49728 research outputs found
Sort by
Proses kreatif pembuatan lagu delusi oleh kalaska di Yogyakarta
Percintaan adalah hal yang akan dialami oleh sebagian besar manusia yang ada di dunia. Belakang ini, musik dengan tema percintaan amat sangat digemari oleh pendengar musik tanah air. Dangdut dan pop menjadi salah satu genre musik yang banyak mengeluarkan karya bertema kisah asmara mengenai patah hati, jatuh cinta, dan hal-hal yang dialami ketika manusia menjalani hubungan asmara. Namun tidak sedikit juga para musisi melahirkan karya musik yang tidak hanya mengangkat cerita mengenai kisah asmara. Delusi menjadi salah satu karya yang lahir dari cerita kehidupan anak muda dengan pergaulan sosialnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap proses kreatif yang dilakukan oleh grup musik kalaska dalam pembuatan karya lagu Delusi menggunakan teori The Four P’s of Creativity dari Mel Rhodes. Fokus utama penelitian ini adalah memahami tahapan-tahapan yang dilalui dalam proses kreatif, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan lagu, serta bagaimana inspirasi dan konsep lagu diimplementasikan oleh Kalaska band dalam menciptakan karya lagu Delusi. Pengumpulan data menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kalaska memiliki kreativitas pada aspek non musikal, Kalaska mampu mengeksplorasi ide tema tentang pergaulan sosial yang dianggap kurang baik untuk masyarakat pada umumnya menjadi sebuah karya lagu yakni tentang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, sedangkan pada aspek musikal dalam proses kreatif lagu “Delusi”, Kalaska mampu memberikan inovasi pada karyanya dengan bereksperimen menyisipkan aransemen dengan nuansa musik keroncong pada bagian lagu “Delusi” yang pada dasarnya bergenre Ska menjadikan karya ini menjadi karya yang memiliki keunikan dan keindahan yang kompleks. Delusi menambah ragam karya musik baik mengenai cerita maupun aransemen karya musik yang muncul belakangan in
Penyampain adegan sensitif film dengan pendekatan artistik dan kognitif
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya adegan-adegan sensitif dalam film yang sering kali harus dihilangkan lantaran kenyamanan penonton. Dalam beberapa kasus menghilangkan adegan sensitif ini justu menghilangkan keutuhan cerita maupun rasa dalam filmnya. Oleh karena itu penelitian ini coba berfokus untuk mencari cara bagaimana adegan sensitif dalam film dapat disampaikan secara humanis tanpa mengurangi rasa ketergangguan. Berdasarkan penelitian ini kemudian diteruskan dengan pembuatan karya film yang nantinya mencoba menampilkan adegan sensitif seperti kekerasan, aborsi, dan juga pembunuhan. Adapun cara penyampaiannya dengan mempertimbangkan aspek kognitif dan juga artistik. Dalam kognitif berfokus pada aspek visuospasial, FIT (Feature Integration Theory), dan rekoleksi. Sedangakan pada aspek artistik berfokus pada aspek selective focus, Rhythmic montage, dan juga smash cut pada tahapan editing. Penelitian ini pun menghasilkan hasil positif bahwa adgean-adegan sensitif dalam film tetap dapat tersampaikan ketika pembuat film mempertimbangkan aspek-aspek kognitif sehingga ketergangguan tersebut tetap dapat diterima oleh penonton. Selain itu kognitif juga dapat membantu menyampaikan nilai-nilai sosial dalam film
Proses kreatif tari jaranan sentherewe karya Anggit Nazula di sanggar Kenya Mayangkara Kaliwanglu Harjobinangun Pakem Sleman
Tari Jaranan Sentherewe Kenya Mayangkara merupakan tari jaranan kreasi yang diciptakan oleh Anggit Nazula yang dipentaskan pertama kali pada tahun 2019 bersama dengan grub jathilan Yogyakarta yang cukup terkenal yaitu Kudho Praneso. Tarian ini terinspirasi dari tari jaranan Sentherewe yang berkembang di Jawa Timur khususnya di daerah Tulungagung yaitu grub Kudha Manggala dan Kendali Putro. Bentuk koreografi dari tarian ini adalah bentuk koreografi kelompok, tarian ini berpijak dengan tari gerak serta penyajian Jaranan Sentherewe klasik Tulungagung dengan sentuhan kreasi Jathilan yang ada di Yogyakarta. Teori yang digunakan untuk membantu membedah permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah teori 3N dari Ki Hajar Dewantara. Tahapan 3N ini meliputi aspek Niteni, Nirokke, Nambahi. Niteni membahas mengenai bagaimana Anggit Nazula melakukan proses kreatif yaitu melihat sumber gerak yang menjadi ide dalam membuat karya, Nirokke yaitu bagaimana Anggit Nazula melakukan proses imitasi dari banyak hal yang berkaitan dengan pijakan tari Jaranan Sentherewe Kreasi yang dikembangkan dengan budaya Jathilan Yogyakarta, kemudian proses Nambahi yaitu membicarakan mengenai bagaimana Anggit Nazula memberikan tambahan beberapa aspek pengembangan hasil proses kreatif yang bisa dikembangkan dan ditambah dengan banyak aspek pendukung tarian yang diciptakan. Tari jaranan Sentherewe Kenya Mayangkara merupakan hasil dari proses kreatif panjang yang dilakukan Anggit Nazula. Tarian ini menjadi bukti bahwasannya sebuah kebudayaan yang baru bisa diterima di masyarakat serta menjadi hal yang dinantikan oleh masyarakat penonton. Hadirnya tarian ini berdampak positif untuk pengembangan aspek budaya, ekonomi serta perkembangan budaya khususnya kesenian bergenre kuda lumping yang ada di Yogyakart
