Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Proses pembuatan dan teknik pelarasan ricikan kemanak versi CV Wibowo: kajian organologi

    No full text
    Kemanak merupakan ricikan gamelan yang berbentuk seperti pisang dan memiliki tangkai dibagian ujungnya serta kini sudah jarang terlihat dimainkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan serta teknik pelarasan ricikan kemanak versi CV Wibowo. Permasalahan berawal dari fenomena yang dilihat penulis bahwa ricikan kemanak sudah jarang terlihat dimainkan. Hal tersebut dapat dilihat dari sangat sedikit adanya perangkat gamelan Jawa yang dilengkapi dengan kemanak dan juga masih jarang ditemukannya pengrajin gamelan yang dapat membuat kemanak dengan bahan perunggu, khususnya di wilayah Bantul. Maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembuatan dan teknik pelarasan ricikan kemanak yang dilakukan oleh CV Wibowo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi ke besalen Wibowo sebagai objek pokok penelitian serta beberapa pengrajin gamelan yang berada di wilayah Bantul dan melakukan wawancara ke beberapa narasumber yang dirasa paham serta memiliki keterkaitan dengan objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan kemanak versi CV Wibowo terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan yang digunakan dalam proses pembuatan kemanak meliputi: Pembuatan bakalan, penimbangan bakalan, peleburan, pengecoran, penempaan, ngesik, dan pelarasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan kemanak ini walaupun ricikannya kecil bukan berarti pembuatannya lebih mudah melainkan lebih rumit dan perlu kejelian

    Aktivitas Ibu Rumah Tangga dalam Penciptaan Karya Seni Lukis

    No full text
    Laporan Tugas Akhir berjudul Aktivitas Ibu Rumah Tangga dalam Penciptaan Karya Seni Lukis adalah bentuk apresiasi terhadap peran dan pengorbanan seorang ibu dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan ini berangkat dari pengalaman personal penulis yang memiliki kedekatan emosional kuat dengan sosok ibu sebagai sumber inspirasi utama dalam proses penciptaan karya seni. Aktivitas domestik seperti memasak, membersihkan rumah, merawat anak, hingga interaksi sosial dengan tetangga, diolah secara visual melalui pendekatan gaya realistik ilustratif dalam karya seni lukis. Konsep penciptaan menitikberatkan pada peran ibu sebagai pusat kehidupan keluarga dan penjaga nilai-nilai tradisional, dengan mengintegrasikan simbol budaya lokal, seperti penggunaan pakaian batik, atribut rumah tangga, serta suasana pedesaan. Proses kreatif dilakukan melalui eksplorasi bentuk, warna, ruang, dan komposisi yang menggambarkan kehangatan, ketekunan, dan cinta seorang ibu. Karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi visual atas peran domestik perempuan, tetapi juga sarana reflektif untuk membangun empati sosial dan penghargaan terhadap ibu dalam konteks budaya dan spiritual

    Makna preferensi musik dalam pengalaman menumbuhkan semangat kerja karyawan dapur: kajian fenomenologi pada dua unit usaha kuliner di Yogyakarta dan Denpasar

    No full text
    Karyawan dapur di industri kuliner bekerja dalam tekanan tinggi dan ritme cepat, namun pemutaran musik selama jam kerja sering kali tidak mempertimbangkan preferensi mereka. Ketidaksesuaian ini dapat memengaruhi kenyamanan emosional dan semangat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna preferensi musik dalam pengalaman menumbuhkan semangat kerja karyawan dapur. Penelitian dilakukan di dua unit usaha kuliner, yakni Restoran E di Denpasar dan Warung Makan T di Yogyakarta, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap lima subjek, lalu dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik yang sesuai dengan preferensi karyawan memberi makna mendalam dalam tiga bentuk: sebagai penyangga emosi, pemicu kesiapan fisik, dan ruang ekspresi sosial. Lagu yang disukai membantu meredam stres, menjaga suasana hati, memicu gerak tubuh yang lebih ringan, serta membuka ruang interaksi di tengah rutinitas padat. Musik tidak dihadirkan sebagai alat bantu eksternal, melainkan hadir dalam kesadaran kerja sehari-hari sebagai bagian dari pengalaman yang dijalani secara utuh. Dengan demikian, pemutaran musik yang mempertimbangkan preferensi pribadi karyawan dapat memberi ruang yang lebih bermakna dalam mendukung keberlangsungan kerja di dapur

    Manajemen pembelajaran pada kelas olah tubuh dewasa di mila art dance school Yogyakarta

