Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    PENGARUH STRATEGI KONSELING BERIMBANG ( SKB) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS TENTANG METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG

    No full text
    Capaian angka prevalensi pemakaian kontrasepsi modern di Jawa Tengahtahun 2020 sebesar 61,32. persentase peserta KB aktif (PA) Metode KontrasepsiJangka Panjang (MKJP) sebesar 29,03% dengan target 30,15% dan persentasekebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) semakin tinggi sebesar 11,3%dengan target 6,82%. Penggunaan SKB efektif dalam mempengaruhi peningkatanpengetahuan ibu untuk pengambilan keputusan menggunakan alat kontrasepsi.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh strategi konselingberimbang terhadap pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang metode kontrasepsijangka panjang.Jenis penelitian yang digunakan quasy eksperimen dengan pendekatan onegroup pretest-posttest design. Jumlah sampel 32 akseptor KB yang diambil denganteknik purposive sampling.Hasil penelitian menunjukan pengetahuan Ibu sebelum penjelasan SKBsebagian besar dengan kategori cukup yaitu 18 responden (56.2%) dan setelahpenjelasan SKB sebagian besar kategori baik 26 responden (81.2%). Sikap Ibu sebelumpemberian penjelasan SKB sebagian besar dengan kategori mendukung 17 responden(53.1%) dan setelah pemberian penjelasan SKB sebagian besar sikap ibu yangmendukung meningkat menjadi 25 responden (78.1%). Ada perbedaan pengetahuanIbu sebelum dan sesudah pemberian penjelasan SKB Setelah dilakukan uji WilcoxonSigned Ranks Test dengan nilai p = 0,000 dan ada perbedaan sikap ibu sebelum dansesudah pemberian penjelasan SKB p= 0,044 (p value < 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian penjelasan SKBterhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang MKJP

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN NYERI KRONIK PADA KLIEN GASTRITIS DENGAN FOKUS STUDI MASALAH DUKUNGAN KELUARGA DALAM PENGELOLAAN NYERI GASTRITIS DI PUSKESMAS KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL

    No full text
    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN NYERI AKUT PADA KLIEN GASTRITIS DENGAN FOKUS STUDI MASALAH DUKUNGAN KELUARGA DALAM PENGELOLAAN NYERI GASTRITIS DI PUSKESMAS KALIWUNGU KABUPATEN KENDALAvina Damayanti1, Sri Widiyati2, Rozikhan2, Sugih Wijayati21Mahasiswa program studi D III Keperawatan Semarang Kelas Kendal2Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangKorespondensi : [email protected] belakang : Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat mengakibatkan pembengkakkan ditandai dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, mual, muantah, dan nafsu makan menurun. Menurut Departemen Kesehatan RI kasus gastritis termasuk kedalam 10 besar kasus penyakit tidak menular dengan jumlah 40,8% di Indonesia. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan anggota keluarga dalam meredakan nyeri adalah teknik kompres hangat.Tujuan : Menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga gastritis pada Nn. E dan Nn. W dengan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Desa Mororejo Kaliwungu Kabupaten KendalMetoda : Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa atau kondisi klien dengan menggunakan pengukuran skala nyeri untuk mengetahui tingkat nyeri pada klien gastritis. Hasil : Intervensi dan implementasi keperawatan dilakukan selama 6 hari pada kedua klien yaitu pemberian Pendidikan Kesehatan, kompres hangat. Masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada kedua klien teratasi. Dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan, perubahan gaya hidup, dan nyeri yang dirasakan klien 1 dan 2 dapat teratasi.Kesimpulan : Pentalaksanaan nyeri dengan teknik kompres hangat yang diberikan kepada klien berpengaruh untuk menurunkan skala nyeri pada gastritis, dari nyeri sedang dengan skala 6 menjadi nyeri sedang dengan skala 0Saran : Saran dalam penelitian ini agar kliendan keluarga dapat melakukan perawatan secara mandiri melalui pengellaan atau manajemen Kesehatan keluarga.Kata kunci : Gastritis, Penatalaksanaan Nyeri, Kompres HangatFAMILY NURSING CARE WITH ACUTE PAIN IN GASTRITIS CLIENTS WITH A FOCUS ON THE STUDY OF FAMILY SUPPORT ISSUES IN THE MANAGEMENT OF GASTRITIS PAIN AT THE KALIWUNGU PUBLIC HEALTH CENTER KENDAL REGENCYAvina Damayanti1, Sri Widiyati2, Rozikhan2, Sugih Wijayati21Student of D III of Semarang Nursing Study program2Lecture of Nursing Departement of Poltekkes Kemenkes SemarangCorresponding author : [email protected] : Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa resulting in swelling characterized by discomfort in the upper abdomen, nausea, vomiting, and decreased appetite. According to the Indonesian Ministry of Health, gastritis cases are included in the top 10 cases of non-communicable diseases with a total of 40.8% in Indonesia. One of the treatments that family members can do to relieve pain is a warm compress technique.Purpose : Describe the implementation of gastritis family nursing care for Ms. E and Ms. W with ineffective family heakth management in Mororejo Kaliwungu village, Kendal regencyMethod : The method used in this study is descriptive method which aims to describe the clients events or conditions and uses pain scale measurements to determine the level of pain in gastritis patients.Results : Nursing intervention and implementation was carried out of 6 days on both clients, namely providing health education, warm compresses. The problem of family health management was not resolved effectively in both clients. It is proven by an increase in knowledge, changes in lifestyle, and the pain felt by clients 1 and 2 can be resolved.Conclusion : Management of paint with warm compress technique given to influential clients to reduce the scale of pain in gastritis patients.Suggestion : Suggestions in this study to that clients and families can do care independently through family health management.Keywords : Gastritis, Pain Mangement, Warm Compres

