Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    APLIKASI RELAKSASI BENSON PADA KECEMASAN IBU INPARTU KALA I DI RUANG VK RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

    No full text
    Latar Belakang: kecemasan merupakan perasaan subjek yang dialami seseorang. Umumnya kecemasan akan timbul pada pengalaman baru yang menegangkan terutama pada ibu yang mengalami persalinan. Kecemasaan dalam menghadapi proses persalinan kemungkinan berdampak buruk salah satunya his tidak normal, kala I memanjang. Upaya pencegahan ibu jatuh pada kecemasan yang maladaptife merupakan salah satu intervensi utama dalam pemberian asuhan keperawatan pada ibu inpartu kala I dengan masalah kecemasan.Tujuan: Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kecemasan dari pemberian terapi inovasi relaksasi benson pada ibu inpartu kala I dengan ansietes/ kecemasan di ruang VK RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya.Metode: Latihan dilakukan 1-2 kali selama 10-15 menit dan dievaluasi menggunakan instrumen State Trait Anxiety Inventori (STAI) sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi benson.Hasil: Evaluasi akhir penerapan terapi inovasi relaksasi benson menunjukkan adanya perubahan skala kecemasan setelah pemberian relaksasi benson pada ibu inpartu kala I . Kesimpulan dari hasil asuhan keperawatan yaitu penerapan terapi inovasi relaksasi benson dapat menurunkan kecemasan pada ibu inpartu kala I dalam menghadapi persalinan nya

    PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN ANAK USIA PRASEKOLAH DENGAN KETIDAKKOOPERATIFAN SELAMA TINDAKAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT INJEKSI BERMOTIF STIKER DI RUANG ANAK RSUD DR. H. YULIDDIN AWAY TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN

    No full text
    Latar belakang : Anak usia prasekolah adalah anak dengan rentang usia 3-6 tahun. Anak yang tidak kooperatif, sering menyulitkan perawat dalam hal melakukan perawatan. Tindakan sederhana akan menjadi sulit bila anak tidak kooperatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan anak prasekolah yang tidak kooperatif selama tindakan yaitu dengan penggunaan alat injeksi bermotif stiker. Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas penggunaan alat injeksi bermotif stiker pada anak usia prasekolah yang tidak kooperatif selama tindakan di ruang anak RSUD dr. Yuliddian Away Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Metode : Metode yang digunakan adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini sebanyak 3 responden anak prasekolah di ruang anak RSUD dr. Yuliddin Away,dengan teknik pengambilan sample purposive sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan anak prasekolah menggunakan Preschool Anxiety Scale Revised ( PASR ) dan lembar observasi pengamatan. Hasil asuhan keperawatan : Penggunaan alat injeksi bermotif stiker efektif untuk menurunkan kecemasan, didapatkan dari ketiga klien yaitu tingkat kecemasan menurun dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Diskusi : Penulis menggunakan terapi penggunaan alat injeksi bermotif stiker untuk mengurangi kecemasan. Didukung oleh hasil penelitian Susila (2018) yang menemukan bahwa anak yang awalnya tidak kooperatif saat belum diberikan intervensi menjadi lebih kooperatif setelah diberikan intervensi penggunaan alat injeksi bermotif stiker. Rekomendasi : Penggunaan alat injeksi bermotif stiker dapat diterapkan sebagai program terapi non farmakologi secara terjadwal untuk mengatasi kecemasan pada pasien anak secara rutin karena terbukti efektif mengurangi tingkat kecemasan anak akaibat hospitalisasi

    PENGARUH KOMBINASI ACCUPRESURE DAN EKSTRAK MORINGA OLEIFERA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECUKUPAN ASI IBU MENYUSUI

    No full text
    Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan karena nutrisinya cocok untuk bayi. Namun masih banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI secara ekslusif. Untuk itu perlu adanya inovasi yang dapat digunakan sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi dan kecukupan ASI ibu menyusui dengan kombinasi Accupresure dan Ekstrak Moringa Oleifera.Tujuan: Membuktikan potensi kombinasi acupressure dan ekstrak Moringa Oleifera sebagai intervensi dalam meningkatkan produksi dan kecukupan ASI ibu menyusui.Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dan rancangan Pretest-Posttest Design with Control terdiri kelompok intervensi kombinasi acupressure 2x4 menit dan ekstrak Moringa Oleifera 650 mg dan kelompok kontrol konseling ibu menyusui, sampel terdiri dari 40 ibu menyusui dengan bayi 0-6 bulan, sampel diberikan intervensi kombinasi acupressure 2x4 menit dan ekstrak Moringa Oleifera 650 mg. Variabel dependen yang diteliti yaitu hormon prolactin, BAB bayi, BAK bayi dan berat badan bayi.Hasil: Ada perbedaan yang signifikan pada dua kelompok intervensi dan kontrol pada variabel peningkatan produksi ASI yaitu hormon prolactin (p=0.00) dan pada variabel kecukupan ASI yaitu berat badan bayi (p=0.03). Dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok intervensi dan kontrol pada variabel kecukupan ASI yaitu BAB bayi (p=1.00) dan BAK bayi (p=0.79).Kesimpulan: Intervensi kombinasi acupressure 2x4 menit dan ekstrak Moringa Oleifera 650 mg selama 10 hari efektif meningkatkan produksi dan kecukupan ASI dibandingkan kelompok kontrol, acupressure mampu memberi efek relaksasi dan merangsang hormon prolactin dan ekstrak Moringa Oleifera mempunyai efek lactogogum pada ibu menyusui dalam merangsang produksi AS

    PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALAPADA KLINIS STROKE HEMORRHAGIC : STUDILITERATUR REVIEW

    No full text
    Based on a review of case series from three articles, it was found that in a CT scan of the head in cases of hemorrhagic stroke, there are several methods for measuring the volume of bleeding. In Kiswoyo's research, et al. Bleeding volume measurement is done by manual method and automatic method by using software. In Saifudin's research, et al. demonstrated the effect of slice thickness on the accuracy of measuring the volume of cerebral hemorrhage in cases of hemorrhagic stroke. Whereas in Masrochah's study, several methods were described to determine the volume of bleeding in cases of hemorrhagic stroke. The purpose of this study was to determine the procedure for CT scan of the head in cases of hemorrhagic stroke, especially with several methods of measuring the volume of bleeding.This type of research is descriptive qualitative research with a case series review. The data used comes from the process of tracing the results of scientific research that has been published in journals and repositories. Based on this search, three case series were obtained which would then be analyzed by tabulating or summarizing, criticizing, and then drawing Conclusions from the research results. The results showed that there was one article which mentioned the procedure for a head CT scan in cases of hemorrhagic stroke, while two articles did not mention the procedure performed. Of the three articles in measuring the volume of bleeding can be done by several methods and each method has advantages and disadvantages

    PENERAPAN OTAGO EXERCISE PROGRAMME PADA LANSIA DENGAN RISIKO JATUH DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA PUCANG GADING SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang: Seiring bertambahnya jumlah lansia dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, salah satunya yaitu kejadian jatuh. Kejadian jatuh merupakan salah satu geriatric giant dan masalah utama pada lansia. Hal ini berkaitan erat dengan kapabilitas lansia di dalam menjaga keseimbangan tubuh. Jatuh seringkali mengakibatkan cedera yang serius. Upaya pencegahan kejadian jatuh adalah dengan penerapan latihan otago exercise. Program latihan otago dinilai efektif dalam mengurangi hingga 35% jumlah cedera akibat jatuh.Tujuan: Mendeskripsikan asuhan keperawatan dengan penerapan otago exercise programme pada lansia dengan risiko jatuh di Rumah Pelayanan Sosial Lansia Pucang Gading Semarang.Metode: Desain karya ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan melibatkan 3 lansia dengan risiko jatuh yang dikaji menggunakan instrumen berg balance scale.Hasil Asuhan Keperawatan: Hasil asuhan keperawatan dengan penerapan otago exercise programme dari ketiga lansia terjadi peningkatan skor keseimbangan meskipun masih dalam kategori skor risiko jatuh sedang dengan kriteria hasil berupa peningkatan kemampuan mempertahankan posisi berdiri stabil, duduk tidak disangga dan mampu berpindah tempat.Diskusi: Otago exercise programme merupakan intervensi yang dapat dilakukan pada lansia dengan program latihan yang sederhana dan terukur. Program latihan otago efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan mengurangi hingga 35% kejadian jatuh. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya skor keseimbangan dari ketiga lansia setelah diberikan latihan otago selama 12 kali dalam 4 minggu berturut-turut.Rekomendasi: Lansia dapat menerapkan program latihan otago secara berkelanjutan dengan didampingi oleh petugas di Rumpelsos Pucang Gading Semarang untuk mencegah kejadian jatuh dan menjaga keseimbangan sehingga fungsi sendi-sendi dan postur tubuh lansia tetap baik

    KORELASI ANTARA HIGIENE SANITASI, KONDISI LAMPU UV-C DAN DEBIT DENGAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGON II TAHUN 2023

