Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat
Prestasi belajar merupakan salah satu indikator capaian dari proses yang dilakukan oleh setiap siswa. Oleh karena itu, pada setiap proses yang dilakukan membutuhkan daya juang atau adversity quotient yang tinggi agar siswa dapat belajar dengan optimal dan mencapai prestasi sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasi. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 67 siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data untuk mengukur adversity quotient adalah skala adversity quotient yang disusun dengan merujuk pada teori Stoltz, sementara alat yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar adalah menggunakan nilai rapor. Analisis data yang digunakan ialah teknik analisis korelasi product moment. Secara umum hasil yang diperoleh dari uji hipotesis menggunakan teknik analisis product moment menunjukan koefisien r sebesar 0,748 dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 (p<0,01). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi adversity quotient yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, dan sebaliknya
Menurunkan tingkat depresi melalui acceptance and commitment therapy (ACT) pada ODHA
Acceptance and commitment therapy merupakan intervensi yang dapat mempengaruhi penurunan tingkat depresi pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas acceptance and commitment therapy dalam menurunkan tingkat depresi ODHA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kuasi ekperimen one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument DASS 42. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ACT efektif dalam menurunkan tingkat depresi ODHA, penurunan tingkat depresi tersebut terlihat dari adanya perbedaan yang signifikan antara skor depresi saat pretest dengan posttest. Nilai Z=-2,201 dengan p=0,028 dan terjadi penurunan antara mean pretest dan mean posttest, sehingga ACT dapat diberikan sebagai salah satu metode program pemulihan bagi ODHA
Apresiasi skala kepekaan humor pada etnis Jawa, Madura dan Sunda
Penelitian tentang humor adalah penelitian yang berkaitan dengan fenomena budaya perilaku individu, dan perbedaan antar budaya dapat menyebabkan respon dari tiap individu berkemungkinan berbeda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas dan reliabilitas alat ukur Skala Kepekaan Humor (SKH) melalui apresiasi etnis Jawa, Madura dan Sunda. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kuantitatif. Pengujian terhadap Skala Kepekaan Humor (SKH) ini melibatkan variabel jenis kelamin dan variabel etnis. Sebanyak 300 subjek dipilih menggunakan teknik stratified quota random sampling dari 615 mahasiswa-mahasiswi berlatar belakang etnis Jawa, Madura dan Sunda. Perbedaan apresiasi antar jenis kelamin dan antar etnis terhadap SKH diuji menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukan SKH memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,961 dengan tingkat mortalitas aitem 0%. Indeks daya diskriminasi aitem (rit) berkisar 0,380 sampai 0,578. Tidak ada interaksi antara variabel etnis dan variabel jenis kelamin dalam mengapresiasi SKH (F=2,875; p>0,05), antar etnis menunjukkan perbedaan apresiasi terhadap SKH (F=4,825; p<0,05), sedangkan antara laki-laki dan perempuan menunjukkan apresiasi yang relatif setara terhadap SKH (F=1,899; p>0,05), yaitu cukup lucu. Pengaruh variabel etnis terhadap apresiasi SKH tidak bergantung pada jenis kelamin. Penelitian menyimpulkan bahwa SKH valid dan reliabel sebagai alat ukur kepekaan humor. SKH juga memiliki data empiris yang mendukungnya menjadi tes yang adil budaya (culture fair) Indonesia, sehingga SKH dapat digunakan menjadi salah satu alat ukur kepekaan humor pada kalangan yang lebih luas
Pengaruh kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja penyuluh agama Islam non PNS Kementerian Agama kota Yogyakarta
Tugas penyuluh Agama Islam Non PNS di masyarakat semakin berat, karena pada saat ini kehidupan masyarakat mengalami perubahan pola hidup yang menonjol. Sementara minimnya honorarium yang diterima Penyuluh Agama Islam Non PNS masih di bawah Upah Minimum Regional (UMR), artinya belum sebanding dengan dedikasi dan loyalitas mereka dalam menjalankan peran dan fungsinya. Dengan denikian, dibutuhkan kecerdasan emosional untuk menguatkan komitmen dan perilaku organizational citizenship dalam menjalankan kinerja sebagai penyuluh Agama Islam. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian ini berjumlah 37 orang yang melibatkan penyuluh Agama Islam Non PNS Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, skala organizational citizenship behavior, dan kinerja. Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah ketiga data yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan koefisien Freg=44,341 dan p=0,000 (p<0,001), yang artinya ada pengaruh yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja penyuluh Agama Islam non PNS. Selanjutnya nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,707 yang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior secara bersama-sama memberikan sumbangan terhadap kinerja sebesar 70,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior secara bersama-sama memiliki pengaruh dan mampu menjadi prediktor terhadap kinerja penyuluh Agama Islam non PNS
Komik edukasi sebagai media layanan bimbingan dan konseling
Media pendidikan merupakan unsur yang penting dalam proses pendidikan khususnya proses bimbingan dan konseling. Media bimbingan dan konseling dapat berfungsi untuk memperlancar proses bimbingan dan konseling, dan lebih mudah diterima oleh siswa untuk memahami masalah yang dialami. Sementara komik tidak dapat terlepas fungsinya sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud atau tendensi tertentu kepada pembacanya. Komik merupakan alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Sebagai sebuah media, pesan yang disampaikan lewat komik biasanya jelas, runtut, dan menyenangkan. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengkaji peran komik sebagai media edukasi dalam layanan bimbingan konseling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Adapun pemilihan literatur disesuaikan dengan topik yang dikaji yaitu terkait dengan komik sebagai media dalam melakukan edukasi di layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa media komik berpotensi untuk menjadi sumber belajar, khususnya dalam proses pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Peranan pokok dari komik edukasi adalah kemampuannya dalam menciptakan minat para peserta didik. Melalui bimbingan guru, komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat peserta didik terhadap pemberian bimbingan yang dilakukan
Hubungan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan remaja jalanan
Rendahnya kesejahteraan pada remaja menyebabkan banyaknya masalah sosial, salah satunya adalah anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala adversity quotient, dan skala kecemasan menghadapi masa depan. Subjek penelitian ini adalah remaja jalanan di bawah dampingan LSM Rumah Impian Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Hasil koefisien regresi berganda antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan menunjukkan korelasi R=0,666 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,00). Hal ini berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Hasil koefisien korelasi antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,597, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi konsep diri maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Hasil koefisien korelasi adversity quotient antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,634, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Sumbangan efektif variabel konsep diri terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 17,34%, dan sumbangan adversity quotient terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 26,92%. Kesimpulan penelitian menunjukan semakin tinggi konsep diri dan adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri dan adversity quotient maka semakin tinggi kecemasan menghadapi masa depan
Motivasi berprestasi pada siswa SMA dalam perspektif Islam
Siswa SMA adalah kalangan remaja yang mendapat tuntutan sekaligus tantangan di dunia pendidikan untuk mencapai prestasi. Selain itu, siswa SMA memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas SDM di usia produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif Islam mengenai motivasi berprestasi pada siswa SMA. Metode pada penelitian ini menggunakan studi literatur, yaitu berupa penelaahan empat belas jurnal utama dan beberapa literatur pelengkap terkait motivasi berprestasi dalam perspektif Islam. Hasil studi literatur meyimpulkan bahwa siswa SMA memerlukan motivasi berprestasi, dan dalam perspektif psikologi Islam motivasi berprestasi seiring dengan keimanan dan ketakwaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan yang dimiliki siswa SMA, maka akan semakin tinggi pula motivasi berprestasi yang dimilikinya
Peran motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru taman kanak-kanak non-PNS Kabupaten Kulon Progo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja Guru Taman Kanak- kanak non-PNS di Kabupaten Kulon Progo Utara. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah ada peran motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja Guru Taman Kanak- kanak non-PNS Kabupaten Kulon Progo Utara. Subjek penelitian ini adalah Guru Taman Kanak- kanak non-PNS di Kabupaten Kulon Progo Utara. Sebagai sampel subjek penelitian ini di kecamatan Sentolo sebanyak 70 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain skala motivasi kerja, skala kepuasan kerja, dan skala kinerja guru. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi yang diolah dengan menggunakan SPSS 17,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan sumbangan efektif variable motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 31,578% sedangkan sumbangan variable kepuasan kerja terhadap kinerja guru sebesar 45,3474%, yang berarti bahwa variable kepuasan kerja memiliki sumbangan efektif lebih besar dibandingkan variable motivasi kerja terhadap kinerja guru Taman kanak-kanak non-PNS di Kabupaten Kulon Progo Utara
Makna kebahagiaan mahasiswa perantau
Dewasa awal merupakan periode perubahan individu baik perubahan fisik dan psikologis. Awal mula masa dewasa awal adalah kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan, yang mana hal-hal ini untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup, banyak orang bersaing untuk mnenemukan kebahagiaan. Salah satunya adalah siswa perantau yang rela meninggalkan daerah asalnya untuk pendidikan terbaik di Yogyakarta. Karenabarumenjadimahasiswaperantau, mereka akan menghadapi tantangan yang dapat memengaruhi kebahagiaan mereka. Penelitian ini membahas bagaimana memahami makna kebahagiaan pada siswa perantau yang tinggal di kota Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan membahas realisme konstruktif yang membahas data dengan kuesioner terbuka dan FGD. Pemilihan subjek yang insidental didasarkan pada transisi, yang terdiri dari 20 subjek laki-laki dan 40 subjek perempuan. Data dianalisis dengan menggabungkan teks data kategorisasi. Studi ini menghasilkan tiga kategori, termasuk 65,36% hubungan positif, kebersyukuran 28,10%, dan kesehatan 6,54%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan siswa perantau adalah gabungan individu yang memiliki hubungan positif, bersyukur atas apa yang dihasilkan, dan juga sehat
Dinamika psikologis efikasi diri terhadap intensi perilaku seks pranikah pada remaja
Perilaku seks pranikah di kalangan remaja saat ini sangat memprihatinkan. Perilaku seks pranikah dapat terjadi ketika remaja yang memiliki pergaulan bebas dengan teman dan tidak dapat mengatur perilaku diri sendiri. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor motivasional di dalam diri yang disebut dengan intensi. Intensi merupakan indikasi seberapa besar individu akan berusaha untuk memunculkan perilaku, yang dalam hal ini adalah perilaku seks pranikah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemahaman mengenai dinamika psikologis efikasi diri terhadap intensi perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Berdasarkan hasil analisis deskriptif bahwa efikasi diri memberikan kontribusi terhadap intensi perilaku seks pranikah pada remaja. Remaja yang memiliki efikasi diri yang tinggi memiliki kemampuan untuk mengurangi perilaku seks pranikah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa secara dinamika psikologis efikasi diri mampu menjelaskan intensi perilaku seks pranikah pada remaja