Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Penerapan model kooperatif tipe jigsaw dalam materi keaktoran pada ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 1 Srengat

    No full text
    Keberhasilan siswa SMA Negeri 1 Srengat Blitar dalam ekstrakurikuler Teater dalam meraih prestasi diperlukan adanya dukungan, inovasi, kerja sama, inovasi baru dengan pembina ekstrakurikuler untuk menunjang keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler serta meningkatkan hasil belajar baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Salah satunya dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw dalam materi keaktoran pada ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 1 Srengat Blitar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Objek penelitian yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi keaktoran dalam kegiatan ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 1 Srengat Blitar, dengan subjek penelitian guru pembina ekstrakurikuler dan siswa yang bergabung dalam ekstrakurikuler Teater Asmat Sumber data adalah guru sebagai pembina ekstrakurikuler dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan analisis data interaktif Miles & Huberman, dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam materi keaktoran pada kegiatan ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 1 Srengat Blitar berjalan dengan baik dan sesuai dengan langkah-langkah model kooperatif tipe Jigsaw, yaitu menyampaikan tujuan, informasi., membentuk kelompok asal dan kelompok ahli., kembali pada kelompok asal, evaluasi, dan refleksi. Adanya model kooperatif tipe Jigsaw ini pada materi keaktoran dalam ekstrakurikuler Teater membuat siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kerja sama antarkelompok, lebih berperan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan meningkatkan percaya diri

    Destructive fishing terhadap terumbu karang sebagai ide dalam karya art fashion

    No full text
    Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut yang melimpah, termasuk terumbu karang seluas 7.000 km² dan lebih dari 480 jenis karang. Namun, aktivitas destructive fishing, seperti penggunaan pukat harimau, bom, dan racun, telah merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang. Kerusakan ini menyebabkan hilangnya habitat biota laut yaitu terumbu karang, penurunan populasi ikan, dan berkurangnya perlindungan pantai dari gelombang laut. Fenomena ini menginspirasi penulis untuk menciptakan karya seni berupa art fashion sebagai bentuk kampanye dan kritik terhadap dampak buruk aktivitas destructive fishing terutama terhadap kehidupan terumbu karang. Proses penciptaan dilakukan dengan metode practice-based research yang melibatkan observasi, imajinasi, pengembangan konsep, dan implementasi karya. Tahapannya dimulai dengan mengobservasi dan mengumpulkan data tentang fenomena destructive fishing yang merusak terumbu karang, dilanjut dengan imajinasi yang dibuat penulis menjadi karya busana art fashion dan pengembangan konsep dari segi teknik, bentuk dan warna yang akan diimplementasikan. Teknik yang dipakaipun beragam seperti jumputan, makrame dan jahit. Hasil yang dicapai adalah 4 busana dan 4 hiasan kepala yang saling mempunyai cerita dari fenomena aktivitas tersebut.Melalui pendekatan estetika dan artivisme, karya ini dirancang untuk menyampaikan pesan sosial dan lingkungan. Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, khususnya terumbu karang. Dengan mengintegrasikan seni dan aktivisme, penulis memberikan ruang kreatif untuk menuangkan keresahan atas isu lingkungan ke dalam karya seni tekstil yang inovatif dan bermakna

