28611 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D UMUR 22 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PECANGAAN KABUPATEN JEPARA
Dalam penyelenggaraan upaya kesehatan anggota keluarga yang mendapatkan prioritas utama adalah ibu dan anak. Keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak, di antaranya dapat dilihat dari indicator Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Indikator ini tidak hanya mampu menilai progran kesehatan ibu dan anak, terlebih lagi mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan melalui beberapa cakupan yang dimulai sejak hamil hingga KB, serta bayi baru lahir menentukan keberhasilan upaya kesehatan yang dilakukan, baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas.Pelayanan kesehatan di Puskesmas Pecangaan terus berupaya menekan AKI & AKB yang rutin digelar setiap bulan, menjadi forum yang sangat strategis untuk menekan AKI/AKB dan untuk memastikan seluruh kehamilan dikawal demi keselamatan ibu dan bayinya. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas dan KB, serta bayi baru lahir dengan menerapkan standar protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP.Hasil studi kasus pada Ny.D didapatkan diagnosa G1P0A0 hamil 41 minggu kehamilan fisiologis dengan keluhan nyeri pada punggung, dengan persalinan fisiologis yang diikuti masa nifas fisiologis tanpa ada penyulit dan komplikasi, bayi baru lahir fisiologis tanpa kelainan dan penyulit. Kesimpulan dari hasil studi kasus ini yaitu semua proses kehamilan, persalinan, nifas dan KB, serta BBL adalah fisiologis. Asuhan yang diberikan penulis berdasarkan evidance based terlaksana dengan baik dan selalu menerapkan sesuai standar protokol kesehatan Covid-19. Pada penerapan asuhan kebidanan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik asuhan kebidanan yang ada di lahan
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. PUMUR 29 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS JIKENKECAMATAN JIKEN KABUPATEN BLORA
Proses kehamilan, persalinan dan nifas adalah proses fisiologis. Dimanakeberhasilan upaya perbaikan kesehatan ibu dan anak dapat dilihat dari indikatorAngka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan dari studikasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari ibuhamil, ibu bersalin, ibu nifas dan KB serta BBL.Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus denganmenggunakan pendekatan asuhan kebidanan menggunakan 5 langkah varney,dengan pendokumentasian dalam bentuk SOAP.Hasil penelitian ini diperoleh diagnosa Ny. P umur 29 tahun G2P1A0 usiakehamilan 37+5 minggu fisiologis, dengan keluhan nyeri punggung sudahdiberikan penanganan yaitu dengan kompres hangat, dengan persalinan fisiologisyang diikuti masa nifas fisiologis dengan keluhan ASI kurang lancar yangmendapatkan anjuran untuk melakukan perawatan payudara, dan bayi baru lahirfisiologis.Pada Kehamilan tidak terdapat kesenjangan dan pada persalinan terdapatkesenjangan berupa penggunaan APD yang tidak lengkap (hanya menggunakanmasker, handschoen, gown). Pada masa Nifas, KB dan BBL tidak terdapatkesenjangan.Kesimpulan dari Laporan Tugas Akhir ini yaitu pada penerapan terdapatkesenjangan antara teori dan praktik, namun proses, Nifas dan BBL telahdiaplikasikan sesuai teori. Saran bagi lahan untuk tetap melaksanakan asuhansesuai standar yang telah ditetapkan
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. P UMUR 23 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS JAPAH KECAMATAN JAPAH KABUPATEN BLORA
Poltekkes Kemenkes Semarang Program Studi Kebidanan Blora Diploma Tiga 2022 ABSTRAK Elviana Desi Saputri1, Anjar Astuti2 Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. P umur 23 tahun Di UPTD Puskesmas Japah Kabupaten Blora 121 halaman + 10 tabel + 35 daftar Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi membutuhkan adanya upaya kesehatan yang komprehensif. Upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dilakukan untuk menjamin setiap ibu agar mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Bentuk upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) salah satunya dengan melaksanakan asuhan secara Continuity of Care. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentu studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 5 langkah Varney dan catatan perkembangan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil studi kasus yang diperoleh pada Ny. P didapatkan diagnose 23 tahun G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu dengan kehamilan fisiologis tanpa penyulit dan komplikasi. Keluhan fisiologis yang timbul nyeri punggung pada trimester III menjelang waktu persalinan. Proses persalinan fisiologis dengan keluhan nyeri kala I dan sudah dilakukan dengan masase punggung. Dikuti dengan masa nifas fisiologis dengan intervensi mengkonsumsi ikan gabus untuk mempercepat luka perineum dan mengkonsumsi daun kelor untuk memperbanyak produksi ASI. Dan selanjutnya bayi baru lahir fisiologis tanpa kelainan dan penyulit. Pada asuhan keluarga berencana ibu memilih KB suntik 3 bulan sebagai metode kontrasepsinya. Asuhan yang diberikan dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan KB tidak ditemukan kesenjangan antara kasus dengan teori. Kata kunci : Asuhan Kehamilan, Persalinan, Nifas, BBL, KB Daftar Pustaka : 35 pustaka (2014 s/d 2021
