28611 research outputs found
Sort by
INTERVENSI AROMATERAPI LAVENDER DAN AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI, STABILITAS TEKANAN DARAH DAN NADI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA
Background : Sectio caesarea is an operation to help delivery through incisions in the abdominal wall and uterus to deliver the fetus. After surgery the patient will experience pain on a mild to severe scale. Pain is the main manifestation of postoperative sectio caesarea which will be interpreted in changes in physiological responses such as increased blood pressure and pulse.Destination : Analyzing the effect of lavender aromatherapy and acupressure interventions on reducing pain scale, blood pressure stability and pulse in postoperative sectio caesarea patients.Method : This quasy-experimental study used a pre-test and post-test control group design involving 32 postoperative sectio caesarea respondents who were taken randomly by simple random sampling. The treatment group was given aromatherapy and acupressure intervention 2 times a day for 3 days while the control group was only given lavender aromatherapy. Data were analyzed by using Dependent t-Test and Independent t-Test.Results : It shows that there is a significant difference in reducing pain scale in the intervention group before and after being given lavender aromatherapy and acupressure with p=0.002 and there is a significant difference in systolic blood pressure and pulse p=0.027 and p= 0.010.Conclusion : Lavender aromatherapy and acupressure interventions was effective in reducing pain scale, systolic blood pressure and pulse in postoperative sectio caesarea patients
PENGEMBANGAN MEDIA E-BOOKLET TENTANG PENCEGAHAN OBESITAS
Latar Belakang : Perlu pengembangan media E-Booklet yang mudah diterima dan dipahami sebagai salah satu alternatif pencegahan obesitasTujuan : Mengembangkan dan mengetahui kelayakan media E-Booklet berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materiMetode : Research and Development dengan model ADDIE meliputi 3 tahap yaitu analisis kebutuhan, penyusunan dan design materi serta pengembangan. Penilaian E-Booklet dilakukan oleh ahli materi dan ahli media selanjutnya diujicobakan pada 10 remaja gizi lebih. Kriteria kelayakan media yaitu apabila mendapatkan skor 85% - 100% (Sangat Layak), 69% - 84% (Layak), 53% - 68% (Cukup Layak), 37%-52% (Kurang Layak), dan 20%-36% (Tidak Layak) Hasil : Skor validasi (86,6%) oleh ahli materi I, (80%) oleh ahli materi II, (84%) oleh ahli media dan (82,9%) oleh uji coba lapangan terbatas pada 10 remaja gizi lebih Kesimpulan : Media E-Booklet tentang pencegahan obesitas layak digunakan sebagai media edukasi giz
ANALISA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP RENCANA PENGGUNAAN FASILITAS KESEHATAN BERSALIN DI WILAYAH KECAMATAN MALIGANO
ABSTRAKANALISA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP RENCANA PENGGUNAAN FASILITAS KESEHATAN BERSALIN DI WILAYAH KECAMATAN MALIGANORika Fatma Anidea Amir1, Iis Sriningsih2,Desak Made Wenten Parwati21Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Semarang2Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangEmail : [email protected] Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat dan keberhasilan dalam upaya pelayanan kesehatan. Angka kematian ibu di Indonesia dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan tahun 2020 sebanyak 4.627 kasus. Penyebab angka kematian ibu yang masih tinggi sampai saat ini disebabkan oleh salah satu faktor yaitu terlambat mencapai tempat pelayanan dan terlambat mendapatkan pertolongan medis yang memadai. Ketidak pahaman atau kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya persalinan dengan pertolongan medis yang memadai merupakan faktor yang mempengaruhi perencanaan penggunaan pelayanan kesehatan ibu, sehingga ibu cenderung memilih dukun bayi sebagai penolong persalinannya.Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap rencana penggunaan fasilitas kesehatan bersalin di wilayah Kecamatan Maligano.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu Ibu hamil trimester II dan III di Kecamatan Maligano yang berjumlah 23 responden dengan teknik sampel yaitu total sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Setelah dilakukan analisis data, pengetahuan (p value = 0.000) dan sikap (p value = 0.000) memiliki hubungan terhadap rencana penggunaan fasilitas kesehatan bersalin. Simpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap rencana penggunaan fasilitas kesehatan bersalin di wilayah Kecamatan Maligano
IMPLEMENTASI KOMPLEMENTER SUJOK TERHADAP TEKANAN DARAH, NADI, RESPIRASI, DAN POST OPERATIVE NAUSEA VOMITITNG (PONV) PADA PASIEN PASCA BEDAH DENGAN SPINAL ANESTESI
Latar Belakang : Anestesi spinal dapat menyebabkan mual muntah hal ini dikarenakan efek obat yang akan non depolarisasi pada saraf belakang yang dimana terdapat reseptor chemoreceptor trigger zone. Di Indonesia sendiri kejadian PONV pada pembedahan ginekologi dengan anestesi spinal sebesar 53,3% dan pada pembedahan seksio sesarea dengan anestesi spinal sebesar 60%. Upaya yang sudah dilakukan salah satunya adalah akupresur namun naka kejadian PONV masih terbilang cukup tinggi. Intervensi lain yang dapat menanggulangi PONV adalah intervensi komplementer sujok karena sujok mempunyai efek terapeutik karena konduksi dari sinyal elektromagnetik yang mampu mendorong aliran zat-zat bikomia dalam pengurangan terjadinya mual muntah.Tujuan : menganalisis efektifitas implementasi sujok terhadap sindrom pasca bedah pada pasien dengan anestesi spinalMetode : Jenis penelitian true experiment dengan teknik sampling proportionate random sampling. Jumlah sampel 32 responden, 16 sampel kelompok kontrol, dan 16 lainnya kelompok intervensi. Penelitian ini menggunakan implementasi sujok diberikan sebanyak 2 kali dalam 1 hari, intervensi pertama diberikan pada saat haemodinamik pasien stabil ( satu jam setelah operasi dan psien berada diruang perawatan) sedangkan intervensi kedua diberikan pada saat 24 jam setelah dilakukan intervensi pertamaHasil : Terjadi penurunan yang signifikan secara stastistik pada tekanan sistolik dengan nilai penurunan rata-rata menjadi 120,56 mmHg (p= 0,00), diastolik dengan nilai penurunan rata-rata menjadi 75,88 mmHg (p= 0,00), nadi dengan nilai penurunan rata-rata menjadi 71,25 x/menit (p= 0,00), respirasi dengan nilai penurunan rata-rata menjadi 17,00 x/menit (p= 0,00), dan skor mual muntah PONV dengan nilai penurunan rata-rata menjadi 0,44 (p= 0,00) pada hasil obsevasi ke 28 jam setelah diberikan implementasiKesimpulan : Pemberian implementasi sujok dengan durasi 30 menit yang distimulus tiap 10 menit selama 3 menit yang dilakukan pada 1 jam dan 24 jam pasca bedah efektif menurunkan tekanan sistolik, tekanan diastolic, nadi, respirasi dan PONV
DISTRIBUSI JENIS GOLONGAN DARAH ABO DAN RHESUS PADA PENDONOR DARAH DI UTD PMI KOTA MADIUN TAHUN 2021
Latar Belakang : Berdasarkan survei pendahuluan oleh peneliti belum pernah ada penelitian tentang distribusi jenis golongan darah ABO dan rhesus pada pendonor darah di UTD PMI Kota Madiun. Selain itu, pengalaman penulis saat praktik kerja lapangan (PKL) yang dilakukan di unit donor darah (UDD) PMI di Jawa Tengah, terdapat pendonor yang bertanya mengenai jenis golongan darah tertinggi. Tujuan Penelitian : Mendesksripsikan distribusi jenis golongan darah ABO dan rhesus berdasarkan usia dan jenis kelamin pendonor.Metode : Jenis penelitian deskriptif dari data sekunder SIMDONDAR menggunakan teknik pengambilan total sampling di mana jumlah sampel didapatkan 8.925 pendonor pada tahun 2021.Hasil : Hasil penelitian distribusi jenis golongan darah ABO dan rhesus berdasarkan usia dan jenis kelamin pendonor menunjukkan golongan darah A sebanyak 1.922 (21.5%), B sebanyak 2.727 (30.6%), O sebanyak 3.618 (40.5%) dan AB sebanyak 658 (7.3%) yang tertinggi adalah golongan O. Pendonor dengan rhesus positif 8.918 (99.92%) dan rhesus negatif 7 (0.08%) rhesus positif memiliki frekuensi tertinggi. Distribusi jenis golongan darah berdasarkan tertinggi usia 25-44 tahun dengan golongan darah O sebanyak 1.813 (20.30%). Distribusi jenis golongan darah berdasarkan jenis kelamin golongan darah A sebanyak 1.428 (21.4%), B sebanyak 2.079 (31.2%), O sebanyak 2.658 (39.8%), AB sebanyak 508 (7.6%). Jenis kelamin perempuan golongan darah A sebanyak 494 (21.9%), B sebanyak 648 (28.8%), O sebanyak 961 (42.6%), AB sebanyak 150 (6.7%). Jenis kelamin laki-laki dengan golongan darah O mendominasi pendonor di Kota Madiun tahun 2021