    No full text
    Latar belakang air minum merupakan air yang melalui tahap pengolahan maupun tanpa tahap pengolahan. Air minum yang baik untuk dikonsumsi harus memenuhi persyaratan mikrobiologi, kimia, fisik, dan radioaktif. Seiring dengan pertambahan penduduk yang setiap tahunnya meningkat, mendorong masyarakat memanfaatkan DAMIU untuk memenuhi kebutuhan air minum. Adanya bakteri Escherichia coli pada DAMIU dapat mengakibatkan penurunan derajat kesehatan masyarakat seperti menimbulkan water borne disease (diare, tipus, disentri, kolera, dll). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara higiene sanitasi, kondisi lampu UV-C dan debit dengan keberadaan Escherichia coli di wilayah kerja Puskesmas Wangon II. Metode jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini diperoleh seluruh DAMIU (100%, N=10) tidak memenuhi syarat sanitasi tempat dan higiene penjamah, 70% memenuhi syarat sanitasi peralatan, 60% memenuhi syarat kondisi lampu UV dan debit, 100% memenuhi syarat inspeksi sanitasi DAMIU. Hasil pemeriksaan ditemukan 3 dari 10 depot mengandung Escherichia coli. Hasil statistik dari beberapa variabel yang dihubungkan dengan keberadaan Escherichia coli didapatkan sanitasi tempat (?=0,003 0,005), higiene penjamah (?=0,028 < 0,05), kondisi lampu UV-C dan debit (?=0,003 < 0,05). Simpulan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan sanitasi tempat, higiene penjamah, serta kondisi lampu UV-C dan debit dengan keberadaan Escherichia coli. Tidak terdapat hubungan antara sanitasi peralatan dengan keberadaan Escherichia coli. Diharapkan pihak puskesmas meningkatkan pengawasan terhadap DAMIU dan bagi pengelola DAMIU lebih memperhatikan cara produksi air minum yang baik dan benar sesuai dengan peraturan

    KOMPARASI BIOKONVERSI SAMPAH MENGGUNAKAN MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) TERHADAP JUMLAH SAMPAH ORGANIKDI KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2023

    No full text
    Latar belakang Laju pertumbuhan dan persebaran penduduk yang semakin massif berbanding terbalik dengan penyediaan lahan dan unit pengolahan/pengelolaan sampah sehingga menyebabkan timbulan sampah diberbagai titik. Kondisi TPA di Sukosari, sudah overload sehingga dilakukan penutupan paksa oleh warga Desa Sukosari karena terganggunya kesehatan warga yang diduga disebabkan dari aktivitas TPA. Salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah organik dengan pengolahan biokonversi sampah menggunakan maggot (Black Soldier Fly) secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komparasi penggunaan berbagai sumber sampah terhadap pengurangan jumlah sampah organik menggunakan maggot (Black Soldier Fly) di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganya. Metode penelitian menggunakan Pre-Experiment dengan desain Intact-Group Comparison. Variabel yang diteliti yaitu pengurangan jumlah sampah menggunakan sampah pasar dan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan larva umur 7 hari yang diberi pakan sampah organik basah selama 8 hari. Masing-masing varian sumber sampah diberi 700 gram sampah dengan 100 ekor maggot dengan 9 replikasi. Hasil penelitian menunjukan total sampah organik yang dapat terurai oleh maggot pada sampah pasar sebesar 23% dan sampah rumah tangga sebesar 25%. Uji statistik menggunakan t-test idependent diperoleh jumlah pengurangan sampah pada 2 perlakuan, yaitu sig. 0,202 (P-value > 0,05). Dapat disimpulkan penelitian ini menunjukan bahwa antara sampah rumah tangga dengan sampah pasar tidak memiliki perbedaan pengurangan sampah menggunakan maggot BSF. Saran agar peneliti lebih memperhatikan rancangan wadah untuk mengatasi air lindi yang dihasilkan saat proses bikonversi oleh maggot BSF berlangsung

    FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN CALON PENDONOR SUKARELA DI UDD PMI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022

    No full text
    Latar Belakang : Partisipasi masyarakat dalam donor darah relatif baik, akan tetapi tingkat keberhasilan donor darah lebih rendah disebabkan kondisi fisik dan kesehatan yang tidak memenuhi syarat. Pelayanan seleksi donor darah merupakan skrining awal untuk memastikan bahwa pendonor darah tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat diantaranya pemeriksaan usia, berat badan, tekanan darah, dan kadar hemoglobin. Pendonor darah yang gagal pada seleksi donor tersebut dilakukan pencatatan pada Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (SIMDONDAR).Tujuan : Mengetahui faktor penyebab kegagalan calon pendonor darah sukarela di UDD PMI Kabupaten Bogor Tahun 2022.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling yaitu semua calon pendonor darah sukarela yang mengalami kegagalan pada tahap seleksi donor tahun 2022.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan donor pada tahun 2022 di UDD PMI Kabupaten Bogor berjumlah 3.972 kegagalan donor. Kegagalan calon pendonor sukarela di tahap seleksi donor antara lain kadar hemoglobin yang rendah 846 orang (21,3%), minum obat 587 orang (14,8%) tekanan darah tinggi 463 orang (11,7%), kadar hemogblobin tinggi 357 orang (9%), tekanan darah rendah 244 orang (6,1%), berat badan belum tercukupi 221 orang (5,6%), usia lebih dari 60 tahun 99 orang (2,5%), usia kurang dari 18 tahun 9 orang (0,2%), dan penyebab lainnya 1.146 (28,9%)

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