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KLIEN REMAJA YANG MENGALAMI GANGGUAN PSIKOLOGI (STRES) MENGHADAPI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KLIEN REMAJA YANG MENGALAMI GANGGUAN PSIKOLOGI (STRES) MENGHADAPI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERIABSTRAKMutiara Lisa Septanti1, Sri Widiyati2, Rozikhan2, Fajar Surachmi21Mahasiswa Pogram Studi DIII Keperawatan Semarang Kelas Kendal2Dosen Jurusan Keperawatan SemarangEmail: [email protected] Abstrak Latar Belakang: Kekhawatiran siswa kelas 12 yang sudah menyelesaikan studi di SMA dalam menghadapi berbagai pilihan seperti mencari pekerjaan, tinggal dirumah membantu orang tuanya, masuk kelas kursus, atau mengikuti bimbingan belajar ujian masuk perguruan tinggi. Tak hanya khawatir, siswa kelas 12 cenderung stres menjelang ujian karena merasa tidak tenang, takut tidak bisa mengerjakan soal ujian, takut apabila soal ujian susah, takut tidak lulus, dan sulit berkonsentrasi belajar (Aulina & Nashori, 2012). Siswa yang memilih untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi akan dihadapkan pada pilihan universitas dan jurusan yang akan dipilih, dan berbagai ujian masuk perguruan tinggi.Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Klien Remaja Yang Mengalami Gangguan Psikologi (Stres) Menghadapi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri pada An. H dan An. Y di wilayah KendalMetode: Metode yang digunakan dalam pengambilan kasus yaitu dengan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 keluarga dengan salah satu anggota keluarga yaitu remaja yang mengalami gangguan psikologi (stres). Studi kasus ini menggunakan pengukuran stres sebelum dan setelah terapi musi, selama lima kali kunjungan. Hasil: Setelah diberikan intervensi dan dilakukan implementasi keperawatan keluarga didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan tingkat stres pada klien melalui penerapan terapi musik (klasik) yang dilakukan secara benar dan teratur.Kata Kunci: stres, asuhan keperawatan keluarga, terapi musi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST PARTUM NORMAL (PRIMIPARA) DENGAN FOKUS STUDI DEFISIT PENGETAHUAN TEKNIK MENYUSUI
Menyusui merupakan hak setiap ibu setelah melahirkan yaitu pada masa nifas sehingga untuk mencapai keberhasilan dalam pemberian ASI perlu dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai teknik menyusui. Hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2010, angka cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih dibawah target yaitu pada bayi usia 0-6 bulan sebesar 61,5%, tahun 2012 sebesar 42%, dan tahun 2013 sebesar 54,3%. (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang teknik menyusui yang benar agar tidak terjadi puting lecet maupun bengkak yang berakibat ibu enggan menyusui terutama pada ibu primipara. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara langsung kepada pasien, mengobservasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi keperawatan. Jumlah subyek yang digunakan yaitu 2 pasien. Pengkajian klien pertama pada tanggal 06 November 2019 dan klien kedua pada tanggal 08 November 2019. Dalam kasus ini penulis melakukan proses asuhan keperawatan yang berfokus pada upaya meningkatkan pengetahuan tentang teknik menyusui pada ibu primipara. Implementasi yang telah dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan teknik menyusui. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan teknik menyusui dan klien mampu mendemonstrasikan teknik menyusui yang benar sehingga masalah teratasi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K G2P1A0 UMUR 36 TAHUN DI PUSKESMAS ROWOSARI 2 KABUPATEN KENDAL
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Angka Kematian Ibu (AKI) adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Beberapa Keadaan yang menyebabkan Angka Kematian Ibu (AKI) antara lain adalah penanganan komplikasi, anemia, dan ibu hamil dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang obesitas, terlalu tua > 35 tahun, dan terlalu Jauh jaraknya > 5 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menekan jumlah AKI dan AKB dengan menerapkan asuhan komprehensif atau continuity of care.Penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah manajemen kebidanan menurut Varney didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Responden dari penelitian ini adalah Ny.K di Puskesmas Rowosari II.Hasil asuhan kebidanan diperoleh diagnosa Ny. K G2P1A0 hamil 36 minggu dengan resti usia >35 tahun, jarak persalinan >12 tahun, dan anemia ringan. Asuhan pada masa kehamilan yang diberikan salah satunya adalah senam hamil untuk mengurangi keluhan nyeri punggung pada Ny.K.Asuhan pada masa persalinan, nifas, KB, dan BBL tidak terdapat kesenjangan.Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan secara continuity of care (COC) pada Ny. K G2P1A0 umur 36 tahun usia kehamilan 36 minggu terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan praktik. Saran untuk Ny. K untuk tetap menjaga dan meningkatkan kesehatan diri sebagai ibu menyusui dan dan memperhatikan tumbuh kembang bayinya serta memberikan ASI esklusif
