49728 research outputs found
Sort by
Proses penciptaan digital musik tari Sraddha dalam ujian koreografi anak kelompok di Universitas Negeri Yogyakarta
Penelitian ini mengkaji proses penciptaan iringan tari berbasis MIDI dalam karya Sraddha sebagai bagian dari pertunjukan koreografi anak kelompok di Universitas Negeri Yogyakarta. Fokus utama penelitian adalah bagaimana unsur musik tradisional, khususnya gamelan Jawa, dipadukan dengan teknologi digital seperti MIDI, VST, dan DAW untuk menciptakan bentuk musikal baru yang bersifat hibrid. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam dengan komposer dan koreografer, serta dokumentasi audio-visual. Teori Hibriditas Budaya dari Homi K. Bhabha digunakan untuk menganalisis pertemuan antara unsur-unsur tradisional dan kontemporer, sedangkan Teori Emotivisme dari Susanne Langer dimanfaatkan untuk memahami musik dan gerak sebagai ekspresi emosional yang bersifat simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Sraddha tidak hanya menyajikan perpaduan bunyi tradisi dan digital, tetapi juga menciptakan pengalaman emosional yang kuat melalui integrasi musik dan gerak. Komposer Ryza Wibawa menggunakan MIDI bukan sekadar sebagai alat teknis, tetapi sebagai medium kreatif untuk menyusun struktur musikal yang ekspresif dan spiritual. Bersama koreografer Berlin Siharani Puspita, karya ini menampilkan keterpaduan antara musik, gerak, dan visual sebagai bentuk ekspresi budaya hibrid yang relevan dalam konteks akademik dan pertunjukan kontemporer. Kata Kunci : MIDI, iringan tari, hibriditas budaya, Sraddha, emosi musikal
Figur Ibu dalam Peran Single Parent sebagai Ide Penciptaan Karya Batik Lukis
Ibu adalah sosok yang identik dengan kasih sayang dan pengorbanan. Dalam kehidupan sebagai single parent, peran ibu menjadi jauh lebih besar. Menjalankan semua peran itu sendiri bukanlah hal yang mudah, secara mandiri memikul tanggung jawab penuh terhadap kebutuhan fisik, emosional, pendidikan dan finansial anak. Situasi ini dapat timbul akibat berbagai faktor, dengan perceraian menjadi salah satu penyebab yang paling sering terjadi. Oleh karena itu penulis membuat visualisasi karya dari figur ibu dalam peran single parent menurut perspektif anak. Karya ini menggunakan teknik batik sebagai bentuk ekspresi seni yang menggambarkan perjuangan figur ibu sebagai single parent. Metode pendekatan yang digunakan dalam proses penciptaannya meliputi pendekatan empiris untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai realitas kehidupan ibu tunggal, serta pendekatan estetika guna mengeksplorasi aspek keindahan visual. Metode penciptaan yang diterapkan adalah Practice-Based Research. Melalui metode ini, karya tidak hanya menjadi bentuk visual, tetapi juga sarana reflektif untuk memahami sekaligus menghormati perjuangan single parent figur ibu, serta mendukung pelestarian seni batik sebagai bagian dari budaya Indonesia. Hasil dari proses ini menghasilkan 5 karya dalam bentuk dekoratif yang masing-masing memiliki makna dalam menggambarkan peran dan suasana yang dihadapi oleh figur ibu sebagai single parent. Karya batik lukis yang dihasilkan, yaitu berjudul (1) ”Dibalik Tatap Ibu”, (2) ”Peluk Ibu”, (3) ”Putaran Waktu”, (4) Ibu Tetap Ada”, (5) ”Beban Bahu Ibu”. Setiap karya dirancang untuk merepresentasikan berbagai dinamika emosional dan situasional yang dialami, sebagaimana dilihat melalui imajinasi dan persepsi seorang anak. Dengan penyajian yang padu antara nilai estetik dan makna emosional, karya-karya ini diharapkan mampu membangun koneksi empatik dengan penonton serta memperkuat posisi seni batik sebagai media ekspresi modern
Tinjauan tentang penggunaan harmoni kuartal dalam teknik piano jazz pada lagu scorpion
