Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Tubuh perempuan sebagai ide penciptaan seni lukis

    No full text
    Manusia diciptakan terdiri atas dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, yang dalam persepsi sosial melahirkan berbagai permasalahan mengenai status, peran, dan posisi masing-masing. Persepsi tersebut juga membentuk konstruksi sosial yang seringkali membatasi perempuan, seperti kurangnya kepercayaan diri, tekanan sosial, dan diskriminasi. Dalam budaya patriarki, perempuan kerap diposisikan sebagai individu yang hanya berperan di ranah domestik atau urusan rumah tangga. Dalam konteks kehidupan tradisional, istilah seperti "dapur, kasur, sumur" dalam budaya Sunda dan "manak, masak, macak" dalam budaya Jawa semakin mempertegas stereotip ini. Permasalahan perempuan dalam masyarakat meliputi diskriminasi gender, yang eksesnya berupa pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan terbatasnya akses terhadap pendidikan serta pekerjaan. Budaya patriarki yang kuat di Indonesia membatasi perempuan dari partisipasi di ruang publik dan pengakuan sosial. Sebagai respons terhadap isu tersebut, seni lukis menjadi media yang efektif untuk menyuarakan kegelisahan perempuan. Melalui pendekatan visual, seni menciptakan ruang refleksi sekaligus edukasi, mendorong masyarakat untuk memahami dan menginspirasi dalam hal mengantisipasi terjadinya ketidakadilan gender. Karya seni lukis Tugas Akhir bertujuan mengungkap permasalahan perempuan dan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesetaraan peran gender

    Visualisasi tradisi lomban sebagai motif batik dalam karya kain panjang

    No full text
    Lomban di Jepara Kabupaten Jawa Tengah dilaksanakan satu pekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Dalam pelaksanaanya, tradisi ini dimulai dari berbagai acara layaknya sebuah pesta seperti menghias kapal, membuat ketupat, dan tarian lomban diiringi musik tradisional dan diakhiri dengan pelepasan kepala kerbau atau sering disebut dengan larungan. Puluhan perahu memenuhi laut sehingga air laut tertutup oleh perahu, semua peserta menjalankan perahunya untuk mengelilingi Pulau Panjang sambil menyapa satu sama lain dengan penumpang perahu nelayan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah metode pendekatan estetika. Pendekatan estetika sebagai acuan untuk menghasilkan motif batik dalam karya kain panjang dan memberikan keindahan dalam pembuatan karya. Sedangkan metode penciptaan mengacu pada pendapat SP. Gustami. Terdapat tiga langkah penciptaan karya seni yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Karya yang dihasilkan dari penciptaan tugas akhir ini sebanyak enam kain panjang yang memiliki motif dari stilasi tradisii lomban. Karya- karya ini memiliki judul Keboru, Prahureng, Sido Tupat, Ceplok Pat, Gulungan Ombak, dan Relungan Segoro. Masing-masing karya memiliki ciri khas warna, motif, dan teknik. Penciptaan karya “Visualisasi Tradisi Lomban Sebagai Motif Batik Dalam Karya Kain Panjang” bertujuan untuk menjelaskan konsep dan proses dalam pembuatan karya serta diharapkan dapat bermanfaat bagi penikmat seni dan masyarakat khususnya masyarakat Jepara.Item Type: Thesis (Skripsi

    Perbedaan visual batik Jepara masa R.A. Suci dengan sekarang koleksi "Nalendra Galeri"

    No full text
    Track record of Jepara batik dates back to the time of R.A Kartini. Then continued by her student, R.A. Suci, and now developed by Nalendra Gallery. The development of the times makes the existence of Jepara batik more advanced, but also has an impact on the lack of batik knowledge, especially during the time of R.A. Suci. Therefore, the purpose of this research is to find out the differences in batik visuals between different periods and the development of Jepara Batik in Nalendra. Method used in this research is a qualitative method (literature study and field study) to obtain comparative data about Batik R.A. Suci with the Nalendra Gallery collection. The difference is assessed from the visual (shape, motif and colour), resulting in comparative data of batik of the R.A. Suci period with batik from the Nalendra collection. Results of this study show differences in characteristics, R.A. Suci's batik refers to classical batik with a combination of Inland and Coastal motifs. Has plant ornaments, mahameru, pohon hayat and animals, classic colours from natural dyes. Meanwhile, Suyanti's batik refers to Coastal batik with motifs adopted from carvings, artefacts, and Jepara icons. Has free and diverse Isen and colorful from synthetic dyes. Then, through Suyanti's strategy in striving for sustainable batik skills in Jepara, resulting in improvements that are adapted to modernisation and the times

