28611 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENGETAHUAN SERTA PERILAKU PETUGAS TERHADAP INFECTION PREVENTION CONTROL (IPC) UDD PMI KABUPATEN SEMARANG DAN REMBANG TAHUN 2023
HUBUNGAN KADAR DEBU PM2,5 TERHADAP KELUHAN ISPADI SEKITAR PERTUKANGAN KAYU BODAS KUSENKECAMATAN REMBANG TAHUN 2023
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang masih terjadi hingga saat ini. ISPA masih menjadi penyakit utama faktor kematian bayi dan balita di Indonesia. Berdasarkan World Health Organization (WHO) ISPA merupakan salah satu penyakit menular dan mematikan yang paling serius di Dunia. Salah satu dari kelompok umur yang rentan terhadap ISPA adalah balita. Sebagian besar 80%-90% waktu balita setiap harinya berada di dalam rumah, dimana terdapat pajanan polusi udara dalam rumah diantaranya adalah PM2,5. Desa Bodaskarangjati merupakan daerah dimana terdapat beberapa industri pengolahan kayu salah satunya yaitu Pertukangan Kayu Bodas Kusen, yang memungkinkan debu yang berada dalam rumah merupakan debu dari industri kayu tersebut. Penelitiaan ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan kadar debu PM2,5 terhadap keluhan ISPA di sekitar Pertukangan Kayu Bodas Kusen Kecamatan Rembang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan cross sectional dengan mengukur variabel bebas yaitu PM2,5 dan variabel terikat yaitu keluhan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Populasi pada penelitian ini adalah balita yang ada di Sekitar Pertukangan Kayu PK Bodas Kusen, Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang sebanyak 15 balita. Pengukuran debu menggunakan alat Dusttrack, dan penentuan titik lokasi mengambil rumah responden terdekat dengan analisis yang digunakan yaitu Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 15 responden, terdapat 66,7% balita mengalami keluhan ISPA. Hasil analisis bivariat menghasilkan Sig 0,007 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar debu PM2,5 dengan Keluhan ISPA di Desa Bodaskarangjati Sekitar Pertukangan Kayu. Sedangkan beberapa variabel lainya tidak terdapat hubungan dengan keluhan ISPA. Masyarakat agar lebih memperhatikan sirkulasi udara yang masuk ke rumah, sehingga dapat dilakukan membuka jendela setiap hari. Untuk meminimalisir pencemar pada sumber, sebaiknya tempat produksi atau tempat kerja Pertukangan Kayu PK Bodas Kusen dibuat tertutup dan berventilasi baik, agar meminimalisir pencemaran udara di lingkungan permukiman setempa
TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KEAMANAN PENGGUNAAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSUD BANYUMAS
Rumah sakit mempunyai kewajiban salah satunya menyelenggarakan rekam medis. RSUD Banyumas merupakan salah satu rumah sakit yang sudah menerapkan rekam medis elektronik sejak tahun 2021. Dengan diterapkannya rekam medis elektronik maka diterapkan juga penggunaan tanda tangan elektronik pada rekam medis elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau aspek legalitas dan keamanan penggunaan tanda tangan elektronik pada rekam medis elektronik di RSUD Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Pengolahan data yang digunakan transkrip, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data menggunakan analisa deskriptif dengan validasi datanya menggunakan metode triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda tangan elektronik yang digunakan belum tersertifikasi dan dibuat menggunakan signpad. Dokter, perawat, ataupun bidan sudah mempunyai tanda tangan elektronik. Rekam medis elektronik sudah menggunakan tanda tangan elektronik kecuali informed consent yang masih menggunakan tanda tangan manual. Alur pembuatan tanda tangan elektronik dilakukan dengan cara melakukan tanda tangan di signpad lalu tanda tangan akan tersimpan di database SIMRS. Analisis keterisian tanda tangan elektronik DPJP pada rekam medis elektronik yaitu resume medis sudah terisi 100%
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG DONOR DARAH PADA SISWA SMA NEGERI 2 UNGARAN SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO DAN POSTER
Banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang pentingnya melakukan donor darah. Hal ini menyebabkan tidak tersedianya stok darah yang cukup bagi pasien. Penelitian yang dilakukan oleh Arfatul Makiyah (2016) menyatakan bahwa penyebab utama dari jumlah pendonor yang sedikit terutama pada kelompok non medis yaitu minimnya informasi. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, peran tenaga kesehatan sebagai educator diharapkan dapat membantu memberikan informasi tentang donor darah sehingga mempengaruhi seseorang untuk mau mendonorkan darah secara sukarela dan rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan tentang donor darah pada siswa SMA Negeri 2 Ungaran sebelum dan sesudah edukasi melalui media video dan poster. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner, dilakukan dengan teknik proportional stratified random sampling didapatkan 93 responden. Sebagian besar responden penelitian ini adalah perempuan sebanyak 64 orang (69%). Tingkat pengetahuan tentang donor darah sebelum edukasi sebagian besar memiliki pengetahuan dengan kategori yang cukup sekitar 39 responden (42%), sedangkan sesudah dilakukan edukasi kecenderungan pengetahuan meningkat menjadi 59 responden (63%) dalam kategori baik
ANALISIS SENAM LANSIA PADA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH
ABSTRAKLatar Belakang : Proses penuaan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Masalah fisik yang sering dialami lansia adalah proses degeneratif yang menyebabkan kondisi fisik lansia rentan terhadap berbagai penyakit seperti hipertensi. Hipertensi kronis akan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi adalah melakukan senam lansia secara rutin.Tujuan : Menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan dengan kegiatan senam lansia untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi.Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan jumlah sampel 4 responden yang sesuai dengan kriteria, penilaian menggunakan instrumen penilaian kualitas hidup SF-36. Intervensi senam lansia dilakukan selama 3 kali dalam 1 minggu selama 3 minggu, dengan durasi 10-15 menit/1 kali/hari.Hasil : Setelah dilakukan senam lansia selama 9 kali pertemuan didapatkan adanya peningkatan kualitas hidup lansia.Rekomendasi : Puskesmas sudah menggalakkan senam lansia buktinya ada dalam program kegiatan poli lansia, mungkin senam ini bisa diterapkan pada usia dewasa akhir untuk menjadikan senam ini kebiasaan sejak awal yg berlanjut sampai lansia pada poli PTM, menjadi terapi aktifitas lansia di panti werdha, klinik Kesehatan dan rumah sakit, menjadi salah satu kegiatan program pengabdian masyarakat oleh instansi Kesehatan di masyarakat
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX PEDIATRIK PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE : CASE SERIES REVIEW
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP RECOVERY: PEMBERIANAKTIFITAS DAYLING PASIEN SKIZOPRENIA POST DIRAWAT DIRSUD DR. H.YULIDDIN AWAY TAPAKTUAN
Latar belakang: Dukungan keluarga adalah upaya yang diberikan kepadaanggota keluarga baik moril maupun materiil berupa motivasi, saran, informasidan bantuan yang nyata. Skizofrenia adalah sindrom dengan berbagai penyebab dan perjalanan penyakit yang luas, tidak selalu bersifat kronis, serta dipengaruhi oleh genetik,fisik, dan sosial budaya. Berbagai terapi dan aktivitas dalam mengatasi masalahskizoprenia telah banyak dikembangkan. Salah satunya adalah dukungan keluargaterhadap recovery pemnerian aktivitas dayling. Aktivitas dayling merupakanaktivitas yang wajib dilakukan bagi perawatan diri antara lain : makan, minum,mandi, toileting, berpakaian, dan berpindah tempat. Penilaian ADL penting padapenilaian level bantuan bagi sesorang dengan tingkat ketergantungan penuh atausedang dan menenangkan pikiran sehingga dapat mengurangi resiko kekerasansecara efektif.Tujuan : Untuk mengetahui keefektifan penerapan dukungan keluarga terhadaprecovery: pemberian aktivitas dayling untuk mengurangi resiko perilakukekerasanMetode : Karya ilmiah akhir dengan pendekatan studi kasus dan menggunakanasuhan keperawatan dalam