49728 research outputs found
Sort by
Perancangan alat pencuci cacahan limbah plastik untuk aplikasi daur ulang skala kecil
Limbah plastik merupakan permasalahan utama yang memerlukan solusi komprehensif, termasuk keterlibatan masyarakat dari level rumah tangga hingga komersial. Namun, belum tersedia alat yang memenuhi kebutuhan tersebut secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang alat pencuci limbah plastik dalam bentuk cacahan yang menekankan pada fungsi, estetika, dan kemudahan penggunaan. Proses perancangan dilakukan melalui pendekatan human-centered design yang melibatkan observasi, wawancara, dan uji coba langsung untuk menghasilkan desain yang sesuai kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menghasilkan alat pencuci cacahan plastik dengan desain yang kompak, estetis, dan mudah dioperasikan. Alat ini mengintegrasikan proses pencucian dan pengeringan dalam satu perangkat, sehingga meningkatkan efisiensi pengguna. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga komersial, alat ini juga memberikan dorongan bagi masyarakat untuk memulai pengolahan limbah plastik secara mandiri
Perancangan komik manga taekwondo
Taekwondo merupakan salah satu jenis olahraga bela diri yang dominan menggunakan tendangan kaki dan berasal dari Korea Selatan. Kehadiran Taekwondo sendiri sudah cukup dikenal banyak oleh masyarakat Indonesia, bahkan terdapat banyak tournament lokal maupun bertaraf internasional di seluruh penjuru daerah Indonesia. Sayangnya, untuk meraih poin di dalam pertandingan Taekwondo itu sendiri para atlet diharuskan untuk melakukan serangan berupa berbagai macam jenis tendangan Taekwondo yang baik dan benar. Adanya perasaan cemas, takut, gugup dan semacamnya membuat para atlet salah melakukan tendangan di dalam pertandingan Taekwondo. Oleh karena itu, tak banyak dari mereka yang melancarkan sebuah tendangan secara asal-asalan dan tidak mendapatkan poin sama sekali. Komik manga ini yang bertujuan untuk memberikan motivasi, pembelajaran serta hiburan bagi seluruh kalangan masyarakat baik para atlet dan masyarakat awam atau pemuda pemudi yang tertarik dengan olahraga bela diri Taekwondo. Karya ini pula dibuat dengan menggunakan pendekatan dari berbagai teori semacam teori Design Thinking dan teori dari Scott McCloud, pemecahan dari segi visual komunikasi komik serta aspek bela diri sebagai olahraga prestasi kesenian pelestarian budaya asalnya. Komik ini pula memiliki hasil temuan yang menggabungkan antara teori Design Thinking dan teori dari Scott McCloud untuk mencari solusi dari menyampaikan cerita fiksi yang memotivasi dan aspek-aspek yang seimbang sebagai penyampaian cerita melalui goresan komik secara visual serta tulisan-tulisan naratif pada komik.Perancangan komik manga Taekwondo ini dapat memberikan banyak kontribusi baik secara teori pembelajaran, alur cerita dan sebagainya kepada Desain Komunikasi Visual. Komik manga Taekwondo yang ini menjawab permasalahan baik secara teori dan secara emosional mengenai kesalahan tendangan yang umum terjadi di setiap pertandingan Taekwondo, baik itu pertandingan resmi dan tidak resmi
Pengaruh pendidikan komposisi terhadap gaya berpikir divergen pada mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan komposisi terhadap kemampuan berpikir divergen pada mahasiswa jurusan musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kreativitas merupakan elemen penting dalam pendidikan musik karena mendukung pengembangan ide-ide inovatif dan orisinal. Kemampuan berpikir divergen, yang mencakup dimensi fluency (kelancaran ide) dan flexibility (fleksibilitas berpikir), dianggap sebagai indikator utama kreativitas. Pendidikan komposisi diyakini dapat memberikan pengalaman unik dalam mengasah kemampuan ini melalui eksplorasi dan penciptaan karya musikal. Sampel penelitian terdiri dari 128 mahasiswa, yang dibagi menjadi kelompok komposisi (N=54) dan non-komposisi (N=74). Instrumen yang digunakan adalah Runco Ideational Behavior Scale (RIBS), yang dirancang untuk mengukur kecenderungan menghasilkan ide kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan survei. Analisis dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independen untuk membandingkan perbedaan antara kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok komposisi dan non-komposisi dalam dimensi fluency dan flexibility (p > 0.05). Kelompok komposisi memiliki rata-rata skor fluency sebesar 44.70, sedangkan non-komposisi 43.14. Pada dimensi flexibility, skor rata-rata masing-masing kelompok adalah 15.07 dan 15.38. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan komposisi formal tidak secara langsung mempengaruhi kemampuan berpikir divergen mahasiswa. Hal ini mengindikasikan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti pengalaman individu, lingkungan pembelajaran, dan gaya belajar, yang mungkin berperan dalam mengembangkan kreativitas secara lebih menyeluruh
Penciptaan naskah drama surealisme "jiwa kecilku" terinspirasi dari fenomena dampak buruk tiger parenting
