49728 research outputs found
Sort by
Representasi motif banji pada embellishment dari limbah logam dan busana muslim ready to wear
Motif Banji termasuk pada pola batik tertua yang kaya akan simbol. Motif ini berasal dari bentuk dasar swastika yang melambangkan harmoni dan keseimbangan, harapan akan keberlimpahan, keselamatan, serta perlindungan spiritual. Motif ini merupakan bagian dari ragam hias klasik yang memiliki makna filosofis dalam konteks spiritualitas Jawa. Limbah logam yang ditemui sebagai bahan hasil sisa produksi produk logam menjadi sumber daya yang memiliki potensi besar untuk dapat diolah menjadi elemen desain mode yang menarik dan bernilai seni. Pengaplikasian motif Banji ke dalam desain busana muslim ready to wear merupakan salah satu upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya lokal. Penggabungan antara kearifan lokal, keberlanjutan, dan inovasi desain menjadikan topik ini relevan dengan tantangan dan peluang dalam industri fashion saat ini. Hal ini juga menjadi upaya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Tiga Tahap Enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Digunakan 2 (dua) landasan teori dalam pembuatan karya, yaitu teori estetika dan teori ergonomi. Teknik pengerjaan karya meliputi teknik perancangan, teknik pembuatan pola sistem praktis, teknik pembatikan, teknik pewarnaan batik, teknik pemotongan kain, teknik penjahitan busana, fabric manipulation dengan pintuck, teknik coping saw, dan teknik finishing. Karya Tugas Akhir yang dihasilkan berupa koleksi busana muslim ready to wear yang terdiri dari enam tampilan (look) dengan ukuran standar busana wanitu dewasa yaitu M. Setiap look terdiri dari 3 bagian, yaitu atasan bagian dalam berupa blus, atasan bagian luar berupa cape, coat, dan outer, serta bawahan berupa celana dan rok. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbedabeda. Motif Banji termasuk pada pola batik tertua yang kaya akan simbol. Motif ini berasal dari bentuk dasar swastika yang melambangkan harmoni dan keseimbangan, harapan akan keberlimpahan, keselamatan, serta perlindungan spiritual. Motif ini merupakan bagian dari ragam hias klasik yang memiliki makna filosofis dalam konteks spiritualitas Jawa. Limbah logam yang ditemui sebagai bahan hasil sisa produksi produk logam menjadi sumber daya yang memiliki potensi besar untuk dapat diolah menjadi elemen desain mode yang menarik dan bernilai seni. Pengaplikasian motif Banji ke dalam desain busana muslim ready to wear merupakan salah satu upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya lokal. Penggabungan antara kearifan lokal, keberlanjutan, dan inovasi desain menjadikan topik ini relevan dengan tantangan dan peluang dalam industri fashion saat ini. Hal ini juga menjadi upaya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Tiga Tahap Enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Digunakan 2 (dua) landasan teori dalam pembuatan karya, yaitu teori estetika dan teori ergonomi. Teknik pengerjaan karya meliputi teknik perancangan, teknik pembuatan pola sistem praktis, teknik pembatikan, teknik pewarnaan batik, teknik pemotongan kain, teknik penjahitan busana, fabric manipulation dengan pintuck, teknik coping saw, dan teknik finishing. Karya Tugas Akhir yang dihasilkan berupa koleksi busana muslim ready to wear yang terdiri dari enam tampilan (look) dengan ukuran standar busana wanitu dewasa yaitu M. Setiap look terdiri dari 3 bagian, yaitu atasan bagian dalam berupa blus, atasan bagian luar berupa cape, coat, dan outer, serta bawahan berupa celana dan rok. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbedabeda
Implementasi teknik vokal runs dengan tangga nada blues pada lagu "Sweet Love" Anita Baker
