Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Strategi koping pada mahasiswa pendidikan dokter selama perkuliahan daring
Pandemi Covid-19 mendorong pemerintah menginstruksikan agar pembelajaran dapat dilakukan dalam jaringan (daring). Berikutnya sejumlah hambatan yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring tersebut mengakibatkan munculnya gangguan stres. Dengan demikian dibutuhkan suatu strategi coping untuk mengatasi gangguan stres tersebut. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk strategi coping yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Dokter di Universitas Syiah Kuala saat pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan pada penelitian ini adalah 75 mahasiswa Pendidikan Dokter di Universitas Syiah Kuala. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Brief COPE. Data pada penelitian ini diolah menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 93% partisipan cenderung menggunakan problem-focused coping dan sebesar 7% cenderung menggunakan emotional-focused coping. Selain itu, secara keseluruhan data menunjukkan bahwa 70 partisipan (93,3%) berada pada kategori koping stres sedang, 5 partisipan (6,7%) pada kategori koping stres tinggi, dan tidak ada partisipan yang memiliki koping stres pada kategori rendah
Prokrastinasi akademik dan flow akademik dengan stres akademik pada mahasiswa
Salah satu masalah yang terjadi dalam lingkup akademik yaitu stres akademik. Oleh sebab itu, penting bagi mahasiswa mengetahui faktor apa saja yang dapat dioptimalkan agar dapat mengatasi stres akademik untuk meminimalisir dampak terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara prokrastinasi akademik dan flow akademik dengan stres akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Pengumpulan data menggunakan tiga skala yaitu skala stres akademik, skala prokrastinasi akademik dan skala flow akademik. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan jumlah subjek 263 mahasiswa. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda dengan SPSS versi 25 for windows. Hasil menunjukkan nilai R=0,466 dengan sig.=0,000 (p<0,01) artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara prokrastinasi akademik dan flow akademik dengan stres akademik. Prokrastinasi akademik dan stres akademik menunjukkan nilai r=0,153 dengan sig.=0,013 (p<0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan stres akademk. Flow akademik dan stres akademik menunjukkan nilai r=-0,224 dengan sig.=0,000 (p<0,01) artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara flow akademik dengan stres akademk. Sumbangan efektif semua prediktor terhadap kriterium sebesar 19,9%. Prokrastinasi akademik terhadap stres akademik=7,682% dan flow akademik terhadap stres akademi 12,211%. Hasil kategorisasi menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat prokrastinasi akademik, flow akademik dan stres akademik dalam kategori sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang sangat signifikan antara prokrastinasi akademik dan flow akademik dengan stres akademik pada mahasiswa, ada hubungan positif yang signfiikan antara prokrastinasi akademik dengan stres akademik pada mahasiswa serta ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara flow akademik dengan dengan stres akademik pada mahasiswa
Shared reality ditinjau dari perbedaan gender (survei pada masyarakat)
Kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari proses interaksi dengan orang lain. Interaksi dibutuhkan individu untuk mengevaluasi hal yang telah dilakukan dan mengeksperikan perhatiannya terhadap orang lain. Pada proses interaksi sosial, individu akan berbagi informasi dan feedback dengan orang lain untuk mencari kenyamanan agar mendapat kesamaan batin, atau disebut sebagai shared reality. Shared reality yang dilakukan membutuhkan keterampilan komunikasi dan akan berbeda pada setiap orang. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan shared reality laki-laki dan perempuan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan pada penelitian ini adalah masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh nilai t=-3,719, p=< 0,05. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan shared reality antara laki-laki dan perempuan. Perempuan melakukan shared reality cenderung lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan karena perempuan lebih mampu untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain di lingkungan sekitar. Sementara laki-laki akan lebih senang dengan kegiatan yang berhubungan dengan kompetisi
Stres infertilitas dan kepuasan pernikahan
