjadi Jakarta tahun 1970-an menghadirkan konflik yang berbeda namun masih mengusung tema yang sama, yaitu perjuangan dalam melawan kejahatan. Karakter utama yakni Siti Nurbaya digambarkan berbeda dibandingkan karakter Nurbaya di dalam novel, namun ia memiliki visi yang sama yaitu melawan kejahatan dan membebaskan diri dari kondisi sosial masyarakat di zamannya

    Analisis Warna Dalam Mendukung Penokohan Pada Series I Told Sunset About You (2020)

    No full text
    Series I Told Sunset About You menceritakan tentang perjalanan emosional dua remaja, Teh dan Oh Aew dalam proses menemukan jati diri serta perjuangan dalam menggapai mimpi mereka. Penelitian yang berjudul Analisis Warna Dalam Mendukung Penokohan Pada Series I Told Sunset About You ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan warna dapat mendukung penokohan serta memperkaya narasi visual dalam series ini. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan fokus pada kemunculan warna yang dominan pada kostum, latar, dan elemen visual lainnya. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan representasi emosi tokoh, hubungan antar karakter, serta perubahan struktur dramatik dalam cerita dengan menggunakan teori psikologi warna menurut Riley Johnson dan Natalie Kalmus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna dalam series ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga memainkan peran representatif yang berarti dapat mewakili emosi pada tokoh utama. Suatu warna juga tidak hanya menyimbolkan satu emosi saja, namun dapat diartikan sebagai simbol beberapa perasaan lainnya

    Ikan bandeng sebagai ide penciptaan elemen dekorasi interior dengan teknik makrame

    No full text
    Ikan Bandeng merupakan ikan air tawar dengan tingkat budidaya tertinggi di Pati, Jawa Tengah. Hidup merantau menjadi awal mula munculnya kerinduan akan olahan Ikan Bandeng tersebut. Dalam masyarakat Tionghoa sendiri ikan bandeng menjadi simbol rintangan dan rezeki, hal ini tergambarkan pada banyaknya duri dalam ikan yang ditemui ketika ingin memakan dagingnya. Selain itu, bentuknya seperti torpedo dengan warna sisik keperakan serta mata bulat dengn lapisan bening yang menyelimutinya menjadi sumber ide penciptaan karya makrame dalam bentuk elemen dekorasi interior. Karya ini menggunakan pendekatan estetika yang dikemukakan oleh Djelantik yang terdapat tiga unsur keindahan, yaitu wujud atau rupa, bobot atau isi, dan penampilan atau penyajian. Kemudian metode penciptaan yang digunakan yaitu metode practice-based research oleh Hendriyana. Tahapan proses pada karya ini meliputi, perencanaan ide dan konsep, persiapan alat dan bahan, perancangan desain, dan perwujudan. Karya yang diwujudkan berjumlah 6 karya dari 17 sketsa alternatif yang sudah dibuat. Karya tersebut meliputi 1 buah partisi, 4 buah wall hanging, dann 1 buah standing lamp. Semua karya tersebut dibuat menggunakan teknik makrame dengan menggunakan simpul kepala, gordyn, pipih ganda, pipih tunggal, dan berkas. Bahan yang dipilih yaitu tali katun berwana putih dan biru. Biru disini meliputi banyak tingkatan dari muda hingga biru tua. Selain teknik makrame, dalam proses perwujudan karya ini digunakan teknik rajut serta tapestri sebagai teknik penunjang. Benang polycherry, chenille, dan handuk menjadi pilihan pada teknik tersebut

    Analisis visualisasi aroma the pada kemasan parfum merek lokal di Indonesia ( Kajian encoding-decoding Stuart Hall )

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visualisasi aroma teh pada kemasan parfum merek lokal di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori encoding- decoding dari Stuart Hall. Objek penelitian mencakup empat varian parfum dari merek Mykonos, yaitu Matcha Latte, Tea Poetry, Hawaiian Crush, dan Down To Earth yang memiliki visual kemasan yang berbeda-beda meskipun sama-sama mengandung notasi aroma teh. Penelitian ini berfokus pada bagaimana elemen visual seperti warna, ilustrasi, dan bentuk digunakan oleh produsen untuk menyampaikan pesan tertentu dan bagaimana elemen-elemen tersebut dipahami atau dimaknai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif- deskriptif yang melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan desainer sebagai encoder dan konsumen sebagai decoder. Proses encoding mencakup penggunaan elemen warna yang diasosiasikan dengan karakter aroma, sedangkan decoding mengeksplorasi bagaimana latar belakang individu, preferensi, dan ekspektasi memengaruhi interpretasi konsumen terhadap kemasan. Survei pra-penelitian juga dilakukan untuk membuktikan adanya tren aroma teh pada industri parfum lokal dan menunjukkan popularitas aroma ini di kalangan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pendekatan yang berbeda-beda dalam memvisualisasikan suatu aroma pada kemasan parfum. Kemudian, dari sisi decoder, warna, ilustrasi, dan desain kemasan yang digunakan untuk merepresentasikan aroma teh dimaknai secara beragam oleh konsumen, dipengaruhi oleh persepsi personal dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual pada kemasan tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik estetis, tetapi juga menjadi media komunikasi yang dapat mencerminkan identitas aroma parfum yang abstrak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan keilmuan desain komunikasi visual, khususnya dalam memahami hubungan antara elemen visual pada kemasan parfum dan interpretasi konsumen terhadap visual dan aroma, serta memberikan panduan bagi industri kreatif dalam menciptakan kemasan yang lebih komunikatif dan efektif