Teknik vokal runs merupakan ornamen vokal berupa rangkaian panjang nada yang dinyanyikan secara cepat. Teknik ini semakin populer seiring berkembangnya tren di media sosial baik dalam karya orisinil maupun cover musik sehigga menciptakan improvisasi vokal yang unik dan personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi teknik vokal runs dengan menggunakan tangga nada blues pada lagu “Sweet Love” yang dipopulerkan oleh Anita Baker. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus serta melibatkan analisis data, transkripsi, serta eksplorasi improvisasi menggunakan tangga nada blues, menunjukkan bahwa penggunaan tangga nada blues dalam teknik runs mampu memberikan kebaruan, meningkatkan ekspresi dalam lagu, serta memperkuat interpretasi lagu. Pola improvisasi yang dihasilkan menjadi lebih variatif, ekspresif, dan dapat menjadi ciri khas bagi vokalis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tangga nada blues secara kreatif dalam teknik runs dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkaya interpretasi vokal dan memberikan kebaruan pada lagu-lagu yang diaransemen ulang
Fenomena kawin kontrak di puncak Bogor sebagai sumber inspirasi penciptaan naskah Emut 'Ah
Skripsi ini merupakan karya penciptaan naskah drama yang terinspirasi dari fenomena kawin kontrak yang marak terjadi di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Fenomena ini menjadi isu sosial yang kompleks karena melibatkan persoalan hukum, agama, ekonomi, serta dampak psikologis terhadap perempuan dan anak-anak yang lahir dari hubungan tersebut. Penulisan naskah drama Emut ‘Ah menggunakan pendekatan adaptasi kreatif berdasarkan teori adaptasi Linda Hutcheon dan teori penulisan drama Lajos Egri, dengan fokus pada premis, karakter, dan konflik. Melalui proses kreatif empat tahap Graham Wallas persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi fenomena tersebut diinterpretasikan ke dalam bentuk dramatik. Tokoh utama dalam naskah ini adalah Mutia, seorang anak hasil kawin kontrak yang mengalami diskriminasi sosial dan krisis identitas. Karya ini tidak hanya menyampaikan refleksi sosial, tetapi juga bertujuan membuka ruang diskusi tentang nilai kemanusiaan dan pentingnya empati terhadap individu yang lahir dari kondisi sosial yang termarjinalkan. Hasil akhir dari penciptaan ini adalah naskah drama yang telah melalui proses evaluasi internal dan eksternal serta dipentaskan dalam bentuk dramatic readin
Falsafah jawa sedulur papat kalima pancer sebagai sumber penciptaan naskah drama cahyaning pancer sang parikesit
Naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit merupakan karya naskah drama bersumber dari falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer sebagaimana tertuang dalam Kidung Marmarti karya Sunan Kalijaga. Falsafah ini mengandung nilai-nilai spiritual dan eksistensial mengenai jati diri manusia yang disertai oleh empat saudara spiritual sejak dalam kandungan. Penciptaan naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit menggunakan teori adaptasi Linda Hutcheon untuk mengubah teks lisan (fiksi) menjadi fiksi dramatik, serta teori penulisan drama Lajos Egri untuk menciptakan naskah drama dengan mengembangkan premis, karakter, dan konflik. Metode penciptaan yang digunakan adalah proses berpikir kreatif menurut Graham Wallas yang mencakup tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Hasilnya adalah naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit, yang mengisahkan perjalanan roh Parikesit di alam kandungan bersama empat saudara spiritual: Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, Getih, dan Puser. Naskah ini memuat pesan moral tentang pentingnya kesadaran diri, keharmonisan jiwa-raga, serta penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Simpulan dari penciptaan ini menunjukkan bahwa falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer dapat diadaptasi menjadi naskah drama yang komunikatif, reflektif, dan relevan dalam konteks seni pertunjukan kontempore