Penelitian terdahulu menunjukkan perbedaan hasil terkait korelasi antara stres infertilitas dan kepuasan pernikahan. Perbedaan hasil penelitian tersebut memunculkan pertanyaan peneliti mengenai bagaimana sesungguhnya kaitan antara stres infertilitas dengan kepuasan pernikahan. Penelitian ini dilakukan untuk memastikan korelasi antara stres infertilitas dan kepuasan pernikahan pada perempuan yang belum memiliki anak. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional. Populasi penelitian adalah perempuan menikah yang belum memiliki keturunan di Bali. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 119 perempuan infertil dengan rentang usia 20-40 tahun, telah menikah lebih dari satu tahun, belum memiliki anak, sedang tidak dalam program penundaan kehamilan atau penggunaan alat kontrasepsi, serta bertempat tinggal di Bali. Pengukuran stres infertilitas dilakukan dengan COMPI Fertility Problem Stress Scale yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan terdiri atas 9 aitem. Pengukuran kepuasan pernikahan menggunakan ENRICH Marital Satisfaction Scale yang terdiri atas 15 aitem. Hasil uji korelasi dengan menggunakan Spearman’s rho menunjukkan nilai signifikasi 0.000 (p<0,01) dengan koefisien korelasi sebesar r=-0.361. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan ada korelasi negatif yang sangat siginifikan antara stres infertilitas dan kepuasan pernikahan
Peer support dan career decision making self-efficacy pada mahasiswa tingkat akhir di Malang
Mahasiswa tingkat akhir seringkali memiliki Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) yang cenderung rendah. Sementara CDMSE penting bagi mahasiswa, khususnya di tingkat akhir karena dapat berpengaruh terhadap kepercayaan diri individu dalam mencapai karirnya di masa depan. Salah satu faktor yang dianggap memiliki kaitan dengan CDMSE adalah Peer Support. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara peer support dan CDMSE pada mahasiswa tingkat akhir di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 401 mahasiswa tingkat akhir di Kota/Kabupaten Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling yaitu incidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala peer support yang terdiri dari 17 item (&alpha;=0,896) dan skala career decision making self-efficacy menggunakan Career Decision Making Self Efficacy-Short Form terdiri dari 25 item (&alpha;=0,945). Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peer support dengan seluruh dimensi CDMSE pada mahasiswa tingkat akhir, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi peer support maka akan semakin tinggi CDMSE pada mahasiswa tingkat akhir, begitu pula sebaliknya
Dukungan sosial teman sebaya dan problem focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa
This study aims to examine the relationship between peer social support and problem-focused coping with academic stress on psychology students at Ahmad Dahlan University, Yogyakarta. This study uses a quantitative method with a cluster random sampling technique. Collecting data using academic stress scale, peer social support scale, and problem-focused coping scale. The number of subjects who participated in this study consists of 83 students in the seventh semester from the Faculty of Psychology, Ahmad Dahlan University, Yogyakarta. The analysis used is multiple linear regression. The results of the major hypothesis test showed that peer social support and problem-focused coping had a very significant relationship with academic stress with R=0.402 and p=0.001 (p<0.01). Peer social support and problem-focused coping provide an effective contribution of 16% to academic stress. The first minor hypothesis testing showed that peer social support had a very significant negative relationship with academic stress with a significance level of p=0.008 (p<0.01) with a partial correlation value of -0.292. Peer social support provides an effective contribution of 9.169% to academic stress. Testing the second minor hypothesis showed that problem-focused coping had a significant negative relationship with academic stress with a significance level of p=0.023 (p<0.05) with a partial correlation value of -0.251. Problem-focused coping gave an effective contribution of 6.941% to academic stress
Peran motivasi belajar dan kualitas tidur terhadap konsentrasi belajar pada siswa SMP 2 Sleman
