Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    PENGARUH VARIASI PANJANG BRIKET AMPAS TAHU TERHADAP NYALA API DI KALIPUTIH KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2023

    No full text
    Latar belakang Proses produksi industri tahu menghasilkan limbah padat berupa ampas tahu. Ampas tahu sisa produksi yang tidak dijual menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga perlu dilakukan pengolahan seperti briket. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi panjang briket ampas tahu terhadap nyala api. Metode yang digunakan adalah Pre-Experiment rancangan One Shot Case Study. Sampel yang digunakan adalah 25 kg ampas tahu yang dihasilkan dari industri tahu Kaliputih, kemudian dicetak sejumlah 117 briket dengan variasi panjang 3 cm, 5 cm, dan 7 cm. Hasil variasi panjang briket 3 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 377,19 oC. Variasi panjang briket 5 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 272,17 oC. Variasi panjang briket 7 cm menghasilkan nyala api dengan rata-rata temperatur maksimum yaitu 222,48 oC. Warna nyala api yang dihasilkan briket dengan variasi panjang 3 cm dan 5 cm adalah kuning + biru. Briket ampas tahu panjang 7 cm menghasilkan warna nyala api kuning. Waktu didih air briket ampas tahu briket panjang 3 cm rata-rata adalah 784 detik, briket panjang 5 cm adalah 853,3 detik, dan briket panjang 7 cm adalah 1.031 detik. Simpulan Analisis perbedaan variasi briket panjang 3 cm, 5 cm, dan 7 cm briket ampas tahu terhadap nyala api menggunakan uji statistic One Way Anova menunjukkan nilai si

    PENGARUH PENAMBAHAN EM4 PADA PROSES REDUKSI SAMPAH MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) DI TPST REMPOAH TAHUN 2023

    No full text
    Latar belakang permasalahan sampah masih menjadi masalah yang belum terselesaikan dengan baik hingga saat ini. Untuk menunjang pengelolaan sampah khususnya sampah organik, dapat dilakukan biokonversi sampah menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Biokonversi merupakan perombakan sampah organik menjadi energi metan melalui proses fermentasi yang melibatkan organisme hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan Em4 pada proses reduksi sampah menggunakan larva BSF. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan desain penelitian nonequivalent control grop design dan menggunakan analisis uji One-Way Anova. Reduksi sampah menggunakan berbagai dosis Em4 yaitu 30 ml, 35 ml, dan 40 ml dengan penambahan 14 kg sampah dalam waktu 9 hari. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengukuran suhu, kelembapan, dan pH media setiap harinya, serta dilakukan penimbangan sampah dan larva BSF pada hari ke-9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata reduksi sampah dengan tambahan Em4 30 ml yaitu 5.919 Gr (46,88%), Em4 35 ml yaitu 6.833 Gr (54,22%), dan Em4 40 ml yaitu 5.680 Gr (45,07%). Analisis hasil uji One-Way Anova diperoleh hasil reduksi sampah memiliki nilai sig = 0.000 < 0.05. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada pengaruh penambahan Em4 pada reduksi sampah menggunakan larva BSF. Hasil reduksi tertinggi dengan penambahan Em4 35 ml. Saran bagi pembudidaya larva BSF dapat menggunakan sampah di sekitar untuk melakukan budidaya larva BSF

    EFEKTIVITAS ANTARA PIJAT OKSITOSIN DAN BREAST CARE DALAM PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Cakupan ASI eksklusif di Wilayah kerja Puskesmas Pringapus 43,8% masih rendah dibandingkan target cakupan ASI eksklusif nasional yaitu 80%. Kendala pemberian ASI eksklusif salah satunya adalah produksi ASI yang tidak lancar. Upaya untuk memperlancar produksi ASI secara nonfarmakologis yaitu pijat oksitosin dan breast care. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antara pijat oksitosin dan breast care dalam produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy experiment design dengan desain two group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dan sampelnya yaitu Ibu nifas dan menyusui hari ke 1-7 dengan kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 26 responden. Alat ukur yang digunakan lembar observasi, pompa ASI dan gelas ukur. Analisa data dengan uji paired t-test dan uji independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin p-value = 0,000 < a (0,05). Ada perbedaan yang signifikan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan breast care p-value = 0,000 < a (0,05). Ada perbedaan yang signifikan produksi ASI pada ibu nifas dan menyusui antara pijat oksitosin dan breast care p-value = 0,023 < a (0,05) dengan rata-rata produksi ASI pijat oksitosin 108,85 cc sedangkan rata-rata produksi ASI breast care 137,69 cc.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah breast care lebih efektif dibandingkan dengan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Diharapkan ibu nifas dan menyusui dapat mengatasi masalah produksi ASI dengan pijat oksitosin maupun breast care dengan dibantu keluarga atau tenaga kesehatan terdekat

