Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Kontribusi Argumentasi Ilmiah dalam Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis
Berpikir kritis merupakan interpretasi dan evaluasi yang terampil dan aktif terhadap hasil observasi dan komunikasi, informasi dan argumentasi. Sementara argumentasi merupakan aktivitas verbal, sosial dan rasional yang bertujuan untuk meyakinkan kritik yang masuk akal tentang suatu pandangan yang dapat diterima. Tujuan yang paling penting dalam pendidikan sains adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam konteks khusus sains. Artikel ini membahas mengenai konsep pembelajaran sains berbasis argumentasi ilmiah dan hubungannya dengan inkuiri, kontribusi argumentasi pada keterampilan berpikir kritis dan karakteristik proses berpikir kritis melalui argumentasi. Ciri utama dalam berpikir kritis, yaitu memutuskan tentang suatu keyakinan, merupakan sebuah argumen, dengan cara menilai argumen orang lain dan mengembangkan argumennya sendiri. Argumentasi memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dengan karakteristik yang khas, yaitu menilai sumber informasi, mengevaluasi argumen dan menghasilkan argumen serta mempresentasikannya. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi pijakan teoritis bagi peneliti dan praktisi pendidikan sains dalam mengimplementasikan dan mengases argumentasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis, baik secara terpisah, maupun kombinasi keduanya.  
Pendidikan Literasi pada Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan literasi pada pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren Nurul Huda. Teori yang digunakan adalah teori literasi Tylaar bahwa literasi meliputi empat ketrampilan berbahasa. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendidikan literasi di pontren tercermin dalam lima metode pembelajaran yaitu; makanani (terjemahan tatabahasa), bandongan (memaknai teks dengan panduan guru secara bersama-sama/kelompok besar), sorogan (presentasi individu terkait suatu materi), musyawarah (diskusi), dan muhafadoh (hafalan)
Analisis Efisiensi Teknis Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, serta sarana dan prasarana lima TPI di Kabupaten Bantul. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis efisiensi DEA (Data Envelopment Analysis) dengan variabel input (jumlah karyawan TPI, jumlah nelayan, jumlah bakul, jumlah kapal, luas lantai lelang TPI, jumlah keranjang ikan dan jumlah timbangan) dan variabel output (jumlah produksi dalam satu tahun), analisis efisiensi metode produktivitas dan analisis sarana dan prasarana (Permen KP No.52A/KEPMEN-KP/2013). Hasil analisis efisiensi DEA menunjukkan bahwa lima TPI di Kabupaten Bantul memiliki skor efisiensi 100%, sedangkan hasil analisis efisiensi menggunakan metode produktivitas hanya TPI Depok yang memiliki efisiensi paling tinggi. Hasil analisis sarana dan prasarana menunjukkan bahwa di semua TPI belum tersedia penampungan pengolahan limbah, peringatan larangan masuk untuk kendaraan berasap dan binatang yang dapat mempengaruhi mutu hasil perikanan, serta peringatan larangan merokok, meludah, serta makan dan minum
Instrumen Asesmen Pedagogical Content Knowledge dalam Konteks Pengembangan Keterampilan Komunikasi Saintifik pada Pembelajaran Fisika
Artikel ini bertujuan mengembangkan instrumen pedagogical content knowledge (PCK) calon guru fisika dalam konteks pengembangan keterampilan komunikasi saintifik melalui pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development Research (DDR) dengan tahapan perencanaan, produksi dan evaluasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah dua puluh satu mahasiswa calon guru fisika di salah satu LPTK di Sumatera Selatan dan tujuh dosen pada Program Studi Pendidikan Fisika. Instrumen yang dikembangkan berbentuk task (matriks PCK) dan rubrik penilaian matriks PCK dalam konteks pengembangan keterampilan komunikasi saintifik. Kelayakan rubrik diuji dari segi validitas, reliabilitas (konsistensi) dan praktibilitas. Berdasarkan uji kelayakan yang dilakukan, rubrik yang dikembangkan memenuhi syarat validitias yang baik dimana diperoleh indeks CVR sebesar 1. Rubrik juga memenuhi syarat reliabilitas yang memadai berdasarkan uji statistik Intraclass Correlation Coefficients (ICC) dan indeks Kendall’s Coefficient Concordance W. Indeks ICC mapun indeks Kendall W diperoleh pada rentang sedang dan tinggi. Partisipan menyatakan rubrik yang dikembangkan bermanfaat, mudah digunakan meskipun membutuhkan alokasi waktu yang lebih banyak dalam menggunkan rubrik. Dengan demikian instrumen yang dikembangkan layak digunakan untuk menilai PCK calon guru fisika dalam konteks pengembangan keterampilan problem solving siswa
