Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
The role of assertiveness and self-esteem in enhancing resilience of rehabilitated adolescents drug addict
The rapid increase in adolescent drug abuse in Indonesia requires special attention to adolescent resilience against drug abuse and personal factors, such as assertiveness and self-esteem. This study aimed to investigate the role of assertiveness and self-esteem in enhancing resilience among rehabilitated adolescent drug addicts. This study employed a non-experimental quantitative approach with a correlational design. The research sample consisted of 80 individuals selected using a total sampling technique. The instruments used included the Irish Assertiveness Scale, Coppersmith Self-Esteem Inventory, and Grotberg Resilience Scale. Data analysis techniques involved descriptive statistical analysis and multiple regression analysis using SPSS software version 25. The results indicated that assertiveness significantly role the resilience of adolescent drug rehabilitation (r=0.567, p<0.05), while self-esteem also affected resilience (r=0.471, p<0.05). Furthermore, assertiveness and self-esteem jointly played a significant role in the resilience of adolescent drug rehabilitation, with an R Square value of 0.487 (p<0.05). These findings suggest that assertiveness and self-esteem can serve as strong predictors of resilience among adolescent drug addicts. Rehabilitation programs should focus on assertiveness and social skills education, as well as on developing more effective drug rehabilitation policies
Pendidikan inklusi: Tantangan dan strategi implementasinya
Kebijakan pendidikan inklusi dirumuskan berdasarkan prinsip kesetaraan agar anak berkebutuhan khusus dapat mengakses pendidikan sebagaimana anak normal lainnya di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas hambatan atau tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di sekolah serta menjabarkan strategi yang dapat diaplikasikan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Metode penelitian ini menggunakan scoping literature review. Data diperoleh dengan meninjau beberapa situs database yakni Google Scholar, Research Gate, Science Direct, dan ERIC. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi meliputi minimnya sarana penunjang pendidikan inklusi, terbatasnya pemahaman dan kompetensi yang dimiliki oleh para guru di sekolah inklusi, sistem kurikulum yang belum mengakomodasi kebutuhan ABK, stigma negatif dari masyarakat, manajemen dan sumber daya sekolah yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Sementara itu, strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi hambatan implementasi pendidikan inklusi di sekolah antara lain dengan meningkatkan kualitas in-service training (INSET) kepada guru, menyediakan kurikulum inklusi, menyelenggarakan program awareness, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses pembelajaran, keterlibatan pemerintah dalam penyediaan layanan dan fasilitas umum yang ramah bagi ABK, hingga kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholders baik secara regional, nasional, maupun internasional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan khususnya psikologi pendidikan dengan menjabarkan apa saja kendala yang masih menjadi permasalahan dalam implementasi pendidikan inklusi di tingkat sekolah. Selain itu, berbagai strategi yang telah diuraikan dapat memperkuat konsep dan temuan dari penelitian sebelumnya, serta digunakan sebagai referensi atau bahan pertimbangan dalam membuat langkah intervensi yang tepat sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi
Academic buoyancy pada mahasiswa yang menjalankan kuliah secara daring
Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada berbagai bidang kehidupan, salah satunya dunia pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi dituntut untuk menyelenggarakan pendidikan mengunakan metode dalam jaringan (daring). Adanya academic bouyancy pada diri mahasiswa diduga akan lebih dapat membantu mereka menghadapi kemunduran dan tantangan yang dihadapi selama perkuliahan secara daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaram academic buoyancy di dalam diri mahasiswa, terutama dalam menghadapi tantangan perkuliahan secara daring. Penelitian ini mengunakan pedekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Variabel academic buoyancy diukur mengunakan skala academic buoyancy. Partisipan pada penelitian ini adalah 200 orang mahasiswa yang menjalankan pembelajaran daring. Teknik sampling yang digunakan adalah insidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic buoyancy pada mahasiswa yang menjalankan pembelajaran daring dominan berada pada kategori rendah (58,5%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang menjalankan pembelajaran daring masih memiliki ketangguhan yang rendah dalam menghadapi tantangan perkuliahan sehari-hari.
