28611 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN KUE KERING KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L.) TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA GIZI KURANG
Latar belakang: Balita adalah asset bangsa yang selalu dijaga, selain itu harus mendapatkan perhatian khusus sejak dini. Orangtua sangat berperan penting dalam pertumbuh ananak, terutama dalam memperhatikan asupan gizianak. Permasalahan gizi di Indonesia merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius karena keadaan ini berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.Tujuan: Menganalisis pengaruh kue kering kacang merah terhadap peningkatan status gizi pada balita gizi kurang.Metode: Rancangan penelitian ini ialah Quasi Experiment dengan design 2 kelompok yaitu intervensi dan kontrol yang dilakukan pre dan post test. Kelompok intervensi diberikan kue kering kacang merah dan vitamin penambah nafsu makan selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan vitamin penambah nafsu makan. Total sample 62 orang responden dimana terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 31 responden kelompok intervensi dan 31 responden kelompok control. Pengukuran status gizi menggunakan pengukuran antropometri berdasarkan berat badan dan lingkar lengan atas.Hasil: Pemberian kue kering kacang merah dalam pengukuran berat badan di dapatkan ada perbedaan yang signifikan setelah 1 minggu dan 2 minggu dengan nilai p = 0,013 (p> 0,05) dannilai p = 0,000(p 0,05).Kesimpulan: Pemberian kue kering kacang merah memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan berat badan dan lingkar lengan atas pada balita gizi kurang.Kata kunci: Kue Kering, Kacang Merah, Status Gizi, Balit
POTENSI GEL BIJI KOPI ROBUSTA SEBAGAI BAHAN NON FARMAKOLOGIS UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PORPHYROMONAS GINGIVALIS PENYEBAB PERIODONTITIS (STUDI LABORATORIUM)
Latar Belakang : Periodontitis kronis merupakan penyakit infeksi multifaktorial pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme. Porphyromonas gingivalis ialah bakteri yang memiliki peranan penting pada inisiasi, pertumbuhan, serta keparahan periodontitis kronis. Selama ini perawatan periodontitis dilakukan dengan terapi scaling maupun menggunakan bahan antibakteri topikal kimia seperti gel aloclair. Bahan antibakteri topikal ini mempunyai efek samping. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan bahan herbal sebagai potensi untuk menghambat bakteri Porphyromonas gingivalis, penyebab periodontitis yang diharapkan berkontribusi dalam pelayanan terapi gigiTujuan : Untuk membuktikan senyawa gel alkaloid dan flavonoid biji kopi robusta berbagai konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan porphyromonas gingivalis penyebab periodontitisMetode : True Experiment post test only control group design, subjek menggunakan bakteri porphyromonas gingivalis ATCC 33277 dengan suspense Mc Farland 0.5. Uji daya hambat menggunakan metode difusi disk cakramHasil: Senyawa alkaloid gel biji kopi robusta semua konsentrasi 0,39%, 0,78%, 1,56% memiliki daya hambat dengan kategori lemah
GAMBARAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN KADAR HB IBU HAMIL ANEMIA
Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak dapat memenuhi kebutuhan normal yang berbeda-beda sebagai akibat ketidakmampuan jaringan pembentuk sel darah merah dalam produksinya guna mempertahankan kadar hemoglobin pada tingkat normal.Kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi merupakan ketaatan ibu hamil melaksanakan anjuran petugas kesehatan untuk mengkonsumsi tablet zat besi dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan vitamin C dengan kadar Hb Ibu Hamil Anemia di Puskesmas Pagentan Banjarnegara.Berdasarkan tujuan penelitian desain dalam penelitian yang digunakan adalah study deskriptif. Teknik sampel menggunakan Total Sampling. Sampel dalam penelitian sebanyak 40 ibu hamil TM III.Hasil penelitian diperoleh sebagian besar usia dengan kategori tidak beresiko (bila 20 - 35 Tahun) sebanyak 21 responden (52,5%),Sebagian besar pendidikan adalah pendidikan Dasar sebanyak 33 responden (82,5%),Sebagian besar pekerjaan adalah sebagai Ibu rumah tangga sebanyak 36 responden (90%),Sebagian besar paritas dengan resiko tinggi sebanyak 24 (60%),Sebagian besar kepatuhan konsumsi tablet zat besi dan vitamin C ibu hamil dengan anemia adalah tidak patuh sebanyak 30 responden (75%), Sebagian besar Kadar Hb ibu hamil dengan anemia ringan sebanyak 33 responden (82.5%)Bagi petugas kesehatan dapat meningkatkan asuhan yang diberikan dalam upaya deteksi dini kejadian anemia pada ibu hamil dalam bentuk pendidikan kesehatan bagi ibu hamil
TEKNIK RADIOGRAFI ADENOID DENGAN SUSPECT HIPERTROFI ADENOID DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL
Pemeriksaan radiografi adenoid dengan suspect hipertrofi adenoid di Instalasi Radiologi dr. H. Soewondo Kendal dilakukan dengan proyeksi face bone lateral dengan luas kolimasi dari cranium sampai pada cervical 7. Sedangan menurut (Long et al, 2016) menggunakan nasofaring proyeksi lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik radiografi adenoid serta alasan penggunaan proyeksi facebone lateral dengan luas kolimasi dari cranium sampai cervical 7 di Instalasi Radiologi RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis selanjutnya dibuat koding terbuka kemudian disajikan dalam bentuk kuotasi dan selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik radiografi adenoid dengan suspect hipertrofi adenoid di Instalasi Radiologi RSUD dr. H. Soewondo Kendal menggunakan proyeksi face bone lateral dengan luas kolimasi dari cranium sampai cervical 7. Central point (CP) yang digunakan berada di depan Meatus Akustikus Eksterna (MAE) dan menggunakan Souce to Image Distnace (SID) 100 cm. Detektor yang digunakan berukuran 35 x 43 cm. Alasan penggunaan proyeksi face bone lateral dengan kolimasi dari cranium sampai cervical 7 dikarenakan letak anatomis dari adenoid yang hanya dapat diukur dengan proyeksi lateral selian itu untuk melihat rongga air way sebagai dasar penentuan rasio adenoid. Kolimasi yang buka dari cranium sampai cervical 7 yang bertujuan agar tidak ada anatomi yang terpotong.Terdapat perbedaan proyeksi dan teknik yang digunakan pada pemeriksaan radiografi adenoid dengan suspect hipertrofi adenoid di Instalasi Radiologi RSUD dr. H. Soewondo Kendal dengan teori, tetapi gambaran yang dihasilkan sudah dapat menegakkan diagnosa
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CALCANEUS PADA INDIKASI FRAKTUR DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK
Prosedur pemeriksaan radiografi calcaneus pada indikasi fraktur di Instalasi Radiologi RSUD Sunan Kalijaga Demak dilakukan dengan proyeksi axial calcaneus (dorsoplantar) standing weight-bearing dan proyeksi lateral (mediolateral). Hal tersebut berbeda dengan literatur dimana proyeksi yang digunakan yaitu proyeksi axial (plantodorsal) dan proyeksi lateral (mediolateral). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi calcaneus pada indikasi fraktur, alasan digunakannya proyeksi axial calcaneus (dorsoplantar) standing weight-bearing dan informasi diagnostic yang didapatkan pada proyeksi axial calcaneus (dorsoplantar) standing weight-bearing dan proyeksi lateral (mediolateral). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dengan radiografer, dokter radiologi dan dokter pengirim. Pengolahan dan analisa data menggunakan analisa deskriptif dengan tahap tahap meliputi tahap pengumpul data, tahap pengolahan reduksi data, tahap penyajian data, tahap pembahasan dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa prosedur pemeriksaan radiografi calcaneus pada indikasi fraktur di Instalasi Radiologi RSUD Sunan Kalijaga Demak menggunakan proyeksi axial calcaneus (dorsoplantar) standing weight-bearing dan proyeksi lateral (mediolateral). Alasan dari digunakannya proyeksi axial calcaneus (dorsoplantar) standing weight-bearing yaitu untuk mengurangi dosis radiasi yang diterima dan mengurangi adanya pancaran radiasi hambur agar tidak langsung menuju gonad pasien, yaitu dengan menghindari terjadinya pengulangan foto. Informasi diagnostik yang didapatkan dari Proyeksi axial calcaneus (dorsoplantar) standing weight-bearing pada pemeriksaan radiografi calcaneus sudah cukup dalam membantu menegakkan diagnosa pada calcaneus indikasi fraktur, karena dapat menampakkan anatomi calcaneus secara keseluruhan baik pada aspek superior maupun anterior calcaneus
GAMBARAN KEPATUHAN DIET PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TLOGOSARI WETAN KOTA SEMARANG
Latar Belakang : Hipertensi merupakan The Silent Killer, penyakit tanpa adanyakeluhan, sehingga penderita biasanya tidak tahu mengidap penyakit hipertensiatau tidak. Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung,gagal jantung kongesif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal.Permasalahan pada penderita hipertensi yakni tekanan darah yang tidakterkendali, dimana salah satu faktor penyebabnya adalah kepatuhan dalammenjalankan diet. Kepatuhan diet merupakan suatu perubahan perilaku yangdiharapkan dalam proses penyembuhan penyakit yang lebih cepat dan terkontrol.Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran kepatuhan diet penderita hipertensi diPuskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang.Rancangan Penelitian : Penelitian deskriptif dengan rancangan menggunakanpendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi denganjumlah 44 orang di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang. Data yangdikumpulkan meliputi data karakteristik dan kepatuhan diet sampel denganmetode wawancara menggunakan formulir identitas dan kuesioner. Metodepengumpulan dengan cara wawancara dan mengisi kuesioner analisismenggunakan form. Data yang digunakan analisis deskriptif.Hasil : Penderita hipertensi sebagian besar berusia 45-55 tahun (52,3%), berjeniskelamin perempuan (72,7%), tingkat pendidikan SD/MI (29,5%), bekerja sebagaiibu rumah tangga (43,5%) dan lama menderita hipertensi kurang dari 5 tahun(88,6%) dan 27 (61,4%) penderita hipertensi patuh dalam menjalankan diet.Kesimpulan : Sebagian besar penderita hipertensi patuh menjalankan dietsebanyak 27 orang (61,4%) dan tidak patuh sebanyak 17 orang (38,6%)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PENYULUHAN BERUPA MEDIA VIDEO DIBANDING MEDIA BONEKA TANGAN TENTANG PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK KELAS 1 SDN SUMURBOTO
Media video yang berisikan pengetahuan menggosok gigi sangat menarik karena dapat diterima oleh anak, memiliki efektivitas dalam meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar. Media lain yang dapat digunakan adalah dengan media boneka tangan. Penyuluhan dengan media ini bisa dikatakan sangat efektif sebagai sarana untuk menyampaikan pesan atau nasehat pada anak terkait hal yang baik dan buruk untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Media Penyuluhan berupa Media Video dibanding Media Boneka Tangan Tentang Pengetahuan Menggosok Gigi Pada Anak Kelas 1 SDN Sumurboto.Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode quasi experimental atau eksperimental semu, sampel pada penelitian ini yaitu anak kelas 1 SD yang berjumlah 54 di SDN Sumurboto. Menggunakan alat ukur kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk data numerik yang ditampilkan ke dalam tabel.Hasil penelitian tentang pengetahuan menggosok gigi menggunakan media video dan media boneka tangan, didapatkan hasil dari penyuluhan menggunakan kedua media tersebut semuanya mengalami peningkatan. Diantara kedua media ini yang memilki efektivitas tinggi ialah media boneka tangan. Berdasarkan hasil dan kesimpulan peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan media video dan media boneka tangan ialah kedua media ini mengalami peningkatan
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D USIA 28 TAHUNDI PUSKESMAS SAWANGAN II KECAMATAN SAWANGAN KABUPATEN MAGELANG
Kehamilan, persalinan, dan nifas merupakan suatu proses alami yang akan dialami oleh perempuan. Namun, agar tidak terjadi sesuatu kondisi yang membahayakan maka setiap perempuan yang sedang hamil, bersalin, dan nifas serta bayi yang baru lahir harus diperhatikan agar upaya pembangunan kesehatan seperti AKI dan AKB di Jawa Tengah terutama di Kabupaten Magelang menurun. Tujuan pembuatan laporan tugas akhir ini yaitu memberikan asuhan secara berkelanjutan dari asuhan hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan kontrasepsi pascasalin serta didokumentasikan menggunakan metode SOAP.Hasil penelitian pada kehamilan diperoleh dengan diagnose Ny. D umur 28 tahun G2P1A0 umur kehamilan 37+3 minggu fisiologis dengan persalinan pada umur 40+1 minggu fisiologis, diikuti masa nifas fisiologis, bayi baru lahir, dan pelayanan kontrasepsi pascasalin.Kesimpulan dari hasil asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir berlangsung secara fisiologis. Penerapan asuhan kebidanan terdapat kesenjangan antara teori dengan praktik asuhan kebidanan yaitu penaalaksanaan yang dilakukan berdasarkan kebutuhan ibu. Asuha kebidanan ini didokumentasikan menggunakan metode SOAP dengan asuhan contiuity of care. Sarannya yaitu Asuhan Komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi dapat terpantau
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN FOKUS STUDI GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI AKUT PADA GASTRITIS AKUT DI RUANG TERATAI RSUD DR. R. SOETIJONO BLORA
Latar Belakang : Gastritis merupakan salah satu masalah saluran pencernaan yang paling sering terjadi dan paling sering dijumpai di klinik karena diagnosisnya sering hanya berdasarkan gejala klinis bukan pemeriksaan histopatologi. Menurut Riskesdas 2013, angka kejadian gastritis di Jawa Tengah cukup tinggi yaitu 79,6%. Tujuan karya tulis ini adalah untuk menggambarkan pengelolaan asuhan keperawatan gastritis dengan gangguan rasa nyaman (nyeri) di ruang teratai RSUD Dr. R. Soetijono Blora.Metoda : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pemaparan kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan 3x24 jam didapatkan hasil, keluhan nyeri pasien menurun skalanya menjadi 3 dan 2, tanda-tanda vital normal, serta pasien merasa nyaman.Simpulan : Kerja sama antar tim kesehatan dan pasien maupun keluarga sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan asuhan keperawatan dan mendorong pasien untuk kooperatif