    Representasi konflik internal karakter utama melalui bahasa tubuh dalam penyutradaraan film pendek fiksi "Senandung Bapak Di Penghujung Hari"

    No full text
    Penelitian ini membahas representasi konflik internal karakter utama melalui bahasa tubuh dalam penyutradaraan film pendek "Senandung Bapak di Penghujung Hari" . Cerita berfokus pada Sumiran, seorang ayah yang harus menghadapi dilema emosional dan tekanan hidup ketika putranya jatuh sakit dan membutuhkan obat, sementara ia tidak memiliki uang untuk membelinya. Sumiran enggan bercerita kepada istrinya, Mustika, tentang keterbatasan finansialnya, yang diperburuk oleh masalah yang terjadi antara dirinya dan adiknya. Penelitian ini menganalisis bagaimana elemen bahasa tubuh, seperti gerakan, ekspresi wajah, dan gestur, digunakan untuk mengkomunikasikan konflik batin Sumiran kepada penonton. Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa tubuh Sumiran memainkan peran penting dalam menggambarkan perjuangan emosionalnya, termasuk perasaan putus asa, rasa bersalah, dan harapan yang terpendam. Temuan ini menegaskan pentingnya penyutradaraan yang cermat dalam memvisualisasikan konflik internal karakter melalui bahasa tubuh, sehingga menciptakan pengalaman emosional yang mendalam bagi penonton

    Informal Balance Composition Untuk Membangun Visual Tension Tokoh Utama Pada Sinematografi Film "Luruh"

    No full text
    Karya seni tuga akhir dengan judul Informal Balance Composition untuk membangun Visual Tension Tokoh Utama pada Sinematografi Film "Luruh", bercerita tentang sudut pandang korban broken home di usia remaja di mana harus menghadapi intimidasi (bully-an) dan tekanan di sekolah oleh siswa lain. Ketidak seimbangan batin menekankan kepada kondisi tokoh utama divisuallisasikan melalui visual tensien pada informal balance composition untuk menerjemahkan bentuk perasaan non verbal. Penerapan informal balance composition dalam membangun visual tension tokoh utama selain diterapkan untuk menerjemahkan bentuk perasaan nonverbal juga bertujuan sebagai representasi ketidakseimbangan batin pada konflik penceritaan fil fiksi "Luruh" dan mengajak penonton untuk merasakan ketidakseimbangan batin tokoh utama serta menjadikannya pengalaman dan sudut pandang baru kepada penonton terhadap kehidupan koarban brokaen home diusia remaja

    Refleksi Toxic Masculinity pada Relasi Ayah dan Anak Menggunakan Disparity of Knowledge dalam Penciptaan Skenario Film "Katineung"

    No full text
    Skripsi ini memaparkan proses penciptaan skenario film Katineung yang merefleksokan toxic masculinity dalam hubungan ayah dan anak. Isu ini diangkat untuk menggambarkan hubungan ayah dan anak yang sering kali terkesan kaku akibat perbedaan pandangan. Fenomena toxic masculinity sering kali hadir secara implisit dalam hubungan keluarga terutama antara ayah dan anak. Dalam konteks penciptaan karya film, tema ini relevan untuk diangkat sebagai refleksi atas isu sosial yang kerap terabaikan. Penciptaan skenario ini memanfaatkan teory disparity of knowledge yang dikemukakan oleh Edwarf Branigan untuk menarasikan konflik dalam keluarga, dengan memperlihatkanperbedaan informasi antar karakter sebagai car untuk menggambarkan toxic masculinity dan menggambarkan bagaimana perbedaan pengetahuan dan pengalaman antara kedua karakter utama mempengaruhi dinamika hubungan mereka. Struktur naratif yang digunakan adalah penuturan nonlineaar yang dibagi dalam delam delapan sekuen, menciptakan elemem-elemen dramatik seperti konflik, suspense, coriosity, dan surprise. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa teoaridisparity of knowledge berperan penting dalam emperkaya aspek dramatik dan naratif cerita. Selain itu, penerapanteori ii bersama dengan plot non-linear memungkinkan audiens untuk lebih mendalami perjalanan da perspektif setiap karakter dalam menghadapiisu toxic masculinity. Skenario inidiharpkaan tidak hanya menjadi karya artisitik tetapi juga alat untuk memicu diskusi tentang pentingnya mendobrak pola-pola toxic masculinity dalam kehidupan sehari-hari

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