    No full text
    Manajemen pembelajaran yang baik menjadi faktor keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada lembaga pendidikan nonformal. Khususnya pada pembelajaran seni tari yang berfokus pada materi olah tubuh. Oleh karena itu, penelitian ini membahas manajemen pembelajaran kelas olah tubuh dewasa di Mila Art Dance School yang berfokus mengkaji fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik. sedangkan data sekunder berasal dari dokumen berupa foto kegiatan pembelajaran, silabus, jadwal kelas, foto fasilitas, biodata peserta didik, presensi, dan sebagainya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi, dan validasi data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mila Art Dance School telah menerapkan fungsi manajemen secara baik, terencana, dan terstruktur. Dalam aspek perencanaan, MADS menyusun silabus pembelajaran,dan jadwal pembelajaran. Pengorganisasian melibatkan kerja sama antar tim. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode pengajaran yang interaktif, dan mengacu pada capaian setiap bulan. Evaluasi dengan melakukan kegiatan metamorfosa sebagai ujian akhir menjadi salah satu bentuk evaluasi yang efektif Namun, tantangan dalam menjaga motivasi belajar peserta didik tetap menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, serta pengawasan kepada tenaga pengajar dalam melaksanakan proses evaluasi peserta didik. Secara keseluruhan, manajemen pembelajaran kelas olah tubuh dewasa di Mila Art Dance School telah berjalan secara efektif dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, produktif, dan mendukung perkembangan keterampilan peserta didi

    Perancangan tongkat pintar sebagai alat bantu mobilitas bagi penyandang tunanetra berbasis sesnsor ultrasonik

    No full text
    Penyandang tunanetra mengalami keterbatasan dalam mobilitas, adaptasi, dan aktivitasnya. Selain itu, rasa kurang percaya diri dan malas pada saat menggunakan tongkat juga menjadi permasalahan yang seringkali dialami oleh penyandang tunanetra terutama remaja. Untuk itu, perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa tongkat tunanetra dengan memperhatikan aspek berkaitan kebutuhan, keinginan, dan kemampuan dalam memberikan identitas diri bagi penggunanya, yaitu tunanetra remaja buta total berusia 13-18 tahun. Pada kenyataannya penggunaan tongkat dapat menyebabkan terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan, terlebih saat digunakan di luar ruangan setelah turun hujan. Genangan air dan lubang menjadi masalah penting yang perlu diperhatikan, penggunaan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi adanya objek berupa genangan air dan lubang tersebut menjadi sebuah solusi yang dapat dikembangkan. Selain itu, sebagai penanda dan identitas diri, tongkat dilengkapi dengan fitur berupa LED strip dengan sistematika teleskopik pada bagian selongsong tongkat

    Redesain Interior Gedung Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta Dengan Pendekatan Human Centered Design

    No full text
    Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi sarana akademik, tetapi juga ruang sosial yang membentuk budaya belajar dan kolaborasi. Prodi Desain Interior ISI YK, sebagai institusi seni terkemuka yang telah meraih akreditasi “Unggul”, masih menghadapi tantangan pada aspek lingkungan fisik seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan tata ruang. Metode perancangan yang digunakan berbasis pendekatan Human Centered Design dengan mempertimbangkan standar fasilitas pendidikan tinggi serta karakteristik institusi seni dan tema Adaptive Learning untuk menciptakan ruang belajar yang ergonomis, representatif, dan fleksibel. Desain mengusung gaya modern kontemporer yang mencerminkan semangat inovatif, serta mengintegrasikan warna dan identitas visual program studi sebagai elemen karakter keilmuan. Konsep “Metamorphic Space” digunakan untuk mewujudkan ruang yang dinamis, multifungsi, dan adaptif terhadap berbagai aktivitas akademik. Hasil akhir perancangan menunjukkan bahwa penggunaan beragam elemen modular dan adaptif mampu mendukung kenyamanan, efisiensi, serta fleksibilitas ruang belajar. Integrasi antara fungsi, pemilihan material yang sesuai, dan ekspresi visual yang kuat menjadikan ruang kampus lebih produktif, inspiratif, dan berkarakter. Tata ruang yang responsif terhadap kebutuhan pengguna turut memperkuat citra institusi serta meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional

    Ekspresi Artistik Pelukis Dengan Skizofrenia Residual : Studi Kasus Dwi Putro Mulyono Jati

    No full text
    Penelitian ini mengkaji ekspresi artistik Dwi Putro Mulyono Jati, seorang seniman Art Brut Indonesia yang mengidap gangguan mental Skizofrenia Residual. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menelusuri peran seni lukis sebagai medium ekspresi dan terapi dalam permasalahan. Proses kreatif Dwi Putro dianalisis dengan teori Form and Feeling Susanne Langer, serta dikaitkan dengan kajian hubungan antara gangguan mental dan kreativitas artistik. Hasil temuan menunjukkan bahwa aktivitas melukis bagi Dwi Putro berfungsi sebagai mekanisme terapi seni yang memungkinkan regulasi emosional dan peningkatan kualitas hidup. Karya-karya yang dihasilkan tidak hanya mencerminkan dunia batin yang kompleks, tetapi juga merepresentasikan simbol personal, memori, dan bentuk ekspresi yang khas. Peran pendampingan dari keluarga, khususnya adik kandungnya Nawa Tunggal, menjadi elemen penting dalam menjembatani proses kreatif dan interaksi sosial sang seniman. Penelitian ini menegaskan bahwa seni tidak sekadar menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana terapeutik yang signifikan dalam konteks pemulihan psikologis penyandang gangguan jiwa. Kata kunci: Art Brut, Skizofrenia Residual, ekspresi artistik, terapi seni, simbolisme, Dwi Putro Mulyono Jat

    Recall memory Radhar Panca Dahana sebagai ide penciptaan seni lukis

    No full text

    Penerapan Teknik Kuruma Ningyō dalam Pembelajaran Teater Boneka di Papermoon Puppet Theatre

    No full text
    Keunikan yang dimiliki oleh Papermoon dalam menerapkan sebuah teknik teater boneka yang berasal dari Jepang membuat penelitian ini dilakukan. Teknik tersebut bernama teknik Kuruma Ningyō. Keunikan dalam menggunakan teknik Kuruma Ningyō di Papermoon dapat menciptakan boneka tampak lebih hidup dan nyata dibandingkan dengan menggunakan teknik yang lain. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan teknik Kuruma Ningyō dan pembelajaran teknik Kuruma Ningyō di Papermoon Puppet Theatre. Metode pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Fokus objek penelitian ini diarahkan pada penerapan teknik Kuruma Ningyō dan pembelajaran teknik Kuruma Ningyō di Papermoon Puppet Theatre dengan subjek penelitian ialah pendiri Papermoon Puppet Thatre, Maria Tri Sulistiany dan Hardiansyah Yoga Pratama salah satu anggota Papermoon. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur, serta dokumentasi. Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan yakni organisasi data, pembacaan dan memoing, mendeskripsikan data menjadi kode dan tema, mengklasifikasi data menjadi kode dan tema, menafsirkan data, dan menyajikan atau memvisualkan data Kegiatan workshop di Papermoon Puppet Theater dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran yang efektif karena telah memenuhi tujuh komponen utama pembelajaran, yaitu bahan ajar, tujuan pembelajaran, pendidik, peserta didik, metode, media, dan evaluasi. Pembelajaran ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang mendalam bagi peserta dalam menguasai teknik Kuruma Ningyō. Penerapan teknik Kuruma Ningyō di Papermoon, yang melibatkan penggunaan kuruma (kursi roda kecil) dan boneka dengan ukuran yang bervariasi, secara signifikan mempengaruhi bentuk dan kualitas pertunjukan. Perbedaan ukuran kuruma dan boneka dapat mempengaruhi gerakan boneka, sehingga ukuran kuruma dan boneka harus sesuai, dengan begitu dapat menghasilkan ekspresi dan realisme yang lebih hidup dalam pertunjukan teater boneka. Dengan demikian, proses pembelajaran yang terstruktur dan penerapan teknik Kuruma Ningyō yang adaptif saling melengkapi untuk menciptakan karya seni pertunjukan yang berkualitas tinggi dan memberikan nilai edukatif yang mendalam bagi para peserta dan penikmat seni, serta dapat bermanfaat bagi guru seni budaya, peneliti selanjutnya, dan pecinta teater boneka

    Integrasi gaya musik populer, tradisi Jawa, dan tradisi Batak ke dalam overture opera klasik barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui idiom-idiom musik populer, tradisi Jawa dan tradisi Batak untuk diintegrasikan ke dalam bentuk opera klasik barat yang difokuskan pada bagian overture. Musik klasik Barat merupakan warisn budaya dunia namun di Indonesia kurang diminati. Masyarakat cenderung memilih musik populer atau musik tradisi. Komposisi klasik barat yang diintegrasikan dengan musik populer, tradisi Jawa dan Batak ini diharapkan dapat menjadi cara untuk mengenalkan musik klasik barat dengan lebih luas ke masyarakat Indonesia. Komposisi yang dihasilkan merupakan integrasi dari gaya musik populer, Jawa Pengintegrasian dilakukan dengan memakai teori eklektis dan konsep interkulturasi dengan strategi integrasi yang menempatkan gaya klasik barat sebagai kerangka utama dan elemen lainnya sebagai bagian yang menyatu secara fungsional. Eklektis menyerupai proses asimilasi dari komponen-komponen yang berkaitan menjadi satu jenis baru. Integrasi dilakukan dengan mengasimilasi idiom-idiom yang berkaitan atau yang mendekati kesamaan dalam satu bentuk global. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, wawancara, obersvasi dan dokumentasi dengan pendekatan penelitian Proses penciptaan dilakukan melalui metode praktik penciptaan musik yang meliputi eksplorasi, eksperimentasi, komposisi dan evaluasi. Penelitian ini menemukan bahwa idiom-idiom musik dari setiap gaya musik dapat diidentifikasikan dan ditemui kesaman-kesamaan. Mengintegrasi gaya musik populer, tradisi Jawa dan Batak ke dalam musik Klasik Barat dapat dilakukan dengan menggunakan teori ekllektis dan pandangan interkulturasi

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