Naskah drama Jiwa Kecilku merupakan sebuah karya yang terinspirasi oleh fenomena Tiger Parenting, yang dikenal sebagai pola asuh otoriter dengan penekanan pada prestasi akademik yang tinggi. Dalam penciptaan naskah ini, penulis mengeksplorasi dampak buruk dari pola asuh tersebut terhadap perkembangan psikologis anak, termasuk tekanan emosional, depresi, dan masalah perilaku. Melalui pendekatan surealisme, naskah ini menggambarkan pengalaman seorang anak yang terperangkap dalam tuntutan orang tua yang ekstrem, serta konsekuensi tragis yang dapat muncul akibat pengasuhan yang terlalu ketat. Penulis menggunakan metode penelitian yang meliputi tinjauan pustaka, analisis kasus, dan observasi untuk membangun karakter dan alur cerita yang realistis. Dengan mengangkat tema ini, Jiwa Kecilku bertujuan untuk memberikan wawasan kepada orang tua tentang pentingnya menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan psikologis anak, serta menjadi sarana penyadaran masyarakat akan bahaya dari pola asuh yang tidak sehat
Model pembelajaran kooperatif pada materi tari kreasi di Kelas X E5 MAN 1 Solok Selatan Sumatera Barat
MAN 1 Solok Selatan adalah sekolah Madrasyah Plus Keterampilan yang terletak di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang menerapkan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakanan model pembelajaran yang mengutamakan kerja kelompok. Mata pelajaran yang mengunakan model pembelajaran kooperatif salah satunya pembelajaran seni budaya pada materi kari kreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam pembelajaran seni budaya pada materi tari kreasi di MAN 1 Solok Selatan. Menemukan penerapan model pembelajaran kooperatif dapatmengembangkan kerjasama peserta didik dan dapatmeningkatkan nilai akademik pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi khasus. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan model kooperatif pada materi tari kreasi. Subjek peserta didik MAN 1 Solok Selatan yang terlibat dalam penerapan model kooperatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses validasi data dengan triangulasi dengan cara membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian proses pembelajaran seni budaya pada materi tari kreasi menggunakan model pembelajaran kooperatif ada perbedaan pada tahapan peserta didik mengerjakan secara mandiri, tetapi guru menerapkan peserta didik mengerjakan secara berkelompok. Pembelajaran dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok melayu, kelompok Pasambahan, dan Kelompok tari piriang. Proses pembelajaran menggunakan 12 tahapan kooperatif. Tahapan ini membantu peserta didik untuk memahami materi yang diberikan guru, mengembangkan kolaboratif peserta didik dan meningkatkan nilai akademik. Kata kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif, tari Melayu, tari Pasambahan, tari Piring , MAN 1 Solok Selatan
Strategi produksi cover musik berbahasa Sunda oleh Ary Agus Mulyana melalui tiktok dan instagram
Penelitian ini membahas strategi produksi cover musik berbahasa Sunda yang diunggah oleh Ary Agus Mulyana melalui TikTok @tukangbaceo dan Instagram @ary_agus_m. Fokus penelitian untuk mengetahui strategi produksi melalui pemanfaatan modal yang dihasilkan olah habitus Ary Agus Mulyana. Dengan menggunakan metode netnografi dan teori Pierre Bourdieu (habitus, kapital, kuasa simbolik), penelitian ini mengkaji proses kreatif Ary Agus Mulyana, termasuk pengelolaan modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik dalam strategi produksi konten. Perpaduan cover musik dengan bahasa Sunda berperan penting dalam meningkatkan popularitas Ary Agus Mulyana, sekaligus mempromosikan budaya Sunda. Strategi kolaborasi, personal branding, dan pemanfaatan jaringan antarranah sosial menjadi bagian integral dari upaya mencapai tujuan popularitas melalui industri platform digital. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi kajian produksi musik digital, sosiologi musik, dan pengembangan seni budaya melalui platform digital seperti TikTok dan Instagram
Pameran Visual dan Arsip “All Hail Harry!” sebagai Apresiasi Terhadap Karya-Karya Harry Roesli di Lokananta Gallery
Pameran visual dan arsip “All Hail Harry” merupakan sebuah proyek apresiasi terhadap karya-karya Harry Roesli, seorang musisi eksperimental Indonesia yang dikenal dengan kritik sosial dan inovasinya. Penulisan penciptaan ini membahas pelaksanaan pameran yang melibatkan 14 seniman visual, infografis, serta arsip fisik berupa kaset, buku, dan vinyl. Pameran ini dirancang untuk menghadirkan respons kreatif terhadap musik Harry Roesli, sekaligus menampilkan narasi sejarah dan warisan karyanya melalui pendekatan yang interdisipliner. Pameran ini menggunakan manajemen pameran dan skenografi sebagai landasan teori yang diaktualisasikan melalui pra-produksi, produksi, dan sampai pasca- produksi. Penciptaan ini melibatkan 14 seniman visual, infografis, serta arsip fisik berupa kaset, buku, dan vinyl. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah metode kualitatif yang dimulai dari pencarian ide dan gagasan yang berakar pada ketertarikan terhadap nilai historis dan artistic karya Harry Roesli. Tahap riset awal dilakukan melalui studi literatur dan arsip untuk memperdalam pemahaman tentang konteks musik dan kehidupan sang musisi. Proses pra-produksi melibatkan perencanaan pameran. Tahap produksi meliputi tata ruang, pemajangan karya hingga publikasi. Tahap pasca-produksi meliputi evaluasi pameran, yang bertujuan untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan serta kendala yang dihadapi