The Effectiveness of Guess Tool Game to Teach Vocabulary to the Eighth Grade Students at MTs Negeri in OKU Timur
This article was experimental research, entitled “The Effectiveness of Guess the Tool Game to Teach Vocabulary to the Eighth Students at MTs Negeri in OKU Timur”. The writer used true experimental design. The objective this study was “to find out whether Guess the Tool Game is effective or not to teach vocabulary to the Eighth Grade Students’ at MTs Negeri in OKU Timur. The Populations were all eighth-grade students at MTs Negeri in OKU Timur with total number of 165 Students. The samples were class VIII.1 and class VIII.3. It divided into two class, experimental class and control class. The sample of this research was taken by using cluster random sampling. And independent t-test used for analyzing the data. Based on result analysis, t-obtained mean differences between post-test of experimental class and post-test of control class. From the analyzing the data, and obtained the t-obtained was higher than critical value of t-table. For t-obtained 4.83 and t-table was 1.999. Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected and alternative hypothesis (Ha) was accepted. It meant that the use of Guess the Tool Game was effective to teach vocabulary to the eighth-grade students at MTs Negeri in OKU Timur
Kajian Aksiologi Metode STIFIn dalam Pemetaan Mesin Kecerdasan Manusia
Metode STIFIn ini merupakan penerapan dari konsep STIFIn yang mengkompilasi dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu sumberdaya manusia. Cara mengetahui mesin kecerdasan ini dengan STIFIn Fingerprint, sebuah tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari untuk mendapatkan sidik jari dengan alat fingerprint. Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan seseorang yang diberinama STIFIn yang merupakan singkatan dari sensing (disingkat S), thinking (disingkat T), intuiting (disingkat I), feeling (disingkat F), insting (disingkat In). Dengan menggunakan metode kajian literatur menganalisis bahwa keberadaan mesin kecerdasan dan kepribadian genetik ini mendorong pengembangan potensi kecerdasan manusia yang lebih efektif. Pandangan studi aksiologis metode STIFIn perlu dipelajari secara lebih mendalam, terutama penggunaannya dalam bidang pendidikan
Penerapan Program Gen Aktif (Generasi Anti Kekerasan, Narkoba, dan Zat Adiktif Lainnya) pada Pelajar Kota Ternate
Kota Ternate adalah pusat pelajar di Provinsi Maluku Utara. Beberapa kasus kekerasan dan pengedaran narkoba di Kota Ternate sangat meresahkan pihak orangtua dan sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pihak sekolah dan pelajar dalam mencegah kekerasan dan penyebaran anrkoba dengan mengintegrasikan suatu model pengabdian GEN AKTIF dalam ekstrakurikuler. Dua sekolah model digunakan sebagai mitra yakni SMP IT Albina Ternate dan SMA Nurul Hasan Kota ternate. Pelaksanaan IbM dimulai dengan kegiatan sosialisasi Anti Narkoba berupa Olimpiade Anti Narkoba untuk pelajar SMA Sekota Ternate. Tahapan kedua ialah pendempingan mengenai GEN AKTIF dan penyuluhan anti narkoba, anti kekerasan dan anti aids. Pendampingan mengambil waktu selama empat bulan yang dilaksanakan disekolah masing-masing. Selanjutnya evaluasi oleh tim pengabdi. Semua rangkaian usulan tersebut dapat dilakukan dengan program IbM pelajar Kota Ternate dalam GEN AKTIF (Generasi anti kekerasan, narkoba dan zat adiktif). Rangkaian program melibatkan siswa secara langsung dalam mengelola kegiatan dan pembentukan model komunitas sekolah bernuansa anti kekerasan dan narkoba dikalangan pelajar. Akhir program, tim mendapatkan perubahan pengetahuan peserta baik dari SMP maupun SMA tentang narkoba, aids dan kekerasan, yakni : pengetahuan peserta SMA rata-rata meningkat dari 30% menjadi 67%; peserta SMP meningkat dari 22% menjadi 61% pada tes akhir. Respon peserta juga menyatakan bahwa 100% peserta senang dengan kegiatan ini, dan 93% peserta mendapat pengalalan baru dan bermanfaat bagi masa depan
