Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Not a member yet
155 research outputs found
Sort by
PENENTU PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA
Potensi kekayaan sumber daya alam menjadikan sektor pertanian sebagai penyumbang ekonomi yang baik. Dilakukannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui penentu laju pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia tahun 1988 - 2021. Penggunaan metode kuantitatif dan dukungan model analisis Error Correction Model (ECM). Didapatkan hasil bahwa bahwa luas lahan, anggaran pengeluaran pemerintah untuk sektor pertanian, penanaman modal dalam negeri untuk sektor pertanian dan ekspor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian Indonesia dalam jangka panjang. Sementara anggaran pengeluaran pemerintah untuk sektor pertanian dan ekspor pertanian berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka pendek. Namun untuk lahan pertanian dan penanaman modal untuk sektor pertanian berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian Indonesia. Selain itu, alat penunjang pertanian tidak dapat memberikan dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.Kata Kunci: Luas Lahan, Anggaran belanja Pemerintah, Bantuan Alat dan Mesin, Penanaman Modal Dalam Negeri, Ekspor, Produk Domestik BrutoJEL Klasifikasi: Q15, H61, H54, E22, F14, E0
IMPACT OF MINIMUM WAGE ON UNEMPLOYMENT AND WORKER WELFARE VIA ECONOMIC GROWTH IN WEST JAVA (2010-2021)
This study examines the impact of minimum wage policies on unemployment and worker welfare in West Java from 2010 to 2021, with a particular focus on the role of economic growth as a mediating variable. Utilizing a time series econometric approach, we analyze data from various economic indicators to understand the dynamics between these variables. The findings indicate that while minimum wage increases are associated with a reduction in unemployment, the effect is significantly mediated by economic growth, which also enhances worker welfare. This study contributes to the literature by providing empirical evidence from a developing country context and offering practical insights for policymakers aiming to balance wage growth with employment and economic stability
WHAT FACTORS CAUSE DIFFERENCES IN ECONOMIC GROWTH IN NORTH BANTEN AND SOUTH BANTEN?
This study examines the factors contributing to the economic growth imbalance between North and South Banten. Using panel data from six regencies and cities in North Banten and two regencies in South Banten for the period 2010-2020, the research employs both descriptive qualitative analysis and quantitative regression analysis. The findings reveal that in North Banten, factors such as foreign direct investment (FDI), domestic direct investment (DDI), electricity, human development index (HDI), industrial sector, and service sector positively and significantly influence economic growth. However, road infrastructure and the agriculture sector show no significant effect. In contrast, in South Banten, only the agriculture and service sectors have a positive significant impact, while FDI, DDI, road infrastructure, electricity, HDI, and the industrial sector do not significantly affect economic growth. To address the economic growth imbalance in Banten, policies should focus on enhancing investment interest, improving infrastructure, developing human resources, and maximizing key production sectors
KEMISKINAN, PENDIDIKAN, PENGANGGURAN, DAN DISPARITAS PENDAPATAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Distribusi pendapatan masyarakat yang tidak merata dapat menimbulkan masalah tambahan, seperti kemiskinan dan kecemburuan sosial di antara masyarakat, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perilaku kriminal jika tidak ditangani dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab disparitas pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang tahun 2011 hingga 2021. Analisis regresi data panel digunakan dalam penelitian kuantitatif ini. Data sekunder dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data berupa studi literatur dari sumber terpercaya seperti artikel ilmiah, jurnal, dan website pemerintah (seperti Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) yang dianggap relevan dengan tujuan kajian. Temuan menunjukkan bahwa antara tahun 2011 dan 2021, disparitas pendapatan di Daerah Istimewa Yogyakarta secara signifikan dipengaruhi oleh kemiskinan, tingkat pendidikan, dan pengangguran. Pengangguran memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan, sedangkan kemiskinan dan pendidikan keduanya memiliki pengaruh positif yang signifikan.Kata Kunci: Disparitas Pendapatan, Gini Ratio, Kemiskinan, Pendidikan, PengangguranJEL Klasifikasi: D31, D31, I32, I21, J6