Konsentrasi belajar yang baik memungkinkan siswa untuk meraih prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa dengan konsentrasi belajar buruk. Secaa teoritis, konsentrasi belajar dapat dipengaruhi oleh motivasi belajar dan kualitas tidur. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada siswa SMPN 2 Sleman. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan crossectional study. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Sleman berjumlah 208 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 169 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar, skala konsentrasi belajar dan skala kualitas tidur. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji Hipotesis menunjukan p value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Temuan penelitian menunjukkan sebagian besar sampel memiliki konsentrasi belajarpada kategori sedang dan tinggi dengan jumlah relatif sama, begitupula dengan kualitas tidur dan motivasi belajar yang berada pada kategori sedang. Kesimpulannya, kualitas tidur dan motivasi belajar memiliki peranan terhadap konsentrasi belajar siswa sebesar 26,9%, sedangkan 73,1% dipengaruhi oleh faktor lain
Konsep husnuzan bagi kesehatan mental di masa pandemi Covid-19
Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan individu, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Banyaknya kasus positif Covid-19 dan korban jiwa yang berjatuhan dapat berpengaruh terhadap gangguan kesehatan mental individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep husnuzan untuk mencapai kesehatan mental di masa pandemi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsep husnuzan dapat menjadi cara atau upaya dalam menjaga kesehatan mental individu di masa pandemi
Persepsi terhadap kualitas kohesivitas kelompok sebagai prediktor social loafing mahasiswa Universitas Hasanuddin di Masa Pandemi
Riset preliminari tentang tingkat social loafing mahasiswa Universitas Hasanuddin di masa pandemi menunjukkan social loafing mahasiswa cenderung berada pada kategori sedang mengarah pada tinggi. Hal tersebut perlu mendapat perhatian lebih, mengingat cukup banyak agenda (kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler) sebagai mahasiswa yang harus dilaksanakan melalui aktivitas kelompok. Social loafing yang tinggi pada anggota kelompok akan menyulitkan capaian kelompok. Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat social loafing pada individu. Salah satunya ialah seberapa berkualitas individu mempersepsikan kohesivitas kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan besaran kontribusi persepsi kualitas kohesivitas kelompok terhadap social loafing mahasiswa Universitas Hasanuddin di masa pandemi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Hasanuddin yang diambil dari 15 fakultas. Teknik yang digunakan untuk melakukan pengambilan sampel yaitu quota sampling dengan jumlah 300 sampel. Persepsi kualitas kohesivitas kelompok diukur dengan skala kohesivitas kelompok. Sementara itu, pengukuran derajat social loafing menggunakan skala social loafing. Data yang terkumpul diolah dengan teknik analisis regresi sederhana menggunakan program SPSS versi 22. Hasil analisis menunjukkan persepsi terhadap kualitas kohesivitas kelompok memprediksi social loafing mahasiswa Universitas Hasanuddin dengan sebesar 59,7%. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kualitas kohesivitas kelompok dapat memberikan pengaruh terhadap social loafin
Apakah aktivitas di media sosial memiliki hubungan dengan psychological well-being?
Aktivitas mengakses media sosial dengan kurun waktu tertentu menjadi kegiatan yang dilakukan oleh kebanyakan dewasa muda dan memiliki risiko serta manfaat terhadap psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan aktivitas pasif dan aktivitas aktif di media sosial dengan psychological well-being pada pengguna media sosial dewasa muda. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 186 orang yang terdiri dari 135 perempuan dan 51 laki-laki dengan rentang usia 19-27 tahun. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia. Alat ukur yang digunakan ialah adaptasi Ryff’s Scales of Psychological Well-Being dan kuesioner aktivitas di media sosial. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Rank Spearman dan diolah dengan IBM SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara aktvitas di media sosial baik aktif dan pasif dengan psychological well-being. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa durasi menonton dan membaca konten serta frekuensi posting konten di media sosial tidak memiliki hubungan dengan psychological well-being. Hiburan menjadi konten yang paling banyak di akses oleh pengguna baik untuk ditonton maupun dibaca. Sementara TikTok merupakan media sosial dengan durasi yang paling lama di akses oleh dewasa muda.