Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Not a member yet
155 research outputs found
Sort by
THE ROLE OF ICT DEVELOPMENT IN PROMOTING ASEAN REGIONAL ECONOMIC CONVERGENCE
Economic growth convergence is one of the economic targets that ASEAN countries aim to achieve through various initiatives and regional cooperation. To realize economic convergence, technology and information play a crucial role in accelerating economic growth in each country or region. As there has not been much research discussing the economic convergence in the context of technology and information among Southeast Asian countries, this study aims to uncover how technological innovation acts as a catalyst for economic growth convergence among ASEAN-5. The study uses secondary data from five ASEAN countries (ASEAN-5) from 2000 to 2020, sourced from the World Bank. The Generalized Method of Moments (GMM) is used to estimate the influence of technological and information developments on economic growth in ASEAN countries. The analysis results indicate that mobile phones have extensively penetrated ASEAN countries. This includes various social and economic groups, including communities in rural or remote areas without stable internet access. Mobile phones, especially basic phones (feature phones), remain the primary tool for communication and information access in many developing countries, including those in ASEAN
REPRESENTATION OF POVERTY IN SOUTH KOREA: A CASE STUDY OF BONG JOON-HO’S PARASITE
South Korea’s transformation into a modern industrial nation and leading global economic power is a remarkable example. Even though the economy is developing rapidly, pockets of poverty still exist, so a practical alleviation approach is needed. This journal article examines South Korea’s economic growth from 2019 to 2024, showing its extraordinary transformation from crisis to one of the most influential global economic forces. Additionally, this analysis includes perspectives from Bong Joon-ho’s film “Parasite,” which visually shows the social and economic disparities in South Korea, encouraging thoughts about capitalism, poverty, and social class. Methodologically, this research examines well-known national and international journals focusing on how the “Parasite” conception influences the South Korean economy in overcoming poverty. This film depicts social differences through scenes, settings, and dialogue. Various perspectives are used in this discussion, including global development economics and neoclassical growth theory. The recommendations emphasize that vocational skills development, equitable access to education and health services, and sustainable policy implementation in collaboration with the private sector are all important. Ultimately, this article reveals the message of the film Parasite, which illustrates how difficult it is to deal with poverty in South Korea. It also suggests a broad strategy that combines global development economics with local policies tailored to people’s needs
SPATIAL DISTRIBUTION PATTERNS OF POVERTY AND ECONOMIC GROWTH FOR ACHIEVING SUSTAINABLE DEVELOPMENT TARGETS IN EAST JAVA PROVINCE
Poverty and economic growth are still indicators of a country's success in managing its resources and population. Countries in the world have agreed to make poverty alleviation the first sustainable development priority. This article aims to look at the spatial distribution pattern of poverty and regional characteristics, as well as the pattern and structure of economic growth in city districts in East Java Province. The methods used include spatial autocorrelation analysis, regional financial capability analysis, Klassen typology, and regional characteristics analysis. Based on the pattern of poverty distribution for the period 2014 – 2023, poverty in East Java Province tends to change with the dominance of class 2 poverty. Sampang, Pamekasan and Sumenep regencies tend to experience a stable poverty pattern in Class 3. Pockets of poverty are clustered on Madura Island with a percentage poverty is above 18% and the characteristics of a low Human Development Index (HDI) value, low number of (people’s business credit (KUR) recipients, inadequate sanitation, not very high economic growth, and frequent flood disasters. As many as 65.78% of areas in East Java Province have high financial capacity, so that policy direction can be focused on poverty pocket areas with a high percentage of poverty, through increasing HDI, optimizing KUR, fulfilling adequate sanitation, increasing disaster response, and developing leading sectors. for increasing Original Regional Income (PAD) and economic growth
