49728 research outputs found
Sort by
Garap Ricikan Rebab Gendhing Lokasari Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Mawur
Skripsi berjudul “Garap Rebab Gendhing Lokasari Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Mawur”, merupakan salah satu materi dalam menggarap gendhing soran menjadi lirihan yang difokuskan pada tafsir rebaban. Lokasari merupakan salah satu dari sekian banyak gendhing ageng gaya Yogyakarta yang sangat jarang disajikan dikalangan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menghasilkan tafsir garap rebab pada Gendhing Lokasari serta mewujudkan dalam bentuk karya tulis maupun karya dalam bentuk sajian sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan di Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukkan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Penulis menyelesaikan penelitian ini dengan beberapa buku sebagai sumber acuan tertulis dan wawancara sebagai acuan lisan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode diskriptif analisis yang berarti mendeskripsikan dan menganalisis garap rebab pada Gendhing Lokasari Laras Slendro Pathet Nem yang melalui beberapa tahapan, diantaranya: rancangan karya seni, pengumpulan data dan proses penggarapan. Berdasarkan dari penggarapan Gendhing Lokasari didapatkan hasil sebagai berikut: tafsir pola tabuhan balungan gendhing, padhang ulihan, pathet, kosokan rebab, notasi rebaban beserta grafik yang dibuat untuk mempermudah pembaca memahami alur lagu antara rebab dengan balungan gendhing, ditemukannya balunagn gendhing, yaitu kenong pertama gatra 1 dan 2 digrap dengan istilah cengkok bandulan. Selanjutnya pada kenong keempat gatra ke 10 dan 11 digarap dengan cengkok khusus yaitu dengan istilah menyuri (cengkok rebab naik 1 nada alit). Adapun manfaatnya yaitu sebagai wujud apresiasi dalam mendokumentasikan dan mengembangkan gendhing-gendhing tradisional, sehingga menambah perbendaharaan garap rebab pada gendhing lirihan gaya Yogyakart
Penerapan teknik repetative narrative dalam animasi iklan layanan masyarakat tentang dampak pola asuh otoriter
Penerapan pola asuh yang salah dapat membawa pengaruh buruk bagi anak. Pola asuh otoriter adalah salah satu pola asuh yang kurang tepat untuk diterapkan karena akan mempengaruhi perkembangan moral dan sosial anak. Tetapi, dampak akan berbeda sesuai dengan karakteristik anak dan perbedaan kultur serta wilayah. Pemahaman tentang pola asuh perlu ditingkatkan, salah satunya dengan melakukan sosialisasi. Iklan layanan masyarakat dalam bentuk film animasi dapat dimanfaatkan sebagai media sosialisasi, agar pemberian informasi dapat lebih menghibur. Penerapan teknik repetitive narrative dapat dilakukan agar informasi yang disampaikan tidak berbelit, intensitas plot dan emosi tetap ada, serta pesan tersampaikan melalui evolusi konflik yang difokuskan. Penelitian ini bertujuan untuk menelitik teknik repetitive narrative yang akan diterapkan pada film animasi iklan layanan masyarakat tentang dampak pola asuh otoriter. Dari hasil penelitian, walaupun teknik ini menggunakan perulangan tetapi tetap harus ada variasi dalam kesamaan, sehingga penonton tidak merasa bosan. Kata kunci : Pola Asuh Otoriter, Iklan Layanan Masyarakat, Teknik Repetitive Narrativ
Implementasi teknik cel shading dengan tekstur kapur pada karakter 3D dalam film animasi hybrid "Geger Geden"
Film animasi hybrid "Geger Geden" menceritakan tentang kegiatan ronda malam di desa yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga. Dalam film ini, suasana malam pedesaan digambarkan dengan tenang namun penuh kewaspadaan, sebelum akhirnya suasana pecah saat terjadi pengejaran terhadap maling. Kisah berfokus pada kekompakan warga desa dalam menangkap seorang maling berkat kegiatan ronda malam. Film ini diharapkan dapat menonjolkan kekuatan persatuan dan kerjasama warga dalam menghadapi ancaman, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Cel Shading dengan Tekstur Kapur adalah material yang digunakan pada film ini. Chalk brush memiliki tekstur khas menyerupai goresan kapur. Material ini memberikan hasil visual yang tampak kasar dan bertekstur. Hasil yang bertekstur ini digunakan dalam 3d karakter untuk menciptakan efek kapur pada tampilan kulit pakaian serta properti yang digunakan. Membuat gambaran visual karakter menjadi lebih menarik
Kegembiraan sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Kegembiraan sebagai elemen fundamental dalam eksistensi manusia, memiliki kekuatan untuk menyatukan, memberikan kedamaian batin, dan menginspirasi kreativitas. Kegembiraan menghubungkan emosi paling mendalam manusia dengan kehidupan, baik dalam konteks pribadi, sosial, maupun spiritual. Representasi kegembiraan diungkapkan melalui berbagai karakter perilaku dan ekspresi wajah. Kegembiraan yang dihadirkan terinspirasi dari salah satu pilar yang terdapat dalam filosofi Ikigai yang berkembang di Jepang, yaitu kegembiraan dari hal-hal kecil. Ikigai dipilih sebagai landasan filosofis mengkaji kegembiraan yang memiliki pola hidup sehat, motivasi diri, membangun semangat produktivitas yang tinggi, serta membuat hidup lebih berharga dan bermakna. Karakter kegembiraan divisualisasikan secara figuratif dengan mengambil tema kehidupan sehari-hari melalui representasi yang bersifat kartunis terpengaruh oleh komik, anime, manga, manhwa, serta ilustrasi digital. Karya Tugas Akhir berjumlah 15 buah lukisan dengan citra pewarnaan yang cerah, sumber inspirasinya diambil dari pengalaman pribadi atau orang-orang disekitar
Pesugihan Gunung Kawi sebagai ide penciptaan seni patung
Seni patung telah menjadi jembatan untuk mengungkapkan perasaan, keresahan, dan kegelisahan. Sekaligus memiliki peran yang sangat penting dalam menyuarakan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Permasalahan yang terjadi di masyarakat ini tak terkecuali juga terjadi di Gunung Kawi. Gunung Kawi dikenal sebagai tempat wisata ritual telah menjadi pusat kegiatan spiritual bagi beberapa kalangan masyarakat, namun terdapat mitos pesugihan yang turut menyertainya. Penciptaan seni patung pada Tugas Akhir ini dilatar belakangi oleh munculnya mitos pesugihan di Gunung Kawi yang berkembang di masyarakat. Mengarah pada pengungkapan mitos dan fakta pesugihan di Gunung Kawi yang masih dipercaya oleh beberapa kalangan masyarakat, yang dalam proses penciptaanya menggunakan penelitian dengan metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, yang didukung dengan kajian pustaka. penciptaan seni patung ini diharapkan dapat memicu kesadaran dan kepekaan terhadap permasalahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui rangkaian karya yang memiliki bentuk figuratif dengan visual seram menggunakan teknik deformasi, yang mempertimbangkan keindahan estetis melalui bentuk, warna, dan tekstur
Perhiasan Lady Galadriel sebagai inspirasi penciptaan motif batik pada busana kasual vintage
Perhiasan Lady Galadriel dalam film tersebut untuk dijadikan sebuah sumber ide motif batik pada busana kasual vintage. Perhiasan yang menjadi ide pembuatan motif batik adalah cincin Nenya dan mahkota yang dipakai oleh Lady Galadriel. Cincin Nenya digambarkan terbuat dari Mithri dan dipasangi "batu putih" yang kokoh, cincin itu di pegang oleh Lady Galadriel dari Lothlorien. Lalu ada perhiasan Mahkota Lady Galadriel, dalam bahasa Sindarin dari Alatariel memiliki arti wanita bermahkota bunga, nama yang diberikan oleh Celebor, nama yang berkenaan dengan rambutnya berwarna perak-emas. Metode penciptaan yang dilakukan yaitu metode penciptaan Alma Hawkins, yakni eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan karya. Pada tahap eksplorasi adalah tahap awal yang melibatkan berpikir, berimajinasi, merasakan, dan merespon objek yang menjadi sumber penciptaan data yang terkumpul digunakan untuk analisis dan studi pustaka. Setelah itu dibuat rancangan sebanyak 10 sketsa alternatif menjadi 5 sketsa terpilih. Kemudian rancangan tersebut dikerjakan melalui proses pembentukan. Pada tahap pembentukan keseluruhan karya ini menggunakan teknik batik tulis dan jahit mesin. Untuk pewarnaan , keseluruhan karya ini menggunakan warna sintetis remasol dengan teknik colet. Hasil akhir perancangan ini adalah lima karya busana dengan batik tulis dengan gaya busana kasual bergaya vintage yang memfokuskan aspek estetika dan kenyamanan sebagai penilaian tanpa melupakan fungsi utamanya dengan gaya baru dan dinamis
Perancangan Interior Ruang Komunal Multifungsi "Pod Cinere" Jakarta.
