Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Fenomena Alam "Api Biru" Kawah Gunung Ijen Bondowoso dalam Selendang Batik

    No full text
    Penciptaan karya selendang dengan judul Fenomena Alam Api Biru Kawah Gunung Ijen dalam Selendang Batik ini merupakan wujud dari salah satu fenomena alam langka yang ada digunung Ijen. Bertujuan sebagai media untuk memperkenalkan daerah Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu wilayah yang juga diakui UNESCO sebagai daerah dari kawasan Gunung Ijen dan api biru yang diwujudkan kedalam sebuah karya selendang batik. Metode pendekatan yang digunakan dalam karya selendang batik ini yaitu teori estetika oleh A.A.M Djelantik, teori ini digunakan sebagai acuan dalam membuat karya. Sedangkan metode penciptaan karya menggunakan metode tiga tahap enam langkah proses penciptaan karya seni kriya dari SP. Gustami. Tiga tahapan utama yang digunakan dalam penciptaan seni kriya yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Wujud karya yang diciptakan berupa selendang berukuran 50 x 200 cm dengan menggunakan bahan kain sutera, menggunakan bahan pewarna alam berupa indigovera tinctoria dan kulit pohon mahoni. Penciptaan karya ini menggunakan teknik batik tulis halusan dengan menggunakan canting isen dan canting merem, teknik pewarnaan yang digunakan adalah teknik tutup celup. Karya yang dihasilkan berjumlah 5 dalam bentuk karya selendang batik, dengan menggunakan palet warna batik klasik, yaitu biru, putih, cokelat, dan hitam, penggunaan bahan kain sutera dan pewarna alam ini digunakan agar karya yang dihasilkan memiliki kesan yang mewah dan mahal. Karya selendang yang dihasilkan, yaitu berjudul (1) “Rabek”, (2)”Jhâghâ”, (3)”Asonar”, (4)”Odik”, (5)”Sowarghâ Sè Ngitek”. Dalam karya ini memvisualisasikan bagaimana proses munculnya fenomena alam api biru yang ada di Gunung Ij

    Reinterprestasi bunga mawar dalam penciptaan seni lukis

    No full text
    Seni dan alam memiliki keterkaitan yang erat sebagai sumber referensi awal menciptakan sebuah karya seni lukis, selain menjadi referensi seni juga menjadi reinterpretasi untuk menyampaikan makna, emosi, atau ide melalui simbol-simbol di dalamnya. Hubungan seni dan alam menjadikan acuan penulis membuat karya seni berdasarkan yang ada di lingkungan penulis, dan memilih elemen alam yaitu bunga mawar. Bunga mawar dengan segala keindahan dan kompleksitasnya bisa menjadi sebuah simbol perjalanan hidup manusia. Mawar menggambarkan suatu siklus kehidupan meliputi tunas, mekar dan layu, seperti halnya manusia mengalami kelahiran, pertumbuhan juga akhir kematian. Dalam simbol bunga mawar terdapat perjalanan hidup yang harmoni meliputi kelembutan, keindahan saat tumbuh yang disimbolkan dengan kelembutan kelopak mawar, dan kerasnya hidup dengan simbol duri yang terus tumbuh pada tangkainya. Proses munculnya ide penciptaan seni lukis ini berawal dari lingkungan yang mempengaruhi pemikiran baik secara langsung maupun tidak, pengaruh tersebut berupa hubungan sosial, budaya, serta keyakinan yang penulis kembangkan sejalan dengan filosofi bunga mawar

    Penguatan Mise-en-scène untuk Membangun Visualisasi Imajinasi Tokoh Utama dalam Penyutradaraan Film Fiksi “Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum"

    No full text
    Film “Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum” mengangkat perjalanan emosional Tatiana dalam menghadapi kehilangan orang tercinta melalui dunia imajinasi yang ia ciptakan. Visualisasi imajinasi ini dirancang untuk menghadirkan ruang bebas, nyaman, dan penuh kebahagiaan, yang berlawanan dengan konflik dan keterbatasan di dunia nyata. Penguatan visualisasi dilakukan melalui elemen mise-en-scène, meliputi latar padang rumput luas yang dipilih secara kreatif untuk mendukung narasi dan kebutuhan emosional karakter. Kostum berupa gaun putih bermotif bunga merepresentasikan kebebasan dan karakter Tatiana di dunia imajinasi, sementara tata rias semi-beauty look menonjolkan sisi lembut dan damainya. Pencahayaan high-key dengan tekstur lembut menciptakan suasana tenang, kontras rendah, dan mendukung estetika dunia imajinasi. Staging menekankan kedekatan emosional antara Tatiana dan Tyo melalui interaksi seperti tatapan intens, pegangan tangan, pelukan, dan momen sunyi yang mendalam. Pendekatan ini menjadikan setiap elemen mise-en-scène saling mendukung, menciptakan dunia imajinasi sebagai tempat damai bagi Tatiana, sekaligus memperkuat pesan bahwa proses menghadapi kehilangan bersifat personal dan valid dalam berbagai bentukny

    Perancangan Komik Digital sejarah Kerajaan Mataram Islam di Kerta dan Pleret.

    No full text
    Kerajaan Mataram Islam adalah sebuah kerjaan bercorak Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopati pada tahun 11586 dengan memerdekakan diri dari kedaulatan kerajaan Pajang. Sejak berdirinya, Kerjaan Mataram Islam memiliki beberapa tempat ;yang dijadikan sebagai ibukota atau pusat pemerintahannya. Seperti Kerta dan Pleret. Namun, fisik bangunan dari Keraton Kerta dan Pleret cukup sulit di temui di masa kini. Kerusakan karena peperangan dan mateial bangunan yang lapuk menjadi faktor utmanya. Adapun kisah sejarah Kerajaan Maratam Islam sudah tertulis dalam Babad Tanah Jawi

    Perpaduan dua gaya visual flat landscape dan atmospheric illustration dalam pembuatan background dan environtment dalam film animasi 2D "Katineung"

    No full text
    Background dan Environment merupakan salah satu elemen penting dalam pembuatan film animasi. Background dan Environment tercipta untuk membuat suasana dan mood menjadi lebih hidup untuk mendukung jalannya cerita sehingga dapat menangkap pandangan penonton seiring berjalannya sebuat film animasi tanpa penonton tersebut menyadarinya. Background dan Environment dalam penelitian ini menggunakan perpaduan dua gaya visual yaitu Flat Landscape yang mengacu pada sifat sederhana, mudah dimengerti, dan informatif, yang dipadukan dengan gaya visual Atmospheric Illustration yaitu karya seni yang berfokus pada penciptaan suasana atau suasana tertentu melalui penggunaan elemen visual seperti warna, pencahayaan, tekstur, dan komposisi. Perancangan ini bertujuan agar mampu mendapatkan Background dan Environment yang sederhana namun tetap menarik untuk mendukung dan menghidupkan jalannya cerita pada film animasi “Katineun

    Childfree Sebagai Sumber Penciptaan Naskah Drama Geruh Gerah

    No full text
    Geruh Gerah merupakan sebuah naskah drama yang bersumber dari fenomena childfree. Berangkat dari kekhawatiran - kekhawatiran yang semakin relevan dalam masyarakat modern, serta wawancara narasumber yang memilih untuk tidak mempunyai anak seringkali dipandang kontroversial lalu diangkat menjadi sebuah karya naskah drama. Penciptaan naskah drama Geruh Gerah menggunakan teori inner conflict dan peram sosial gender Teori inner conflict digunakan untuk menggali konflik batin yang dialami oleh karakter utama dan peran sosial gender digunakan untuk menjelaskan dinamika hubungan antara tokoh-tokoh, khususnya terkait harapan dan tekanan sosial yang dihadapi tokoh utama. Penulis menggunakan metode Graham Wallas untuk metode penciptaan tetapi pada tahap ini penulis memodifikasi metode penciptaan Graham Wallas . penulis memulai dengan tahap persiapan, kemudian dilanjutkan dengan tahap inspirasi, tahap pengeraman dan tahap pengujian Hasil dari penciptaan ini adalah naskah drama Geruh Gerah. Naskah ini menceritakan seorang wanita bernama Aruna yang memilih hidup untuk tidak mempunyai anak karena mempunyai trauma masa lalu. Ia memilih untuk merahasiakannya hal tersebut dari mertuanya, tetapi semua berubah ketika mertunya mengetahui rahasianya selama ini

    Tempat seram sebagai objek penciptaan imajinasi melalui fotografi ekspresi

    No full text
    Rasa takut terhadap tempat seram merupakan salah satu perasaan yang dirasakan oleh manusia. Perasaan takut tidak muncul begitu saja; kondisi lingkungan sekitar yang terdapat banyak tempat seram memicu adanya cerita menyeramkan mengenai tempat tersebut yang sudah terbiasa terdengar sedari kecil. Cerita tersebut mempengaruhi pola pikir keluarga yang turut mempercayai adanya hal-hal menakutkan pada tempat yang ditinggalkan dan terbengkalai, sehingga muncul larangan dari orang tua untuk mendekati tempat tersebut. Tujuan dari penciptaan ini adalah memvisualisasikan perasaan takut terhadap tempat seram sebagai objek penciptaan imajinasi melalui sebuah sosok tidak kasat mata yang seringkali terbayang ketika berada pada tempat seram dengan menggunakan fotografi ekspresi. Manfaat dari penciptaan ini adalah menyingkirkan rasa takut terhadap tempat seram melalui proses eksplorasi langsung guna mengimajinasikan perasaan tersebut melalui medium fotografi ekspresi. Teori yang digunakan dalam penciptaan ini adalah fotografi ekspresi dengan ekplorasi teknik light painting. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah observasi, studi pustaka, eksplorasi, dan perwujudan yang betujuan untuk menghasilkan dan mengoptimalkan sebuah karya agar sesusai dengan keinginan. Berkat penciptaan karya ini, rasa takut terhadap tempat tersebut perlahan memudar, disertai munculnya perspektif baru yang menunjukkan bahwa rasa takut,cemas, serta khawatir yang dirasakan sebelum memulai proses penciptaaan tidak terbukti

