49728 research outputs found
Sort by
Perancangan buku pop-up dan infografis kebudayaan suku Bugis untuk siswa kelas 4-6 Sekolah Dasar
Keaslian budaya di berbagai daerah Indonesia masih terjaga dan menjadi daya tarik kekayaan budaya bangsa. Namun, seiring perkembangan zaman, kesadaran terhadap budaya mulai memudar, termasuk budaya lokal suku Bugis di Sulawesi Selatan. Sekolah berperan penting dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya melalui mata pelajaran kebudayaan. Sayangnya, media visual dalam buku pelajaran masih kurang diminati siswa. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar. Salah satunya adalah media alternatif berupa buku pop-up dan infografis tentang budaya suku Bugis, yang disukai anak-anak karena visualisasi 3D dan informasi yang menarik. Buku ini dirancang dengan pendekatan 5W1H dan berjudul “Perancangan Buku Pop-up dan Infografis Kebudayaan Suku Bugis untuk Siswa Kelas 4–6 Sekolah Dasar.
Implementasi blender geometry nodes untuk efisiensi pemodelan pelek mobil pada film animasi 3D "Kurangi Kecepatan"
Film animasi modern terus berkembang dengan mengadopsi teknik visual yang lebih kompleks, termasuk optimalisasi proses modeling melalui pendekatan prosedural yang dapat melengkapi sumber daya alat dan juga waktu. Salah satu inovasi yang diterapkan dalam produksi film animasi 3D “Kurangi Kecepatan” adalah penggunaan Geometry Nodes untuk modeling pelek mobil, menggantikan metode tradisional seperti Destruktif dan Modifier Array. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem Geometry Nodes yang memungkinkan penyesuaian parameter pelek secara dinamis, efisien, dan fleksibel, sehingga mempercepat workflow produksi animasi tanpa mengorbankan presisi geometri. Melalui analisis komparatif dan statistik deskriptif, ditemukan bahwa Geometry Nodes memiliki waktu pengerjaan yang lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan metode lainnya, menunjukkan keunggulan dalam efisiensi produksi. Implementasi sistem ini menghasilkan pengurangan waktu modeling yang signifikan dan memudahkan proses revisi tanpa perlu pemodelan ulang secara manual. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode modeling prosedural dalam animasi, terutama untuk objek otomotif yang memiliki bentuk kompleks dan membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam desai
Analisis Kostum Tokoh Badrun Senagai Penggerak Cerita Pada Film Badrun & Loundri (2023)
Film Badrun & Loundri merupakan salah satu karya Garin Nugroho yang mengangkat isu sosial-politik dengan pendekatan kritik terhadap agama dan kekuasaan. Daya tarik film ini terletak pada penggunaan kostum tokoh utamanya, Badrun, yang tampil mencolok dan bervariasi. Kostum dalam film tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas karakter, tetapi juga memiliki peran sebagai penggerak cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kostum yang dikenakan oleh tokoh utama dan menganalisis bagaimana kostum tersebut memengaruhi pergerakan cerita dalam film. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan fokus pada adegan-adegan yang menampilkan tokoh Badrun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi langsung terhadap film. Data dianalisis menggunakan teori kostum serta plot dari David Bordwell dan Kristin Thompson, teori kostum sebagai penggerak cerita dari Himawan Pratista, teori tiga dimensi karakter dari Egri Lajos, kategori kostum dari RMA. Harymawan, teori warna dari Sadjiman Ebdi Sanyoto, serta teori atribusi dari Fritz Heider. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 variasi kostum yang dikenakan oleh tokoh Badrun sepanjang film. Variasi kostum tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga tipe utama, yaitu kostum orang biasa, kostum Tuan Guru, dan kostum Polisi. Melalui pembagian segmentasi plot ke dalam lima bagian utama, ditemukan bahwa kostum yang dikenakan Badrun memiliki peran aktif dalam mendorong perkembangan cerita film secara keseluruhan
Eksplorasi bentuk Alpukat Dalam Karya Keramik Fungsional