GAMBARAN HASIL INKOMPATIBEL PADA PEMERIKSAAN UJI SILANG SERASI DENGAN METODE GEL TEST DI UDD PMI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2021
Latar belakang: Indikator dengan pelayanan kualitas yang baik dapat menilai dari ketersediaan darah, kebutuhan darah, dan reaksi transfusi. Memastikan transfusi darah aman dan tidak menimbulkan reaksi pada resipien, maka sebelum pemberian transfusi darah perlu dilakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus serta uji silang serasi antara darah donor dan darah resipien. Meskipun golongan darah donor dan pasien sama, ternyata dapat terjadi ketidakcocokan/ inkompatibel pada uji silang serasi. Inkompatibel dapat disebabkan oleh reaksi imun antara antigen dan antibodi karena adanya golongan darah lain atau antibodi irregular.Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran pemeriksaan uji silang serasi inkompatibel metode gel test di UDD PMI Kabupaten Cirebon Tahun 2021Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif yaitu mengambil data tahun sebelumnya dari bulan Januari-Desember 2021. Dengan besaran sampel ditentukan rumus slovin dan pengambilan data sampel diambil secara acak sehingga didapat sampel sebanyak 296.Hasil: hasil penelitian inkompatibel uji silang serasi metode gel test dengan persentase terbanyak adalah minor, auto kontrol, DCT positif 275 pasien (92,9%), jenis kelamin perempuan 205 pasien (69%), golongan darah O 90 pasien (30%), kelompok usia 46-55 tahun 73 pasien (25%), dan tanpa riwayat transfusi 247 pasien (83%)
PRODUKSI KOMPONEN DARAH FRESH FROZEN PLASMA (FFP) UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN DI UNIT DONOR DARAH (UDD) PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KABUPATEN REMBANG
Latar Belakang : Darah lengkap dapat diproses menjadi produk komponen darah. Komponen darah diolah melalui proses sentrifugasi dengan memperhatikan kualitas dan keamanan produk komponen. FFP adalah komponen darah yang mengandung semua faktor pembekuan labil. Tujuan Penelitian : Untuk mendeskripsikan proses produksi komponen darah FFP untuk memenuhi permintaan di UDD PMI Kabupaten Rembang Metode Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan observasional . Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Populasi yang digunakan adalah data sekunder pada tahun 2021 mengenai produksi komponen darah FFP. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel total yaitu data sekunder pada tahun 2021 mengenai jumlah produksi komponen darah FFP dan permintaan komponen darah. Hasil : Dari data primer dengan melakukan pengamatan yang dilakukan pada bulan Maret Tahun 2022 menunjukan bahwa proses produksi FFP sudah sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan No.91 Tahun 2015. Dari data sekunder jumlah produksi komponen darah FFP sebanyak 176 kantong. Jumlah permintaan dari BDRS sebanyak 155 kantong dari data yang diambil pada Tahun 2021. Presentase pemenuhan permintaan sebesar 100% semua permintaan komponen darah FFP yang masuk dapat terpenuhi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa proses produksi komponen darah FFP diproduksi sesuai dengan SPO yang ditetapkan sehingga permintaan yang dilayangkan oleh BDRS dapat terpenuhi
SARANA SANITASI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BOJONEGORO TAHUN 2022
Kementerian Kesehatan Republik IndonesiaPoliteknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Diploma TigaKarya Tulis Ilmiah, Mei 2022AbstrakSerinda Dwi Aprilia ([email protected])SARANA SANITASI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BOJONEGORO TAHUN 2022XVIII+90 halaman : gambar, tabel, diagram, lampiranLembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Narapidana, tahanan, dan anak didik pemasyarakatan juga merupakan anggota masyarakat serta mempunyai hak yang sama dengan anggota masyarakat lainnya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Berdasarkan hasil survey pendahuluan terdapat beberapa aspek sarana sanitasi yang belum memenuhi syarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi sarana sanitasi di LAPAS Kelas IIA Bojonegoro termasuk dalam kondisi memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang kondisi sarana sanitasi di LAPAS. Pengumpulan data diperoleh dari observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan editing, coding, tabulating, saving. Data disajikan dalam bentuk tabel, diagram dan narasi kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan persyaratan yang ada. Hasil penelitian pada kondisi penyediaan air bersih sumur bor 90%, penyediaan air bersih sumur gali 93%, kondisi kamar mandi dan jamban 80%, kondisi pengelolaan sampah 77%, kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) 67%. Simpulan dari penelitian ini yaitu kondisi sarana sanitasi LAPAS Kelas IIA Bojonegoro termasuk dalam kategori memenuhi syarat dengan presentase 81%. Saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan kondisi sarana sanitasi yaitu melakukan pemeriksaan kualitas air bersih secara kimia (Kesadahan) serta bakteriologis (E.Coli dan Coliform), menambahkan tempat khusus untuk mencuci tangan, tempat sampah dilengkapi dengan penutup serta dilapisi kantong plastik, dibuatkannya tempat khusus mencuci piring supaya sisa makanan tidak berceceran di saluran pembuangan air limbah yang menimbulkan pemandangan yang tidak menyenangkan dan berisiko menimbulkan saluran tersumbat.Daftar Bacaan: 18 (1995-2021)Kata Kunci: Sarana Sanitasi Lembaga PemasyarakatanKlasifikasi:
STUDI PEMERIKSAAN BORAKS PADA KETUPAT YANG DIJUAL DI PASAR MARGASARI KECAMATAN MARGASARI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2022
Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Diploma TigaKarya Tulis Ilmiah, Mei 2022AbstrakKhairani Kusumaning Tyas ([email protected])STUDI PEMERIKSAAN BORAKS PADA KETUPAT YANG DIJUAL DI PASAR MARGASARIKECAMATAN MARGASARI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2022XX + 75 halaman : gambar, tabel, lampiranLatar belakang ; Asam borat atau biasa dikenal dengan sebutan boraks merupakan zatpengawet yang berbahaya dan tidak diizinkan penggunaannya dalam makanan. Boraksberbentuk kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Dalam industriboraks sering digunakan untuk pematri logam, pengawet kayu, dan pembasmi kecoa dalamindustri makanan boraks sering ditambahkan pada produk ketupat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keberadaan Boraks pada Ketupat di Pasar Margasari, KecamatanMargasari, Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif denganmenggambarkan ada tidaknya Boraks yang disajikan dalam bentuk tabel kemudiandibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 tentang BahanTambahan Pangan. Pengumpulan data dilakukan dengan uji organoleptik oleh 3 panelisterhadap 5 sampel Ketupat, pemeriksaan kualitatif Boraks pada Ketupat menggunakanmetode Borax Test Kit di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Tegal dan wawancarakepada pedagang Ketupat di Pasar Margasari, Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. HasilPemeriksaan uji organoleptik pada Ketupat menunjukkan sampel Ketupat dinyatakan tidakterindikasi Boraks. Hasil pemeriksaaan laboratorium menunjukkan 5 sampel Ketupat negatifBoraks. Tingkat pengetahuan pedagang Ketupat 2 diantaranya memiliki kategori baik (40%)dan 3 pedagang memiliki kategori cukup (60%). Sikap pedagang menunjukkan kategori baikdengan persentase 100% dan untuk keterjangkauan sumber 2 pedagang terjangkau (20%)dan 3 diantaranya tidak terjangkau dari sumber peredaran boraks. Simpulan bahwa 100%sampel Ketupat negatif Boraks, sehingga Ketupat tersebut aman untuk dikonsumsi.Disarankan pedagang dapat mempertahankan kualitas Ketupat yang diproduksi tanpa bahanpengawet (Boraks).Daftar Bacaan : 39 (1967-2021)Kata Kunci : Boraks, Ketupat, OrganoleptikKlasifikasi :