    Mimpi-mimpi yang menginspirasi dalam penciptaan karya seni lukis

    No full text
    Melalui seni, seorang seniman dapat mengungkapkan hal yang bersifat di luar kesadaran seperti mimpi yang dialami, dalam tugas akhir ini dengan merepresentasikannya ke dalam karya seni lukis. Mimpi yang dialami manusia merupakan gambaran berbagai peristiwa, emosi, pikiran, bahkan keinginan terpendam yang terjadi di alam bawah sadar. Kemudian alam bawah sadar mencoba membangkitkan memori itu kembali dalam bentuk bayangan visual. Karya dalam Tugas Akhir ini adalah salah satu cara mengekspresikan mimpi dengan merepresentasikannya menggunakan simbol-simbol dan ungkapan metaforik dalam bentuk visual. Visual ini ditampilkan dengan kebentukan figuratif yang mengacu pada keadaan mimpi serta efek yang ditimbulkan. Mimpi-mimpi yang telah dialami ini menimbulkan perasaan resah dan rasa penasaran. Dampak dari mimpi menimbulkan gangguan pada kehidupan nyata. Fenomena-fenomena di dalam mimpi yang pernah dialami sendiri menjadi pengalaman batin dan juga pemahaman terhadap situasi kejiwaan diri akibat merasakan mimpi-mimpi. Dalam hal ini, maka pendekatan fenomena mimpi yang dialami sendiri menimbulkan ide untuk divisualisasikan melalui karya seni lukis

    Visualisasi sumbu filosofi Yogyakarta pada kain panjang batik

    No full text
    Sumbu Filosofi Yogyakarta adalah konsep tata ruang Keraton Yogyakarta yang dibentuk oleh Sultan Hamengku Buwono I. Konsep tata ruang Keraton Yogyakarta dimulai dari Panggung Krapyak – Keraton Yogyakarta – Tugu Yogyakarta. Sumbu tersebut merupakan gambaran konsep mikrokosmos, yaitu alam kehidupan nyata yang menjadi laku peziarahan manusia. Secara filosofis, dari Panggung Krapyak ke Keraton dan Tugu memberikan gambaran konsep sangkan paraning dumadi (dari mana asal manusia dan arah kemana yang akan dituju). Gambaran manusia dari embrional, lahir, berproses, berkembang, eksis, dan pada akhirnya kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Pada karya ini penulis menggambarkan ikon bangunan sumbu filosofi Yogyakarta dan tanaman yang berada di sekitar keraton Yogyakarta. Penulis tertarik dengan Sumbu Filosofi Yogyakarta dengan tujuan memberikan wawasan kepada generasi supaya melestarikan budaya tradisi. Penciptaan Tugas Akhir ini menggunakan pendekatan estetika dan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi lapangan melalui wawancara dan observasi ke Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta; dan studi pustaka melalui buku dan internet. Metode penciptaan karya ini dimulai dengan penelitian, dilanjutkan praktik penciptaan kemudian dilaporkan dalam bentuk penulisan. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan sintetis teknik tutup celup. Tahap yang dilakukan penulis mulai dari menggali informasi sumber ide, membuat sketsa motif, pemilihan sketsa motif terpilih, membuat desain, membuat pola, mordanting kain, pembatikan, pelorodan pertama, pewarnaan pertama, Pelorodan pertama, penembokan, pewarnaan kedua, pelorodan kedua dan finishing. Dalam pembuatan Karya ini penulis menggunakan warna biru dan coklat dan menggunakan teknik batik tulis riningan pada karya kain panjang batik. Hasil akhir dari penciptaan karya ini berupa enam kain panjang dengan motif Sumbu Filosofi Yogyakarta. Karya ini mempunyai keunikan dan motif baru dengan sentuhan batik gaya pedalaman Yogyakarta

    Perancangan Buku Ensiklopedia Jamur Beracun di Indonesia sebagai Media Informasi

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, salah satunya jamur yang merupakan sumber daya hayati yang beragam dan memiliki potensi besar untuk berbagai keperluan, seperti pangan, obat-obatan. Berita mengenai kasus keracunan akibat dari konsumsi jamur liar merupakan kasus yang perlu diberi perhatian serius. Kasus keracunan erat kaitannya dengan minimnya informasi dan arsip yang membahas jamur beracun yang ada di Indonesia

    Perancangan Iklan Digital Tahap Retentif pada Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari

    No full text
    Aroma Karsa adalah sebuah novel karya Dee Lestari yang terbt pada tahun 2018. Novel yang meraih IKAPI Awards dalam kategori "Book of the Year" ini menceriterakan tentang sosok Jati Wesi, seorang pemuda yang tumbuh besar di TPA Batar Gebang dn kemampuan pendiumannya yang melampaui manusia biasa. Lewat kemampuannya ini ia akhirnya bersinggungan dengan Raras Prayagung, pemilik perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia bernama Kemara serta anak angkatnya yang bernama Tanaya Suma

