Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    TINJAUAN KEAMANAN DAN KERAHASIAAN PENYIMPANAN REKAM MEDISDI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

    No full text
    Rekam medis harus disimpan dan dipelihara agar terhindar dari bahaya kerusakan dan kehilangan. Hasil studi pendahuluan di ruang filing RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga ditemukan rekam medis sejumlah 76 (76%) map robek, 13 (13%) dokumen mengalami perubahan warna, 26 (26%) dokumen dengan formulir robek, dan 20 (20%) dokumen basah. Pada bulan Oktober 2021 terdapat 5 rekam medis hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keamanan dan kerahasiaan penyimpanan rekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata PurbalinggaJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala seksi rekam medis, serta koordinator dan petugas filing. Metode pengumpulan data menggunakan obervasi, dokumentasi, dan wawancara dengan instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, perekam suara, thermohygrometer, dan luxmeter. Hasil penelitian ini menunjukan keamanan dari aspek fisik masih belum aman dari paparan sinar matahari, bencana kebocoran, dan APAR yang tersedia kadaluarsa, dari aspek biologi ditemukan tikus. Berdasarkan aspek 5M, 71% petugas tidak berlatar belakang pendidikan rekam medis, anggaran tersedia untuk keseluruhan seksi rekam medis, bahan map dan formulir mudah robek, kondisi rak penuh, tidak ada SPO keamanan kerahasiaan rekam medis di gudang inaktif. Sedangkan kerahasiaan ditinjau dari hak aksesnya, terdapat rekam medis yang hilang dan pasien membawa rekam medisnya jika hendak dirujuk ke poliklinik lain atau pelayanan penunjang. Tidak terdapat CCTV dan SPO hak akses ruang filing menggunakan doorlock

    PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA PEDIATRIK DENGAN DIAGNOSA CEDERA KEPALA BERAT DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KOTA SALATIGA

    No full text
    PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA PEDIATRIK DENGANDIAGNOSA CEDERA KEPALA BERAT DI INSTALASI RADIOLOGI RSUDKOTA SALATIGAFarah Nadzirul Hikmah1), Kholik Al Amin2)INTISARIPemeriksaan CT Scan kepala pediatrik menurut Seeram (2016)menggunakan scan area dari vertex hingga basis cranii. Di Instalasi radiologiRSUD Kota Salatiga, pemeriksaan CT Scan kepala pediatrik dengan diagnosacedera kepala berat menggunakan scan area dari vertex hingga cervical 7. Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui prosedur pemeriksaan CT scan kepala pediatrikdengan diagnosa cedera kepala berat, alasan menggunakan scan area dari vertexhingga cervical 7, serta upaya proteksi radiasi yang dilakukan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studikasus. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret sampai April 2022 denganobservasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan CT scan kepala pediatrik dengan diagnosacedera kepala berat menggunakan scan area dari vertex hingga cervical 7 denganpertimbangan dosis radiasi yang dapat ditekan dengan pemanfaatan auto mA.Alasan penggunaan scan area tersebut adalah untuk mengetahui penyebabturunnya skor GCS yang dapat disebabkan oleh kelainan pada otak serta medullaspinalis di vertebra cervical. Proteksi radiasi yang digunakan yaitu denganmenyesuaikan parameter scan sesuai berat badan, menggunakan alat fiksasi, danpemeriksaan dilakukan dengan cepat sehingga tidak terjadi pengulangan akibatmotion artefact.Adapun kesimpulan yang dapat ditarik yaitu penggunaan scan area darivertex sampai vertebra cervical 7 bisa diterapkan pada pasien dengan GCSrendah sesuai dengan prinsip proteksi radiasi.Kata kunci : CT scan kepala pediatrik, cedera kepala berat, scan area1)Mahasiswa Radiologi Purwokerto Program Diploma Tiga Politeknik KesehatanKemenkes Semarang2)Dosen Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Polliteknik KesehatanKemenkes Semara

    IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI AUTOGENIKPADA PASIEN PRE OPERASI CABG DENGAN KECEMASANDI INSTALASI JANTUNG RSUP DR KARIADI SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang: Kecemasan pada pasien pre operasi memiliki prevalensi tinggi sekitar90%. Operasi CABG dapat menimbulkan kecemasan bagi pasien, jika tidak diatasi akanmeningkatkan risiko komplikasi bagi pasien. Komplikasi dapat berupa infark berulang,iskemia berkepanjangan, fibrilasi ventrikel, dan takikardi ventrikel. Untuk mengatasikecemasan dengan pemberian terapi relaksasi autogenik.Tujuan : Mendeskripsikan tingkat kecemasan pasien pre operasi CABG sebelum dansesudah diberikan intrevensi terapi relaksasi autogenikHasil : Responden pertama tingkat kecemasan berat yaitu skor 14, setelah dilakukanimplementasi tingkat kecemasan sedang skor 11. Responden kedua tingkat kecemasan beratskor 15. Setelah dilakukan implementasi kecemasan berada pada tingkat kecemasan sedangyaitu skor 10. Responden ketiga tingkat kecemasan sedang skor 10. Setelah dilakukanimplementasi pasien tiada ada kecemasan yaitu skor 4.Pembahasan: Menurut (Ekarini at al, 2018) Pengaruh relaksasi autogenik terhadap tingkatkecemasan dan perubahan tekanan darah pada pasien riwayat hipertensi. Menunjukkanterdapat perbedaan tingkat kecemasan pada responden sebelum dan sesudah intervensirelaksasi autogenik. (nilai p= 0,000), dengan selisih nilai rata-rata 15.715 poin. (Rodida atal, 2019). Pengaruh terapi rekalsasi autogenik terhadap kecemasan pasien di ruang IntensiveCare Unit rumah sakit Pusri Palembang.Didapatkan rata rata kecemasan pre-test yaitu 43,55dan rata-rata kecemasan post-test yaitu 36,6 dengan nilai p = 0,001 terapi rekalsasiautogenik mempunyai pengaruh siknifikan terhadap penurunan kecemasan pasien di ruangICU Rumah Sakit Pusri Palembang.Simpulan : Hasil studi kasus disimpulkan terdapat penurunan skor tingkatkecemasan berdasarkan skala APAIS (Amsterdam Preoperation Anxiety and InformationScale ) antara sebelum dan setelah implementasi tetapi relaksasi autogenik pada respon preoperasi CABG

    HUBUNGAN TINGKAT ANSIETAS TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI DAN DISMENOREA PADA MAHASISWI TINGKAT IV PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG DI POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang: Kecemasan berpengaruh pada peningkatan sistem kerja syaraf simpatis sehingga dapat menyebabkan perubahan yang terjadi pada respon tubuh manusia. Pada saat mengalami kecemasan, bagian otak yang berfungsi mengatur siklus menstruasi (hipotalamus) akan terganggu, kondisi ini menyebabkan hormone siklus menstruasi yang dihasilkan menjadi tidak seimbang. Selain itu masalah emosi yang muncul akibat ansietas akan memperparah permasalahan nyeri dismenore. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ansietas terhadap siklus menstruasi dan dismenorea. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 84 mahasiswi tingkat IV Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Semarang di Poltekkes Kemenkes Semarang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-21, skala guttman dengan pertanyaan siklus menstruasi teratur dan tidak teratur, dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur derajat dismenorea. Uji yang digunakan yaitu Chi-square. Hasil: Pada saat keadan cemas, sistem limbik menstimulasi pelepasan corticotropic releasing hormone (CRH). Hormon ini menghambat sekresi GnRH. Penurunan GnRH dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Saat mengalami ansietas, tubuh akan menghasilkan hormon adrenalin, estrogen, progesteron yang berlebihan. Estrogen dan hormon adrenalin yang meningkat, akan menyebabkan otot uterus tegang dan kontraksi, sehingga menimbulkan dismenorea. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ansietas dan siklus menstruasi dengan p-value 0,000

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN MEDIA PHANTOM GIGI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS 3 SDN 01 SAMBIROTO

    No full text
    Kemampuan menggosok gigi merupakan hal yang paling penting dalam membentuk perilaku terbuka atau open behaviour. Untuk meningkatkan kemampuan dapat dilakukan dengan cara penyuluhan Kesehatan gigi dengan tujuan memberikan informasi atau pesan kepada masyarakat tentang pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas video animasi dan media phantom gigi sebagai media penyuluhan terhadap kemampuan menggosok gigi pada siswa kelas 3 di SDN 01 Sambiroto.Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan metode penelitian Quasy Experimental dan desain penelitian pre-test and post-test group design. Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel 48 responden, 24 sebagai kelompok media video animasi, dan 24 sebagai kelompok media phantom gigi. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar cheklist menggosok gigi dan lembar pemeriksaan Plak. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat, uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, untuk uji beda berpasangan menggunakan Paired T-test, dan untuk uji beda kelompok menggunakan Independent T-test.Hasil penelitian ini menunjukkan kedua media dapat meningkatkan kemampuan menggosok gigi sesudah penyuluhan yaitu menurut penilaian Tindakan Media Video Animasi nilai p-value 0,000 dan Media Phantom Gigi p- value 0,000. Pada uji Independent T-test Tindakan siswa didapatkan nilai p-value 0,630 > 0,05 dan untuk skor PHPM siswa hasil uji Independent T-test p-value 0,194 > 0,05 yang artinya Ha ditolak sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara media video animasi dan media phantom terhadap kemampuan menggosok gigi siswa. Kedua media penyuluhan sama-sama efektif untuk meningkatkan kemampuan menggosok gigi

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN GOUT ARTHRITIS DENGAN FOKUS STUDI PENURUNAN NYERI SENDI MENGGUNAKAN AIR REBUSAN DAUN SALAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DEMPET KAB. DEMAK.

    No full text
    AbstrakLatar belakang: Gout arthritis merupakan penyakit sendi yang disebabkan karena meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh, peningkatan tersebut dikarenakan tubuh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin. Prevalensi penyakit gout cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Asam urat yang terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama di dalam tubuh, dapat menyebabkan terjadinya kristal urat yang dapat menumpuk di jaringan sehingga menimbulkan rasa nyeri dan peradangan pada sendi. Penatalaksanaan yang tepat dapat mencegah komplikasi pada penderita gout, salah satunya yaitu pemberian air rebusan daun salam yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Tujuan: Untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Keluarga pada Klien dengan Gout Arthritis.Metode: Metode yang digunakan dalam pengambilan kasus yaitu metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampling yang digunakan yaitu 2 keluarga.Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 kali pertemuan dengan 2 keluarga didapatkan adanya penurunan skala nyeri sendi, penurunan kadar asam urat, dan peningkatan pengetahuan keluarga

    APLIKASI TERAPI FOOT MASSAGE PADA NYERI PERSALINAN POST SECTIO CAESAREA HARI KE-1 DAN HARI KE- 2 DENGAN NYERI AKUT DI RUANG DEWI KUNTHI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang : Pada tindakan post sectio caesarea (SC) akan memberikan suatu efek yaitu efek sensasi nyeri. Berbagai tehnik dan juga metode didalam asuhan keperawatan selalu dikembangkan agar dapat dimanfaatkan dalam memberikan asuhan keperawatan secara mandiri,Manajemen kontrol nyeri merupakan kombinasi antara intervensi mandiri keperawatan dengan tindakan terapi non farmakologi. foot massage salah satu terapi komplementer yang aman dan mudah diberikan serta mempunyai efek meningkatkan sirkulasi, mengurangi rasa sakit, merelaksasikan otot dan memberikan rasa nyaman pada pasien. Tujuan : Untuk memaparkan gambaran asuhan keperawatan dengan pemberian terapi foot massage pada ibu post sectio caesarea dengan nyeri akut Di Ruang Dewi Kunthi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang.Metode: Desain studi kasus dengan metode deskriptif. Dilakukan pada 3 klien post sectio caesarea dengan menggunakan foot massage .yang di intervensikan 2 pada hari ke 1 dan 2 post sectio caesarea frekuensi 1x sehari, durasi 20 menit untuk masing masing ekstremitas. Simpulan : Mengetahui pemaparan gambaran asuhan keperawatan dengan pemberian terapi foot massage pada ibu post sectio caesarea dengan nyeri akut Di Ruang Dewi Kunthi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang.Saran : Diharapkan foot massage dapat diterapkan secara mandiri dalam rangka menurunkan skala nyeri terhadap pasien post sectio caesarea

    PERBEDAAN PEMBERIAN AROMATERAPI JERUK LEMON DAN TEKNIK NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU BERSALIN KALA 1 FASE AKTIF

    No full text
    Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan sebuah tanda untuk memberitahukan kepada ibu bahwa dirinya telah memasuki proses persalinan. Ada beberapa teknik penurunan rasa nyeri saat persalinan terapi nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri tanpa obat ada aromaterapi dan teknik nafas dalam. Teknik tersebut bertujuan meresaksi kontraksi dan menimbulkan kenyamanan dalam persalinan. Cara kerjanya nyeri pada saat kontraksi, meminta ibu bersalin untuk menghirup nafas sedalamnya melalui hidung selanjutnya menghembuskan perlahan melalui mulut.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pemberian aromaterapi jeruk lemon dan teknik nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif.Metode: Penelitian kuantitatif, metode yang digunakan quasi eksperiment, Desain Non Equivalent Control Group mengelompokan anggota sampel pada kelompok eskperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan secara acak. Metode analisa data menggunakan teknik analisis statistik non parametrik Wilxocon dan Mann Whiteney.Hasil penelitian: menunjukkan rata-rata penurunan (mean rank) skor nyeri dengan aromaterapi jeruk lemon 36.05. Rata-rata penurunan (mean rank) skor nyeri dengan Teknik nafas dalam 20.95. Nilai p=0.000 (

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