    PROFIL PENYIMPANAN DARAH WHOLE BLOOD TERHADAP NILAI INDEKS ERITROSIT SEGERA DAN DITUNDA 7 HARI DI UDD PMI KOTA PEKALONGAN

    No full text

    GAMBARAN KOMPONEN DARAH TC DAN PRC KEDALUWARSA BERDASARKAN GOLONGAN DARAH DI UDD PMI KABUPATEN JEPARA PADA TAHUN 2019-2022

    No full text
    Latar belakang: Pelayanan transfusi darah harus menyediakan kebutuhan darah seperti komponen darah TC (Thrombocyte Concentrate) dan PRC (Packed Red Cell). Komponen darah TC (Thrombocyte Concentrate) dan PRC (Packed Red Cell) adalah komponen yang banyak dibutuhkan. Selain mencukupi kebutuhan darah pelayanan transfusi darah mempunyai tugas untuk berusaha menghindari kejadian yang tidak dikehendaki yaitu kejadian overstock karena golongan darah yang diminta tidak sesuai dengan jenis golongan darah yang terdapat dalam stok yang dapat mengakibatkan pemusnahan darah karena telah habis waktunya (kedaluwarsa).Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran komponen darah TC dan PRC kedaluwarsa berdasarkan golongan darah di UDD PMI Kabupaten Jepara pada tahun 2019-2022. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode pendekatan retrospektif yaitu dengan mengambil data sekunder dari sistem informasi manajemen donor darah (SIMDODAR) UDD PMI Kabupaten Jepara pada tahun 2019-2022. Hasil: Hasil penelitian menunjukan jumlah Thrombocyte Concentrate (TC) kedaluwarsa pada tahun 2019- 2022 sebanyak 1432 kantong, Jumlah Packed Red Cell (PRC) kedaluwarsa pada tahun 2019- 2022 sebanyak 559 kantong. Jumlah komponen darah Thrombocyte Concentrate (TC) dan Packed Red Cell (PRC) berdasarkan golongan darah, golongan darah terbanyak adalah golongan darah O dan golongan AB merupakan golongan paling sedikit mengalami kedaluwarsa

    LINGKUNGAN DAERAH KASUS LEPTOSPIROSIS DI DESA KETANDA KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2023

    No full text
    Latar Belakang Leptospirosis penyakit zoonosis diakibatkan bakteri leptospira. Faktor lingkungan mempengaruhi penyebaran leptospirosis yang meliputi lingkungan biotik dan abiotik. Desa Ketanda pada tahun 2022 terdapat tiga penderita dengan satu kematian, dari RT4/RW4 satu penderita dan RT4/RW2 dua penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan lingkungan daerah kasus leptospirosis di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Bahan dan Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini rumah penduduk dengan radius 200 meter dari rumah penderita, tiga rumah penderita leptospirosis. Analisis data hasil penelitian dengan analisis deskriptif membuat prosentase setiap variable penelitian. Hasil Penelitan menunjukkan lingkungan biotik 80% vegetasi >3, 80% rumah terdapat keberadaan tikus, dan 65% responden memiliki hewan ternak. Lingkungan abiotik suhu udara rata-rata RT4/RW4 28,48OC dan RT2/RW4 27,1OC, kelembaban rata-rata RT4/RW4 79% dan RT2/RW4 86,8%, suhu air rata-rata RT4/RW4 28,57OC dan RT2/RW4 27,08OC, pH air rata-rata di RT4/RW4 7,18 dan RT2/RW4 6,4, intensitas cahaya rata-rata RT4/RW4 145 lux dan RT2/RW4 177 lux. Lingkungan fisik 35% terdapat sampah di lingkungan responden, 85% kondisi tempat pembuangan sampah buruk, 15% ada genangan air, 5% terdapat selokan, 66,66% jarak kandang 3 jenis, 80% rumah terdapat keberadaan tikus, 65% kepemilikan hewan ternak, suhu udara rata-rata RT4/RW4 28,48OC dan RT2/RW4 27,1OC, kelembaban rata-rata RT4/RW4 79% dan RT2/RW4 86,8%, suhu air rata-rata RT4/RW4 28,57OC dan RT2/RW4 27,08OC, pH air rata-rata RT4/RW4 7,18 dan RT2/RW4 6,4, intensitas cahaya rata-rata RT4/RW4 145 lux dan RT2/RW4 177 lux, di lingkungan responden 35% ada sampah, 85% kondisi tempat pembuangan sampah buruk, 15% ada genangan air, 5% ada selokan, 66,66% jarak kandan