ANALISIS PENGARUH PDRB, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI DKI JAKARTA
Riset yang dilakukan ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana dampak PDRB, tingkat pendidikan, dan produktivitas tenaga kerja pada penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta pada 2013-2019. Riset ini merupakan penelitan kuantitatif yang memakai data hasil publikasi dari BPS. Data yang dipakai yakni data panel, gabungan data time series berupa data tahunan dalam kurun waktu 2013-2019 serta data cross section berupa data 6 kabupaten/kota yang ada di DKI Jakarta, terdiri dari data jumlah penduduk bekerja, PDRB, dan jumlah pekerja berdasarkan pendidikan terakhir ditamatkan. Metode analisis di riset ini yaitu regresi data panel dengan metode terpilih yaitu Fixed Effect Model yang diolah memakai aplikasi Eviews 8. Hasil riset ini menunjukkan secara simultan PDRB, tingkat pendidikan dan produktivitas tenaga kerja berdampak pada penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta pada 2013-2019 dengan nilai R2 sebesar 0,996824 (99,68%). Secara parsial variabel PDRB berdampak positif signifikan sebesar 0,000741 pada penyerapan tenaga kerja. Variabel tingkat pendidikan memiliki korelasi positif tetapi tidak berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dan variabel produktivitas tenaga kerja berdampak negatif signifikan sebesar -440,8629 pada penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta pada 2013-2019.Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, PDRB, Tingkat Pendidikan, Produktivitas Tenaga Kerja JEL Klasifikasi: J21, R11, I21, J2
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN PEKERJA SEKTOR INFORMAL KOTA SURAKARTA (SUBSEKTOR PEDAGANG KAKI LIMA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pekerja Sektor informal dengan fokus kepada Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Surakarta. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan Regresi Linear Berganda dengan OLS (Ordinary Least Square). Responden penelitian ini adalah Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Surakarta, baik yang berasal dari Surakarta ataupun luar Surakarta. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah keuntungan sebagai variabel dependen dan pendidikan, usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, jam kerja, dan modal sebagai variabel indpenden. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pendidkan, jam kerja, dan modal berpengaruh positif dan signifkan terhadap keuntungan Pedagang Kaki Lima yang ada di Kota Surakarta. Variabel usia, jenis kelamin, dan pengalaman kerja tidak berpengaruh terhadap keuntungan Pedagang Kaki Lima. Tidak terdapat perbedaan keuntungan yang diterima oleh Pedagang Kaki Lima yang berjualan di pusat kota dengan yang di pinggir kota. Pihak terkait seperti pemerintah diharapkan dapat memaksimalkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keuntungan Pedagang Kaki Lima, dengan harapan Pedagang Kaki Lima akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi.Kata Kunci: Sektor informal, Pedagang Kaki Lima, KeuntunganJEL Klasifikasi: O17, L26, L2
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MENENTUKAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN DI BOYOLALI
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer manusia, pakaian tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Maka dari itu segmnetasi bisnis pakaian merupakan bisnis yang cukup menjanjikan, ditambah dengan beragamnya gaya hidup dan budaya yang ada di Indonesia. Skripsi ini bertujuan guna mengetahui faktor apa saja yang memiliki pengaruh pada keputusan pembelian pakaian. Faktor-faktor tersebut dapat diukur dengan menggunakan beberapa variabel, diantaranya adalah Harga, Kualitas Produk, Lokasi, dan Kualitas Pelayanan. Skripsi ini adalah penelitian dengan menggunakan penelitian survey/wawancara dan data primer dari 130 responden yang berasal dari masyarakat Kabupaten Boyolali yang memiliki usai kerja yaitu 15-64 tahun. Teknik yang digunakan pada penelitian merupakan uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 16.0 menjadi analisis hipotesis. Hasil skripsi ini menunjukkan bahwa variabel Harga, Kualitas Produk, Lokasi, dan Kualitas Pelayanan masing-masing berpengaruh secara positif signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian..Kata Kunci: Harga, Kualitas Produk, Lokasi, Kualitas Pelayanan, Dan Keputusan Pembelian Pakaian.JEL Klasifikasi: D40, L15, R30, L84, M3