    Kajian visual desain karakter dan representasi emosi dalam fil Inside Out 2

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap film animasi. Film animasi Inside Out 2 menghadirkan sebuah karakter yang merepresentasikan berbagai emosi manusia, menjadikannya menarik untuk dianalisis dari sudut pandang visual dan psikologis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana elemen-elemen visual seperti warna, bentuk, atribut, dan ekspresi wajah digunakan untuk merepresentasikan emosi pada karakter film ini, dengan merujuk pada teori Wheel of Emotion dari Robert Plutchik. Penelitian ini dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual setiap karakter dirancang secara efektif untuk mendukung identitas emosionalnya. Seperti penggunaan warna pada setiap karakter digunakan untuk merepresentasikan perasaan tertentu, dan bentuk tubuh yang dirancang untuk mencerminkan sifat emosi masing-masing, selain itu, atribut seperti pakaian dan aksesori memperkuat gambaran emosional. Ekspresi wajah juga berperan penting dalam menyampaikan kepribadian dan respons emosi

    Membangun komedi satire melalui pendekatan observasional dalam penulisan skenario Ekklesia?

    No full text
    Kekristenan merupakan suatu nilai yang harus dimiliki oleh setiap umat Kristiani. Realita yang terjadi, nilai kekristenan masih sering diselewengkan oleh banyak oknum. Konflik internal, konflik eksternal, penghakiman, hingga mendewakan manusia masih sering ditemukan. Ekklesia dalam Bahasa Yunani memiliki arti perkumpulan atau pertemuan, dalam Bahasa Inggris, Ekklesia diterjemahkan sebagai church yang berarti gereja. Skenario Ekklesia? akan membawa isu tersebut untuk dikembangkan menjadi cerita yang menarik, melalui sudut pandang tokoh utama yang merupakan orang Kristen yang telah kepahitan dengan Gereja. Dalam merekam realita dan menuangkannya ke dalam skenario, akan digunakan teori pendekatan observasional, di mana dikatakan bahwa inti dari pendekatan observasional terletak pada upaya menciptakan kesan realistis tentang kepribadian manusia yang berdaging dan berdarah. Maka dari itu, capaian utama skenario adalah mendapatkan kesan realistis dari setiap aspek pembentuk cerita di dalamnya. Kritik dari isu yang diangkat, akan disampaikan menggunakan komedi satire. Komedi satire merupakan sebuah komedi yang menyindir oknum yang berkuasa. Komedi satire di sini akan disampaikan melalui pembentukan karakter unik yang memang sesuai dengan realita, dialog, dan juga konflik yang menggelitik

    Manajemen pembelajaran musik angklung pada anak tunarungu di SLB BK karnnamanohara Yogyakarta

    No full text
    Pembelajaran seni musik bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu, merupakan bagian penting dari pendidikan inklusif yang mendukung pengembangan potensi diri. SLB B Karnnamanohara Yogyakarta merupakan sekolah khusus anak tunarungu yang menarik untuk diteliti karena menerapkan manajemen pembelajaran angklung pada anak tunarungu secara terstruktur. Meskipun memiliki keterbatasan sarana, peserta didik di sekolah ini mampu meraih berbagai prestai baik dalam kegiatan pentas seni di sekolah maupun di luar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen pembelajaran musik angklung pada anak tunarungu di SLB B Karnnamanohara Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, serta dokumentasi. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, guru pembimbing seni musik angklung, dan peserta didik. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran angklung yang diterapkan secara adaptif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran di SLB B Karnnamanohara Yogyakarta berjalan dengan baik karena sudah menerapkan empat fungsi manajerial yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Meskipun keterbatasan fasilitas dan sarana masih menjadi kendala, pembelajaran tetap berjalan optimal. Guru menggunakan metode Hand Sign Kodaly untuk membantu anak tunarungu memahami ritme dan melodi. Pengelolaan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan individu, mencakup materi, jadwal, dan formasi permainan angklung. Evaluasi dilakukan langsung selama latihan untuk memantau fokus, disiplin, dan penguasaan materi. SLB B Karnnamanohara juga menerapkan MMR (Metode Maternal Reflektif), yaitu pendekatan reflektif yang menekankan interaksi emosional antara guru dan siswa. Guru menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih empatik dan efekti

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