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI INDONESIA MENDORONG ANGKA EKSPOR
Indonesia hingga saat ini belum berhasil menggapai puncak angka ekspor negara Asia Tenggara. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengubah kondisi tersebut namun data menunjukan tidak ada peningkatan angka ekspor yang signifikan, sementara negara berkembang yang memiliki kedudukan serupa di Asia Tenggara seperti Vietnam telah berhasil melipat gandakan angka ekspor mereka dari tahun yang sama. Studi ini berupaya untuk menganalisis mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana Indonesia dengan menggunakan ketersediaan UMKM bisa mengubah hal ini. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi dengan tehknik in-depth interview. Hasil penelitian menunjukan bahwa angka ekspor Indonesia bisa dorong dengan memperbanyak UMKM yang berkontribusi dalam perdagangan ekspor, sedangkan problematika yang dihadapi adalah mentalitas UMKM yang telah merasa cukup dengan pasar domestik, Hubungan geopolitik serta perjanjian dagang Indonesia dengan negara lain yang masi tertinggal, serta UMKM Indonesia yang masi menjual komoditas bahan baku mereka ke negara lain tanpa nilai tambah yang diberikan.Kata Kunci: Makroekonomi, Perdagangan ekspor, UMKMJEL Klasifikasi: I30, P23, J1
ANALISIS PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, PENDAPATAN PER KAPITA DAN AKSES SANITASI LAYAK TERHADAP KEMISKINAN
Kemiskinan memiliki sifat multidimensional. Dampak dari kemiskinan berpengaruh ke dalam aspek kehidupan manusia dan membentuk suatu perangkap lingkaran yang saling berkaitan satu sama lain sehingga keberadanya harus diputus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal, Indeks Pembangunan Manusia, pendapatan per kapita, dan akses sanitasi layak terhadap kemiskinan di kawasan Barlingmascakeb. Belanja modal sebagai proksi dari desentralisasi fiskal. Deskriptif kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Data berasal dari data sekunder yang diambil dari DJPK Kemenkeu dan Badan Pusat Statistik dengan data time series yaitu tahun 2013-2020 dan cross section pada lima kabupaten. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan. IPM dan pendapatan per kapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di kawasan Barlingmascakeb, sedangkan akses sanitasi layak berpengaruh negatif, namun tidak signifikan terhadap kemiskinan di kawasan Barlingmascakeb. Rekomendasi dari penelitian ini adalah: a) Diperlukan implementasi program dari alokasi belanja modal yang dapat menyentuh dasar masalah masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur diharapkan berjalan secara efektif, b) Pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas pembangunan manusia terutama sektor pendidikan dan kesehatan, c) Pemerintah perlu membekali masyarakat dengan skill baru yang diperlukaan saat ini dalam dunia kerja, d) Meningkatkan anggaran perbaikan untuk akses sanitasi layak karena sanitasi layak merupakan kebutuhan yang vital..Kata Kunci: Kemiskinan, Belanja Modal, IPM, Pendapatan Per Kapita, Akses Sanitasi Layak, Regresi Data PanelJEL Klasifikasi: I32, H54, I15, E01, I18, C3
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2010-2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari BPS. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah ketimpangan distribusi sebagai variabel dependen dan pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, investasi dan inflasi sebagai variabel indpenden. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh negatif terhadap ketimpangan distribusi pendapatan, sementara variabel indeks pembangunan manusia dan investasi berpengaruh positif. Pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dapat memaksimalkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketimpangan distribusi pendapatan, dengan harapan terjadi pemerataan pendapatan yang lebih baik.Kata Kunci: Ketimpangan, Pendapatan, YogyakartaJEL Klasifikasi: D63, D31, R1
ANALISIS PENGARUH PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI SEBELUM DAN KETIKA PANDEMI COVID19