Pengaruh dukungan sosial dan regulasi diri terhadap resiliensi mualaf
Ketika menjalani proses sebagai mualaf, individu dihadapkan pada berbagai tantangan. Sementara tantangan, perubahan dan kesulitan yang dialami dapat berdampak pada terpuruknya psikologis individu, sehingga diperlukan kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi dengan lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan regulasi diri terhadap resiliensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi penelitian ini adalah mualaf di JABODETABEK dengan sampel berjumlah 203 mualaf yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan CD-RISC, PSC, dan SRQ. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda menunjukkan secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan dari dukungan sosial dan regulasi diri terhadap resiliensi mualaf sebesar 27%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial dan regulasi diri berpengaruh terhadap resiliensi mualaf
Hubungan antara religiusitas dan ketakutan akan kegagalan dengan kecurangan akademik pada siswa/i SMA di Sekolah X
Kecurangan akademik adalah perbuatan yang tidak jujur dalam proses pendidikan di mana individu melakukan berbagai cara yang dilarang untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang diinginkan. Kecurangan akademik dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter yang negatif pada diri individu, meliputi perilaku yang tidak jujur dan sering melakukan pelanggaran etika dan ikatan sosial. Religiusitas dan ketakutan akan kegagalan dapat dikaitkan dengan kecurangan akademik. Religiusitas memiliki peran dalam membentuk moral pada diri individu. Sementara ketakutan akan kegagalan dapat membuat individu berupaya melakukan segala cara agar dapat terhindar dari kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan ketakutan akan kegagalan dengan kecurangan akademik pada siswa/i SMA di Sekolah X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Jumlah partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 348 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Religiosity Scale (DR Scale), The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI), dan Academic Dishonesty Scale. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan kecurangan akademik memiliki hubungan sebesar r=-0,116 (p<0,05). Sementara itu, ketakutan akan kegagalan memiliki hubungan sebesar r=0,172 (p<0,05) dengan kecurangan akademik. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecurangan akademik dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketakutan akan kegagalan dengan kecurangan akademik
Self-acceptance perempuan dengan infertilitas
Belum hadirnya anak memunculkan tekanan psikologis, yang dapat diatasi dengan coping. Studi terdahulu menunjukkan coping dilakukan dengan menghindar. Hal ini menunjukkan belum terwujudnya penerimaan diri. Dua studi terdahulu menunjukkan perempuan dengan infertilitas memiliki penerimaan diri negatif dan positif. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan mengenai tingkat penerimaan diri perempuan dengan infertilitas. Tujuan penelitian adalah mengkaji tingkat penerimaan diri perempuan dengan infertilitas. Penerimaan diri diukur dengan Unconditional Self-Acceptance-short scale (USAQ-short Scale). Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Sampel adalah perempuan menikah minimal satu tahun dan belum memiliki keturunan. Sebanyak 68 sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan 2,9% subjek berkategori rendah, 27,9% berkategori sedang, dan 69,1% berkategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perempuan dengan infertilitas mampu menerima diri sendiri. Hasil penelitian menjadi acuan penelitian selanjutnya mengenai intervensi penerimaan diri bagi perempuan dengan infertilitas.