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK (SNH) DI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK

    No full text
    ABSTRAK Latar Belakang: Stroke non hemoragik adalah stroke yang terjadi akibat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan aliran darah ke otak terhenti sebagian atau seluruhnya. Dengan tersumbatnya pembuluh darah maka akan terjadi iskemik dan berlanjut infark. Efek iskemik dapat menimbulkan kerusakan pada pusat gerakan motorik di lobus frontalis yang mempengaruhi fungsi ektremitas yang akan menyebabkan kelemahan anggota gerak. Cara untuk menangani setelah serangan stroke adalah dengan terapi fisik berupa ROM / Range of motion pasif dan kekuatan otot. Tujuan: Menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Metode: Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan penyajian data dalam bentuk narasi hasil dari respon pasien. Pengumpulan data yang dilakukakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil: Pengkajian dilakukan dengan anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi hingga didapatkan prioritas masalah gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diimplementasikan selama 3 hari sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan. Evaluasi yang didapatkan hasil dari pasien 1 yaitu masalah teratai sebagian dan pasien 2 masalah teratai. Kesimpulan: Pasien yang mengalami gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik bisa diatasi dengan melakukan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan, salah satunya bisa dengan mengajarkan teknik Range Of Motion

    PENERAPAN BIBLIOTERAPI PADA ANAK PRASEKOLAH YANG MENGALAMI KETAKUTAN AKIBAT PERTAMA KALI HOSPITALISASI

    No full text
    ABSTRAKPENERAPAN BIBLIOTERAPI PADA ANAK PRASEKOLAH YANG MENGALAMI KETAKUTAN AKIBAT PERTAMA KALI HOSPITALISASI DI RSD K.R.M.T. WONGSONEGOROLatar belakang : Hospitalisasi merupakan proses perawatan dan terapi di rumah sakit yang terencana ataupun darurat. Hospitalisasi menjadi salah satu faktor penyebab stres dan adanya respon ketakutan pada anak prasekolah terhadap hospitalisasi berupa menangis keras, memberontak, menolak pengobatan yang jika dibiarkan dapat menyebabkan ketidakefektifan pengobatan dan waktu rawat yang lebih lama. Untuk mencegah berlanjutnya masalah yang dapat menyebabkan dampak jangka panjang dan pendek dalam karya ilmiah ini diterapkan biblioterapi.Tujuan : menganalisis penerapan biblioterapi dalam mengurangi respon ketakutan hospitalisasi pada anak prasekolah yang baru pertama dirawat di rumah sakit sebagai salah satu bentuk intervensi keperawatan yang efektif.Metode : karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus dan metode wawancara serta observasi untuk mengumpulkan data. Karya ilmiah ini menerapkan hasil penelitian terdahulu yaitu biblioterapi terhadap respon ketakutan anak terhadap proses hospitalisasi selama 2 hari terhadap 3 orang responden yang nilainya diambil dari pretest dan posttest.Hasil : hasil penerapan biblioterapi terhadap anak prasekolah yang menunjukkan respon ketakutan terhadap hospitalisasi menunjukkan bahwa skor post test wawancara dan observasi menurun.Kesimpulan : penerapan evidence based practice biblioterapi terhadap anak prasekolah yang menunjukkan respon ketakutan terhadap hospitalisasi dapat beradaptasi dengan lebih baik ditunjukkan dari skor post test dan gejala respon ketakutan yang berkurang.Kata kunci : anak prasekolah, respon ketakutan hospitalisasi, hospitalisasi, biblioterapi1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ners Program Ners Profesi Poltekkes Kemenkes Semarang2) Dosen Poltekkes Kemenkes Semaran