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak pertumbuhan perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelum dan setelah tersebarnya virus pandemic COVID19. Variabel yang digunakan pada penelitian ini berdasarakan penelitian-penelitian sebelumnya. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode VECM dimana hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan hasil impulse response pada masa sebelum tersebarnya virus pandemi COVID19 Indeks Produksi (IP) tidak memberikan respon yang signifikan positif terhadap shock dari seluruh variabel perbankan syariah melainkan nilai magnitude terbesar adalah FDR, sedangkan setelah tersebar virus pandemi COVID19 Indeks Produksi (IP) memberikan respon yang signifikan positif terhadap shock variabel ROA dengan nilai magnitude terbesar dibandingkan variabel perbankan syariah lainnya. Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK), sebelum tersebarnya virus pandemi COVID19 IHK memberikan respon yang positif terhadap shock variabel NPF dan FDR dan variabel FDR adalah variabel yang nilai magnitude-nya paling besar. Setelah tersebar virus pandemic COVID19 IHK memberikan respon yang positif terhadap variabel perbankan syariah ROA dan NPF saja di mana variabel ROA adalah variabel dengan nilai magnitude paling tinggi dibandingkan variabel lainnya. Hasil penelitian ini mengisi ketidakkonsistenan pada hasil yang diungkapkan penelitian-penelitian sebelumnya.Kata Kunci: VECM, Perbankan Syariah, Pertumbuhan Ekonomi, COVID19, Joko WidodoJEL Klasifikasi: C32, G21, O40, I18, H1
ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA
Pergeseran arah pembangunan ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri di Indonesia berdampak pada kualitas lingkungan hidup. Peningkatan aktivitas ekonomi yang terkonsentrasi pada sektor industri menyebabkan percepatan pertumbuhan ekonomi, namun juga mengakibatkan peningkatan penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Masalah seperti ketimpangan pendapatan, tingginya kepadatan penduduk, dan proses industrialisasi juga turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan, kepadatan penduduk, dan industrialisasi terhadap kualitas lingkungan hidup di Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dan analisis yang dilakukan menggunakan metode regresi panel dengan menggabungkan data cross-section dari 34 Provinsi di Indonesia dan data time- series dari tahun 2015 hingga 2020. Model terbaik yang dihasilkan adalah Model Random Effect. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan, dan kepadatan penduduk memiliki pengaruh signifikan dan berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan, sementara industrialisasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup.Kata Kunci: Kualitas Lingkungan, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan, Kepadatan Penduduk, IndustrialisasiJEL Klasifikasi: Q56, O47, D31, J11, L5
DETERMINANTS OF WORKING STATUS OF THE ELDERLY POPULATION IN THE BANGKA BELITUNG ISLANDS PROVINCE
This study examines the factors influencing employment among the elderly population in the Bangka Belitung Islands, where the elderly population increased by 41,85% from 2010 to 2020, reaching 8,27%. Notably, 45,38% of the elderly were employed in 2020. Using data from the 2020 National Socio-Economic Survey (SUSENAS), this research analyzes individuals aged 60 and above through descriptive analysis and binary logistic regression. The results indicate significant predictors of employment among the elderly include rural residency, being the head of the household, gender, age, and marital status. Specifically, elderly individuals who live in rural areas, are male, currently married, aged 60-69, and are household heads are more likely to be employed. In contrast, poverty status and education level do not significantly impact employment. This study highlights the demographic and social factors that influence the employment tendencies of the elderly, providing insights for policy development to support this population segment
IMPACT OF OWN-SOURCE, GENERAL, AND SPECIAL ALLOCATION FUNDS ON POVERTY IN EAST NUSA TENGGARA
This study aims to analyze the impact of Regional Original Revenue, General Allocation Fund, and Special Allocation Fund on poverty in East Nusa Tenggara from 2018 to 2021. Using regression model analysis for panel data, the study examines 22 cities and districts in the region. The results indicate that these financial variables significantly influence poverty levels in East Nusa Tenggara. The findings underscore the importance of effective fiscal policy in poverty reduction strategies, suggesting that improvements in the management and allocation of these funds could have substantial implications for alleviating poverty in the region