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PENGUSAHA BATIK DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN (STUDI KASUS SEBELUM DAN PASCA PANDEMI COVID-19)
Kota Surakarta adalah salah satu produsen batik di Indonesia. Kampoeng Batik Laweyan merupakan salah satu destinasi wisata penghasil batik di Kota Surakarta. Mayoritas pelaku industri batik di Kampoeng Batik Laweyan merupakan UMKM. UMKM batik di Kampoeng Batik Laweyan masih menggunakan peralatan yang tradisional. Adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan Kampoeng Batik Laweyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adopsi teknologi, modal, letak usaha, pengalaman usaha, dan jumlah tenaga kerja sebagai variabel kontrol dalam melihat perbaikan kinerja keuangan UMKM. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan data cross section dengan alat analisis IBM SPSS Statistics 25. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang didapatkan dari para pelaku UMKM batik di Kampoeng Batik Laweyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan UMKM belum mengalami perbaikan kinerja keuangan sepenuhnya sejak terjadinya pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan hasil bahwa adopsi teknologi dan modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perbaikan kinerja keuangan UMKM batik, sedangkan jumlah tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan, serta letak usaha dan pengalaman usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap perbaikan kinerja keuangan UMKM batik di Kampoeng Batik Laweyan.Kata Kunci: UMKM, Kinerja Keuangan, Pasca Covid-19JEL Klasifikasi: L26, G30, I1
EKSISTENSI TOKO MILIK RAKYAT (TOMIRA) DI KULON PROGO: KAJIAN DETERMINAN FAKTOR PERMINTAAN KONSUMEN TOKO RITEL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga produk, kualitas pelayanan, citra toko, dan selera konsumen terhadap permintaan konsumen toko ritel pada Tomira (Toko Milik Rakyat) di Kabupaten Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaif. Data yang digunakan adalah data primer dan sistem pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Tomira (Toko Milik Rakyat) dengan sampel berjumlah 100 responden yaitu 50 responden konsumen Tomira mitra by Alfamart dan 50 responden konsumen Tomira mitra by Indomaret. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa..variabel selera konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan konsumen. Variabel harga produk tidak berpengaruh terhadap permintaan konsumen. Variabel..kualitas pelayanan tidak mempengaruhi permintaan konsumen dan variabel citra toko tidak berpengaruh terhadap permintaan konsumen. Kata Kunci: Ritel, Harga Produk, Kualitas Pelayanan, Citra Toko, Selera Konsumen, Permintaan KonsumenJEL Klasifikasi: D12, L81, M3
DEMAND ANALYSIS OF WHITE CRYSTAL SUGAR IN INDONESIA
This study aims to analyze the impact of white crystal sugar prices, brown sugar prices, tea prices, and income on the demand for white crystal sugar in Indonesia, addressing the ongoing supply deficit caused by inefficiencies in the national sugar industry. As sugar is a staple food in Indonesia, maintaining a stable supply and price is crucial. This research utilizes a quantitative approach through linear regression analysis of panel data, using secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) and the Ministry of Agriculture, covering annual data from 34 provinces in Indonesia from 2015 to 2019. The findings reveal that, during this period, the demand for white crystal sugar showed a negative trend, while prices of brown sugar, tea, and income levels exhibited a positive trend. At a 0.05 significance level, all independent variables, except for brown sugar prices, significantly affect white crystal sugar demand. Interestingly, by incorporating the income effect as a control variable, white crystal sugar demonstrates characteristics of Giffen goods, suggesting that higher income does not necessarily reduce its consumption. These findings highlight the unique demand patterns of sugar in Indonesia and imply that policy measures should focus on addressing supply chain inefficiencies to stabilize the sugar market and ensure affordability for the lower-income population