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEIKUTSERTAAN VAKSINASI COVID-19PADA IBU HAMIL

    No full text
    Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) disebabkan oleh virus Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) sindrom pernafasan akut parah. Pengetahuan ibu hamil tentang COVID-19 dan upaya pencegahannya selama ini masih kurang. Jumlah ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 di Kabupaten Temanggung sampai pada bulan Agustus 2021 sebanyak 327 ibu hamil, dan 24 ibu hamil diantaranya berasal dari wilayah kerja Puskesmas Bejen dengan 1 kasus ibu hamil di wilayah Puskesmas Bejen meninggal terinfeksi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil.Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bejen Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bejen Temanggung dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Analisa data menggunakan menggunakan uji Kolmogorov-SmirnovHasil penelitian menunjukkan tidak ada tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil (p value = 0,982).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil sehingga bidan dapat mendorong dan memotivasi ibu hamil setiap kali melakukan pemeriksaan kehamilan untuk melakukan vaksinasi COVID-19 jika ibu hamil masuk dalam kriteria boleh melakukan vaksinasi, selain itu bidan dapat lebih memberikan informasi pada ibu hamil tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang tepat waktunya dan berapa kali vaksinnya

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK

    No full text
    Latar belakang: Stroke non hemoragik terjadi karena adanya sumbatan di pembuluh darah yang diakibatkan oleh obstruksi pembuluh darah. Masalah utama yang timbul yaitu hemiparesis atau hemiplegia. Yang dapat mengakibatkan gangguan mobilitas fisik. Intervesni yang dilakukan untuk mengatasi gangguan mobilitas tersebut salah satunya dengan Latihan terapi Range Of Motion.Tujuan: Mendeskripsikan asuhan keperawatan gangguan mobilitas fisik pada pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD dr Sayidiman Magetan.Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampling yang digunakan 2 pasien pada pasien stroke dengan gangguan mobilitas fisik yang dilakukan di ruang Baladewa RSUD dr Sayidiman Magetan selama 3x24 jam.Hasil: Pengkajian pada kedua pasien didapatkan data bahwa kedua pasien mengalami kelemahan pada anggota gerak kanan dan menurunnya rentang gerak sendi. Dari hasil pengkajian dapat dirumuskan diagnosa gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular. Implementasi yang dilakukan selama 3x24 yaitu mengajarkan pasien Latihan terapi Range Of Motion dan melakukan tirah baring. Setelah dilakukan implemanasi selama 3x24 jam didapatkan hasil evaluasi kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak sendi.Simpulan: Masalah gangguan mobilitas fisik pada kedua pasien teratasi Sebagian karena kriteria hasil belum tercapai sepenuhnya sehingga perlu Latihan terapi Range Of Motion 2 kali sehari pagi dan sore dengan durasi 15 menit minimal 4 kali dalam seminggu