menyelesaikan masalah pasien. Intervensi yangdilakukan adalah aktivitas dayling yang dilakukan selama 2 minggu dengan durasi3 kali seminggu.Hasil asuhan keperawatan: Masalah keperawatan ditemukan adalah resikoperilaku kekerasan. Intervesi dilakukan dengan menerapkan strategi pelaksanaan(SP) 1-4 termasuk didalamnya menerapkan terapi spiritual: bacaan surat al ikhlas.Implementasi dilaksanakan sesuai dengan intervensi yang direncanakan dandiikuti secara aktif oleh semua sampel. Hasil evaluasi pada pasien resiko perilakukekerasan menunjukkan bahwa seluruh pasien sudah mampu mengontrol resikoperilaku kekerasan dengan 4 cara yaitu Strategi Pelaksanaan 1 ;Identifikasipenyebab, tanda dan gejala perilaku kekerasan yang dilakukan, akibat perilakukekerasan. Jelaskan cara mengontrol perilaku kekerasan : fisik, obat, verbal danspiritual. Latih cara mengontrol perilaku kekerasan fisik 1 (tarik nafas dalam).Masukkan pada jawal kegiatan untuk latihan fisik. Strategi Pelaksanaan 2 ;Mengevaluasi kegiatan latihan fisik 1 dan 2. Berikan pujian. Latih caramengontrol perilaku kekerasan dengan obat (jelaskan 6 benar: jenis, guna, dosis,frekuensi, cara, kontunuitas minum obat). Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan fisik dan minum obat. Strategi Pelaksanaan 3 ; Evaluasi kegiatan latihanfisik 1 dan 2 dan obat. Beri pujian. Latih cara mengontrol perilaku kekerasansecara verbal (3 cara yaitu: mengungkapkan, meminta dan menolak denganbenar). Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan fisik, minum obat dan verbal.Strategi Pelaksanaan 4 ; Evaluasi kegiatan latihan fisik 1 dan 2, obat dan verbal.Beri pujian. Latih cara mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual. Masukanpada jadwal kegiatan untuk latihan fisik, minum obat, verbal danspiritual. SemuaTindakan dimasukkan kedalam aktivitas dayling pasien.Diskusi : Hasil analisis inovasi keperawatan pada kasus klien skizoprenia dengandukungan keluarga terhadap recovery: pemberian aktivitas dayling menunjukkanbahwa dukungan tersebut efektif untuk meningkatkan nilai kontrol diri pasien.Rekomendasi : Harus ditingkatkan upaya menguragi skizoprenia pada pasiendengan adanya dukungan keluarga terhadap recovery: pemberian aktivitas daylingagar dapat meningkatkan kontrol diri pada pasien
ANALISIS PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT YULIDIN AWAY
Latar Belakang - Pembedahan merupakan tindakan pengobatan invasif dan mendatangkan ancaman integritas tubuh dan jiwa seseorang. Respon psikologi yang biasa terjadi pada pasien pre operasi adalah kecemasan. Kecemasan dapat menimbulkan adanya perubahan secara fisik maupun psikologis yang akhirnya dapat meningkatkan kerja saraf simpatis dan akan terjadi peningkatan denyut jantung, frekuensi napas, tekanan darah, keringat dingin, merasa mulas dan gangguan perkemihan.Tujuan - Mengetahui keefektifan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Yulidin Away Tapaktuan.Metode Penelitian - Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-post test. Responden berjumlah 3 klien, pengukuran tingkat kecemasan menggunakan skala APAIS, Intervensi dilakukan selama 10-15 menit pada pasien pre operasi sebanyak 1 kali.Hasil Asuhan Keperawatan - Masalah keperawatan yang terjadi pada ketiga klien adalah ansietas yang berhubungan dengan tindakan operasi, setelah dilakukan intervensi teknik relaksasi genggam jari selama 10 menit sebanyak 1 kali. Setelah diberikan intervensi didapatkan hasil bahwa 3 klien masing-masing mengalami penurunan kecemasan. Klien 1 mengalami kecemasan sedang dengan skor 13 menjadi kecemasan ringan dengan 10, klien 2 mengalami kecemasan sedang dengan skor 18 menjadi kecemasan sedang dengan skor 15, klien 3 mengalami kecemasan sedang dengan skor 14 menjadi kecemasan ringan dengan skor 9. Jadi didapatkan hasil bahwa ada pengaruh teknik relaksasi genggam jari dengan penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.Rekomendasi - Pemberian teknik relaksasi genggam jari dapat diterapkan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi serta tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya