49728 research outputs found
Sort by
Pembuatan asset 3D pada video game "Petualangan Antariksa" dengan teknik polygonal modeling
Penelitian ini membahas penerapan teknik polygonal modeling dalam pembuatan asset 3D untuk video game edukatif berjudul "Petualangan Antariksa". Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menarik perhatian dan meningkatkan minat belajar astronomi pada siswa kelas 6 sekolah dasar. Melalui pendekatan visual yang menarik dan interaktif, diharapkan media pembelajaran ini mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan efektif bagi anak-anak
Uji coba penggunaan pergerakan kamera drone FPV untuk penceritaan adegan film dalam ruangan
Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk menguji dan mengeksplorasi potensi teknis kamera drone FPV (First Person View) sebagai alat pengambilan gambar dalam penceritaan film, khususnya pada adegan yang berlangsung dalam ruang terbatas. Melalui pendekatan eksperimental, penelitian ini memfokuskan perhatian pada kemampuan manuver kamera, kestabilan gambar, serta sinkronisasi antara pergerakan kamera, blocking aktor dan ruang, dengan memanfaatkan teknik long take. Studi kasus dilakukan melalui produksi film fiksi pendek berjudul Putaran Terakhir yang seluruh adegannya direkam menggunakan kamera drone FPV dalam tiga kali long take. Hasil dari penciptaan ini menunjukkan bahwa kamera drone FPV menawarkan pengalaman estetika visual yang menarik. Namun, eksperimen ini juga mengungkapkan keterbasan seperti kebutuhan insert shot, kurangnya variasi sudut pandang, serta tantangan teknis koreografi dan latihan sinkronisasi gerak agar penonton bisa mencerna dan merasakan situasinya. Temuan ini menunjukkan bahwa kamera drone FPV memiliki potensi sebagai perangkat sinematik sekaligus subjek eksplorasi teknis dalam pengembangan bahasa visual dalam membentuk cerita film
Kain tenun Indramayu - Jawa Barat (kajian perubahan dan kontinuitas)
Tenun Indramayu termasuk kedalam seni tradisional karena proses penciptaanya didasarkan pada konvensi serta kesepakatan bersama, dimana hal ini mempengaruhi proses perkembanganya secara siginifikan. Seiring waktu, tradisi ini mengalami tranformasi yang cukup mencolok, terutama dalam hal motif, perubahan fungsi dari profan menjadi sakral serta makna yang terkandung pada tiap motifnya. Perubahan ini tidak dapat dihindari dan mencerminkan dinamika sosial-budaya yang lebih luas. Untuk menganalisis perubahan, penelitian ini menggunakan teori estetika Feldman untuk mengeksplorasi perubahan bentuk dan fungsi, sementara teori sirkuit budaya Stuart Hall meneliti proses transformasi dan kontinuitas dalam konteks budaya tenun Indramayu. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dengan tinjauan pustaka, analisis artefak, observasi, dokumentasi, wawancara, dan triangulasi untuk mendapatkan data yang mendalam dan kontekstual. Temuan menunjukan bahwa tenun Indramayu tidak statis tetapi terus beradaptasi seiring waktu. Beberapa faktor kunci mempengaruhi proses ini, seperti trauma sosial-politik tahun 1965, kesulitan dalam mengakses bahan baku, pergeseran nilai konsumen dari profan menjadi sakral, dan kurangnya transfer pengetahuan antar generasi. Elemen-elemen ini memberikan dampak pada perubahan dan kontinuitas tradisi. Transformasi ini tercermin melalui empat pola tenun yang signifikan: Babaran, Suwuk, Kluwungan, dan Poleng Udan Mas Prambutan yang menggambarkan bagaimana warisan budaya tetap dinamis dan berkembang
Karya penciptaan seni pertunjukan "Narima" terinspirasi dari penerimaaan ibu terhadap anak tuli
bu sebagai ide penciptaan seni pertunjukan bukan hanya menghadirkan kisah personal, melainkan juga membuka ruang diskusi sosial, budaya, politik, dan spiritual. Topik ini datang dari kegelisahan dalam pengalaman memiki anak, tidak mudah merawat dan memberi pengasuhan terhadap mereka. Hal ini menggugah keingintahuan tentang bagaimana peneriamaan seorang ibu ketika mempunyai anak tuli. Karya ini bertujuan Menghadirkan karya seni pertunjukan narima dengan teori presentasi dan representasi, serta Menjadikan teori psikologis Sigmund Freud sebagai landasan psikologis ibu pada karya narima. Pertunjukan ini menggabungkan dua pendekatan utama dalam seni pertunjukan, presentasi dan representasi, yang dirancang dalam gaya realis dan surealis, dan diperkaya dengan kekuatan media hiburan (entertainment) serta audio visual untuk menciptakan pengalaman multi indrawi dan transformatif. Karya Narima menggunakan metode penciptaan pertunjukan Practice lead Research. Dalam penciptaan seni, karya yang diciptakan tidak akan memiliki nilai ketika tidak ada narasi di balik karya tersebut. Karya pertunjukan narima adalah contoh bagaimana seni pertunjukan dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan isu-isu kemanusiaan, khususnya terkait penerimaan terhadap perbedaan. Penerimaan adalah perjalanan yang membutuhkan keberanian, kesabaran, kasih sayang yang disampaikan dengan kekuatan artistik yang matang. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi kisah pribadi ibu dan anak, tetapi juga menjadi cermin dalam memandang perbedaan dan keberagaman di sekitar kita
Makna tari gambyong sebagai tari pembuka pada pertunjukan ketoprak siswo budoyo di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati
Tulisan ini mengupas “Makna Tari Gambyong yang ditampilkan untuk pembukaan pertunjukan Ketoprak Siswo Budoyo di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati”. Tari Gambyong adalah salah satu tari kerakyatan yang berasal dari Jawa Tengah. Tari Gambyong Ketoprak Siswo Budoyo ini memiliki perbedaan yang sangat jelas dari gerakan, pemilihan penari, penggunaan properti, cara pemakaian tata rias busana, hingga iringannya yang jelas berbeda dari Gambyong-Gambyong pada umumnya. Dalam perbedaan yang ditampilkan tersebut, pasti tersimpan makna yang berbeda pula, karena setiap bentuk perbedaan membawa pesan, latar belakang, serta sudut pandang yang unik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dengan menggali makna warisan budaya yang perlu diungkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika berdasarkan konsep pemikiran Jawa yang sangat kental akan makna-makna filosofis dan didukung oleh dasar pemikiran Charles Sanders Pierce untuk mengupas teori semiotika yang berkaitan dengan pengamatan indrawi. Berdasarkan pola pemikiran yang dianut oleh masyarakat Jawa, segala hal yang ada alam semesta ini sejatinya telah ditelaah melalui berbagai macam simbol maupun ajaran kebaikan sehingga diharapkan mampu menjadi pengingat bagi umat manusia. Pemahaman makna-makna filosofis yang terkandung di dalam Tari Gambyong dilihat berdasarkan pandangan konsep tersebut, sedangkan tanda-tanda yang muncul di dalam elemen pertunjukan tari secara material ataupun tekstual akan diteliti berdasarkan pendekatan semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa makna yang terkandung dalam Tari Gambyong pada pertunjukan Ketoprak Siswo Budoyo terwujud melalui elemen-elemen semiotika Charles Sanders Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Setiap elemen seperti warna, bentuk, hingga penamaan simbolik, bukanlah sesuatu yang hadir secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari proses kultural yang panjang serta dipengaruhi oleh cara pandang masyarakat terhadap realitas di sekitarnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai unsur penanda dalam Tari Gambyong, seperti gerak maknawi, aksesori, tata busana, properti panggung, dan iringan musik, saling terjalin dalam satu kesatuan makna simbolis
Luka batin dalam seni fotografi ekspresi
Luka batin yang dialami sejak masa kanak-kanak dapat memberikan dampak mendalam terhadap kehidupan individu, membentuk kepribadian, dan cara pandang terhadap dunia. Penciptaan karya seni fotografi ekspresi sebagai bentuk refleksi dan katarsis untuk menyembuhkan luka batin akibat konflik keluarga. Proses kreatif melibatkan eksplorasi emosi, rekonstruksi kenangan, dan ekspresi diri untuk menghasilkan karya yang merefleksikan pengalaman pribadi serta memberikan ruang untuk penyembuhan. Metode yang digunakan adalah Practice-Based Research. Fotografi dipilih sebagai medium utama karena kemampuannya dalam merekam realitas sekaligus menyampaikan emosi dan gagasan secara mendalam. Dengan memanfaatkan elemen visual dan simbol-simbol metafora, karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga sebuah medium komunikasi artistik yang mengundang penonton untuk merasakan, memahami, dan merenungkan makna di balik setiap gambar. Rumusan penciptaan berfokus pada pentingnya tema luka batin dalam seni fotografi serta cara menciptakan elemen visual yang mampu merepresentasikan trauma secara simbolis. Hasil karya ini memberikan perspektif baru tentang peran seni fotografi sebagai sarana eksplorasi dan penyembuhan emosi. Dengan memadukan pengalaman pribadi dan pendekatan artistik, penciptaan ini diharapkan mampu menginspirasi individu lain untuk menghadapi luka batin dan menemukan kedamaian melalui seni
Kreativitas komunitas Canda Nada dalam penggarapan gending lancaran Mbok Yo Mesem Laras Slendro Pathet Sanga pada masa pandemi Covid 19
Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan proses kreativitas Komunitas Canda Nada dalam Penggarapan Gending Lancaran Mbok Ya Mesem Laras Slendro Pathet Sanga selama masa pandemi Covid-19. Situasi yang penuh tantangan ini, komunitas Canda Nada menunjukkan kemampuan adaptasi yang dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses kreatif. Teori kreativitas digunakan sebagai landasan untuk memahami proses penggarapan gending, yang mencakup tahapan persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Selain itu, konsep orisinalitas, kreativitas, harmonisasi, dan dinamika dalam musik juga dianalisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis untuk memahami proses kreatif dan strategi yang diterapkan oleh Canda Nada. Hasil analisis menunjukkan bahwa Canda Nada dalam proses kreatifnya berhasil menggabungkan elemen tradisional dan modern dalam penggarapan gending, serta menerapkan teknik latihan yang adaptif selama pandemi. Mereka juga menunjukkan kreativitas dalam pemilihan alat musik dan pengembangan aransemen yang menarik. Komunitas Canda Nada berhasil mengadaptasi proses kreatif mereka dengan memanfaatkan teknologi digital untuk kolaborasi dan perekaman, serta mengembangkan inovasi dalam aransemen dan penyajian gending. Selain itu, bentuk-bentuk kreativitas yang muncul mencakup eksplorasi elemen tradisional dan modern. Dengan pendekatan yang terstruktur dan inovatif, seni karawitan dapat tetap relevan dan berkembang di tengah tantangan zaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peraihan suatu prestasi dalam berkesenian tidak diperoleh dengan mudah, tetapi memerlukan proses yang panjang, ketekunan, dan dedikasi yang tinggi
Pemeranan tokoh Dom dalam naskah Karantina karya Jean Pierre Martinez dengan pendekatan representasional-presentasional Robert Cohen
Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mewujudkan proses pemeranan tokoh Dom dalam naskah Karantina karya Jean Pierre Martinez melalui pendekatan akting representasional dan presentasional Robert Cohen. Pendekatan ini melibatkan simulasi karakter, perwujudan karakter, keahlian pertunjukan (virtuosity), dan aspek magis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa karakter Dom dapat dihadirkan secara reflektif dan komunikatif dalam konteks teater absurd. Tokoh Dom dipilih karena kompleksitas karakter yang mencerminkan kegelisahan eksistensial dan kritik sosial dalam situasi absurd, yang selaras dengan konteks sosial pasca pandemi
Penciptaan Motif Batik Edelweiss (Anaphalis Javanica) pada Busana Wanita Bergaya Heritage Chic
Busana wanita dengan sentuhan motif batik Bunga Edelweiss yang telah di stilisasi menjadi pilihan dalam penciptaan karya busana bergaya Heritage Chic yang menggabungkan keindahan bunga edelweiss dengan batik yaitu memadukan elemen-elemen klasik dan tradisional dengan sentuhan modern yang elegan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah metode pendekatan estetika dan pendekatan ergonomi . Pendekatan estetika sebagai acuan untuk menghasilkan motif batik dalam karya busana wanita dan memberikan keindahan dalam pembuatan karya. Pendekatan ergonomi memastikan memberi kenyamanan dan layak pakai. Sedangkan metode penciptaan menggunakan teori Sp. Gustami yang meliputi tiga tahapan utama, yakni tahap eksplorasi dengan mengumpulkan data dan pencarian ide konsep, perancangan atau membuat desain, yang terakhir perwujudan pembuatan karya. Proses perwujudan menggunakan teknik batik tulis dengan pewarna sintetis yaitu Remasol dan tambahan payet yang menambah kesan indah dan elegan pada busana. Karya yang dihasilkan dari penciptaan Tugas Akhir ini adalah enam busana wanita bergaya Heritage Chic yang memiliki motif batik dari stilisasi bunga edelweis Jawa (Anaphalis Javanica) yang menciptakan kesimbangan antara klasik dan modern. Penciptaan busana ini bertujuan untuk menghasilkan karya yang berkelanjutan dan relevan sekaligus dengan mengenalkan motifnya pada produk batik, sehingga bunga edelweiss dapat dinikmati keindahannya tanpa merusak alam
Tantangan dan solusi dalam mempelajari teknik tremolo : perspektif mahasiswa gitar klasik tingkat lanjut perguruan tinggi seni
Teknik tremolo merupakan salah satu teknik lanjutan dalam permainan gitar klasik yang melibatkan pola pengulangan nada secara cepat dan berkesinambungan menggunakan kombinasi jari p (ibu jari), a (jari manis), m (jari tengah), dan i (jari telunjuk). Teknik ini tidak hanya menuntut kecepatan dan koordinasi jari, tetapi juga ketelitian dalam menjaga konsistensi ritme, kestabilan dinamika, serta kualitas warna suara yang merata dan musikal. Bagi mahasiswa tingkat lanjut di perguruan tinggi seni, teknik tremolo sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi mahasiswa dalam menguasai teknik tremolo, serta mengeksplorasi solusi dan pendekatan yang digunakan untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa strategi efektif yang diterapkan oleh mahasiswa meliputi latihan secara perlahan dan bertahap, penggunaan metronom untuk menjaga tempo yang stabil, serta latihan penguatan otot jari untuk meningkatkan kontrol dan ketahanan. Kata kunci: Teknik tremolo, gitar klasik, mahasiswa tingkat lanjut, tantangan, solusi