    PENDING KLAIM PASIEN RAWAT INAP BERDASARKAN PERBEDAAN KODE DIAGNOSIS RUMAH SAKIT DENGAN BPJS KESEHATAN DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL

    No full text
    Klaim pending adalah klaim yang telah diverifikasi oleh BPJS Kesehatan tetapi belum dapat dibayarkan karena berbagai masalah diantaranya perbedaan kode diagnosis rumah sakit dengan BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetauhi klasifikasi pending klaim berdasarkan kelompok CMG, perbedaan kode diagnosis rumah sakit dengan BPJS Kesehatan, dan penyelesaian pending klaim berdasarkan feedback verifikator BPJS di RSUD dr. H. Soewondo Kendal.Penelitian ini menggunakan survey dengan metode deskriptif secara kuantitatif melalui studi dokumentasi, checklist observasi dan formulir pengisian oleh expert judgment. Penentuan sampel menggunakan metode random sampling pada klaim pending bulan Agustus tahun 2022 yaitu sebanyak 67 berkas.Hasil penelitian menunjukan sebagian besar berkas yang dikembalikan adalah kasus dengan klasifikasi kelompok Casemix Main Group (CMG) kode A (Infectious and parasitic diseases Groups) sebanyak 15 kasus (22,39%). Perbedaan kode diagnosis rumah sakit dengan BPJS Kesehatan terjadi karena kondisi kode diagnosis utama tidak sesuai, kode diagnosis sekunder tidak sesuai, dan kode diagnosis tidak menggunakan kategori kombinasi. Penyelesaian pending klaim yang dilakukan adalah dengan memperbaiki kode diagnosis sesuai dengan konsensus verifikator BPJS. Pada beberapa hal itu menyebabkan kode diagnosis dihilangkan karena tidak didukung pemeriksaan penunjang. Koder dalam menentukan kode hendaknya lebih memperhatikan seluruh catatan yang ada di berkas rekam medis dan mengikuti kaidah-kaidah penentuan kode

    PERANAN SOFTWARE INDOSECT DALAM MENENTUKAN DOSIS EFEKTIF PADA PEMERIKSAAN CT SCAN HEAD

    No full text
    IndoseCT merupakan software untuk menghitung dan mendokumentasikan dosis radiasi dari setiap pasien yang menjalani pemeriksaan computed tomography (CT). Software ini menghitung dosis keluaran radiasi pesawat CT (dalam besaran volume CT dose index, CTDIvol), tetapi juga dosis individual yang diterima oleh setiap pasien (dalam besaran size-specific dose estimate, SSDE) berdasarkan diameter efektif (Deff) atau water-equivalent diameter (Dw). Pemeriksaan CT Scan kepala yang dilakukan pada pasien terdapat bahaya radiasi pada organ sensitif yaitu lensa mata. Perlu juga dilakukan penentuan dosis efektif yang diterima oleh pasien agar pasien secara akurat mendapatkan dosis radiasi. Perhitungan dosis efektif pada pasien CT scan kepala dinilai belum akurat, untuk itu dilakukan olah data menggunakan indoseCT agar mendapat nilai dosis efektif yang diterima oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peranan software indoseCT dalam menentukan dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Kepala.Jenis Penelitian pada skripsi ini adalah naratif deskriptif yang menggunakan metode studi literatur review. Data diperoleh pada tujuh jurnal yang didapatkan melalui database dari Springer, Elseiver, Pubmed, Sciencedirect, Proquest, American Journal of Roentgenology, Radiation Protection Dosimetry dan Google Scholar. Analisis data dilakukan secara deskrptif dengan cara mengumpulkan, mengidentifikasi, mengevaluasi dan menginterpresentasikan artikel yang direview dengan teori dari artikel penelitian lainnya.Hasil pada penelitian ini adalah peranan software indoseCT dapat menunjukkan perbedaan jenis kelamin dan juga perbedaan usia dalam menentukan dosis efektif bisa mempengaruhi dosis serap yang diterima. Semakin muda usianya semakin besar dosis yang diterima

    MODEL "CAKAR" SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU REMAJA DALAM PENCEGAHAN KARANG GIGI

    No full text

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