Analisis Kualitas Soal Perlombaan Matematika Tingkat SMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas soal perlombaan matematika tingkat SMA sederajat berdasarkan analisis butir soal secara kuantitatif dan sebagai bahan masukan untuk perbaikan soal perlombaan matematika yang akan datang Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini teknik menggumpulkan data adalah dokumen soal yang digunakan pada saat kompetisi matematika yang diadakan oleh program studi pendidikan matematika Universitas Indraprasta PGRI. Objek penelitian ini adalah soal (termasuk kunci jawaban) dan lembar jawaban soal yang dikerjakan peserta. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh soal dan jawaban pada kompetisi matematika yang berjumlah 109 peserta.Hasil analisis butir soal secara kuantitatif terbagi menjadi empat yaitu a) Ditinjau dari validitas, b) Ditinjau dari reliabilitas, c) Ditinjau dari daya beda dan 4) Ditinjau dari tingkat kesukaran
Efektivitas Penggunaan Multimedia Interaktif Materi Kalor Berorientasi Peta Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Atas
Artikel ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan model multimedia pembelajaran fisika berorientasi peta kompetensi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di provinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas penggunaan multimedia interaktif (MMI) dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa SMA khususnya pada materi kalor. Penelitian eksperimen ini menggunakan randomized control group pretest-posttest design dengan sampel siswa kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Halmahera Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui tes yakni uji kompetensi siswa yang berisi kemampuan yang diujinasionalkan terkait materi kalor. Hasil perhitungan Effect Size menunjukkan bahwa besarnya Cohen’s d effect size antara kelas eksperimen 1 dengan kelas kontrol sebesar 3,7 (tinggi) dan antara kelas eksperimen 2 dengan kelas kontrol sebesar 0,7 (sedang). Hal ini berarti bahwa penggunaan MMI secara signifikan efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa pada kemampuan yang diujinasionalkan khususnya pada materi kalor. Besarnya effect size menunjukkan bahwa implementasi MMI lebih efektif jika digunakan dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran tertentu dalam hal ini model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD)
Profil Analisis Kebutuhan Modul Ajar pada Perkuliahan Model Pembelajaran IPA di SD Bagi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Model pembelajaran IPA di sekolah dasar merupakan salah satu mata kuliah yang membekalkan keterampilan dasar bagi seorang calon guru yang meliputi berbagai model pembelajaran IPA yang diterapkan disekolah dasar. Pada kenyataanya ada banyak hambatan dalam proses pembelajaran. Karenanya dilakukan berbagai upaya untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam perkuliahan ini sehingga setiap mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dapat mengaplikasikan ilmunya dengan bekal yang cukup. Penelitian ini merupakan langkah perbaikan sistem perkuliahan yaitu perbaikan bahan ajar yang digunakan. Tahap awal yang dilakukan adalah menganalisis kebutuhan modul yang diperlukan oleh mahasiswa meliputi perlu dan tidaknya modul dibuat, bentuk modul yang diharapkan, cakupan isi dan sebagainya. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD di Universitas djuanda Bogor (N=30) dengan menyebarkan angket yang mencakup tingkat pemahaman materi dan analisis kebutuhan modul. Berdasarkan data dari angket, didapatkan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap materi masih tergolong rendah, sedangkan modul yang memenuhi kriteria baik, menarik dan memudahkan pembelajaran sangat dibutuhkan oleh mahasiswa