Kebutuhan ruang untuk berkegiatan dan bersosialisasi mendorong POD Cinere memanfaatkan bangunan rumah menjadi ruang komunal multifungsi, kantor virtual, dan perpustakaan. Proses perubahan fungsi dari rumah tinggal menjadi ruang publik memberikan dampak signifikan pada aspek interior karena danya kebutuhan untuk menyesuaikan konfigurasi ruang dengan fungsi baru. Maka dariitu, dibutuhkan desain yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan engguna ruang yang baru
Motif Batik Akulturasi Budaya Tiongkok di Cirebon Dalam Karya Instalasi Permadani
Kenangan masa kecil penuis berperan penting dalam pembuatan karya ini, yang terinspirasi oleh pengalaman estetika, termasuk visual busana pernikahan keluarga dan kunjungan ke kelenteng. Pengalaman menemani orang tua, yang merupakan desainer interior berpengalaman, juga memberikan pengaruh, terutama dalam ketertarikan penulis terhadap furnitur dan permadani. Karya tugas akhir ini berbentuk instalasi yang mengangkat tema batik akulturasi budaya Tiongkok di Cirebon
Interprestasi penari terhadap gagasan karya contraction
Penelitian ini membahas tentang adanya proses transformasi dan adaptasi dalam sebuah karya tari berjudul Contraction yang diciptakan oleh Maharani Arnisanuari. Contraction merupakan karya bersumber dari pengalaman empiris kontraksi persalinan yang membahas tentang tiga titik tegang pada tubuh yaitu pinggang, perut, dan kaki. Karya tari ini melibatkan penari perempuan yang belum memiliki pengalaman tubuh kontraksi tetapi diharapkan mampu menyampaikan cerita melalui gerak tubuh dan ekspresi sesuai dengan gagasan koreografer. Penari terlibat penuh dalam eksplorasi rasa dan gerak sehingga penari dapat memiliki pandangan masing-masing terhadap rasa sakit yang ingin dimunculkan dalam cerita Contraction. Transformasi ide gagasan yang ada menuju sebuah hasil akhir produk karya seni menggunakan konsep adaptasi dibahas dalam penelitian ini menggunakan teori adaptasi oleh Linda Hutcheon. Adaptasi produk karya tari Contraction dengan peralihan media pementasan dalam bentuk pertunjukan online dibahas menggunakan tahapan yang ada. Pembahasan proses penciptaan dengan adanya mode keterlibatan yang menekankan pada proses memungkinkan untuk memperluas fokus studi adaptasi untuk mempertimbangkan juga hubungan di antara mode keterlibatan. Proses adaptasi antara koreografer dan penari dalam merealisasikan gagasan dalam penelitian ini mencakup tahapan ekstrapolasi, analogi, dan kritik atau respect. Melewati tiga tahapan tersebut menjadi produk karya tari yang diadaptasi menjadi bentuk produk baru yaitu video tari. Penelitian ini memunculkan hasil pemaknaan baru dari interpretasi penari yang mempengaruhi hasil penciptaan karya Contraction
Perancangan Interior Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Perpustakaan ISI Yogyakarta, sebagai pusat informasi seni dan budaya, memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas Tri Dharma perguruan tinggi. Dengan sejarah panjang sebagai pusat layanan disiplin ilmu seni dan budaya, perancangan ulang perpustakaan ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan yang ada sekaligus merepresentasikan identitas seni ISI Yogyakarta. Konsep kontekstual dengan tagline "Artistic Knowledge Hub" diusung untuk menghadirkan perpustakaan sebagai ruang yang adaptif terhadap kebutuhan penggunanya, khususnya generasi muda seperti Gen Z, yang membutuhkan ruang belajar, kolaborasi, dan eksplorasi seni yang lebih fleksibel, dinamis, dan mendukung digitalisasi.Desain perpustakaan ini mengintegrasikan elemen estetika modern eklektik dengan tema "Galeri Seni," menciptakan lingkungan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi dan pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang inspirasi, kreativitas, dan interaksi sosial.Pendekatan ini menitikberatkan pada pengelolaan tata ruang yang optimal, sistem navigasi yang jelas, pencahayaan yang sesuai, serta pengayaan elemen dekoratif berbasis karya seni lokal.Dengan konsep kontekstual yang mendalam, perancangan ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang ada dan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat unggulan dalam penciptaan dan pengkajian seni di Indonesi