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan harmoni kuartal dalam teknik piano jazz pada lagu Scorpion karya Derek Sherinian. Harmoni kuartal merupakan harmoni yang disusun menggunakan interval perfect fourth, menghasilkan nuansa modern dan ambigu, berbeda dengan harmoni tradisional yang umumnya disusun dari interval tertian. Pada penelitian ini penulis tergerak untuk mempelajari harmoni kuartal lebih lanjut dikarenakan pernah mengalami kesulitan saat mengiringi dan berimprovisasi pada permainan lagu So What karya Miles Davis yang didominasi voicing harmoni kuartal. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penerapan harmoni kuartal pada permainan piano jazz serta mengembangkan improvisasi yang berbeda, dengan cara menggabungkan harmoni kuartal dengan harmoni tertian dan harmoni sekundal. Penelitian ini dimulai dengan penentuan topik, dilanjutkan dgn pengumpulan data, analisis teknik, latihan mandiri, eksplorasi serta evaluasi terhadap proses latihan. menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan dengan cara mentranskrip lagu Scorpion, melakukan observasi, dan wawancara dengan narasumber yang ahli di bidang harmoni kuartal. Penelitian ini dimulai dengan menentukan topik, dilanjutkan dengan pengumpulan data, menganalisis teknik, setelah itu latihan mandiri, eksplorasi dan diikuti evaluasi latihan. Setelah itu diakhiri dengan membuat konser live beserta evaluasi dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmoni kuartal pada lagu Scorpion terdiri dari beberapa jenis yaitu harmoni kuartal (murni-murni), kuartal (murni-lebih) dan kuartal (lebih-murni). Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan modifikasi improvisasi pada lagu Scorpion, di mana konsep harmoni kuartal digabungkan dengan dengan konsep harmoni tertian dan harmoni sekundal. Secara keseluruhan penelitian ini memberikan kontribusi secara teoretis dalam pengembangan literasi musik jazz dan fusion khususnya harmoni kuartal, serta memberikan kontribusi secara praktis berupa panduan berimprovisasi secara inovatif untuk para pianis jazz. Kesimpulannya, harmoni kuartal tidak hanya memberikan nuansa yang modern tetapi juga dasar untuk mengembangkan improvisasi secara luas dan kreati
Penerapan balon dialog dan onomatope ke dalam film animasi "Mixtape Ain't a Mistake" untuk mendukung unsur naratif
Terinspirasi oleh film Spider-Man: Into the Spider-Verse yang memanfaatkan balon dialog dan onomatope, serta 8 Mile yang mengangkat battle rap dan kultur hip-hop. Penerapan ini bertujuan untuk mengadopsi konsep dan penerapan elemen visual dalam pembuatan film guna menunjang aspek naratif. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk menelaah fungsi balon dialog dan onomatope dalam film. Penggunaan Adobe After Effect untuk penerapan elemen tersebut di tahap compositing sebagai alat yang tepat untuk merealisasikan elemen-elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan balon dialog dan onomatope dengan efektif dapat memperkaya dan mendukung unsur naratif dalam film
Kridha panca dasa warsa Didik Nini Thowok tubuh kreatif sang maestro : perjalanan budaya Didik Nini Thowok
Buku ini adalah sebuah karya apresiatif dan reflektif untuk merayakan lima dasawarsa perjalanan seni Didik Nini Thowok, seorang maestro tari Indonesia yang dikenal karena kreativitas tubuhnya yang luar biasa dan kemampuan menyeberangi batas tradisi dalam seni pertunjukan. Buku ini tidak hanya mendokumentasikan pencapaian dan karya-karya Didik, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang merefleksikan dinamika antara tradisi dan inovasi, tubuh dan ekspresi, lokalitas dan globalitas. Buku ini merangkum berbagai tulisan dari pengamat seni, akademisi, kurator, dan seniman lain yang berbicara tentang sosok Didik Nini Thowok dari berbagai sudut pandan
Penerapan sensory branding dlam desain interior kafe dan persepsi konsumen generasi Z (Studi kasus: Kafe Kunnichiwa Kota Makassar)
Perancangan desain interior dan sensory branding, memainkan peran penting dalam membentuk persepsi positif konsumen. Ketika pengunjung merasa nyaman dan terhubung dengan lingkungan mereka, persepsi positif terhadap interior akan terbentuk, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pengalaman positif bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sensory branding dalam desain interior pada kedua cabang Kafe Konnichiwa di Makassar yaitu cabang Singa dan cabang BTP, serta mengeksplorasi relevansinya terhadap persepsi dan preferensi konsumen generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada pemilik kafe, desainer kafe dan pengalaman ruang tujuh orang informan yang merupakan konsumen generasi Z yang telah beberapa kali mengunjungi kedua cabang kafe tersebut. Data penelitian dianalisis dimulai dari pengkodean, interpretasi