Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Penerapan Ruang Multi-Iman Pada Interior Kelenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan Yogyakarta

    No full text
    Kelenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan Yogyakarta merupakan tempat ibadah tradisional Tionghoa yang digunakan oleh umat Tridharma, yaitu Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep multi-iman diwujudkan melalui tata ruang dan elemen interior kelenteng, serta peran simbol-simbol visual dalam menciptakan harmoni antartiga kepercayaan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, Dokumentasi, dan Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelenteng ini merupakan ruang multi-iman bertipe positif yang diisi oleh simbol-simbol keagamaan dari ketiga ajaran. Penempatan altar mengikuti hierarki kepercayaan, menyesuaikan posisi simbol utama seperti patung Lao Zi, Kongzi, dan Buddha Sakyamuni. Elemen interior seperti warna merah, simbol naga, serta ornamen tumbuhan mendukung nilai simbolik dan fengshui. Tata ruang dan simbol-simbol tersebut memperkuat sinkretisme dan pluralisme yang mencerminkan toleransi serta interaksi positif antar umat beragama. Kelenteng tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung kohesi komunitas dan keberlanjutan nilai-nilai toleransi

    Eksplorasi teknik beatbox vocal scratch dan penerpannya dalam improvisasi lagu "Part-Time Lover" karya Stevie Wonder

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi teknik beatbox vocal scratch dan penerapannya dalam improvisasi vokal pada lagu “Part-Time Lover” karya Stevie Wonder. Teknik beatbox vocal scratch dipilih sebagai inovasi dalam menambah warna ritmis dan tekstural pada improvisasi genre funk yang memiliki sentuhan jazz. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dengan praktisi beatbox dan musisi jazz, serta eksplorasi langsung dengan latihan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan teknik beatbox vocal scratch memerlukan teknik falsetto yang baik, kontrol pernapasan efektif, artikulasi presisi, serta kepekaan ritmis tinggi. Penerapan teknik ini dalam lagu “Part-Time Lover” memberikan dinamika baru dalam improvisasi tanpa menghilangkan karakteristik musik aslinya. Eksplorasi ini juga menunjukkan bahwa integrasi unsur beatbox ke dalam improvisasi vokal membuka kemungkinan baru dalam pengembangan teknik vokal modern. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi dalam memperkaya pendekatan improvisasi vokal serta mendorong inovasi di dunia musik modern

    Peran aktif orang tua sebagai motivator dalam kegiatan kursus vokal anak usia dini di jogja music school

    No full text
    Keberhasilan seorang anak dalam pembelajaran musik, terdapat sosok penting didalamnya yang kerap luput dari sorotan, yaitu orang tua. Dalam pendidikan nonformal, motivasi dari orang tua bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting yang memengaruhi semangat belajar, kepercayaan diri, dan perkembangan musikal anak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjelaskan bentuk peran aktif orang tua sebagai motivator serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kompetensi musik anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan narrative research, melibatkan enam orang tua dan lima pengajar sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk motivasi yang diberikan, seperti pendampingan emosional, penyediaan fasilitas, dan komunikasi yang terbuka dengan pengajar, membawa dampak nyata pada konsistensi latihan dan kesiapan anak dalam kegiatan bermusik. Anak yang mendapat dukungan aktif dari orang tua cenderung lebih percaya diri, ulet, dan terlibat secara emosional dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar musik yang menyenangkan dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar mendampingi, orang tua berperan sebagai pendorong utama yang menggerakkan anak untuk terus berkembang melalui proses belajar yang bermakn

    Gending patalon pada wayang kulit purwa gaya Yogyakarta studi kasus gending Gambirsawit

    No full text
    Gending patalon merupakan rangkaian gending yang disusun dengan memperhatikan kesinambungan antara gending pertama dan gending berikutnya; mengutamakan laras dan pathet; serta memperhatikan seleh nada gong akhir untuk menciptakan kesatuan musikal dan harmonisasi dalam penyajian. Gending patalon gaya Yogyakarta memiliki ciri khas yang menarik, salah satunya adalah Gending Gambirsawit merupakan gending pathet sanga dan dapat disajikan secara fleksibel sesuai degan kemampuan pengrawit Penelitian ini menggunakan teori konsep estetika pedalangan dan garap sebagai landasan untuk menganalisis beragam bentuk penyajian serta fleksibilitas dalam penggarapan gending patalon Gambirsawit. Melalui konsep estetika pedalangan dan garap, gending Gambirsawit dapat disajikan dengan memastikan bahwa gending ini tetap sesuai dengan tradisi yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukan bahwa: 1) ragam sajian gending patalon Gambirsawit baik di wilayah kraton maupun pedesaan yang mempunyai perbedaan secara garap sajian dan struktur bentuk; 2) faktor yang menjadi alasan pemilihan gending Gambirsawit sebagai gending patalon dan sering disajikan, tidak hanya didasarkan pada pertimbangan musikal, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek-aspek non-musikal; 3) fleksibilitas dan relevansi yang menentukan keragaman sajian garap Gambirsawit oleh para pengrawit tercermin dari penyajian yang tidak selalu mengikuti struktur bentuk baku. Fenomena baru yang muncul dalam bagian-bagian tertentu mengindikasikan adanya hubungan antara gending patalon dengan aspek musikal dan non-musikal. Pemilihan Gambirsawit sebagai gending patalon dalam berbagai keperluan lakon disebabkan oleh beberapa faktor, baik teknis maupun praktis, antara lain: 1) keterbatasan kompetensi pengrawit lokal belum sepenuhnya menguasai jenis gending patalon Yogyakarta; 2) gambirsawit merupakan gending yang lebih populer dan familiar sehingga lebih mudah untuk diadaptasi oleh pengrawit yang lebih terbiasa dengan gending tersebut karena zaman dahulu dalang hanya membawa penggender dan pengendang sebagai pengiring utama selebihnya pengrawit dari lingkungan atau penanggap itu sendiri

    Implementasi teknik permainan turntable pada bass elektrik dalam lagu "Soldier" karya Erykah Badu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perluasan fungsi bass elektrik, melalui implementasi teknik permainan turntable pada bass elektrik . Teknik-teknik permainan turntable yang pada umumnya dipraktikkan oleh seorang DJ, dalam penelitian ini akan diimplementasikan kedalam permainan bass elektrik. Fokus utama teknik yang akan diimplementasi adalah scratching, sampling, dan looping, elemen-elemen tersebut akan dipraktikkan pada permainan bass elektrik melalui penggunaan teknik bass dan juga bantuan perangkat digital. Melalui proses observasi , diskografi, studi pustaka, dan juga wawancara, hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik turntable seperti scratching, sampling, dan looping dapat diadaptasi secara fungsional melalui penggabungan teknik bass dan juga perangkat digital. Temuan menunjukkan bahwa implementasi teknik turntable dapat secara signifikan memperkaya idiom permainan bass elektrik. Eksperimen ini juga membuktikan bahwa bass elektrik dapat mengambil peran sebagai pembentuk pola perkusif, penghasil suara scratch, dan juga pemicu sampel suara. Penelitian ini membuka sudut pandang baru terhadap perkembangan estetika dan fungsi instrumen bass dalam penyajian musik modern

    Tumbuhan mangrove (rhizophora stylosa sebagai ide penciptaan dan pewarna alami batik busana kasual yang dikombinasikan dengan sashiko

    No full text
    Pemanfaatan tumbuhan sebagai pewarna alami pada tekstil telah dikenal sejak dahulu, terutama dalam pembuatan batik. Wilayah yang memanfaatkan pewarna alami dari mangrove adalah Kabupaten Cilacap, Leksana Batik Jaya merupakan salah satu sentra batik yang menggunakan buah mangrove sebagai bahan dasar pewarnaan batik. Selain digunakan sebagai pewarna, tumbuhan mangrove juga menjadi ide utama dalam penciptaan motif batik, khususnya bagian buah, daun, batang, bunga dan akar mangrove. Untuk mengoptimalkan desain, sashiko atau sulam tradisional dari Jepang akan diaplikasikan pada busana. Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah metode pendekatan estetika menurut Artini KusmiatI dan metode penciptaan menurut Hawkins yang melalui 3 tahap yaitu eksplorasi, improvisasi dan pembentukan atau komposisi. Landasan teori yang digunakan penulis adalah teori estetika dan teori ergonomi. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap pembuatan pola, penjiplakan motif, pemotongan kain, pembatikan, pewarnaan, penjahitan, dan penghiasan pada busana. Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana kasual, dengan perpaduan teknik pewarna alam dan sashiko. Kombinasi motif batik dan sashiko menghasilkan busana kasual yang nyaman, modern, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan

    Pertunjukan Bantengan (Komunitas Rukun Santoso) : Kajian Strukturalisme Claude Levi-Strauss

    No full text
    INTISARI Bantengan merupakan sebuah pertunjukan tradisi lokal yang berasal dari daerah Jawa Timur khususnya Kota Batu. Pertunjukan Bantengan merupakan gabungan unsur musik, tarian, drama, ritual, mantra, bela diri, olahraga, dan sebagainya. Penelitian skripsi ini memilih objek pertunjukan Bantengan Komunitas Rukun Santoso di Desa Bulukerto Kota Batu. Kajian pertunjukan Bantengan ini menggunakan teori analisis strukturalisme Claude Levi-Strauss. Teori ini memandang bahwa kebudayaan memiliki struktur terdalam yang tersusun dari oposisi biner, Levi-Strauss memandang mitos dan ritual sebagai sebuah teks naratif yang memiliki struktur dan makna. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan pelaku seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan Bantengan dilakukan dengan urutan dan aturan tertentu, Komunitas Rukun Santoso memiliki urutan dan aturannya sendiri dibanding dengan komunitas yang lain. Terdapat pola berulang pada pertunjukan Bantengan yang menggambarkan konflik antara kekuatan baik dan jahat, dunia nyata dan dunia ghaib, serta tradisi dan modern. Pola oposisi tersebut tidak hanya terdapat pada alur cerita, melainkan juga pada elemen pendukung musik, kostum, gerak, dan struktur pertunjukan. Penelitian ini memetakan struktur dalam yang tersembunyi dibalik struktur luar pertunjukan, yang menunjukan bahwa Bantengan bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai cara berpikir masyarakat dalam menyikapi niali-nilai kehidupan. Selain itu Bantengan juga memiliki fungsi simbolik yang kuat dalam menjaga identitas budaya

    Transformasi Pada Desain Grafis Sampul Album Musik Rhoma Irama

    No full text
    Penelitian ini menganalisis transformasi elemen visual pada desain grafis sampul album Rhoma Irama sebelum dan sesudah ibadah haji pada tahun 1975, dengan mengaitkannya pada konsep society of the spectacle yang diperkenalkan oleh Guy Debord. Fokusnya adalah bagaimana elemen-elemen seperti warna, simbol, kostum, dan figur mencerminkan nilai-nilai keislaman serta dinamika sosial-politik di bawah rezim Orde Baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa elemen visual ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika populer, tetapi juga menjadi media komunikasi ideologi yang menciptakan citra dan narasi sesuai dengan kerangka masyarakat spektakel. Elemen-elemen ini mencerminkan perpaduan antara nilai religius dan logika kapitalisme budaya, yang menuntut daya tarik komersial dan adaptasi terhadap kontrol ideologi negara. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang peran desain grafis sebagai medium yang mencerminkan nilai-nilai sosial, politik, dan religius dalam budaya populer Indonesi

    Representasi Konflik Batin Melalui Surealisme: Analisis Mise en Scene Dalam Film "Before, Now & Then" Karya Kamila Andini

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rpresentasi konflik batin melalui surealisme dalam film "Before, Now & Then" karya Kamila Andini. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis mise en scene yaitu setting, lighting, makeup & costume, dan staging untuk memahami makna yang direpresentasikan menggunakan pendekatan reflektif dan kontrukstivis dalam menggambarkan konflik batin tokoh utama. Pemahaman terhadap konsep estetik difokuskan pada penggunaan elemen surealis untuk menciptakan makna yang lebih dalam dan kompleks, memperkaya pengalaman penonton dengan menggambarkan konflik emosional dan psikologis karakter utama

    Tata kelola penyajian koleksi : studi kasus pamer wahana interaktif Museum Sonobudoyo

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang penyajian koleksi Museum Sonobudoyo pada Ruang Pamer Wahana Interaktif dengan menggunakan pendekatan tata kelola seni. Museum Sonobudoyo merupakan institusi daerah yang berfokus pada pengelolaan budaya Jawa, dengan salah satu tugas atau fungsi utamanya adalah penyajian koleksi. Penyajian yang ditawarkan tidak hanya menampilkan koleksi secara pasif, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan media sebagai upaya mengenalkan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh wawasan yang mendalam, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Pengelolaan Ruang Pamer Wahana Interaktif oleh Museum Sonobudoyo menggambarkan pendekatan cara baru dalam penyajian koleksi museum. Sebelumnya, koleksi disajikan dalam bentuk konvensional, namun kali ini museum sengaja tidak menghadirkan koleksi fisik dalam ruang pamer. Sebagai gantinya, pengelolaan pengetahuan dilakukan dengan menghadirkan nilai-nilai yang terkandung dalam koleksi melalui berbagai media interaktif, termasuk teknologi sensor, video mapping, animasi, proyeksi, arkade permainan, VR, mural, patung, dan aransemen tembang. Pendekatan ini memungkinkan pengunjung untuk memahami dan menikmati koleksi tanpa harus melihat bentuk fisik secara langsung, menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif. Transformasi ini merupakan hasil perencanaan strategis yang bertujuan untuk mencapai visi dan misi museum, yang tidak hanya mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menciptakan produk tontonan budaya yang inovatif. Museum Sonobudoyo mengadaptasi teknologi komunikasi dan digital untuk menjaga relevansi antara media yang ditawarkan dan preferensi pengunjung, sehingga dapat menciptakan pasar baru dalam penyajian koleksi museum. Keberhasilan Sonobudoyo mencerminkan kemampuan pengelola dalam melihat perubahan dan pentingnya berinovasi dalam menyajikan koleksi

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