    PENGARUH PIJAT REFLEKSI KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG RAWAT INAPRSUD DR. GONDO SUWARNO UNGARANKABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Latar belakang : Hipertensi yang tidak terkontrol masih menjadi masalah utama dalam upaya penanganan hipertensi. Salah satu terapi komplementer pada pasien hipertensi primer dengan melakukan pijat refleksi kaki. Pemberian pijat refleksi kaki akan memberikan efek nyaman sehingga hormone endorphin akan terproduksi. Kondisi tubuhyang rileks juga dapat membantu kadar kortisol tubuh tetap terkendali. Hormon inimempengaruhi berbagai organ tubuh seperti jantung, sistem saraf pusat, ginjal dan kehamilanTujuan : Untuk mengetahui penerapan pijat refleksi kaki untuk penurunan tekanan darahpada pasien dengan hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Gondo Suwarno Kabupaten SemarangMetode : Studi kasus deskriptif dengan jumlah 3 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusiHasil asuhan keperawatan : Setelah dilakukan implementasi penerapan pijat refleksi kaki selama 3 hari dengan pemberian 1 kali sehari selama 15 menit pada ketiga responden, terdapat penurunan tekanan darah sesudah diberikan implementasi.Diskusi : Hasil dari studi kasus menunjukkan ketiga responden mengalami penurunantekanan darah setelah menerapkan pijat refleksi kaki, hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Azami, Ratnawati, Pristiyani, dan Ramu, bahwa terjadi penurunan tekanan darah baik sistole maupun diastole setelah diberika terapi komplementer berupaintervensi pijat refleksi kaki selama satu kali sehari dalam waktu 3 hari berturut turut dengan rata rata penurunan tekanan darah sistole sebesar 15 mmhg dan diastole 10 mmhg.Rekomendasi : Mempertimbangkan Pijat Refleksi Kaki dengan menambahkan SOP PijatRefleksi Kaki sebagai salah satu referensi penatalaksanaan sebagai tindakan mandiri perawat untuk mengurangi tekanan darah.Kata kunci : Hipertensi, Pijat Refleksi Kaki, Tekanan Dara

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI AKUT) PADA PASIEN POST ORIF FRAKTUR ANTEBRACHII DI RSUD DR. M . ASHARI PEMALANG

    No full text
    Latar Belakang : Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang, yang menyebabkan hilangnya kesinambungan dan/atau ketiakstabilan mekanis tulang. Post ORIF adalah tindakan setelah dilakukan cara pembedahan. Tindakan yang dilakukan pada pasien nyeri post ORIF fraktur yaitu menggunakan metodefarmakologi dan non farmakologi. Metode farmakologi yaitu dilakukan kolaborasi antara perawat dengan dokter dengan cara pemberian analgetik. sedangkan metode non farmakologi yaitu tindakan mandiri perawat dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan : Dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah menjelaskan danmendeskripsikan pemberian Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman (Nyeri Akut) Pada Pasien Post Orif Fraktur Antebrachii. Metode : Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Responden yang digunakan meliputi 2 klien.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen nyeri teknik relaksasi nafas dalam selama 5x24 jam pertemuan pada kedua responden didapatkan hasil kedua responden mengatakan nyeri berkurang Tn.K dari skala nyeri 5 menjadi skala 1 dan Ny.D dari skala 6 menjadi skala 2. Simpulan : Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa tindakan farmakologipemberian analgesik dan tindakan non farmakologi teknik relaksasi nafas dalamdapat menurunkan keluhan nyeri pada kedua klien

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