Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Not a member yet
    101 research outputs found

    The influence of social support on students’ academic resilience through self-efficacy

    Get PDF
    Students who can maintain their abilities and function competently throughout their educational journey until completion are considered resilient. To become a resilient student, several attributes are necessary, both internal and external. Internally, self-efficacy the belief in one’s ability to complete tasks and fulfill obligations is crucial. Externally, social support from family, friends, and significant others plays a vital role. This study aims to examine the effect of social support on students’ academic resilience, with self-efficacy serving as a mediating variable. This study employs a quantitative methodology involving a sample of 270 students from a private university in Medan, with participants aged between 21 and 27 years. The instruments utilized in this research included the MSPSS scale, the General Self-Efficacy Scale, and the Academic Resilience Scale. Mediation analysis conducted using PLS-SEM4 showed that self-efficacy significantly mediates the relationship between social support and academic resilience, as indicated by a t-statistic of 4.440 (greater than 1.96) and a p-value of 0.000 (less than 0.05). This study's findings suggest that self-efficacy partially mediates the relationship between social support and academic resilience among students. Specifically, students who receive strong social support and possess high self-efficacy are more likely to confront their challenges and fulfill their academic responsibilities, ultimately developing resilient students

    The dynamics of risk and protective factors that shape resilience in low socioeconomic students

    Get PDF
    Bidikmisi students typically originate from low socioeconomic backgrounds and encounter a variety of risk factors that impede their ability to meet the requirements of the Bidikmisi scholarship, particularly in financial terms. This study utilized a qualitative collective case study methodology to investigate the pathways leading to educational resilience by examining the interplay of protective and risk factors, which are hypothesized to differ between “resilient  (n=15) and “non-resilient” (n=10) students, as determined by their Grade Point Average (GPA) and engagement in non-academic activities. Purposive sampling was employed to select Bidikmisi students based  on specific criteria. Data were gathered through in-depth interviews with third-year Bidikmisi students and were analyzed using the Social Ecological and Doughnut Resilience frameworks. The findings revealed that, in addition to financial constraints, students faced several other risk factors, including inadequate learning facilities, social barriers, social pressure, familial issues, motivation deficits, personal traits, learning difficulties, and physical and psychological health challenges. Conversely, protective factors were identified within parental support, skill development, family and identity, education, peer relationships, community engagement, and financial resources

    Pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

    Get PDF
    Sejak ataupun setelah pandemic Covid-19, mahasiswa kedokteran banyak merasakan perubahan besar dalam proses pembelajaran yang dilakukan di Fakultas Kedokteran. Perubahan tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat berdampaak pada academic burnout mereka. Penelitian ini bertujuan memberikan data empiris mengenai pengaruh resiliensi terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode korelasi. Partisipan penelitian sebanyak 220 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen psikologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dengan menjadikan skala Connor-Davidson Resiliensi Scale (CD-RISC) sebagai referensi dalam pembuatan alat ukur yang baru dan yang kedua skala academic burnout. Pada pembuatan alat ukur yang kedua ini, peneliti menggunakan skala adaptasi yang disusun oleh Schaufeli yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor resiliensi  mempengaruhi academic burnout sebesar 51,3%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel resiliensi terhadap variabel academic burnout bersifat negatif, artinya semakin tinggi resiliensi dari mahasiswa Kedokteran maka academic burnout akan semakin rendah

    Perfectionism and academic procrastination in students working on their thesis at University X in Medan City: The role of fear of failure as a mediator