    Teknik sulam benang pada handbag wanita dengann ide penciptaan bentuk telinga

    No full text
    Telinga adalah organ tubuh yang berperan mendeteksi suara dan menjaga keseimbangan. Namun, tidak semua orang memiliki pendengaran yang baik sehingga menghambat komunikasi. Hambatan ini menyebabkan manusia akan mengalami kesulitan untuk menangkap ilmu pengetahuan dan menampung cerita. Berangkat dari hal tersebut, bentuk telinga kemudian menjadi inspirasi untuk diwujudkan pada karya handbag wanita. Karya handbag ini diciptakan untuk memberikan apresiasi terhadap besarnya peran telinga dan kepada manusia yang belum memiliki kesempatan untuk mendengar dengan baik. Selain itu karya ini juga untuk memenuhi kebutuhan fashion wanita melalui handbag yang fungsional sekaligus estetis untuk meningkatkan kepercayaan diri penggunanya. Penciptaan handbag ini sekaligus dihubungkan dengan fungsi telinga, di mana handbag sebagai wadah untuk menampung barang berharga dan telinga untuk menampung cerita. Metode pendekatan yang penulis gunakan dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah metode pendekatan estetika dan pendekatan ergonomi. Pendekatan estetika terdiri dari kesatuan, keselarasan, keseimbangan, dan kontras. Pendekatan ergonomi digunakan sebagai pertimbangan pemilihan bahan, keunggulan, kekuatan, kekurangan, kelemahan dan berbagai aktivitas lainnya terhadap karya. Selanjutnya metode penciptaan oleh S.P Gustami yaitu tiga tahap enam langkah meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses perwujudan karya ini menggunakan material kain linen rami sebagai bahan utama. Selanjutnya, pada lekukan bentuk telinga dibalut sulaman benang metalik dengan menggunakan teknik satin stitch. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap observasi, pembuatan sketsa, pembuatan pola, pemotongan kain, penjahitan, menyulam handbag, dan finishing karya. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa empat buah karya handbag wanita dengan bentuk telinga manusia. Setiap karya ini menonjolkan warna gradasi yang kontras. Dalam satu karya berukuran kecil, terdapat empat kombinasi warna panas yang berbeda dan terbagi dua benang untuk warna gelap dan dua warna terang. Kemudian karya yang berukuran lebih besar menggunakan kombinasi warna dingin dengan menggunakan lima warna benang. Keseluruhan karya memiliki judul dan kombinasi warna yang berbeda-beda

    Penciptaan naskah drama titik harapan terinspirasi dari fenomena pekerja seks komersial di Parangkusumo

    No full text
    Naskah drama Titik Harapan terinspirasi dari fenomena sosial pekerja seks komersial di Parangkusumo, menggunakan teori folklor James Danandjaja untuk menggali cerita rakyat dan tradisi lokal, serta teori Lajos Egri yang menekankan pentingnya premis, karakter, dan konflik dalam penulisan naskah. Metode penciptaan naskah mengikuti langkah-langkah Graham Wallas, yang meliputi preparation, inkubation, illumination, dan verification. Dalam tahap preparation, penulis melakukan riset melalui wawancara dengan pekerja seks komersial dan masyarakat sekitar untuk mengumpulkan data yang relevan. Pada tahap incubation, penulis merenungkan informasi yang telah dikumpulkan untuk menemukan ide-ide kreatif. Proses illumination melibatkan penulisan draft awal naskah berdasarkan kerangka yang telah dibentuk, sedangkan tahap verification dilakukan dengan revisi dan pengujian naskah melalui dramatic reading untuk mendapatkan umpan balik. Hasil dari proses ini adalah naskah drama Titik Harapan, yang mengisahkan perjalanan hidup Ginuk, seorang pekerja seks komersial yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya serta menghadapi berbagai tantangan. Naskah ini menggambarkan konflik antara Ginuk dengan keadaan sosial di Parangkusumo dan menyentuh trauma masa lalu Ginuk sebagai korban pemerkosaan. Dengan demikian, Titik Harapan tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga refleksi sosial yang mengajak pembaca untuk memahami sisi kemanusiaan di balik stigma pekerja seks komersial

    Penciptaan Tata Busana Pertunjukan Drama Musikal Encanto Karya Charise Castro Smith Dan Jared Bush Menggunakan Metode Upcycle Fashion

    No full text
    Busana dalam pertunjukan teater memiliki peran krusial dalam merepresentasikan karakter dan identitas tokoh, namun pengelolaan tata busana seringkali terhambat oleh kendala anggaran dan perawatan. Penciptaan ini mengeksplorasi pemanfaatan metode Upcycle Fashion sebagai solusi untuk mendaur ulang pakaian bekas dari pertunjukan sebelumnya menjadi busana baru yang unik dan ramah lingkungan. Melalui pengembangan busana terinspirasi dari film "Encanto," penciptaan ini menyoroti pentingnya simbolisme dalam desain busana yang mencerminkan karakter dan kekuatan tokoh, sekaligus mempertahankan nilai estetika dan budaya Kolombia. Dengan mengaplikasikan upcycling, pencipta berupaya mengurangi limbah tekstil dan biaya produksi, membuktikan bahwa kreativitas dalam desain busana tidak harus bergantung pada bahan baru. Hasilnya diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi keberlanjutan industri teater, tetapi juga memperkaya pengalaman visual penonton tanpa mengorbankan esensi pertunjukan

    Representasi Karakter Topeng Dewi Sekartaji Dalam Komposisi Karawitan Mantadji

    No full text
    Topeng panji merupakan dalah satu jenis topeng yang tumbuh dan berkembang di Yogyakarta. Salah satu tokoh utama dalam cerita topeng panji adalah Dewi Sekartaji yang digambarkan sebagai sosok wanita ideal. Topeng panji Dewi Sekartaji pada umunya digarap dalam sebuah pertunjukan tari, ketoprak, wayang orang, wayang topeng, dan wayang kulit, sehingga jarang ditemukan pertunjukan karawitan mandiri yang mengangkat tentang topeng panji Dewi Sekartaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter Dewi Sekartaji yang digambarkan dalam bentuk topeng dan merepresentasikan karakternya dalam sebuah karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dan penciptaan komposisi karawitan. Penulis melakukan pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, diskografi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan lima karakter topeng Dewi Sekartaji, yaitu jujur, bijaksana, kesatria, lucu, dan suci. Kelima karakter tersebut direpresentasikan dalam komposisi karawitan berjudul MANTADJI. Komposisi karawitan MANTADJI terdiri atas enam bagian dimulai introduksi sampai bagian penutup. Komposisi karawitan yang diciptakan penulis dalam penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif karya komposisi karawitan yang berangkat dari karakter topeng panji

    Bulat Até

    No full text
    Karya Bulat Até berawal dari keinginan mengungkapkan kegelisahan pribadi selama menempuh masa perkuliahan melalui penciptaan karya tari. Bulat Até diterjemahkan dari Bahasa Aceh yang berarti konsisten. Pada karya ini penggunaan kata konsisten mengacu pada keselarasan antara perkataan, sikap, dan perilaku. Karya Bulat Até menceritakan pengalaman empiris yang berupa tantangan berbusana hijab di lingkungan pendidikan seni, dengan menghadirkan konsep makna sebuah adaptasi dan negosiasi untuk mendukung konsistensi kewajiban sebagai perempuan Aceh yang berjilbab. Penciptaan mengacu pada metode Alma M. Hawkins meliputi eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Metode ini tidak dilakukan secara berurutan dan setiap tahapan diikuti evaluasi. Karya Bulat Até menggunakan tipe tari studi dan dramatik, diwujudkan secara simbolik representasional dengan ditarikan oleh tujuh penari perempuan. Dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan kebutuhan karya. Posisi sikap duduk bersimpuh menjadi dasar sikap pada karya Bulat Até. Karya Bulat Até merupakan sebuah karya tari yang menghadirkan teknik enjut dari dalam tari Ratoh Jaroe sebagai simbol tantangan berkonsistensi dalam beradaptasi di lingkungan pendidikan seni. Musik iringan dalam bentuk MIDI Live Music dengan lima pemusik, menggunakan instrumen Rapa’i, Serune Kalee, Gong Kempul, Bedug, Kendang, Gongseng, Sequencer dan vokal untuk memperkuat makna setiap bagian. Busana yang dikenakan berupa baju kurung modifikasi, celana panjang, kaos kaki, ciput ninja, serta topi panjang berbentuk kotak. Tujuan karya ini untuk menjadi media refleksi dan eksistensi terhadap segala sesuatu dapat dijalani dengan melihat pola lingkungan melalui adaptasi dan negosiasi. Karya tari “Bulat Até” adalah bentuk ekspresi seni Islam melalui pembuktian dari konsistensi berkarya di lingkup seni dengan mengikuti kaidah-kaidah Islam. Dipentaskan di Proscenium Stage Jurusan Tari ISI Yogyakart

    Elegi kenangan masa kecil sebagai ide penciptaan karya seni lukis

    No full text
    Masa kanak-kanak merupakan periode krusial dalam perkembangan anak, di mana fragmentasi memori yang tertinggal dari masa tersebut berpengaruh signifikan terhadap kondisi jiwa dan sikap di masa dewasa. Pola asuh yang kurang tepat, terutama yang bersifat otoriter, dapat menciptakan beban emosional yang terakumulasi seiring waktu. Penciptaan karya seni lukis ini terwujud sebagai respons terhadap pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan, lukisan menjadi medium untuk mengekspresikan, mengeksplorasi dan merepresentasikan dampak emosional tersebut. Pendekatan latar belakang ini sejalan dengan prinsip Montessori yang menekankan pengembangan sosial-emosional sebagai bentuk transformasi dan representasi pengalaman masa lalu. Penciptaan karya ini didasari pengalaman estetis serta bertujuan untuk edukasi parenting bagi penikmat seni dan masyarakat umum. Melalui gaya dekoratif dan surealistik, karya - karya ini merefleksikan pengalaman pribadi penulis bersama ibu asuh serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan emosi

    Kias tanaman kacang tanah sebagai ide penciptaan karya seni grafis

    No full text
    Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup yang memiliki peranan penting dalam memenuhi setiap aspek kebutuhan hidup manusia sehari-hari. Seperti makanan, obat-obatan, wangi-wangian, pakaian, bahkan kebutuhan material bangunan. Kepentingan itu membuat manusia bergantung dengan tumbuhan. Ketergantungan tersebut menjadikan sebagian manusia memandang tumbuhan sebagai nilai komoditas saja. Jika dilihat dari bagaimana cara pandang masyarakat dulu melihat tumbuhan itu sangat agung, terbukti dari adanya mitos, cerita rakyat, budaya dan tradisi demi mewariskan nilai dari tumbuhan tertentu. Hal tersebut menginspirasi penulis, untuk memanusiakan tumbuhan, melaui media tanaman kacang tanah dengan menciptakan karya seni grafis menggunakan media cetak digital. Studi literatur dan eksperimen visual yang didalami penulis—menemukan pola cara hidup unik dari tanaman tersebut, yang bisa menjadi refleksi diri. Sehingga bisa membantu manusia menjadi sadar diri dalam mengontrol peran sebagai manusisa di dunia. Penulis berusaha menghadirkan nilai secara esensial dari tanaman kacang tanah itu sendiri, yang sarat akan makna kiasan. Dengan tujuan dapat meningkatkan antusias masyarakat terhadap hal-hal sekitar, sederhana, dan hal remeh, yang mungkin bisa jadi itu memiliki pengaruh besar dalam kehidupan

    Kepribadian Melankolis Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis

    No full text
    Ciri khas kepribadian melankolis ditandai oleh kedalaman emosi, sensitivitas yang tinggi, dan kecenderungan untuk merenung. Kepribadian melankolis dieksplorasi dalam Tgas Akhir ini sebagi ide dalam penciptaan seni grafis. Karya tugas akhir ini difokuskan pada visualisasi karakteristik kepribadian melankolis ke dalam karya seni, serta penyampaian pesan-pesan emosional dan refleksi melalui media grafis. Melalui pendekatan subjektif, proses kreatif didasarkan pada pengalaman pribadi penulis

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