Pengaruh musik ambient terhadap ingatan jangka pendek siswa kelas 7 SMPN 3 Cileungsi Bogor
Suasana belajar mengajar yang kondusif merupakan salah satu faktor yang mendukung siswa dalam menerima dan memproses informasi dari pengajar dengan baik. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efek paparan dari musik ambient terhadap kemampuan kognitif khususnya ingatan jangka pendek dari siswa SMPN 3 Cileungsi. Metode yang digunakan pada penelitian quasi eksperimen dengan design penelitian one group pretest posttest. Subjek berjumlah 30 siswa dari kelas 7.3 SMPN 3 Cileungsi yang kemudian akan diperdengarkan musik ambient karya dari Brian Eno pada saat siswa mengerjakan tes digit span. Data yang didapat akan dianalisa melalui uji normalitas Saphiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan rentang skor siswa dengan nilai rata-rata 4,45 pada saat pretest menjadi 5,09 pada saat posttest. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang cukup signifikan pada paparan dari musik ambient terhadap ingatan jangka pendek siswa kelas 7 SMPN 3 Cileungsi Bogor
Strategi practice rehearsal pairs dalam pembelajaran drama musikal bagi siswa sekolah dasar di sanggar tari Giri Keswara Kediri
Drama musikal merupakan bentuk pembelajaran seni yang mengintegrasikan tiga bidang yaitu seni drama, tari, dan musik. Sanggar Tari Giri Keswara Kediri mengajarkan materi drama musikal bagi siswa sekolah dasar. Diperlukan cara untuk mengajarkan keterampilan beragam sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang mulai membangun interaksi dengan teman sebayanya. Strategi Practice Rehearsal Pairs dapat meningkatkan partisipasi siswa secara berpasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran pada pembelajaran drama musikal untuk siswa sekolah dasar di Sanggar Tari Giri Keswara Kediri. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, subjek penelitian ini adalah pelatih drama musikal, siswa, dan pengurus Sanggar Tari Giri Keswara Kediri. Objek penelitian ini adalah penggunaan strategi Practice Rehearsal Pairs dalam pembelajaran drama musikal bagi siswa siswa sekolah dasar di Sanggar Tari Giri Keswara Kediri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yaitu pelatih drama musikal Sanggar Tari Giri Keswara, pengurus dan siswa sanggar yang mengikuti pembelajaran drama musikal. Teknik validasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan teknik. Analisis data melalui pengorganisasian data, membaca keseluruhan data, koding, identifikasi tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Practice Rehearsal Pairs digunakan dalam proses pembelajaran drama musikal bagi siswa sekolah dasar di Sanggar Tari Giri Keswara Kediri. Strategi Practice Rehearsal Pairs merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan secara berpasangan dan diterapkan dalam latihan olah vokal, ekspresi, menari, dan menyanyi. Hasil penerapan strategi ini dalam pembelajaran drama musikal bagi siswa sekolah dasar meningkatkan interaksi sosial siswa, kemampuan menguasai drama, tari, dan musik secara sekaligus, dan peningkatan kemampuan pada teknik latihan drama, tari, dan musik sesuai materi drama musikal
Efektivitas pendekatan stimulus respons dalam meningkatkan kemampuan membaca notasi musik pada anggota Genus Da Choir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pendekatan stimulus respons dalam meningkatkan kemampuan membaca notasi musik. Objek penelitian adalah anggota Genus Da Choir (GDC), dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan 8 orang ini didasarkan pada hasil pretest awal yang menunjukkan bahwa mereka belum mampu membaca notasi musik dengan baik, bahkan untuk satu birama sederhana pun masih mengalami kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan satu variabel bebas yaitu pendekatan stimulus respons dan satu variabel terikat yaitu kemampuan membaca notasi musik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal yang mencakup empat indikator, yaitu ketepatan nada, interval, ritme, serta kelancaran dan tempo. Instrumen tes telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan alat ukur. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test, dengan bantuan software SPSS versi 27, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,011 (p < 0,05), yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, pendekatan stimulus respons terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca notasi musik pada anggota GDC
Gaya kepemimpinan konduktor paduan suara studi kasus: paduan suara anak di Surabaya
