Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Not a member yet
    101 research outputs found

    Mengapa remaja agresi?

    Get PDF
    Perilaku agresi adalah suatu bentuk perilaku fisik maupun lisan yang bersifat negatif yang diawali dengan maksud dan tujuan untuk melukai dan menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang faktor-faktor penyebab terjadinya perilaku agresi pada remaja. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang remaja dengan usia sekitar 15-18 tahun. Teknik pengambilan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan memberikan kuesioner dengan pertanyaan terbuka (open-ended questionnaire). Hasil penelitian mengungkapkan berbagai faktor-faktor yang menyebabkan munculnya perilaku agresi pada remaja, antara lain: (1) faktor teman sebaya dan lingkungan, (2) harga diri, dan (3) mencari kesenangan

    Pendidikan kecakapan hidup dalam mewujudkan kemandirian warga binaan eks psikotik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan hasil pengelolaan proses pendidikan kecakapan hidup yang dilakukan pengelola pendidikan dalam mewujudkan kemandirian warga binaan eks psikotik yang dilaksanakan di Lembaga Sosial Hafara Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif (nonparticipant observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Teknik penentuan validitas dan keabsahan data dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian ini meliputi; pertama, sistem pelaksanaan pendidikan ditempuh melalui empat tahapan: a. Perencanaan (planing) dengan menetapkan tujuan, menentukan pendamping, pengelompokan warga binaan, perumusan strategi, menentukan jenis keterampilan, dan menentukan metode. b. Pengorganisasian (organizing) meliputi: membentuk struktur organisasi atau kepengurusan, merumuskan serta menetapkan pembagian tugas dan wewenang pada tiap kesatuan atau unit. c. Penggerakkan (actuacting) dilakukan dengan cara memberikan motivasi, dan menjalin hubungan komunikasi. d. Pengawasan (controlling) ditempuh melalui; penetapan standar, evaluasi, mengadakan tidakan-tindakan perbaikan. Kedua, hasil pengelolaan pendidikan kecakapan hidup dalam mewujudkan kemandirian bagi warga binaan meliputi: a. kemandirian mengurus diri sendiri. b. kemandirian dalam bersosialisasi

    Perbedaan perilaku prososial ditinjau dari jenis kelamin pada relawan sosial

    Get PDF
    Perilaku prososial pada relawan sosial belum terimplementasikan dengan baik. Perilaku individu menolong individu lain belum diberikan secara tulus dan belum mampu melakukan pengendalian emosi diri karena adanya perasaan negatif. Hal ini terjadi pada jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Tujuan penelitian untuk menguji apakah ada perbedaan perilaku prososial ditinjau dari jenis kelamin pada relawan sosial. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 37 relawan sosial yang terdiri dari 19 perempuan dan 18 laki-laki. Teknik yang digunakan adalah insidental sampling. Skala penelitian yang digunakan adalah skala perilaku prososial yang didasarkan pada teori Eisenberg dan Mussen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perilaku prososial jenis kelamin perempuan dan jenis kelamin laki-laki dengan selisih nilai mean 0,988

    Faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being

    Get PDF
    Subjective well-being merupakan bagaimana individu mengevaluasi hidupnya. Subjective well-being melibatkan evaluasi pada dua komponen, yaitu kognitif dan afektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil-hasil penelitian (literature review) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada individu.Penelusuran literatur dilakukan pada database elektronik SAGE Journals, ProQuest, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci subjective well-being.Hasil penelusuran menunjukkan bahwa subjective well-being dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi subjective well-being terdiri dari kebersyukuran, forgiveness, personality, self-esteem dan spiritualitas sedangkan faktor eksternal terdiri dari dukungan sosial

    Motivasi belajar siswa KMS di SMPN A di Kota Yogyakarta

    Get PDF
    SMP N A Yogyakarta menerima siswa-siswa kurang mampu atau siswa KMS berjumlah 60 orang setiap tahunnya. Terdapat permasalahan pada siswa-siswa KMS, salah satunya siswa KMS memiliki motivasi yang kurang, prestasi akademik yang rendah, dan beberapa siswa KMS memiliki sikap yang kurang baik di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar dari siswa KMS di SMP N A di Kota Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan akan mengungkap motivasi belajar siswa KMS pada taraf rendah, sedang atau tinggi. Penelitian ini menggunakan kuantitatif survey menggunakan alat ukur skala motivasi belajar dan ditambahkan data wawancara dan observasi terkait motivasi belajar siswa KMS di sekolah. Subjek penelitian adalah siswa kelas 7 yang berjumlah 57 siswa SMPN A di Yogyakarta. Penelitian berdasarkan skala motivasi belajar di dapatkan bahwa siswa KMS memiliki motivasi belajar kategori rendah sejumlah 15 siswa, kategori sedang 39 siswa dan kategori tinggi 3 siswa

    Pengujian outer model pada konstrak resiliensi

    Get PDF
    Guru sebagai manusia tentunya pernah dihadapi akan kesulitan dan tekanan, baik dalam kehidupan pribadi hingga dalam menjalani profesinya. Sehingga resiliensi dianggap penting untuk guru agar mampu menjalani kehidupan dan profesinya. Tujuan penelitian ini adalah menguji validitas dan reliabilitas konstrak resiliensi dan mengukur kontribusi aspek-aspek dan indikator-indikator dalam merefleksikan resiliensi. Subjek dalam penelitian ini adalah semua guru di sekolah X. Analisis data menggunakan uji outer model dengan program Smart PLS 3.0. Hasil analisis menunjukan instrumen telah valid dan reliabel untuk mengukur konstruk resiliensi, sehingga aspek dan indikator resiliensi diketahui dapat merefleksikan variabel resiliensi