Pengetahuan kesehatan reproduksi dan intensitas menonton tayangan pornografi dengan perilaku seksual remaja di Yogyakarta
Saat ini kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja menunjuk pada usia yang semakin muda. Hal tersebut memberikan isyarat pentingnya pengetahuan reproduksi dan pemahaman mengenai bahayanya pornografi bagi anak dan remaja agar dapat terhindar dari perilaku seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran pengetahuan kesehatan reproduksi dan intensitas menonton tayangan pornografi terhadap perilaku seksual remaja. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku seksual, tes pengetahuan kesehatan reproduksi dan skala intensitas menonton tayangan pornografi. Partisipan pada penelitian ini adalah 164 remaja akhir dan dewasa awal yang berusia 18-24 tahun, serta berdomisili di kota Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi dan intensitas menonton pornografi, memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual R=0,454 dengan taraf signifikansi dari koefisien nilai F diperoleh p=0,000 (p<0,01). Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual dengan koefisien korelasi sebesar r=-0,406 dan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Hasil korelasi antara intensitas menonton tayangan pornografi dengan perilaku seksual diperoleh koefisien korelasi r=0,432 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi maupun intensitas menonton tayangan porno memberikan peran bagi tinggi atau rendahnya perilaku seksual
Kesepian dan motivasi akademik mahasiswa
Kebijakan physical distancing yang diterapkan pemerintah tempo waktu rupanya masih berdampak pada kondisi kesepian di masa kini. Perasaan terisolasi dan terasing pasca pandemi Covid-19 berisiko menyebabkan siswa mengalami kesepian. Banyak studi telah menunjukkan bahwa kesepian membahayakan kesehatan fisik maupun mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian dengan motivasi berakademik mahasiswa UNY. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Jumlah sampel yang didapat sebesar 132 mahasiswa, dengan 35 laki-laki dan 97 perempuan. Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima. Kesepian memiliki hubungan sebesar -0,297 (p<0,01) dengan motivasi intrinsik, -0,315 (p<0,01) pada motivasi ekstrinsik, dan -0,377 (p<0,01) pada amotivasi akademik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara kesepian mahasiswa dengan motivasi akademik, baik dalam dimensi intrinsik, ekstrinsik maupun amotivasi. Ditemukan pula bahwa kesepian mahasiswa terpusat pada kategori kesepian sedang, motivasi intrinsik dan ekstrinsik pada kategori sangat tinggi, serta amotivasi pada kategori sangat rendah
Grit sebagai mediator pengaruh growth mindset terhadap work engagement pada guru di sekolah penggerak XYZ
Guru di sekolah penggerak memiliki tantangan untuk melakukan continuous improvement, sehingga diperlukan engagement sebagai kunci keberhasilan sekolah penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran grit sebagai mediator pengaruh growth mindset terhadap work engagement pada guru di sekolah penggerak XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah guru di sekolah penggerak XYZ. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Sampel penelitian adalah 197 guru sekolah penggerak XYZ. Pada penelitian ini work engagement diukur dengan Utrecht Work engagement Scale-9 (UWES-9), growth mindset diukur dengan Growth Mindset Scale, grit diukur dengan Short Grit Scale. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yakni analisis deskriptif dan Process Hayes Model 4. Hasil membuktikan grit dapat berperan sebagai mediator pada pengaruh growth mindset terhadap work engagement (indirect effect=0,2152, SE=0,0501, LLCI=0,1180, ULCI=0,3157). Dengan demikian guru diharapkan dapat mengembangkan growth mindset guna meningkatkan grit dan work engagement sehingga tujuan pada program sekolah penggerak dapat dicapai
Dinamika proses penerapan pembelajaran daring di Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang
Pembelajaran daring merupakan suatu keniscayaan pada perguruan tinggi dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0 di mana integrasi pemanfaatan teknologi dan internet yang begitu masif sehingga telah mengubah perilaku dan indikator kompetensi kelulusan Pendidikan Tinggi. Secara masif, UIN Raden Fatah Palembang telah melaksanakan pembelajaran daring (virtual learning) saat memasuki masa pandemi Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pelaksanaan pembelajaran daring (virtual learning) di Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan yaitu 6 dosen dan 5 mahasiswa digali menggunakan indept interview serta 141 mahasiswa dengan menggunakan kuesioner terbuka sebagai pengumpul data penelitian. Data penelitian diolah menggunakan teknik model interaktif yang meliputi proses reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian memperlihatkan pelaksanaan pembelajaran daring di Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang menujukkan dinamika perkembangan yang konstruktif. Dosen dan mahasiswa secara serentak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan iklim pembelajaran yang masif. Kondisi ini diikuti dengan pengembangan proses berpikir kreatif dan inovatif serta peningkatan resiliensi dalam menghadapi sejumlah tantangan pembelajaran daring. Oleh sebab itu, dalam rangka praktik pedagogik berkelanjutan, pembelajaran daring senantiasa memerlukan optimalisasi yang melibatkan dosen, mahasiswa, staf administrasi, dan institusi sebagai pemeran utama yang menentukan peningkatan kualitas pembelajaran daring.