    Perancangan Buku Ilustrasi Resep Sederhana untuk Mahasiswa

    No full text
    Jadwal padat mahasiswa menyebabkan adanya kecenderungan dalam memilih jenis makanan yaitu fast food pada aplikasi jasa antar makanan.yang terkadang cukup mahal serta tidak terjamin kualitas dan kebersihannya. Tanpa disadari situasi tersebut menyebabkan mahasiswa tidak peka terhadap kondisi keuangan dan apa yang mereka konsumsi. Hal ini meningkatkan potensi gangguan kesehatan. Diperlukan perubahan dalam pola makan, yaitu mengonsumsi makanan bernutrisi. Makanan dengan label sehat cenderung membutuhkan biaya tinggi. Dibutuhkan cara lain agar dapat menyesuaikan kantong mahasiswa, yaitu memasak. Dengan memasak, mahasiswa dapat menghindari pemborosan serta membangun kebiasaan untuk berhemat. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan memasak yaitu dengan membaca buku resep. Perancangan ini membahas bagaimana merancang buku resep sederhana yang secara visual mampu membantu mahasiswa belajar memasak menggunakan bahan-bahan sehat dan terjangkau dengan waktu yang cukup singkat. Pendekatan design thinking oleh Hasso-Plattner digunakan sebagai metode perancangan buku ini. Hasil dari perancangan ini yaitu berupa buku ilustrasi resep sederhana berjudul “Easy-Peasy!: Resep Simpel Ala Anak Kos”. Isi konten berupa ilustrasi 14 menu masakan sederhana beserta resepnya yang telah dirangkai berdasarkan hasil pengamatan melalui internet serta uji coba resep, menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa yaitu mudah, murah, sehat, dan cepat menggunakan prinsip Chef Yotam Ottolenghi yaitu SIMPLE. Keunikan media perancangan terletak pada keterangan durasi memasak, kandungan resep yang berfokus menggunakan makanan berserat seperti sayuran, dan visualisasi resep dengan gaya ilustrasi realis agar tahapan memasak dapat mudah dipahami. Format buku juga didesain dengan pemilihan sampul hard cover, dan kertas art paper yang dikemas menggunakan teknik jahit benang, Hal tersebut dilakukan karena belum banyak implementasi format buku resep seperti ini di Indonesia

    Perancangan Interior Gedung Gereja HKBP Reformanda Di Bandung Dengan Standar Desain Inklusif

    No full text
    Penerapan desain inklusif mampu menjawab berbagai permasalahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penerapan desain inklusif pada bangunan publik, salah satunya bangunan tempat ibadah, di Indonesia masih sangat minim. Berangkat dari hal tersebut perancangan interior HKBP Reformanda di Bandung dilakukan untuk ikut serta memajukan inklusivitas bangunan publik, khususnya bangunan ruang ibadah, di Indonesia dengan pernyataan masalah, bagaimana cara merancang ruangan gedung gereja HKBP Reformanda dengan dengan standar desain inklusif yang lebih tinggi dan sirkulasi ruang yang lebih maksimal tanpa meninggalkan kebudayaan suku Batak Toba dalam Desain. Perancangan yang dilakukan dengan metode Design Thinking mampu menjawab pernyataan masalah tersebut dengan memberi serta meciptakan berbagai solusi desain ruang melalau pemilihan warna, perancangan bentuk, serta penerapan berbagai fasilitas akses. Penerapan yang dihasilkan pada desain meliputi penggunaan skem warna dan material earthy, elemen dekoratif stilasi bentuk dari motif adat batak, ruangan dengan desain fungsional dan fleksibel, serta berbagi fasilitas aksesibilita

    Asynchronous Sound Untuk Membangun Tensi Dramatik Pada Film "Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum"

    No full text
    Penciptaan karya film fiksi Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan asynchronous sound sebagai elemen membangun tensi dramatik. Teknik asynchronous sound diterapkan untuk mempertegas konflik batin karakter utama, Tatiana, yang menghadapi dilema antara harapan imajinatifnya dan realitas pahit tentang kondisi suaminya, Tyo. Pendekatan ini mengacu pada David Bordwell dan Kristin Thompson, di mana suara tanpa sumber visual menciptakan lapisan emosional tambahan yang memperkaya narasi film. Penelitian ini mengidentifikasi empat elemen utama tensi dramatik, yaitu konflik, suspense, curiosity, dan surprise, berdasarkan teori Elizabeth Lutters. Teknik asynchronous sound digunakan untuk memperkuat perbedaan antara dunia nyata dan imajinasi Tatiana, dengan menerapkan elemen suara seperti ambient padang rumput yang ditempatkan pada adegan rumah sakit. Pendekatan ini menghasilkan pengalaman sinematik yang mendalam, di mana suara menjadi alat utama untuk menyampaikan emosi karakter. Penerapan asynchronous sound menunjukkan dalam membangun intensitas emosional dan tensi dramatik, meskipun terdapat keterbatasan pada aspek teknis seperti transisi suara dan penyesuaian volume. Asynchronous Sound mampu membangun tensi dramatik dalam film ‘Dunia Indah Saat Kamu Tersenyum” . Film ini memberikan contoh bahwa pendekatan kreatif melalui Asynchronous Sound memiliki potensi untuk mendukung narasi psikologis dalam film. Kata kunci: Asynchronous Sound, Tensi Dramatik, Membangu

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