Alpukat merupakan inspirasi penulis dalam penciptaan Tugas Akhir ini dalam pembuatan karya seni keramik fungsional, yang didasarkan pada keunikan buah alpukat yang membuat kagum penulis, selain menyukai rasa dan manfaatnya buah ini juga memiliki makna khusus yaitu kakak penulis. Kakak dari penulis mengidam alpukat saat mengandung ponakan penulis, sehingga buah ini selalu ada di rumah penulis. Kehadiran alpukat yang konsisten selama masa kecil ponakan membuat penulis lebih dekat, yang setiap hari melihat dan kadang ikut menikmatinya. Tujuan untuk penciptaan karya ini dengan mengeksplorasi bentuk alpukat sehingga menjadi keramik fungsional. Metode penciptaan yang digunakan yang digunakan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Proses pembuatan keramik dimulai dengan mengumpulkan data mengenai buah alpukat kemudian menuangkan ke dalam sketsa dan rancangan desain selanjutnya pembuatan karya. Bahan yang digunakan tanah liat stoneware Sukabumi. Proses pembuatan dimulai dari proses pembentukan dengan teknik tekan, pinch, dan slab. Ke dua, proses dekorasi dengan teknik tempel, ke tiga, tahap pengeringan. Terakhir, proses pembakaran biskuit hingga suhu 900°C lalu proses pengglasiran dengan teknik celup, semprot, dan kuas, terakhir pembakaran glasir hingga suhu 1200°C. Hasil akhir dalam penciptaan Tugas Akhir ini adalah delapan karya keramik fungsional dengan mengeksplorasi bentuk buah alpukat dengan berbagai fungsinya berupa vas bunga, tempat lilin, tempat permen, tempat bros, tempat tisu, tempat dupa, tempat pensil, dan tempat butsir. Dengan tambahan dekorasi tekstur dan juga ulat pada beberapa badan keramik. Warna glasir pigmen yang digunakan yaitu warna hijau untuk dibagian luar badan keramik, warna kuning untuk bagian dalam, warna coklat muda untuk dekorasi tekstur, dan warna coklat tua untuk dekorasi ula
Analisis bentuk lagu dan makna panis angelicus karya Cesar Frank
Penetapan lagu Panis Angelicus sebagai kajian penelitian berdasarkan pengamatan penulis terhadap minimnya pemahaman bagian-bagian lagu dan nilai-nilai yang disampaikan oleh komponis pada lagu tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui bentuk lagu dari Panis Angelicus karya Cesar Frank dan makna lagu tersebut. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh diantaranya, lagu Panis Angelicus termasuk dalam bentuk periode pararel dengan perluasan, dan makna pada lagu tersebut mengisyaratkan mengenai sikap rendah hati dalam melayani dan saling menolong bagi sesama manusia sesuai dengan tindakan pengorbanan salib oleh Tuhan Yesus untuk menebus semua dosa dan kesalahan umatnya
Strategi Pembelajaran Pada Ekstrakurikuler Band di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian) kegiatan termasuk penggunaan metode pembelajaran untuk menghasilkan belajar peserta didik yang optimal. Pada awal fasilitas ekstrakurikuler band dari sekolah minim. Setelah sekolah mengetahui bahwa ekstrakurikuler band memiliki prestasi dan peningkatan minat peserta didik, sekolah melengkapi fasilitas secara bertahap. Pada kajian ini, memfokuskan perhatian pada strategi pembelajaran yang digunakan dalam ekstrakurikuler band di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pada pembelajaran ekstrakurikuler band dari tahun ke tahun minat peserta didik meningkat. Hal ini pun menarik peneliti untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru, karena dengan minimnya fasilitas yang memadai, berbanding balik dengan peningkatan minat dan prestasi peserta didik yang semakin bertambah. Melalui penelitian ini, peneliti tertarik untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang digunakan dalam konteks ekstrakurikuler band di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama empat kali pertemuan. Lokasi penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dengan objek strategi pembelajaran pada ekstrakurikuler band, dan subjek dalam penelitian ini guru ekstrakurikuler dan peserta didik. Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik validasi yang digunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dan pembahasan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler band di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta berjalan dengan aktif dan menjadi salah ekstrakurikuler favorit. Hal ini dapat dilihat dari aktifnya latihan rutin, jumlah anggota yang meningkat, serta prestasi yang didapatkan, baik dalam acara sekolah maupun lomba di luar sekolah. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler band di sekolah ini mampu menarik minat peserta didik untuk berprestasi terhadap perkembangan keterampilan musik dan sosial. Strategi yang digunakan oleh guru ekstrakurikuler band adalah strategi pembelajaran induktif, strategi pembelajaran langsung, dan strategi pembelajaran mandir
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Ekstrakurikuler Karawitan Di SMP Negeri 14 Yogyakarta
Permasalahan yang terdapat pada pembelajaran ekstrakurikuler Karawitan di SMP Negeri 14 Yogyakarta yaitu kurangnya minat peserta didik dalam mengikuti ekstrakurikuler Karawitan. Kurangnya motivasi dan kurangnya minat belajar peserta didik dalam mengikuri ekstrakurikuler. Selain itu sebagian besar peserta didik masih kesulitan memahami serta mempraktikkan tata cara menabuh instrumen yang benar. Penelitian ini mengkaji proses penerapan pembelajaran ekstrakurikuler karawitan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan Subjek pada penelitian ini yaitu guru ekstrakurikuler dan peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler Karawitan. Penelitian ini dilakukan dengan empat kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw berjalan baik sesuai dengan tahapan dan langkah-langkah. Setelah diterapkan model pembelajaran ini terdapat peningkatan minat, motivasi, serta hasil belajar peserta didik. Selain itu, model pembelajaran kooperatif juga dapat meningkatkan komunikasi , kerjasama dalam kelompok, dan menumbuhkan rasa tanggungjawab dalam proses pembelajaran
Garap Ricikan Rebab Gendhing Lukitaningrat Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Candra
Skripsi ini berjudul “Garap Ricikan Rebab Gendhing Lukitaningrat Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Candra” yang mendiskripsikan mengenai permasalahan garap, salah satunya terdapat percampuran pathet. Penelitian ini bertujuan untuk menafsir dan mendeskripsikan garap rebab Gending Lukitaningrat Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Candra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis melalui beberapa secara bertahap, yaitu: obersvasi, pengumpulan data dan proses penggarapan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Garap Rebab Gendhing Lukitaningrat Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Candra pada sajiannya memang benar terdapat percampuran pathet. Secara teknis, penyajian ricikan rebab dalam Gendhing Lukitaningrat Laras Slendro Pathet Nem Kendhangan Candra menggunakan cengkok umum, cengkok khusus, cengkok tuturan, dan cengkok gantungan. Gendhing Lukitaningrat juga dapat digarap menggunakan andegan pasren pada bagian dhawahnya. Kerumitan garap gendhing Lukitaningrat layak untuk dikaji dan disajika
Project-Based Learning sebagai Model Pembelajaran Musik pada Siswa Kelas 7 SMP Pangudi Luhur St. Vincentius Sedayu Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dalam pembelajaran musik di SMP Pangudi Luhur St. Vincentius Sedayu. Fokus utama penelitian adalah untuk meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa, khususnya dalam memahami materi ritmis melalui penggunaan alat musik non�konvensional. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran musik. Siswa berkolaborasi dalam kelompok kecil terdiri 6-7 siswa perkelompok, untuk merancang dan mempresentasikan pola ritme yang mereka ciptakan menggunakan alat musik non-konvensional. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep ritme, tetapi juga mendorong kreativitas mereka dalam bermusik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pembelajaran musik yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era pendidikan modern. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang pendidikan musi
Jaranan Buto Campursari Tuyo Arum Dalam Acara Bersih Dusun Di Dusun Toyamas Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi
Penelitian ini mengkaji kesenian Jaranan Buto Campursari Tuyo Arum yang dipentaskan dalam acara Bersih Dusun di Dusun Toyamas, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnomusikologis, penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan kesenian yang didirikan oleh Setro Asnawi ini, khususnya dalam aspek garap musik dan elemen pendukung seperti kostum dan rias. Studi ini mengungkapkan bagaimana faktor kreativitas seniman dan faktor non-seni telah mendorong evolusi Jaranan Buto menjadi Jaranan Buto Campursari melalui penggabungan instrumen tradisional (Kendang, Bonang, Gong, Ricikan Gamelan, Slompret) dengan instrumen modern seperti keyboard. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Jaranan Buto Campursari Tuyo Arum tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam acara Bersih Dusun, tetapi juga berperan sebagai sarana komunikasi, pengikat solidaritas, dan perangsang produktivitas dalam masyarakat. Kata kunci: Jaranan Buto Campursari Tuyo Arum, Bersih Dusun, Fungsi dan Bentuk Penyajia