Paduan suara anak tidak hanya menjadi ruang ekspresi musikal, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan kerja sama. Dalam konteks ini, peran konduktor sebagai pemimpin sangat penting. Keberhasilan paduan suara anak di kompetisi internasional menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan konduktor memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pelatihan dan prestasi tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya kepemimpinan konduktor dalam pelatihan paduan suara anak, serta respon penyanyi terhadap gaya kepemimpinan tersebut. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga paduan suara anak di Surabaya: Mudipat Children Choir, Voice of Puja, dan Al Azhar Thirty Five Choir. Data diperoleh melalui wawancara yang mendalam terhadap ketiga konduktor dan perwakilan anggota paduan suara. Hasil penelitian menunjukan gaya kepemimpinan tidak selalu terbentuk dari kesadaran eksplisit mengenai model gaya kepemimpinan tertentu. Sebaliknya, gaya tersebut muncul dan terbentuk secara alami melalui keterampilan teknis dan soft skill seperti peran psikologis, peran manajamen, gaya komunikasi, kemampuan adaptasi dan refleksi. Gaya kepemimpinan yang diterapkan meliputi afiliatif, demokratis, otoriter, visioner, semi-otoriter, dan coaching style. Respon penyanyi menunjukkan bahwa kepemimpinan yang adaptif dan komunikatif berdampak positif terhadap motivasi, disiplin, serta pencapaian prestasi dalam kompetisi internasional. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kepemimpinan yang berhubungan dalam pendidikan musik, khususnya dalam pembinaan paduan suara ana
Penerapan gaya improvisasi musik blues pada musik jazz fusion dengan teknik Albert King's Bend studi kasus : lagu "King Twang" karya Vital Tech Jones
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan gaya improvisasi musik blues dalam konteks musik jazz fusion, dengan fokus pada penggunaan teknik Albert King’s Bend pada gitar elektrik. Teknik ini dikenal luas dalam permainan blues karena kemampuannya menghasilkan karakter bunyi yang khas, dan biasanya digunakan untuk memperkuat identitas frasa musik. Lagu “King Twang” karya grup band Vital Tech Tones dipilih sebagai objek studi karena menyajikan struktur komposisi jazz fusion yang kompleks, namun tetap terbuka terhadap pendekatan improvisasi dari genre lain. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, melalui observasi, transkripsi improvisasi gitar, dan wawancara dengan beberapa gitaris berpengalaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik Albert King’s Bend dapat diterapkan secara efektif dalam jazz fusion tanpa mengganggu struktur musikal dari komposisi. Penerapan teknik ini terbukti mampu memperkaya struktur frasa improvisasi, memberikan karakter kontras antar bagian, serta mencerminkan pemahaman pemain terhadap fleksibilitas gaya dalam musik lintas genre. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan improvisasi gitar modern, serta membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut dalam penyatuan teknik tradisional dengan konteks musikal yang lebih kompleks
Implementasi deformasi face rigging mobil sebagai representasi emosi pada film animasi 3D "Kurangi Kecepatan"
Film animasi modern semakin inovatif dengan menghadirkan karakter-karakter yang tak terduga, seperti mobil dalam film "Cars". Proses pembuatan animasi karakter-karakter unik ini melibatkan teknik rigging yang kompleks. Penelitian ini fokus pada pengembangan sistem rigging untuk karakter berbentuk mobil, dengan tujuan menghasilkan deformasi wajah yang natural dan ekspresif. Melalui analisis film "Cars" dan penerapan metode quasi-eksperimen, sistem rigging yang terdiri dari susunan tulang dan constraint berhasil dirancang dan diimplementasikan pada karakter mobil. Validasi melalui survei menunjukkan bahwa sistem ini mampu menyampaikan berbagai emosi dengan baik, seperti senang, sedih, marah, terkejut, jijik, dan takut. Hasil penelitian ini berkontribusi pada perluasan teknik rigging dalam animasi, khususnya untuk karakter dengan bentuk yang tidak konvensional
Pemeranan tokoh Christine dalam naskah Jumat Tanggal 13 karya Jean Pierre Martinez
Tokoh Christine dalam naskah Jumat Tanggal 13 karya Jean Pierre Martinez memiliki urgensi untuk mengekspresikan kritik sosial melalui akting. Christine adalah sosok perempuan kelas menengah urban yang memiliki sifat logis, empatik, realistis, dan pada saat yang sama juga tertekan secara batin. Dalam penciptaan peran ini, digunakan metode The System dari Konstantin Stanislavski dengan tahapan yakni Given Circumtance, objective dan Magic if. Metode ini dipilih untuk membangun peran yang jujur dan autentik yang menggambarkan permainan secara emosional dan psikologis. Penerapan metode Stanislavski memungkinkan pemeran untuk mengeksplorasi kedalaman karakter Christine dan menyajikan pengalaman teater yang komunikatif. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa karakter Christine dapat menjadi alat reflektif untuk menyoroti ketakutan irasional dari orang-orang modern. Pemeran tidak hanya menekankan penguasaan teknik, tetapi juga memeriksa konteks sosial karakter yang dimainka