Implementasi camera tracking dan prinsip animasi timing pada film animasi 2D "Rabbit and The Night Market" untuk mendramatisasi adegan action
Meskipun animasi 2D tidak menggunakan kamera fisik, penerapan camera tracking virtual menjadi kunci dalam menciptakan adegan yang dinamis, apalagi ditambah dengan adanya prinsip timing dalam animasi. Penelitian ini mengkaji penerapan atau sinergi kedua teknik tersebut melalui produksi film "Rabbit and the Night Market", dengan menganalisis bagaimana kombinasi gerakan kamera (seperti tracking shot dan dolly) yang disinkronkan dengan pengaturan timing animasi (slow in/out, hold) dapat meningkatkan intensitas adegan aksi. Validasi survei menunjukkan bahwa implementasi ini mampu menunjukan dramatisasi berdasarkan parameter komposisi visual, pengaturan timing serta pacing, dan gerakan kamera yang dinamis, semua ini diverifikasi melalui analisis objektif terhadap indikator dari landasan teori serta tinjauan karya. Studi ini tidak hanya mengadaptasi prinsip animasi klasik (Tom and Jerry dan SpongeBob SquarePants) ke dalam produksi 2D, tetapi juga menyumbang metode praktis untuk animator independen dalam menciptakan adegan cinematic yang efisien
Penerapan efek digital NUX MG-300 untuk imitasi suara gitar Dewa Budjana pada lagu "Hyang Giri"
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan efek digital pada perangkat NUX MG-300 dalam mengimitasi karakter suara gitar Dewa Budjana pada lagu “Hyang Giri”. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, penulis melakukan observasi, studi diskografi, dan wawancara guna merancang konfigurasi efek digital yang mendekati karakter tone asli. Langkah awal untuk memulai imitasi adalah pentingnya mengetahui jenis perangkat yang digunakan oleh musisi asli, karena hal ini memengaruhi arah tweaking suara. Kepekaan telinga serta pengalaman mendengarkan berbagai karakter tone juga menjadi faktor penting dalam membentuk intuisi dan ketepatan dalam setting efek. Tone tidak hanya dibentuk oleh perangkat, tetapi juga oleh teknik bermain dan feel saat memainkan gitar. Penerapan efek digital NUX MG-300 dalam mengimitasi tone gitar Dewa Budjana pada lagu Hyang Giri menunjukkan bahwa, meskipun perangkat ini tergolong entry level kemampuannya dalam membentuk karakter tone yang mendekati aslinya cukup layak diapresiasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi gitaris yang ingin mengeksplorasi potensi dari efek digital dengan harga terjangkau, serta memperluas kajian akademik dalam bidang teknologi musik dan konfigurasi suara gitar
Gentong Panyumpahan di makam tumenggung Kopek sebagai sumber inspirasi penciptaan motif barik busana modest
Makam Tumenggung Kopek yang terletak di Desa Pakuncen, Kabupaten Nganjuk, merupakan kompleks makam bersejarah yang menyimpan artefak-artefak penting dan kaya akan nilai simbolik. Salah satu artefak utama yang menjadi pusat perhatian adalah Gentong Panyumpahan, yaitu gentong batu yang dipercaya masyarakat memiliki kekuatan spiritual dan digunakan dalam tradisi menyumpah untuk menegakkan kejujuran. Artefak ini, bersama nisan R.A. Poerwodiningrat dan patung Macan Kopek, menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan motif batik yang diaplikasikan pada busana modest fashion. Metode penciptaan karya ini menggunakan pendekatan estetika, dan ergonomi, dengan mengacu pada metode tiga tahap enam langkah dari S. P. Gustami, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan di kompleks Makam Tumenggung Kopek. Hasil dari proses ini diwujudkan dalam enam busana modest fashion dengan motif batik yang merepresentasikan nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam artefak Makam Tumenggung Kopek, khususnya Gentong Panyumpahan
Perancangan concept art game cerita rakyat Cindelaras dengan subgenre metroidvania