    Get PDF
    Students face significant academic demands when completing their final projects, which often leads to feelings of reluctance and postponement to do the final project. This study aims to examine the role of fear of failure as a mediator in the relationship between perfectionism on the procrastination among students working on their theses. Employing a quantitative approach, this research utilizes a cross-sectional study method. The sampling technique applied in this study is cluster random sampling, involving a total of 358 participants from one of the universities in Medan City. The research instruments used include the APS-S scale, the multidimensional perfectionism scale, and the fear of failure scale. The results of mediation analysis using Structural Equation Modelling (SEM) with the PLS-SEM 3.0 program showed that fear of failure significantly mediated the influence of perfectionism on academic procrastination in students with t-Statistic= 8.866>1.96 and p-Values=0.000<0.05. These findings imply that fear of failure amplifies the tendency of perfectionist students to avoid situations that may lead to mistakes or failures, consequently resulting in delays in completing their theses. It is better for them to develop a growth mindset by shifting the focus from outcomes to the learning process and setting realistic goals will help students reduce academic procrastination

    Meningkatkan enterpreneurial leadership pada mahasiswa melalui experiential learning team project

    Get PDF
    Entreprenurial leardership di Indonesia masih rendah dan perlu diupayakan untuk peningkatannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi dengan desain one group pretest-posttest design yang memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode experential learning team project untuk meningkatkan entrepreneurial leardership pada mahasiswa. Responden penelitian ini sebanyak 32 orang dipilih dengan metode purposive sampling dengan karakteristik mahasiswa psikologi yang belum pernah mengambil mata kuliah psikologi komunitas dan sociopreneurship, serta perkuliahan secara tatap muka di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experential learning team project dapat meningkatkan entrepreneurial leadership mahasiswa (t=-14,15, p<0,05). Artinya, intervensi melalui metode experential learning team project mampu memberikan dampak positif dalam mengembangkan keterampilan enterpreneurial leadership di kalangan mahasiswa psikologi. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan   experential learning team project dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas entrepreneurial leadership di lingkungan pendidikan tinggi.

    Peran work engagement sebagai mediator antara psychological capital terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan perguruan tinggi

    Get PDF
    Organisasi Perguruan Tinggi membutuhkan karyawan dengan organizational citizenship behavior yang baik sehingga bersedia melakukan peran lebih untuk menunjang kinerja organisasi dalam memberikan layanan. Penelitian ini bertujuan meneliti peran work engagement sebagai mediator antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior karyawan Perguruan Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel pada penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling dengan karakteristik yaitu karyawan yang bekerja pada bidang administratif universitas X, berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, dan telah bekerja pada bidang tersebut selama lebih dari 1 tahun. Pengambilan data melalui self-report secara daring dengan Google Forms dan diperoleh sebanyak 131 data. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan regresi Hayes Process Macro model mediasi 4 menggunakan SPSS versi 20. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa work engagement memediasi secara psychological capital dengan organizational citizenship behavior, nilai koefisien regresi mediasi sebesar 0.110 (p < 0.01). Berdasarkan temuan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa karyawan Perguruan Tinggi dengan work engagement tinggi akan lebih mampu melakukan organizational citizenship behavior yang baik untuk peningkatan pelayanan yang pada akhirnya membawa kemajuan bagi Perguruan Tinggi, sedangkan psychological capital memegang peran penting dalam menjaga tingkat work engagement agar tetap tinggi

    Alexithymia dengan adult attachment: Sampel pada penyintas kekerasan dalam rumah tangga yang sedang berpacaran

    Get PDF
    Attachment pada dewasa biasanya ada pada pasangan yang berperan sebagai figur lekat yang dikenal dengan adult attachment. Penelitian ini ingin menguji hubungan antara alexithymia dengan adulth attachment pada anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sedang dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui uji korelasional. Populasi penelitian berusia 18-40 tahun, sedang berpacaran, pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga saat usia di bawah 18 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel penelitian sebanyak 108. Alat ukur yang digunakan yaitu alexithymia dan adulth attachment. Alexithymia terdiri dari tiga dimensi yaitu difficulty identifying feelings, externally oriented cognitive style of thinking, difficulty describing feeling. Variabel adulth attachment terdiri dari dua dimensi yaitu anxious attachment dan avoidance attachment. Berdasarkan uji korelasi dengan Spearman Rank antara alexithymia dengan anxious attachment diperoleh nilai r sebesar 0,205 dan nilai p sebesar 0,034 (p<0,05) yang bermakna terdapat hubungan positif. Berikutnya antara alexithymia dengan avoidance attachment diperoleh nilai r sebesar 0,205 dan nilai p sebesar 0,004 (p< 0,05) yang bermakna terdapat hubungan positif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara alexithymia dengan anxious attachment, begitupula terdapat hubungan positif antara alexithymia dengan avoidance attachment