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK PUSKESMAS JETIS KOTA BLORA
Latar belakang: Stroke atau penyakit serebrovaskuler menunjukan adanya beberapa ketidakteraturan otak baik secara fungsional maupun structural yang disebabkkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak.Tujuan: Menjelaskan asuhan keperawatan keluarga dengan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik di Puskesmas Jetis Kota Blora.Metode: Mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga dengan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik. Subyek menggunakan 2 pasien dan pengelolaan dilakukan 3x24 jam dengan memonitor tingkat derajat kemampuan kekuatan otot serta diberikan tindakan latihan (ROM) serta pengetahuan yang dimiliki 2 keluarga pasien mengenai penyakit yang dialami anggota keluarganya. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari pada responden didapatkan hasil masalah gangguan mobilitas fisik teratasi dan pengetahuan keluarga pasien mengenai penyakit dialami anggota keluarga yang sakit dapat meningkat
ASUHAN KEPERAWATAN KELEBIHAN VOLUME CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD DR. M . ASHARI PEMALANG
Latar Belakang - Gagal Ginjal Kronik adalah suatu penurunan fungsi ginjal yang cukup berat dan terjadi secara perlahan dalam waktu yang lama disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal, bersifat progesif dan umumnya tidak dapat pulih, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan.Tujuan - Memberikan gambaran asuhan keperawatan secara komprehensif pada kedua pasien Penyakit Ginjal Kronik khususnya dengan masalah keperawatan Kelebihan Volume Cairan.Metode - Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus berupa proses asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam terdiri dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan dan evaluasi.Hasil dan Pembahasan - Setelah dilakukan asuhan keperawatan masalah - kelebihan volume cairan belum teratasi, Oleh karena itu, perlu dilanjutkan intervensi dengan pemantauan intake dan output cairan yang ketat, perhitungan balance cairan, timbang berat badan secara berkala, edukasi pembatasan cairan, pemberian terapi farmakologi dan hemodialisa.Saran - Pada pengelolaan kebutuhan cairan pada pasien gagal ginjal kronik perlu dilakukan rencana pemantauan intake dan output cairan yang ketat supaya peningkatan berat badan dan edema bisa dikendalikan
PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN ZAT BESI 60 MG ASAM FOLAT 0,4 MG PERHARI DAN ZAT BESI 120 MG ASAM FOLAT 2,8 MG PERMINGGU TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN, EFEK SAMPING PADA IBU HAMIL TRIMESTER II-III DAN KESEJAHTERAAN JANIN
Latar Belakang: Besi memiliki peranan penting dalam kehamilan. Namun, menyebabkan efek samping bagi ibu hamil bila diminum setiap hari. Terdapat rekomendasi yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi ketidaknyamanan dalam mengkonsumsi zat besi dengan cara pemberian permingguTujuan: Peneliti menganalisis perbedaan pemberian zat besi dan asam folat perhari dan peminggu terhadap kadar hemoglobin, efek samping dan kesejahteraan janinMetode: Penelitian ini merupakan quasy experiment pretest-posttest with two group design. Jumlah responden sejumlah 40 ibu hamil trimester II-III yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pemberian zat besi 60 mg asam folat 0,4 mg perhari sebanyak 20 responden dan pemberian zat besi 120 mg asam folat 2,8 mg perminggu sebanyak 20 responden. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan pemeriksaan setiap satu bulan sekali selama tiga bulan intervensi sedangkan evaluasi efek samping dilakukan setiap seminggu sekali dan pemantauan kesejahteraan janin dilakukan pada awal intervensi dan tiga bulan setelah intervensi.Hasil: Hasil uji kadar hemoglobin menggunakan anova repeated measure pemberian zat besi 60 mg asam folat 0,4 perhari (0,012), pemberian zat besi 120 mg asam folat 2,8 mg perminggu (0,000), efek samping menggunakan uji mcNemar (0,125 mual muntah 0,250 konstipasi) pemberian perhari (0,625 mual muntah 0,500 konstipasi) pemberian perminggu, kesejahteraan janin menggunakan uji wilcoxon 0,000 untuk pemberian perhari, pemberian perminggu 0,000.Kesimpulan: Pemberian perminggu dapat menjadi alternatif cara konsumsi tablet besi untuk mencegah oksidatif stress dan mengurangi ketidaknyamanan pencernaan pada ibu hami