sampai pada penyajian serta divalidasi menggunakan teknik triangulasi yaitu sumber data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sensory branding pada kedua cabang Kafe Konnichiwa yang melibatkan kelima indra manusia penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan, memiliki kelebihan dan kekurangan pada masing-masing cabang. Secara keseluruhan, persepsi dan preferensi positif konsumen Generasi Z lebih condong ke cabang BTP dibandingkan cabang Singa karena keunggulannya dalam indikator penglihatan dan sentuhan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan desain berbasis pengalaman sensorik untuk menciptakan pengalaman positif konsumen, terutama di kalangan Generasi Z
Strategi problem based learning dalam pembelajaran tari kethek ogleng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan
Penelitian berjudul Strategi Problem Based Learning dalam Pembelajaran Tari Kethѐk Oglѐng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Strategi Problem Based Learning dalam pembelajaran dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan, dan unjuk karya untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Tari Kethѐk Oglѐng merupakan tarian khas Pacitan yang diajarkan sebagai upaya pelestarian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan objek yaitu pembelajaran di Sanggar Condro Wanoro. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dan wawancara. Obyek peneltian ini adalah Strategi Problem Based Learning Tari Kethѐk Oglѐng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan sedangkan subjek dari penelitian ini adalah ketua sanggar, pendidik, peserta didik, orang tua Sanggar Condro Wanoro. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Problem Based Learning dalam pembelajaran Tari Kethѐk Oglѐng, selama pembelajaran berlangsung peserta didik aktif dan kreatif sehingga hasil belajar berupa pementasan dapat dilaksanakan secara optimal. Pendidik secara langsung menerapkan strategi Problem Based Learning dalam proses pembelajaran yang diakhiri dengan unjuk karya dalam bentuk pementasan. Metode Problem Based Learning didukung dengan metode demonstrasi, ceramah, dan penugasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Problem Based Learning sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran Tari Kethѐk Oglѐng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan
Manajemen produksi sequencer dalam penyajian musik ibadah Influencer Generation GBI Miracle Service Gejayan
Digitalisasi membawa dampak bagi cara menyajikan musik era ini, walaupun keterbatasan gereja dalam melakukan transisi ke pendekatan digital masih menjadi hal nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen produksi sequencer dan dampaknya dalam penyajian musik ibadah Influence Generation GBI Miracle Service Gejayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer dari observasi dan wawancara, serta data sekunder dari buku, jurnal, dan dokumen relevan seperti materi audio-visual dan digital. Pengolahan data meliputi organisasi data, membaca dan mencatat, mendeskripsikan dan mengklasifikasikan data ke dalam kode dan tema, menginterpretasi, serta memvisualisasikan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori manajemen produksi, MIDI sequencing, adaptasi, evaluasi, dan musik ibadah untuk menganalisis manajemen sequencer dalam penyajian musik ibadah. Hasil penelitian ini menunjukan manajemen produksi pada alat yaitu laptop sebagai pusat kontrol sequencer, audio interface dengan dua output untuk menghubungkan sinyal ke mixer digital, serta mixer itu sendiri yang berfungsi mengolah dan mendistribusikan sinyal audio ke sistem output yaitu speaker FOH (Front of House) dan in ear sebagai fungsi monitoring pemain, pada pengguna yaitu mempersiapkan worship leader & singers, pemain musik dan sound engineer. Sebagai dampak dari manajemen produksi sequencer pada alat, panning routing menjadi teknik yang di implementasi. Dari sisi pengguna, adaptasi juga ditemukan. Selain itu, adanya evaluasi dan audisi dengan menggunakan sequencer menjadi dampak manajemen produksi sequencer dalam ibadah. Manajemen produksi sequencer telah berjalan efektif, namun potensinya dapat dimaksimalkan melalui peningkatan kualitas perangkat, evaluasi rutin terhadap pengguna, serta penambahan peran playback engineer untuk hasil yang lebih profesional