Perancangan ini bertujuan untuk merancang concept art sebagai dasar visual dalam pengembangan game 2D dengan subgenre Metroidvania yang mengadaptasi cerita rakyat Indonesia, Cindelaras. Cerita Cindelaras dipilih karena memiliki elemen pencarian jati diri dan eksplorasi lingkungan, sehingga sesuai dengan karakteristik desain game Metroidvania yang berbasis petualangan non-linear, dan perkembangan karakter. Dalam proses perancangan, digunakan pendekatan studi literatur, observasi visual terhadap unsur budaya Jawa, serta analisis game mechanic dari beberapa referensi game Metroidvania. Hasil perancangan ini menunjukan bahwa concept art berfungsi sebagai aset visual seperti desain karakter, desain lingkungan dan antarmuka pengguna untuk menjadi jembatan antara cerita rakyat dengan permainan interaktif berbasis game
Penciptaan film tari "Lumbung Sumlawung" berbasis laku nenepi sebagai rekonstruksi kreatif mitos lokal
Penelitian ini berfungsi untuk menciptakan karya film tari berjudul “Lumbung Sumlawung”. Penciptaan karya film tari ini berbasis pada laku nenepi sebagai rekonstruksi kreatif mitos lokal. Penelitian bertujuan menggali laku nenepi sebagai tradisi budaya lokal yang menghantarkan kesadaran bahwa alam sebagai bagian dari diri manusia, sekaligus mengarah pada keputusan-keputusan estetika tari dan film pada penciptaan film tari. Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan pendekatan etnografi dan mengolah dengan penelitian artistik Practice-led Research atau riset berbasis praktik, sehingga penulis berperan menjadi peneliti dan pencipta dalam satu waktu.Karya ini diwujudkan menggunakan metode eksplorasi, improvisasi dan komposisi melalui tahapan pra produksi, produksi, pasca produksi. Karya ini mempunyai durasi 8 menit 8 detik dengan koreografi dan sinematografi yang sama-sama berperan dalam penciptaan karya film tari “Lumbung Sumlawung
Dinamika efek soundscape dalam kreativitas pola musikal pada komposisi karawitan swara loka
Penelitian ini merupakan hasil penciptaan karya komposisi karawitan yang terinspirasi dari bunyi-bunyian soundscape warung kopi sebagai sumber ide musikal. Latar belakang penciptaan didasari oleh ketertarikan terhadap dinamika bunyi di ruang sosial, khususnya warung kopi, yang memadukan antara kebisingan aktivitas manusia dan momen ketenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pola musikal yang terbentuk dari pengaruh bunyi kebisingan dan ketenangan serta sejauh mana efek dari kedua jenis soundscape tersebut berkontribusi terhadap proses kreatif dalam penciptaan pola musikal komposisi karawitan. Landasan teori utama dalam karya ini adalah teori soundscape R. Murray Schafer yang memandang lingkungan bunyi sebagai material estetis dan kontekstual dalam penciptaan musik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif research led practice yang menggabungkan proses penciptaan karya dengan refleksi analitis selama praktik berlangsung. Hasil dari proses penciptaan ini adalah pola musikal yang dibangun dari interpretasi terhadap dua kutub utama dalam soundscape warung kopi, yaitu kebisingan dan ketenangan. Unsur kebisingan melahirkan tekstur musikal padat, dinamis, dan poliritmik, sedangkan unsur ketenangan diolah menjadi struktur yang minimalis, statis, dan repetitif. Analisis representasi, individuality, dan ekspresi digunakan untuk membentuk struktur komposisi dan pendekatan penyajian dengan tujuan menggambarkan pengalaman personal pencipta terhadap ruang sosial tersebut. Karya ini menunjukkan bahwa soundscape sebagai objek dapat memberikan kontribusi konseptual dan material terhadap penciptaan komposisi karawitan. Pengaruh kebisingan dan ketenangan dalam soundscape mampu membentuk pola musikal yang relatif ekspresi dan juga saling melengkapi, serta menjadi media ekspresi personal dan interpretatif. Selain itu juga membuka kemungkinan baru dalam membangun hubungan antara lingkungan bunyi dan komposisi karawitan