Implementasi olah tubuh pada pembelajaran tari kreasi baru di Padepokan Seni Dewi Sekartaji Banyuwangi
Menari merupakan kegiatan yang menggerakkan semua anggota tubuh dan memerluka tenaga. Tubuh menjadi instrumen utama sehingga dibutuhkan kesiapan seluruh tubuh dengan melakukan pemanasan serta olah tubuh untuk melakukan gerakan dalam tari. Oleh karena itu, diperlukan kecerdasan tubuh dan penting untuk memberikan materi olah tubuh pada siswa saat pembelajaran tari. Padepokan Seni Dewi Sekartaji menerapkan materi olah tubuh untuk meningkatkan kualitas gerak siswa dan prestasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui serta mendeskripsikan proses implementasi materi olah tubuh pada pembelajaran tari kreasi baru di Padepokan Seni Dewi Sekartaji. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan materi olah tubuh yang diajarkan di Padepokan Seni Dewi Sekartaji antara lain teknik pernapasan dada, perut, sakrum, latihan kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan. Metode pembelajaran yang digunakan pelatih yaitu demonstrasi, imitasi, dan drill. Materi olah tubuh sangat penting untuk diajarkan kepada siswa, karena dengan implementasi olah tubuh di Padepokan Seni Dewi Sekartaji kualitas gerak siswa semakin meningkat. Siswa mampu melakukan gerak-gerak baru yang sebelumnya belum pernah dicapai
Perancangan Kampanye Edukasi Seks Aman Untuk Mencegah Penyebaran Penyakit HIV dan AIDS Bagi Remaja Kota Yogyakarta
Terdapat berbagai macam jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) salah satu adalah penyakit HIV dan AIDS yang saat ini belum ditemukan obatnya. Maraknya perilaku seks berisiko menjadi salah satu faktor tersebut. Sudah dilaksanakannya program edukasi bahaya HIV namun dikarenakan pendekatan yang cukup kaku, terutama untuk remaja usia 18-25 tahun, menyebabkan proses edukasi terlaksana dengan kurang maksimal, sehingga tingkat perilaku seks berisiko semakin tinggi. Tujuan perancangan karya adalah memberikan cara baru untuk mengedukasi kesadaran remaja terkait bahaya HIV, menggunakan konten edukasi seks bernuansa humoris, fun dan warna-warni. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah menggunakan metode kualitatif mengacu pada salah satu aspek kampanye oleh Ostergaard yaitu tahap Awareness (kesadaran). Proses penelitian serta pengumpulan data menggunakan metode 5W+1H, kuesioner dan metode wawancara. Hasil dari perancangan karya kampanye Berani Main Aman mempunyai kebaharuan dari segi perancangan kampanye layaknya konten cetak yang terintegrasi media sosial, konten media ambient, serta edukasi seks menggunakan pendekatan secara humoris. Kata Kunci: penyakit HIV dan AIDS, perilaku seks berisiko, remaja, kampanye edukasi, praktik seks aman, kesadaran, pendekatan humori
Aksesibilitas Ruang Pamer Bagi Penyandang Disabilitas di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi fasilitas aksesibilitas dalam ruang pamer tetap diorama 1, diorama 2, diorama 3, dan diorama 4 Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bagi pengunjung penyandang disabilitas fisik tunadaksa dan sensorik tunanetra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan melibatkan pengunjung penyandang disabilitas fisik tunadaksa dan sensorik tunanetra yang telah mengunjungi ruang pamer tetap diorama, staf Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, serta pengajar dan penggiat seni dalam konteks penyandang disabilitas di Yogyakarta. Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori museum, ruang pamer, aksesibilitas, penyandang disabilitas, serta hak asasi dan inklusi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas aksesibilitas dalam ruang pamer museum telah memenuhi standar berupa tersedianya pintu otomatis, koridor, area manuver, ram, dan ubin pemandu. Namun, fasilitas aksesibilitas belum sepenuhnya mewadahi bagi penyandang disabilitas fisik tunadaksa dan sensorik tunanetra karena belum tersedianya ram dengan handrail, deskripsi audio, teks braile, dan objek taktil yang memadai. Penelitian ini menyarankan agar museum dapat meningkatkan fasilitas aksesibilitas yang belum tersedia untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan mengenai narasi yang ingin disampaikan melalui tata koleksi dan label informasi yang disajikan sesuai dengan peraturan standar desain bangunan inklusif kepada pengunjung penyandang disabilitas fisik tunadaksa dan sensorik tunanetra dalam kunjungannya ke ruang pamer tetap diorama Museum Benteng Vredeburg Yogyakart