    Konstruksi alat ukur karakter nasionalisme

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah melakukan validitas konstruk dengan menggunakan analisis faktor pada alat ukur karakter, khususnya karakter nasionalisme. Populasi penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 337 responden, dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling di setiap wilayah yaitu pada SMA 1 Kabupaten Kerinci, SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, SMA Negeri 5 Kota Kabupaten Tebo dan SMA Negeri 12 Kabupaten Merangin, dan SMA Negeri 1 Kota Jambi dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validitas konstruk yang menggunakan analisis Principal Component Analysis dengan rotasi orthogonal dan ekstraksi varimaks menghasilkan lima faktor yang berhasil diekstraksi yang berupa komponen cinta tanah air, menghargai keragaman budaya, apresiasi budaya bangsa, taat hukum, serta unggul dan berprestasi. Hasil uji reliabilitas konsistensi internal dengan Metode Guttman=0.862. Norma alat ukur menggunakan standar deviasi hipotetik baik untuk setiap komponen maupun alat ukur keseluruhan. Alat ukur ini didukung oleh validitas konstruk yang baik serta reliabilitas yang memuaskan

    Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying

    Get PDF
    Bullying merupakan perilaku agresif disengaja dengan tujuan untuk memberikan gangguan fisik maupun psikologis pada orang lain. Fenomena bullying yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat menimbulkan berbagai efek negatif, baik bagi korban maupun bagi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur mengenai fakor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying. Penelusuran dilakukan di database elektronik seperti Proquest, Science Direct, Scopus dan Google Schoolar dengan menggunakan kata kunci bullying dengan tahun terbit artikel antara tahun 2014 sampai 2019. Hasil review literatur menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilkau bullying yaitu kepribadian, keluarga, adverse children experience dan lingkungan sekolah. Penelitian mengenai bullying mayoritas di lakukan pada remaja dengan ruang lingkup penelitian di sekolah. Skala penelitian yang digunakan di dasarkan pada bentuk-bentuk penelitian yang disusun oleh Olweous.Â

    Pengujian validitas dan reliabilitas konstruk hope

    Get PDF
    Hope adalah energi yang memotivasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Hope sebagai energi yang difokuskan pada tujuan seseorang dan merupakan jalan yang menuntun seseorang pada tujuannya. Hope sangat penting dimiliki dan dikembangkan dalam diri manusia, salah satunya untuk meningkatkan kepuasan hidup seseorang. Hope berperan penting atau mendukung dalam membantu individu untuk mencapai tujuan positif dan membangkitkan perasaan baik atau motivasi untuk membuat mimpi menjadi kenyataan dalam kehidupan manusia. Hope sangat dibutuhkan oleh individu, karena dengan adanya hope maka akan memberikan dampak positif dalam kehidupannya. Menurut Snyder terdapat tiga komponen yang merefleksikan konstruk hope antara lain goal, pathway thinking, dan agency thinking. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruk skala hope, serta mengetahui kontribusi komponen-komponen dan aitem-aitem (indikator) hope dalam merefleksikan/mengukur konstruk hope baik yang paling dominan ataupun sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah guru sekolah negeri di Yogyakarta yang berjumlah 66 orang. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis, yaitu skala hope. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program Structure Equation Modeling (SEM) dengan metode analisis data Partial Least Squares (PLS), dengan menggunakan softwere Smart PLS 3.0. Validitas dan reliabilitas alat ukur pada konstruk hope dalam Partial Least Squares (PLS) diukur menggunakan outer model. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga komponen mampu merefleksikan konstruk hope secara positif, valid, dan reliabel yang didukung dengan indikator-indikator perilaku masing-masing komponen, sehingga skala hope ini dapat dimanfaatkan sebagai alat ukur dalam penelitian. Kontribusi komponen yang paling dominan dalam merefleksikan konstruk hope adalah komponen agency thinking (TA), sedangkan kontribusi komponen yang paling kecil adalah komponen goal (GA)

    Konstruksi alat ukur karakter mandiri

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kontruksi skala karakter kemandirian pada siswa SMA sebagai instrumen pengukuran karakter kemandirian dengan melakukan validitas konstruk menggunakan principal component analysis (PCA). Populasi penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 337 responden, dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling di setiap wilayah yaitu pada SMA 1 Kabupaten Kerinci, SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, SMA Negeri 5 Kota Kabupaten Tebo dan SMA Negeri 12 Kabupaten Merangin, dan SMA Negeri 1 Kota Jambi dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validitas konstruk yang menggunakan analisis Principal Component Analysis  dengan rotasi orthogonal dan ekstraksi varimaks menghasilkan lima faktor yang berhasil diekstraksi yang berupa komponen ketekunan, kegigihan, dan gemar belajar. Hasil uji reliabilitas konsistensi internal dengan Metode Guttman λ=0.820. Norma alat ukur menggunakan standar deviasi hipotetik baik untuk setiap komponen maupun alat ukur keseluruhan. Alat ukur ini didukung oleh validitas konstruk yang baik serta reliabilitas yang memuaskan

    88

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