Kajian semiotika lirik dan instrumental pada lagu "hey jude" Karya The Beatles
“Hey Jude” adalah single terlaris dari The Beatles yang berhasil mendunia dan menghibur banyak penikmat musik. Hal ini dapat memunculkan pertanyaan yang berhubungan dengan makna lagu yang mendunia tersebut. Oleh karena itu, peneliti memilih untuk melakukan penelitian yang berjudul “Kajian Semiotika Lirik dan Instrumental pada Lagu “Hey Jude” Karya The Beatles”. Tujuan peneliti dalam memilih topik tersebut adalah untuk mendapatkan pemahaman mengenai makna yang terdapat dalam lagu “Hey Jude” yang tidak hanya memberikan makna lagu tersebut, tetapi lebih dilengkapi dengan penjelasan hubungan antara makna lagu dengan lirik dan hal-hal lain yang terdapat dalam struktur lagu tersebut. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan objek formal yaitu penelitian semiotika lagu “Hey Jude”, dan objek primer yaitu lagu “Hey Jude”. Teori/konsep yang akan digunakan dalam penelitian adalah teori analisis bentuk musik Leon Stein, teori musik Benward, dan teori semiotika Saussure. Inti dari teori yang akan digunakan adalah Sound-Image (Signifier) dan Concept (Signified). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dari lagu “Hey Jude” adalah sebuah upaya untuk menghibur seseorang yang sedang mengalami kesulitan dalam hidupnya. Penulis lagu meminta seseorang yang disebut dengan nama “Jude” untuk selalu berusaha dan tidak memendam kegelisahannya. Penelitian ini dapat membantu dalam pemahaman mengenai bagaimana penelitian semiotika dapat membantu dalam memahami makna karya seni musik. "Hey Jude" is the best-selling single from The Beatles which has gone global and entertained many music lovers. This can raise questions related to the meaning of this world-famous song. Therefore, the researcher chose to conduct research entitled "Semiotic Study of the Lyrics and Instrumentals in the Song "Hey Jude" by The Beatles". The researcher's aim in choosing this topic is to gain an understanding of the meaning contained in the song "Hey Jude" which not only provides the meaning of the song, but is further equipped with an explanation of the relationship between the meaning of the song and the lyrics and other things contained in the structure of the song. The research method that will be used in the research is descriptive qualitative with a formal object, namely research on the semiotics of the song "Hey Jude", and the primary object is the song "Hey Jude". The theories/concepts that will be used in the research are Leon Stein's theory of musical form analysis, Benward's music theory, and Saussure's semiotic theory. The core of the theory that will be used is Sound-Image (Signifier) and Concept (Signified). The research results show that the meaning of the song "Hey Jude" is an attempt to comfort someone who is experiencing difficulties in their life. The songwriter asked someone called "Jude" to always try and not harbor his anxiety. This research can help in understanding how semiotic research can help in understanding the meaning of musical works of art
Makna senjata cakra dalam lakon kangsa adu jago sajian Ki Purbo Asmoro
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna senjata Cakra dalam Lakon Kangsa Adu Jago sajian Ki Purbo Asmoro. Secara umum lakon ini mengisahkan percobaan kudeta yang gagal dilakukan oleh Kangsa atas tahta Prabu Basudewa. Percobaan kudeta tersebut berhasil digagalkan setelah Kakrasana, Narayana muncul dalam peristiwa “Adu Jago” di alun-alun Mandura yang sengaja diadakan oleh Kangsa. Senjata Cakra milik Narayana dan Nenggala milik Kakrasana secara bersamaan mengenai tubuh Kangsa hingga lebur menjadi debu. Data penelitian berupa rekaman audio visual Lakon Kangsa Adu Jago sajian Ki Purbo Asmoro, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan teori semiotika Peirce meliputi pembacaan: objek, representamen, dan interpretan pada beberapa adegan penting yang menjalin konflik percobaan kudeta Kangsa. Hasil analisis membuktikan bahwa senjata Cakra dalam Lakon Kangsa Adu Jago tidak serta merta berlaku sebagai senjata pembunuh Kangsa semata, melainkan sebagai eksistensi keturunan sah trah Mandura