    Academic buoyancy training to improve school engagement for high school students in Cimahi

    Get PDF
    High school students are more susceptible to feelings of boredom in their learning due to the increasingly complex academic expectations that arise during adolescence, which can lead to a decrease in school engagement among students. This study aims to determine the impact of academic buoyancy training on enhancing school engagement. The research employed an experimental method utilizing a purposive sampling technique to select a sample of 37 grade XI students from Santa Maria 3 High School in Cimahi City, all of whom exhibited low levels of school engagement. The intervention consisted of academic buoyancy training provided to 18 low-engaged students, while 19 students were assigned to a control group. Following the intervention, school engagement data were analyzed using the SPSS 25.0 software, employing differential test analysis techniques, specifically the Mann-Whitney U and Wilcoxon Rank statistical tests. The results indicated that the academic buoyancy training intervention significantly improved school engagement among high school students. Furthermore, the effect size analysis revealed that the academic buoyancy training intervention had a moderate impact on enhancing school engagement in this population

    Analisis flourishing pada mahasiswa Prodi X Universitas Y di era kampus merdeka

    Get PDF
    Kesejahteraan mental tertinggi diistilahkan sebagai flourishing dalam kajian psikologi positif. Artinya setiap individu mengalami pertumbuhan mental terbaik dalam suatu kondisi dan situasi. Flourishing mahasiswa pada era Kampus Merdeka merupakan topik yang menarik untuk dikaji sebab hal ini dipengaruhi oleh transisi dari pandemi Covid-19. Perubahan tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi flourishing mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat flourishing mahasiswa  Prodi X Universitas Y pada era penerapan sistem Kampus Merdeka.  Penelitian dilakukan secara cross sectional study dengan desain deskriptif kuantitatif.  Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Prodi X  Universitas Y semester 2, 4, 6, dan 8. Sampel penelitian ini terdiri atas 60 mahasiswa prodi X yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Penilaian flourishing dilaksanakan sesuai teori PERMA profiler, menggunakan data primer yang berasal dari hasil pengisian kuesioner. Hasil penelitian menggambarkan bahwa tidak ditemukan mahasiswa Prodi X Universitas Y yang berada dalam kategori flourish. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebanyak 100% mahasiswa masih dikategorikan tidak flourish. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan mental mahasiswa masih belum terpenuhi, baik dari aspek emosi positif, ketertarikan, hubungan, kebermaknaan, dan pencapaian

    Peran hubungan orangtua-anak terhadap pembentukan regulasi emosi: Scoping review

    Get PDF
    Regulasi emosi yang dimiliki akan memengaruhi pemahaman seseorang pada situasi sosial tentang bagaimana bersikap dan berperilaku secara tepat.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  hubungan orangtua-anak terhadap pembentukan regulasi emosi dengan menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel menggunakan databased dari Scopus dengan waktu penelitian antara Januari 2020 sampai September 2023. Pencarian literatur dengan menggunakan Booleon operators “AND”. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian yaitu “parent-child relationship” AND “emotion regulation” dan menghasilkan 17 artikel terpilih. Hasil studi ini merangkum temuan tentang bagaimana hubungan orangtua-anak  yang dibangun dalam berbagai tahap perkembangan kehidupan serta faktor yang berpengaruh terhadap regulasi emosi anak. Simpulan studi menunjukkan bahwa hubungan orangtua-anak berperan terhadap pembentukan regulasi emosi anak dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menguatkan peluang dalam membantu orangtua untuk meningkatkan keterampilan membangun hubungan dengan anak agar memiliki kemampuan meregulasi emosi

    88

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